Menangkap Sinyal – Jurnal Santai Mengenang Mulpid – Part 2

Dan bahkan pada Lapak 23: Darth Vader yang melegenda itu, saya pun masih tenang-tenang saza. Padahal beberapa teman di sana sudah mulai menangkap sinyal-sinyal tak sedap dari Mulpid. Saya membaca komen mereka saat itu, dan tak bergeming. Saya membaca komen-komen yang sama saat ini, dan langsung membatin, ‘Oh… ternyataaaaaa!’

Postingan Mulpid yang menyatakan bahwa transaksi lewat mereka akan dikenakan biaya sebesar 3,9% itu telah memancing banyak pertanyaan dari para online sellers. Dan wajar saja kalau mereka bertanya karena selama ini mereka leluasa berjualan tanpa harus membayar biaya apapun. Dan wajar lagi kalau kemudian pertanyaan jadi buanyaaak bertumpuk dan tampak kisruh karena memang staf Mulpid hanya menyempatkan diri untuk membalas beberapa kali, tak sebanding dengan jumlah penanya dan tidak menjawab pertanyaan mereka secara tuntas.

Apakah kemudian teman2 blogger kemudian ramai-ramai gubraks datang ke sana secara emosional untuk mengacak-acak Lapak 23? Tentu saja tidak. Bahkan teman-teman blogger di situ datang dan berkomentar yang MENDUKUNG para online sellers serta memberi masukan-masukan yang sangat berharga untuk Mulpid. Yap, masukan2 yang menurut segolongan orang sekarang seolah dianggap tidak pernah diberikan. Padahal sih, udah dari duluuuuu, sejak April 2011 para bloggers sudah memberikan masukan. Contoh masukan awal adalah ini:

mayamulyadi wrote on Apr 28, ’11
dear admin… bisa ga dijawab satu per satu supaya jelas.. karena yang melihat persoalan ini bukan hanya seller, tapi juga buyer!
salam…

atau ini:

fightforfreedom wrote on Apr 28, ’11
Saya setuju dengan mbak Maya, beliau yang sudah paham betul dengan karakter dunia social media di Multiply.
Saya rasa Tim Multiply Indonesia mampu melakukan hal ini…dan FOKUS, ‘coz your contact is valuable partner.
Syukur-syukur kalo Tim sudah menyiapkan F.A.Q. (Frequently Asked Questions)

atau ini:

nitafebri wrote on Apr 28, ’11
Dear Admin
ada baiknya dibicarakan dan dirembuk ulang dengan para seller di Indonesia. Sebab Karakteristik seller yang di sini BEDA. Mereka lebih mengutamakan kenyamanan pelanggan. Itulah keunggulan yang ada di MP Indonesia. dimana Online seller tidak hanya berperan sebagai penjual tetapi juga bisa menjadi teman.

Bila persoalan fee diterapkan, bagaimana non seller akan melirik barang yang dijual. Bila memang Multiply Indonesia Peduli dengan para Seller dan buyer, sebaiknya memang ada solusi yang baik. Dan tidak memberatkan salah satu pihak.
nb:
alangkah baiknya semua komen pertanyaan yang masuk direply satu persatu, berikan jawabannya.

atau ini:

enkoos wrote on Apr 28, ’11
Dear Admin,
Harap diperhatikan bahwa pengguna Multiply tidak melulu jualan barang, tapi banyak para blogger. Saya memiliki account Multiply sejak tahun 2005, dan sebagian besar pengguna Multiply pada waktu itu bukan untuk jualan tetapi berbagi cerita alias blogging.

Bila memang saat ini lebih fokus ke sisi jualan, harap diperhatikan juga kenyamanan kami para blogger yang kemungkinan besar adalah calon buyer, dan kami jumlahnya tidak sedikit.

dan ini:

mayamulyadi wrote on Apr 28, ’11
Terima kasih, Mas Iwan…
setelah melihat beberapa komen dari admin MP Indonesia, saya merasa kurang puas. jujur saja, kalau memang ketentuan yang digelontorkan admin melalui postingan ini adalah bukan hal yang mutlak (dan para online shop as a seller masih bisa menggunakan cara lama untuk memajang produk mereka dan melakukan transaksi jual-beli seperti biasanya), jadi hal seperti ini tidak perlu langsung dibuka disini (melalui postingan) dan memancing kekisruhan (sekaligus membuat para buyer agak sedikit kelimpungan).

saya setuju dengan yang mas Iwan tulis. jika admin MP telah menyediakan FAQnya, silakan diperlihatkan disini. jadi kami akan semakin mengerti mengapa admin mengeluarkan hal tersebut (alternatfi aturan?) yang diposting di jurnal ini.

salam…

Dan ini:

anotherorion wrote on Apr 29, ’11
Ditunggu program2nya buat komunitas blogger MP

Dan ini dia:

fightforfreedom wrote on Apr 29, ’11, edited on Apr 29, ’11
Semoga sudah masuk Business Plan 2011, karena Multiply Indonesia menjadi besar karena para blogger yang setia eksis di sini. Bukan begitu, mas Priyo? 🙂

Senang rasanya Multiply dinobatkan sebagai The Best Social Media Site, mengalahkan fesbuk dan twitter.
Link: Multiply: Best Social Media Site 2011
Mari kita sama-sama buktikan dg semangat profesionalism

Lalu ini lagi:

bambangpriantono wrote on Apr 29, ’11
Betul Mas Iwan…Multiply di Indonesia bisa sebesar saat ini juga karena user-usernya yang berdedikasi dan setia untuk terus menggunakan Multiply.
Bahkan ada yang sampai mengabaikan jejaring lainnya hanya untuk bersosialisasi dengan nyaman dan aman di multiply. Saya bangga lho MP bisa masuk jadi Media sosial terbaik 2011…siapa lagi kalau bukan karena usernya yang berkualitas dan berjiwa dedikatif.

Saya pengguna Multiply sejak November 2004 dan saya menggunakannya untuk berbagi cerita dan mengungkapkan kreasi serta sangat mencintai media ini sejak pertama menggunakannya, jadi saya turut memohon agar perhatikan juga para pengguna MP yang non seller karena saya yakin mayoritas pengguna MP adalah blogger agar terjadi sinergi keseimbangan yang maslahat bagi semua pengguna Multiply.

Semoga bisa jadi masukan berharga bagi semuanya.

Long live MP!

Lalu ini:

bambangpriantono wrote on Apr 29, ’11, edited on Apr 29, ’11
Terakhir, mohon perhatikan aspirasi para blogger multiply ya…jangan sampai terjadi ketidakseimbangan kosmik nantinya.

Terima kasih

Lalu ini:

anotherorion wrote on Apr 29, ’11
hehehe gimana juga MP masih tetep pilihan ngeblog utama, mungkin dari segi indexing google selalu kalah saing dengan wordpress dan blogspot, dan blogger di MP tidak bisa menggunakan kode javascript untuk nyari duit disini, tapi memang bukan uang yang kami cari disini tapi kepuasan untuk berbagi dengan sahabat2 MPers, mungkin bisa jadi masukan juga buat para punggawa multiply indonesia klo blogger MP Indonesia merupakan komunitas blogger MP yang terbesar di dunia dan merupakan aset penting
yang telah membesarkan MP

Dan ini:

mayamulyadi wrote on Apr 29, ’11
fightforfreedom said
Senang rasanya Multiply dinobatkan sebagai The Best Social Media Site, mengalahkan fesbuk dan twitter.
Link: Multiply: Best Social Media Site 2011
and voila! penghargaan ini bukan hanya karena Multiply sebagai wadah para online shop sebagai seller, tapi ada warga Multiply lainnya yang ikut membesarkan Multiply melalui blogging (posting jurnal/melalui tulisan and we called it Multiplier).jadi ya, hendaknya admin ikut merangkul seller dan Multiplier (yang memiliki potensi sebagai buyer juga) sehingga tidak ada yang merasa “tidak dianggap” dan bisa menyenangkan kedua pihak. bagaimana? masukan dari para Multiplier juga berguna untuk kelangsungan Multiply di masa yang akan datang.

salam…

… dan masih banyak masukan-masukan lain dari para blogger dan seller di lapak 23 itu.

Lalu apa tanggapan mereka? NOL besar.

Kemudian blogger mendengar kabar`dari OS bahwa ternyata staf Mulpid lebih hiperaktif di Twitter dan FB untuk promosi, sementara lapak 23 itu dibiarkan ngambleh ngeweh-ngeweh begitu saja. Kemudian ada lagi kabar penghapusan di Guest Book k Multiply Indonesia oleh staf Mulpid, sehingga hanya komen yang tidak berisi protes yang dibiarkan tetap ada.

Mulai lah keadaan menjadi kisruh. Selain keberatan akan tidak adanya tanggapan, teman2 juga mulai ber OOT (Out of Topic) dengan seru sekali. Asli aku ketawa-tawa pas baca lagi. Maaf kalau saya tidak menganggap OOT sebagai sesuatu yang merugikan karena itu adalah salah satu ciri khas M
P. Oh ya, para pembenci OOT mungkin akan bertanya, kata siapeee? MP emang punya OOTers aje? Tapi saya sependapat dengan Mas Iwan seperti yang diungkapnya di Lapak 23:

fightforfreedom wrote on Apr 29, ’11, edited on Apr 29, ’11
…Hal yang tidak terpikirkan oleh Tim Multiply Indonesia adalah bahwa kepercayaan antara Buyer dan Seller itu terjalin melalui keakraban berkomunikasi seputar keluarga, film, politik, pendidikan, masalah-masalah sosial, bahkan ber OOT-ria plus penyegar Gejeisme. Psikologi ini sepertinya belum pernah diajarkan di sekolah-sekolah bisnis manapun, bahwa keakraban ber-OOT-ria bisa meningkatkan pendapatan (revenue growth). Ketika seller yg asyik nge-blog itu melaunching sesuatu, langsung mendapat sambutan positif dari rekan2 yg lain, krn sudah saling mengenal, langsung pesen melalui komen-komen yg jenaka…..”

Kemudian kondisi mulai panas karena ada segelintir OS yang menempatkan dirinya seolah staf Mulpid dengan menjawab pertanyaan (dengan ahlinya…tring) dan memancing emosi para blogger. Oh ya, sebelumnya para OS bak jubir ini juga menjawab2 pertanyaan OS lainnya, dan sempat saling bantah juga tuh antara mereka. Tapi sebenarnya sebab utama dari semakin panasnya suasana ya satu: Tak ada moderasi karena staf Mulpid dieeeemmmm aje.

Dan setelah kisruh berlanjut dengan OOT yang semakin menggila (yeaahhh!), maka muncul lah arwah gentayangan Pakde Sumitro yang mengguncang ituh! Dengan makian “segawon” yang dikemas dalam “nasihat” yang meminta blogger supaya gak ribut2, Pakde Sumitro datang meneror dan menusuk dari belakang, lewat jalur PM dan ID klonengan. Yang kena tulahnya siapa? Cuma blogger yang rame berkomen di Lapak 23. Bahkan ada satu blogger yang passwordnya sempat diganti menjadi “Peler Kuda.” Siapa yang bisa ganti PW orang ya kalau bukan orang yang punya kuasa utk blusukan ke akun2 dan PW kita?

Mustinya radar “reading between the lines” sudah menjerit-jerit, yak? Tapi dasar deeehh… aku masih kalem aja tuh. Malahan…malahan nih ya kalau aku gak mawas diri, di sudut hati yang paling busuk mungkin bisa saja terlintas gini, “Eh untung aja gue gak ribut2 di situuu yaaaa….untuuuung.” Gubraks banget kan tuh?

Padahal kalau dipikir implikasinya itu lohhh. Kalau blogger diperlakukan dengan seperti itu, cuma karena berOOT di lapak mereka, sedangkan berOOT itu awalnya krn mereka juga yang nyuekin kita, sedangkan awalnya para blogger begitu manis memberikan input2 buat mereka, mustinya sih radar ini sudah bisa bilang: Warning! Warning! If they can do such a despicable act to other bloggers, bisa jadi suatu saat gue juga bisa kenaaaa! Siapa aja bisa kena! Dan kalau mereka bisa segitunya ke kita, apa arti kita di mata mereka? Bukan customer mereka lagi kah yang mustinya dianggap aset dan berharga? Jangan-jangan kita sudah dianggap liabilities, bahkan sejak awal. Jrengggg….jreng….jrenggg….. *musik horor dimulai*

(bersambung: Lomba Playboy eh Playbook)

Advertisements

89 thoughts on “Menangkap Sinyal – Jurnal Santai Mengenang Mulpid – Part 2

  1. maklum, radarnya baru diservis mba ;)sejak pengumuman dr jeng magda sih aku mikir, 80% keputusan tetep dijalankan 1des nanti, yg 20% kalopun berubah, itu cuma ngulur waktu aja. termasuk buat os. skrg kan katanya fitur foto sama jurnal dsb msh bisa dipake di lapak os. mau sampe kapan tuh. dijamin ujung2nya bakal diwajibkan pake PL. dan nantinya kudu byr feesekarang pertanyaannya, buat para seller, kalo buyer yg dari luar itu kira2 bakal jd buyer setia kaga? kan ga mungkin juga, mulpid selamanya ngasi gratis ongkir dan promo disc mulu.bukan nakut2in sih, tp apa jadinya kalo seller kudu byr fee ples lapaknya sepi?:)

  2. penuhcinta said: Jiahhh….playboy cap kaki tiga nongol deh. Nyesel nulis kata itu. *tertunduk lesu*

    cup..cup..cup…*kasih balon. biz nama saya ga ada diatas sich hehehe….

  3. depingacygacy said: maklum, radarnya baru diservis mba ;)sejak pengumuman dr jeng magda sih aku mikir, 80% keputusan tetep dijalankan 1des nanti, yg 20% kalopun berubah, itu cuma ngulur waktu aja. termasuk buat os. skrg kan katanya fitur foto sama jurnal dsb msh bisa dipake di lapak os. mau sampe kapan tuh. dijamin ujung2nya bakal diwajibkan pake PL. dan nantinya kudu byr feesekarang pertanyaannya, buat para seller, kalo buyer yg dari luar itu kira2 bakal jd buyer setia kaga? kan ga mungkin juga, mulpid selamanya ngasi gratis ongkir dan promo disc mulu.bukan nakut2in sih, tp apa jadinya kalo seller kudu byr fee ples lapaknya sepi?:)

    Mamah…aku padamu! Logikanya sih begitu, Mah. Namanya keputusan korporasi besar lo ini, bukan main-main. Dari sejak awal mereka konsentrasi ke ecommerce dan mengabaikan kita dengan sengaja, berarti komitmen mereka utk mengembangkan sisi ecommercenya sudah ditetapkan sejak awal. Kita sih sebenarnya sedang nunggu ditendang saja, tanpa kita sadari. Pertanyaan Mamah utk OS bagus tuh. Biar gimana butuh waktu utk mengubah budaya jual-beli online di Indonesia. Dan selama waktu jeda itu, sanggup gak bertahan dengan kemungkinan lapak yg sepi?

  4. sarahutami said: Mbak Irma..ayo mainkan! Ini keren sekali. Memang kita perlu buka matanya warga MP ini.

    Makasih, Sarah. Yuk, kita main congklak. Kebanyakan kita, termasuk aku, memang radarnya perlu diasah berkali-kali, Sar biar lebih peka menangkap sinyal-sinyal. Yang terlalu kalau sudah berkali2 kejadian, eh masih tumpul juga.

  5. depingacygacy said: aku juga padamu mba ir… :))aku dah mipil pindahan lho. blog, notes, resep udah diboyong ke wp. tgl mipil edit dikit2. skrg nyari bantuan mindah foto sak komen2e ;))

    Hua…mamah, aku terharu…hi…hi (terharu kok ngikik?).Aku juga lagi ngantri nunggu dikasih tutorial sama mbak Niez.

  6. depingacygacy said: aku pake ini mba, http://febiansyah.name/apps/rssgen/multiply.phpsayang, ga bisa mindah foto.tp plg ga lumayan lah, timbang kita ngarepin dikasi tools sama tk tepu

    Aku jg niatnya pake itu, Mah. Ceritanya mau belajar sama mbak Niez yg udah duluan pindahan. Foto maksudnya album foto apa foto yang ada di jurnal, mah? Iya, gak usah nunggu2 deh, kalau bisa sendiri. Atau kayak usulnya Kang Tampah aja, rame2 ke Gancit bawa flash disk…ha…ha…ha.

  7. foto yg di album mba sum. kan byk kenangan di foto2 ituh. lagian mba, aku ga rela kalo satu saat foto2ku dimanfaatin mereka *pede level dewacoba aja mba sum, gampang koq.tempatku yg koneksi siput ja sukses koq 😉

  8. depingacygacy said: foto yg di album mba sum. kan byk kenangan di foto2 ituh. lagian mba, aku ga rela kalo satu saat foto2ku dimanfaatin mereka *pede level dewacoba aja mba sum, gampang koq.tempatku yg koneksi siput ja sukses koq 😉

    Iyooo… dari kemaren mau nyobain belum jadi2. Makasih ya Maaah….aku padamu lagiiii!Huh, kalau foto2 kita sampai diapa2in sama mereka, whoaaa… dukun santet bertindak…hua…ha…ha.

  9. depingacygacy said: ke gancit, deketpun aku ogah mba. daripada ntar aku nambah dosa, tergoda ngebakar kantornya ;)*semalem baru dgr cerita dibelakang layar pas ke gancit krn tragedi surat cintah ituh

    Hi…hi…hi… bakar sate aja, Mah….enaaakkk. Ih denger dari mana? Emang ada postingan baru? Cerita belakang layarnya emang seru tuh, Mah. Dan kalau inget teman-teman (termasuk Nita (alm)) ke sana dan ngerasain perlakuan mereka…ughhh…. jadi pengen nangis Maaah.

  10. depingacygacy said: dgr dr slh satu korban mba sum *lirik yg mau dilirik

    Hmmm…*bales lirik mamah* semoga menjadi lebih paham ya Mah kenapa kami segitu-gitunya dalam memandang Mulpid.

  11. depingacygacy said: lah, trus mana neh, episode 3-nya *jongkok di dpn pintu

    Masih digodok, Mah. Selain aku juga agak sibuk nyiapin awal sekolah anak2 iki. Nanti kalau udah beres semua, bisa lagi deh.

  12. fendikristin said: Mbak Ir..tulisan-nya bikin berapi2 emosi emang ngeselin nih si antek2 kompeni

    Jiah, kompor dong dakoe? Hi…hi…hi. Maksudnya biar inget aja bahwa gini lo mereka itu, jangan dilupakan dan jangan mudah percaya.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s