MIMPI KALI YEEEE!

Semua orang pada dasarnya punya harapan dan impian. Tapi gak semua orang bisa mewujudkannya. Salah satu contohnya seorang emak-emak beranak tiga yang berniat akan mengabadikan seluruh proses kelahiran secara lengkap serta menuliskan perkembangan bayinya dan lika-liku menjadi emak bagi seorang bayi secara rutin SETIAP HARI, dari mulai day one si bayi mbrojol ke dunia.

Nyatanya? Tettt tooottttt….manalah mongkeeen. Bisa mandi dan makan aja udah bersyukur banget. Lah, segitu lebaykah diriku? Gak juga sih. Karena kenyataannya memang demikian. Menangani bayi masih piyik dan dua bocah lincah ternyata merupakan seni akrobat tersendiri. Bagaimana rasanya kejar-kejaran dengan jadwal menyusui sambil tetap menyediakan makanan di meja buat dua bocah dan satu suami, ples menjaga supaya tangki susu juga tetap terisi penuh merupakan sensasi tersendiri. Dan itupun sudah dibantu banyak banget oleh si Ayah yang dengan suka rela mengambil alih beberapa tugas rumah tangga selain juga ikut membantu menjaga bayi.

Memang beda sekali rasanya dengan saat anak pertama dan kedua baru lahir. Saat Imo lahir, aku ngungsi ke rumah ortuku selama masa cuti melahirkan. Otomatis ada bantuan dari ibunda tercinta, belum lagi asupan makanan lebih terjaga karena ibuku rutin memasak dan masakannya pun memang enak-enak. Lalu lebih terbantu lagi dengan adanya baby sitter yang kami perbantukan sebulan menjelang cuti berakhir. Saat Darrel lahir, kami pun dibantu oleh adanya baby sitter dan ART, meski pun tidak sampai mengungsi ke rumah ortu. Jadi dulu itu kami memang “dimanja” oleh keberadaan kerabat dan asisten sewaan. Begitu sekarang, melakukan segalanya sendiri, baru deh berasa asoynya punya bayi.

Tapi satu hal yang terasa berbeda pula adalah adanya feeling of empowerment dari pengalaman kami ini. Sebenarnya ini berawal sejak masa kehamilan, lalu persalinan, hingga kini dan nanti. Aku sebagai ibu meski tersandung-sandung, merasa mendapat semangat baru dengan kehadiran bayi kami ini. Rasanya puas kalau melihat dua kakaknya sudah keurus baik makannya dan hal-hal non-fisik lain, sementara si baby juga tertangani dengan baik (meski gak sesempurna harapan). Ada juga rasa bahagia melihat kedua kakak bersemangat turun tangan membantu merawat adiknya dengan cara berusaha menghiburnya saat dia menangis dan mama sedang repot di dapur, sampai dengan mengisi suplai popok di changing station. Aku juga belajar untuk lebih nrimo, dalam artian gak terlalu ambisius dalam hal penanganan anak dan rumah. Kalau terlalu berharap semua beres dan sempurna, bakal frustasi soalnya. Yang realistis saja deh.

Begitu juga dengan keberadaanku di dunia maya. Aku akan berusaha realistis. Kapan bisa menulis dan mengunjungi lapak teman2, akan aku jalani. Jika tak mungkin, ya sudah, gak usah bersedih. Toh keberadaan di dunia maya itu bukan segalanya. Mudah-mudahan, meskipun aku byar pet, kedap-kedip lampu disko di WP, teman2 di sini masih tetap mau menjalin pertemanan denganku. Maaf jika susah berkunjung rutin. Tapi tetap aku usahakan kok.

Semoga mimpi yang masih terhutang, yaitu kisah proses persalinanku yang buatku juga berbeda karena baru pertama kalinya dilakukan di negeri orang, juga nanti bisa sama-sama kita baca di sini.

Advertisements

22 thoughts on “MIMPI KALI YEEEE!

    • Pasti bisa, sugesti diri sendiri dulu. Asalkan suami-istri bekerja sama, bisa deh. Kalau keluarga (ibu/ibu mertua) bisa turut membantu, lebih bagus lagi. Soalnya memang repotnya ruarrr biasa krn bayi haus/lapar tak bisa menunggu.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s