Rencana Berubahnya MP Sudah Sejak Dua Tahun Lalu!

Di tengah kegalauan kita akan berita penutupan fitur blog dll untuk pengguna non OS, yang berbicara mencoba menjelaskan justru Jack Madrid, Country Manager MP Filipina, bukan Daniel Tumiwa atau Stefan Magdalinski. Sayangnya, penjelasannya bukannya menghapus kegalauan, malah semakin membuka kedok kebohongan para pimpinan MP, termasuk mantan CEO-nya yaitu Peter Pezaris.

Silakan didengarkan sendiri wawancara dengan Jack Madrid yang dibagi dalam tiga video berikut ini:

Berikut saya sajikan poin-poin penting dan lumayan penting dari wawancara tersebut. Tulisan italic di bawahnya adalah komentar pribadi saya yang bergejolak saat mendengar wawancara ini.

1. Sehubungan dengan penumuman yang dibuat Stefan mengenai penutupan fitur jejos untuk pengguna gratisan, rencana mengubah total jalur dari social networking menjadi ecommerce telah dibuat sejak dua tahun lalu, bahkan dibuat jauh sebelum Pez menjual MP ke Naspers.

Oh….jadi rencananya sudah sejak 2 tahun lalu ya? Jadi Pez tahu dong bahwa bencana penutupan itu memang akan terjadi? Wuah…padahal banyak yang membela Pez, mengatakan dia mungkin gak tahu apa2. Bahkan ada yang berniat mengadu ke Pez tentang penutupan ini.

2. Di Indonesia protes terhadap rencana penutupan fitur jejos lebih agresif, mungkin karena mereka kaget.

Ya kaget lah, Jack…. wong kita selama ini ditipu dan mau saja dikadalin sama merekaaaa. Padahal sih kalau saja kita bisa lebih peka menangkap sinyal-sinyal ituuuhhhh!

3. Di Filipina, reaksinya lebih pada rasa sedih, masalah budaya mungkin.

Lah, di sana kan lebih banyak OS-nya Jack… gimana sih? Dan tipe berdagangnya mungkin tidak seperti para OS di Indonesia yang juga mengandalkan dan menikmati fitur jejos di MP.

4. Pengumumannya kurang jelas, apollogetic (seperti permintaan maaf) krn memang ditujukan bukan untuk Online Sellers, pengumuman itu lebih ditujukan pada komunitas di AS, yg memajang banyak foto di album mereka.

Glek. Users Amrik? Bah… kau buka kantor di Indonesia tapi kenapa tak memikirkan reaksi pengguna di Indonesia? Lalu petinggi di Indonesia, kenapa diam seribu bahasa setelah pengumuman itu? Jadi kau anggap apa pengguna di Indonesia? Lalu kenapa cuma bicara soal album foto? Bagaimana dengan tulisan-tulisan kami?

5. OS tak terlalu terpengaruh, mereka terlalu sibuk berdagang dan tidak cermat membaca (too busy selling not bother reading). Kalau baca original message-nya Stefan, jelas kok pesannya apa. Tak semuanya membaca seluruh pesan, cuma sebagian2 saja.

Seandainya aku OS, kayaknya bakal rada tersinggung nih dibilang gak menangkap pesan di postingannya Stefan. Mereka menangkap kok, Stef, terutama OS di Indonesia.

6. Concern/fokus perhatian mereka adalah users/pengguna yang sekaligus buyers/pembeli.

Users yang bukan buyers sih, ke laut aje, gitu ya Jack?

7. OS Filipina yang membuat mereka mengubah arah menjadi e-commerce, krn jumlahnya yg besar.

Hmm…tak bermaksud memicu kericuhan antar bangsa ah. Kalau berpikir jernih, kita tahulah siapa biang keladinya. Bukan OS kok.

8. Ke depannya, MP akan lebih e-commerce friendly, menghapus beberapa fitur yang sudah lama ada (taking out some of the legacies). Photo album, dibuat lebih mudah, cart penjualan (fitur pembayaran) dibuat lebih mudah bagi buyers.

Tak disebut-sebut lagi soal blogging. Karena itu salah satu legacies yang akan dicopot? Mari mencoba to read between the lines.

9. Logonya akan diubah, pawn-social networkingnya (gambar orang-orang berderet yang jadi lambang MP tuhhh) akan diubah.

Satu clue lagi untuk yang mencoba untuk berganti bulu menjadi OS.

10. Mereka akan continue mendengar users, lalu ditambahkan oleh Jack bahwa yang users itu adalah merchants maksudnyah…

Pertanyaan besar: Jika selama ini mereka tidak mau mendengar users, baik bloggers maupun sellers, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang didiamkan, kasus yang terkubur begitu saja bahkan sengaja ditutupi, maka apakah ke depannya mereka akan mendengarkan users?

Sedikit tambahan dari saya mengenai Peter Pezaris. Berikut kutipan dan link menuju berita tahun 2006 mengenai cita-cita seorang Peter Pezaris dan bahwa sebelumnya dia pernah menjual perusahaannya setelah 2 tahun mengembangkannya:

————————- start quote —————————————————–
“When he was growing up in Winchester, Mass., Peter Pezaris told friends and family that he planned to become a millionaire by the age of 30 and a billionaire by 40.

“I remember thinking, ‘Yeah, sure, right,’ ” said Mr. Pezaris’s older brother, John, a computational neuroscientist at Harvard.

True to his word, in 1999, Peter Pezaris sold his two-year-old business, Commissioner.com, to CBS SportsLine for $46 million, three days after his 30th birthday. (The proceeds were shared among five partners; his brother was not among them.)

Peter Pezaris, 37, who is now based in Boca Raton, Fla., said he still believed that he had “plenty of time” to become a billionaire by age 40 with his new start-up, Multiply.com, a social networking site. “

Terjemahan:

“Saat dibesarkan di Winchester, Mass., Peter Pezaris mengatakan pada teman dan kerabat bahwa dia berencana menjadi milyuner sebelum berusia 30 tahun dan menjadi bilyuner sebelum usia 40 tahun.

“Saya ingat saat itu berpikir, ‘OK deh, terserah dirimu,’ (artinya: tidak percaya) kata kakak Peter yang bernama John, seorang ahli syaraf komputasi (sorry kalau salah, terjemahan buru2) di Harvard.

Ternyata, sesuai dengan keinginannya, pada 1999, Peter Pezaris menjual bisnis berusia dua tahunnya, Commissioner kepada CBS SportsLine dengan pembayaran sebesar 46 juta dolar, tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-30. (Hasilnya dibagi di antara 5 orang rekan bisnis, kakaknya tidak termasuk di antaranya.)

Peter Pezaris, 37, sekarang bertempat di Boca Raton, Florida, mengatakan bahwa dia masih memiliki “banyak waktu” untuk bisa menjadi bilyuner sebelum berusia 40 tahun dengan perusahaan yang dimulainya, Multiply.com, sebuah situs jejaring sosial.

—————–end quote ———————————————————-

Sekali lagi, mari kita mulai belajar untuk membaca dan menangkap sinyal-sinyal serta memberi penilaian yang jujur mengenai siapa sebenarnya yang kita hadapi.

Kalau ada yang bertanya kenapa saya gemar sekali mengajak menengok ke belakang dan mencari tahu siapa biang keladinya, semata hanya untuk menunjukkan bahwa kita pernah dibohongi mentah-mentah. Dan sudah selayaknya jika kita belajar dari pengalaman dan jangan mau dibohongi lagi, apalagi meminta pertolongan dari orang yang salah.

Mari kita lebih bijak dalam melangkah, teman!

Note: MPers lain yang memberitakan tentang wawancara Jack Madrid:
Mbak Hida
Smallbananasd

Advertisements

47 thoughts on “Rencana Berubahnya MP Sudah Sejak Dua Tahun Lalu!

  1. intan0812 said: Jd percuma jg buat surat ke pez? Secara dia biang keladinya?Yo wis, monggo mp mau apus socnet, live must go on pan….

    Ya, begitulah Uniii. Wong waktu kasus surat cinta, kami juga ngadunya ke Peter. Eh malah dilempar ke DT….ha…ha…ha. Begitulah Kang Pez yang sesungguhnya.

  2. Setidaknya radar mbak irma, saya dan beberapa teman bisa seirama dalam mencium hal ketidakberesan bullshitply ini. sing sabar dibilang perusuh ya mbak, yg penting sekarang mulai terkuak satu demi satu

  3. prajuritkecil said: Mari kita tertawakan saat Multiply bangkrut… DT balik lagi ngamen ngemsi ksana sini… *doagwjahatbener

    Aaamiiinn…. lah orang teraniaya kan kita? Terusir gitu kok.

  4. wib711 said: Setidaknya radar mbak irma, saya dan beberapa teman bisa seirama dalam mencium hal ketidakberesan bullshitply ini. sing sabar dibilang perusuh ya mbak, yg penting sekarang mulai terkuak satu demi satu

    Alhamdulillah, meski radarku juga nyalanya telat, Mas. Tapi begitu udah nyala, gak aku redupkan atau berusaha tutup-tutupi lagi. Iyo, doakkan agar aku tetap sabar yooo. Yap, namanya kebusukan pasti akan tercium juga, seperti kata pepatah.

  5. prajuritkecil said: Nah… Bener kata om iwan, kita yg dijual sama PEZ

    Ya, Ra… jelas dijual kan dia cita2 pengen jadi bilyuner sebelum 40 tahun. Meski rada2 telat 3 tahunan, ya lumayan deh tercapai juga akhirnya.

  6. artsofcards said: Kok jadi ribut & ruwet begini sih jadinya?

    Iya sih, jadi terlihat ruwet karena melibatkan kebohongan yang berlangsung lama, mbak, juga kekurang pekaan kita dalam menangkap sinyal2 kebohongan itu. Jadinya hal-hal yang mustinya jelas tertangkap, menjadi kabur. Self-denial juga banyak terjadi sih, bahkan hingga kini. Justru aku berusaha buka, supaya jelas, mbak. Maaf kalau malah bikin bingung, yaa….hi..hi. Mungkin mbak Dian musti ngikuti dari awal, mbak…. bisa dimulai dari jurnalku mengenai Mulpid di postingan-postingan sebelumnya.

  7. anazkia said: Kalau kayak gini berarti dua kali lima donk, Mak? Alias kabeh podho wae

    Iyaaaa…. mereka sama saja Naz…he…he. Sama2 profit oriented. Wajar sih, asal gak pake nendang2 atau nipu2 kita.

  8. miapiyik said: huaah, mumet sirahku Irma, sudah besok ini, mau boboksudahlah, terima nasib :(. aku lho ya…..lagi capek dulu

    Hi…hi…maaf udah bikin mumet, mbak Mia. Baca pelan2 aja. Silakan dicicil besok…hi…hi. Mungkin memang mbak Mia harus bobo, udah hampir tengah malam kan di sana? Met bobo ya, mbaaaak. Have a good night sleep!

  9. huflepuff said: Satu lagi fakta membuktikan bude..it’s all about money.. money.. money..Jadi tidak perlu bimbang untuk segera bedol desa.. Hehee

    Yap. Satu per satu makin terbuka, Yo. Mareee…. jangan ragu lageeee.

  10. Aku bantu sebarin ya. Biar banyak yang makin aware, dan tidak memaksakan diri untuk berada pada posisi Mulpid dalam menyikapi kebijakan gila ini. Sekali kapitalis itu serakah, ia akan tetap menganggap semuanya adalah robot.

  11. fightforfreedom said: Aku bantu sebarin ya. Biar banyak yang makin aware, dan tidak memaksakan diri untuk berada pada posisi Mulpid dalam menyikapi kebijakan gila ini. Sekali kapitalis itu serakah, ia akan tetap menganggap semuanya adalah robot.

    Ya, Mas. Terima kasih sebelumnya. Tujuanku juga supaya makin banyak yang menyadari hal ini. Jangan sampai kita kejeblos lubang yang sama untuk kesekian kali.

  12. drackpack said: Artinya mulai sekarang kudu lebih serius ngurusin pindah ya, mbak… Nggak ada harapan lagi kan?

    Pindahan dan juga tetap protes, tapi lebih keras ke mereka. Bukan saatnya lagi untuk berharap apalagi membayar mereka yang telah menipu kita sejak awal. Tapi kita tetap harus nyatakan keberatan akan tindakan mereka itu. Demo aja yuk!

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s