Tutup Ketemu Panci

 

15 tahun menikah itu ternyata cukup lama juga ya? Kalau kami bintang Hollywood, sudah dipuji-puji sebagai pernikahan yang awet banget, mengingat usia pernikahan bintang Hollywood biasanya cuma seumur jagung. Untungnya bukan..ha..ha..ha. Gak kebayang gimana godaan pernikahannya para selebritis itu. Kebayang kan kalo “harus” beradegan mesra dengan Liam Hemsworth sementara sebenarnya ada suami yang setia menunggu di rumah?

Tapi, aku percaya, bahwa pasangan mana pun punya tantangannya masing-masing. Dari menyesuaikan dua individu berbeda saja, itu sudah tantangan berat. Belum lagi menyatukan dua keluarga, menyesuaikan ritme hidup yang tadinya berbeda, beuh…gak gampang loh. Apalagi kalau sudah punya anak, hiyaaah…tambah complicated lah kehidupan rumah tangga. Ini yang tadinya niat mau nikah, jangan berhenti baca sampai di sini yaaaa….bisa-bisa berasa horor terus jadi ragu untuk menikah lagi. Gue lagi, disalahin..ha..ha..ha.

Tenaaaang…cinta bisa mengatasi segalanya.

 

 

Prettt.

Ha…ha…ha….bukaaan…bukan aku menafikan kekuatan cinta. Cinta itu perlu, tapi buat aku…buat kami berdua tepatnya, rasio juga harus dipake.

Jadi, zaman aku masih pacaran sama Si Sayangku Pujaan hatiku Selalu alias Si Ayah, kami langsung menyadari betapa berbedanya kami berdua. Karakter kami berlawanan, karakter keluarga berlawanan. Kalau dalam majas bahasa, kami berdua adalah antonim. Aku cerewet, ekstrovert, suka berteman, ketawanya ngakak, galak, pemarah/gak sabaran. Suamiku? Antonim semua kata itu.

Lalu kenapa bisa bersatu? Karena kami adalah Voltus Lima! Voltus lima adalah sahabat kitaaa! Lima pemuda yang gagah perkasaaa! La..la..la. Sudaaah…sudahhh…nyanyinya! Kami sadar bahwa kami ibarat panci ketemu tutupnya, kalau kata orang tua zaman dulu. Kami bisa saling mengisi kekurangan, saling menyeimbangkan. Lucunya, setelah menikah dan beradaptasi, sifat-sifat yang ekstrem seperti tertarik ke arah sebaliknya. Aku jadi sedikit kalem, gak terlalu ekstrovert, ketawa pun gak selebar dulu. Dia pun juga begitu, jadi lebih banyak ngomong, lebih tegas, sedikiiiit lebih luwes.

Selain cinta dan rasio, kami berdua juga masih menganggap sakral janji pernikahan di hadapan Pemilik Semesta. Buat kami gak main-main, buka sekedar legalisasi untuk cipokan…dst…dst…eh. Meski bukan siapa-siapa, tapi apa yang kami jalankan ini penting halnya untuk masa depan bumi.  Lah iya kan? Harmonisasi dan keberlanjutan peradaban manusia sebenarnya dimulai dari satuan terkecil ini. Mulai ngelantur gak sih? Ha..ha..ha..biarin ahhh.

Komitmen, ya komitmen juga lah yang akhirnya menuntun kami hingga sampai di tahun ke-15. Apakah akan berlanjut? Insya Allah, komitmen kami demikian. Meski di luar sana banyak Liam Hemsworth atau Angelina Jolie berkeliaran, meski pernikahan kami teteuuuppp gak steril dari perselisihan (namanya juga manusia bow!), meski ketiga anak kami semakin besar dan makin banyaaaak persoalan menyertainya (dan juga kebanggaan, kebahagiaan, keharuan), kami bertekad kuat untuk mempertahankan NKRI! Merdeka! *kepal tangan beneran depan lapie*

Yak, demikian…uraian singkat tentang ultah pernikahan yang ke-15. Buat yang masih menjomblo…semoga Tuhan segera mempertemukan kalian dengan jodoh terbaik, buat yang baru saja menikah….keep on fighting, jangan cepat menyerah…badai di awal itu biasaaaaa. Buat yang telah lama menikah, toss dulu ah….semoga kita semua bahagia bersama pasangan kita.

 

PS: Makasih buat Teh Novi yang telah mendorongku untuk ceriwis lagi di sini. Untung bukan dorong ke jurang yaaaa…Tehhh…ha..ha..ha.

 

Keterangan Foto: Buket bunga kado ultah pernikahan dari Si Ayah.

 

 

 

 

 

Advertisements

10 thoughts on “Tutup Ketemu Panci

  1. panci dan tutupnya… aku suka perumpamaannya.
    so sweeeet. semoga kita semua dikaruniai umur panjang biar bisa menikmati lebih lama kebahagiaan cinta ini….. uhukkkk!
    *itu kode biar dikasih permen lagi

  2. Selamat dulu, tebar kembang!! Semoga kamu dan suami makin erat dalam kasih-sayang. Aku dan suami sudah menikah 18 tahun dan itu bukan proses yang gampang. Fiuh! Ngelap keringat.

    • Terima kasih, mbak Dian. Aaaamin…Doa yg sama buat mbak Dian. Hi…hi.hi..iyak..bukan proses yg gampang memang, selalu penuh tantangan, tapi juga bertaburan bahagia di sana-sini.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s