Kehamilan dan Tulisan

Banyak sekali yang bisa diceritakan dari kehamilan ketigaku ini. Banyak sekali bahan tulisan yang bisa dibagi. Tapi kebetulan waktunya bersamaan dengan bubar jalannya fitur blog MP. Mood jadi berubah, tak seperti dulu semangatnya dalam berbagi cerita. Meskipun pelan-pelan sudah mencoba bangkit lagi, tapi langkahku masih perlahan dan menjajak dengan hati-hati lahan baru yang masih sangat asing ini.

Di sisi lain, ada juga keinginan untuk menikmati ini semua hanya bersama suami dan kedua anakku. Momen-momen indah atau penuh tantangan yang dinikmati dalam privasi, kembali seperti jaman dulu sebelum ada hingar bingar media sosial. Rasanya seperti menempuh perjalanan dalam kesunyian dan diam. Lebih menyentuh sebenarnya karena yang berusaha aku gapai adalah ke dalam diri sendiri, bukan ke luar, ke keramaian. Karena belajar dari yang sudah-sudah, di keramaian belum tentu ada kedamaian. Dan mengandalkan keramaian untuk mengisi jiwa, sebenarnya metode yg sangat rapuh dan menandakan ketiadaan inner peace and strength.

Bukan berarti sama sekali aku tak bercerita soal kehamilan saat ini, di WP sini juga ada kok meski hanya sedikit saja. Tapi ya itu tadi, saat ini aku memilih untuk membaginya hanya dengan lingkaran terdekat; keluarga dan teman-teman terdekat.

Apakah besok-besok akan tetap seperti ini? Ah, belum tentu juga. Siapa tahu nanti ada sesuatu yang memicu untuk kemudian aku semangat lagi untuk berbagi lebih luas, lebih heboh, dan lebih bombastis (hiperbola deh). Mungkin besok, lusa, atau berbulan ke
depan malah akan ada banjir postingan soal kehamilan, kelahiran, dan parade foto bayi. We’ll see…we’ll see.

Advertisements

15 thoughts on “Kehamilan dan Tulisan

  1. Bubaran MP memang bikin kacau….
    Aku juga nggak sebanyak dulu menulis. Di sini perlu banyak mikir dulu sebelum posting sesuatu.
    Kalau diibaratkan, kayak pindah dari rumah di kompleks yang dijaga satpam dan tamu wajib lapor ke rumah dipinggir jalan yang semua orang bisa lewat dan langak-longok…

    Tapi pokoknya selamat menikmati kehamilannya deh… semoga sehat dan lancar sampe lahiran yaa…

    • Perumpamaannya bagus, mbak Novi. Memang demikian. kalau dulu kita bisa tahu siapa aja yg mampir, bisa diset buat kontak aja. Kalau sekarang jadi ngablak gitu, kayak tinggal di rumah kaca.

      Makasih ya, mbak. Aaaamiiin.

  2. — Dan mengandalkan keramaian untuk mengisi jiwa, sebenarnya metode yg sangat rapuh dan menandakan ketiadaan inner peace and strength.—

    aduh seriyes sekali… *merasa tertohok :p *
    eh bikin quote dimari pegimana caranya yak ?

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s