Dia yang Belum Bernama

Buat si Adek Bayi yang belum bernama,

Sayang, maafkan kami ya karena belum bisa bersepakat untuk menentukan sebuah nama untukmu. Bahkan sampai masuk trimester ketiga kami juga belum bisa menemukannya. Ini gara-gara ayah dan mamamu belum bisa setuju akan nama yang sama. Saat ayah mengajukan nama, maka mama yang tak setuju. Begitu pula sebaliknya.

Padahal mamamu ini tidak ingin kejadian yang sama terulang, saat kakakmu Darrel harus menunggu satu bulan lamanya sebelum ditemukan namanya. Itu juga setelah melewati perjuangan menjelajah dunia maya dan debat-debat panjang antara ayah-mama.

Maafkan ya, Nak. Kami memang mungkin terlalu idealis, ingin menamakan anak dengan sebaik mungkin, karena kami percaya namamu nanti adalah rangkaian doa yang terus-menerus mengalir dari kami berdua. Kami tak ingin salah memberimu nama, atau memberi nama yang terdengar bagus tapi tak bermakna sama bagusnya.

Kami juga mungkin terlalu sok unik, ingin memberimu nama yang tidak umum, tidak pasaran. Anggap saja itu kompensasi dari ayah-mama yang punya nama cukup pasaran, bahkan nama mamamu sempat jadi bahan ejekan sebagai ‘ikatan remaja memble aje’. ๐Ÿ™‚ Tapi maksud kami adalah agar kau nanti bisa juga menjadi seunik namamu, dengan pribadi yang baik tapi tidak seragam dan tidak seperti bebek yang harus berombongan dan cuma jadi pengikut.

Percayalah Nak, bahwa kami terus berusaha, mencari nama yang sesuai untukmu, nama yang tak kalah bagusnya dari nama kedua kakakmu. Mungkin nanti menjelang detik-detik terakhir baru akan muncul ilham dan kesepakatan itu. Tapi mama optimis, kau nanti pasti akan punya nama, Nak. In the mean time, izinkan kami memanggilmu cukup dengan Dek Bayi, Sayang, Kuchi-Kuchi, Baby, Cuwi-Cuwi, Jagoan, atau nama apapun sesuai mood kami saat itu. Semoga kau tak keberatan ya Sayang.

Terakhir, mama pesan agar adek tetap baik-baik dan sehat ya di dalam perut mama. Tunggu dan bersabarlah sampai minggu ke 40, agar semua organmu lengkap terbangun dan imunitasmu tersusun sempurna. Kalau pun kau sudah tak sabar lagi, cukup satu atau dua minggu saja ya terlalu cepatnya, seperti kakak-kakakmu dulu (eh..kakak Darrel 3 minggu kecepetan ding).

Sampai bertemu kurang dari 7 minggu lagi, ya Sayang….

ย 

Sun Sayang dari Ayah, Mama, kakak Imo dan Darrel.

ย 

ย 

Advertisements

29 thoughts on “Dia yang Belum Bernama

  1. paling gak sebelum aqiqahan udah ada namanya ya mbak ๐Ÿ™‚
    saya dulu karena pengalaman anak pertama, harus segera bersepakat soal nama anak sblm keluar dari RS untuk urusan akta kelahirannya, makanya pas nama anak kedua, sudah fix sebelum saya masuk RS ๐Ÿ™‚

    • Ya, Shan. Lah memangnya pas Iyog ada pengalaman apa? Telat kasih nama juga?

      Idealnya memang bahkan beberapa minggu sebelum due-date utk mengantisipasi bayi2 yg lahir lebih awal atau prematur. Makanya aku skrng yg senewen krn belum juga bisa sepakat sama suamiku.

    • Hehehe… bp Iwan udah melangkah 6 tahun lebih jauh.

      Tapi bener juga yah, kadang anak suka ngambek. trus bilang gak disayang, kalau saja ada catatan2 seperti ini yang suatu hari bisa mereka baca yang meruntuhkan anggapan mereka.

      • Iya, aku pas menulis postingan ini juga memikirkan hal yang sama dng Cak Iwan, bahwa suatu hari nanti anakku akan bisa membaca ini. Mungkin akan protes: Hah, mama belum menemukan nama buatku sampai detik terakhir? Ha…ha…ha.

    • Aaaaminn….inginku juga begitu, Cak Iwan. Malah sudah ada pikiran membuat surat-surat cinta berikutnya untuk si Dek Bayi. Agal telat sih pas dia udah mau lahir, tapi gak apa2. Moodnya baru muncul sekarang…he…he.

  2. Anak-anakku biasanya udah punya nama depan sebelum mereka lahir. Nama tengahnya yang suka bikin ribut sama babeh.

    Bikin kuis aja, usulan nama-nama bayi gitu. Sapa tahu ada yang kena di hati….

    • Kalau nama depannya, kami sudah sepakat, yg masalah adalah nama selanjutnya. Apalagi kami maunya sama dengan kakak-kakaknya, harus ada 4 kata…ha…ha. Hobi ngasih nama anak panjang2 deh.

      Bikin kuis…hmmm… bisa sih, tapi kok agak kurang sreg ya? Entah kenapa.

  3. Xixixixi… inget cerita fiksi saya yang ada tokoh nama Darrel. Gak ngeh kalo itu nama anak mbak Irma juga. Yang saya inget kok hanya Imo hihihi… *maaf yah Darrel ๐Ÿ™‚
    Nemu nama Darrel saat lagi nyari nama2 bayi. Mengetahui artinya yang romantis abis, langsung jatuh cinta deh sama nama itu.

  4. *Terakhir, mama pesan agar adek tetap baik-baik dan sehat ya di dalam perut mama. Tunggu dan bersabarlah sampai minggu ke 40, agar semua organmu lengkap terbangun dan imunitasmu tersusun sempurna. Kalau pun kau sudah tak sabar lagi, cukup satu atau dua minggu saja ya terlalu cepatnya, seperti kakak-kakakmu dulu (eh..kakak Darrel 3 minggu kecepetan ding).*
    ___________________
    Aminnnnnnn

  5. Nama adalah doa… Amin… Mbak, kalau di Indonesia bisa semua sekeluarga besar berinisiatif memberikan nama dan kalau papa-mama tidak bisa menolak namanya bisa sepanjang sepur dengan arti yang dicocok-cocokin…. hihihi

    • Semasa masih di Indonesia, aku dan suami memang sengaja tidak melibatkan keluarga dalam pemberian nama anak-anak, Ke. Jadi kami tidak bertanya sama sekali pada mereka. Dan mereka juga kayaknya gak mau usil pake usul2 nama, takut digalakkin kali sama aku…ha…ha…ha.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s