Rencana Berubahnya MP Sudah Sejak Dua Tahun Lalu!

Di tengah kegalauan kita akan berita penutupan fitur blog dll untuk pengguna non OS, yang berbicara mencoba menjelaskan justru Jack Madrid, Country Manager MP Filipina, bukan Daniel Tumiwa atau Stefan Magdalinski. Sayangnya, penjelasannya bukannya menghapus kegalauan, malah semakin membuka kedok kebohongan para pimpinan MP, termasuk mantan CEO-nya yaitu Peter Pezaris.

Silakan didengarkan sendiri wawancara dengan Jack Madrid yang dibagi dalam tiga video berikut ini:

Berikut saya sajikan poin-poin penting dan lumayan penting dari wawancara tersebut. Tulisan italic di bawahnya adalah komentar pribadi saya yang bergejolak saat mendengar wawancara ini.

1. Sehubungan dengan penumuman yang dibuat Stefan mengenai penutupan fitur jejos untuk pengguna gratisan, rencana mengubah total jalur dari social networking menjadi ecommerce telah dibuat sejak dua tahun lalu, bahkan dibuat jauh sebelum Pez menjual MP ke Naspers.

Oh….jadi rencananya sudah sejak 2 tahun lalu ya? Jadi Pez tahu dong bahwa bencana penutupan itu memang akan terjadi? Wuah…padahal banyak yang membela Pez, mengatakan dia mungkin gak tahu apa2. Bahkan ada yang berniat mengadu ke Pez tentang penutupan ini.

2. Di Indonesia protes terhadap rencana penutupan fitur jejos lebih agresif, mungkin karena mereka kaget.

Ya kaget lah, Jack…. wong kita selama ini ditipu dan mau saja dikadalin sama merekaaaa. Padahal sih kalau saja kita bisa lebih peka menangkap sinyal-sinyal ituuuhhhh!

3. Di Filipina, reaksinya lebih pada rasa sedih, masalah budaya mungkin.

Lah, di sana kan lebih banyak OS-nya Jack… gimana sih? Dan tipe berdagangnya mungkin tidak seperti para OS di Indonesia yang juga mengandalkan dan menikmati fitur jejos di MP.

4. Pengumumannya kurang jelas, apollogetic (seperti permintaan maaf) krn memang ditujukan bukan untuk Online Sellers, pengumuman itu lebih ditujukan pada komunitas di AS, yg memajang banyak foto di album mereka.

Glek. Users Amrik? Bah… kau buka kantor di Indonesia tapi kenapa tak memikirkan reaksi pengguna di Indonesia? Lalu petinggi di Indonesia, kenapa diam seribu bahasa setelah pengumuman itu? Jadi kau anggap apa pengguna di Indonesia? Lalu kenapa cuma bicara soal album foto? Bagaimana dengan tulisan-tulisan kami?

5. OS tak terlalu terpengaruh, mereka terlalu sibuk berdagang dan tidak cermat membaca (too busy selling not bother reading). Kalau baca original message-nya Stefan, jelas kok pesannya apa. Tak semuanya membaca seluruh pesan, cuma sebagian2 saja.

Seandainya aku OS, kayaknya bakal rada tersinggung nih dibilang gak menangkap pesan di postingannya Stefan. Mereka menangkap kok, Stef, terutama OS di Indonesia.

6. Concern/fokus perhatian mereka adalah users/pengguna yang sekaligus buyers/pembeli.

Users yang bukan buyers sih, ke laut aje, gitu ya Jack?

7. OS Filipina yang membuat mereka mengubah arah menjadi e-commerce, krn jumlahnya yg besar.

Hmm…tak bermaksud memicu kericuhan antar bangsa ah. Kalau berpikir jernih, kita tahulah siapa biang keladinya. Bukan OS kok.

8. Ke depannya, MP akan lebih e-commerce friendly, menghapus beberapa fitur yang sudah lama ada (taking out some of the legacies). Photo album, dibuat lebih mudah, cart penjualan (fitur pembayaran) dibuat lebih mudah bagi buyers.

Tak disebut-sebut lagi soal blogging. Karena itu salah satu legacies yang akan dicopot? Mari mencoba to read between the lines.

9. Logonya akan diubah, pawn-social networkingnya (gambar orang-orang berderet yang jadi lambang MP tuhhh) akan diubah.

Satu clue lagi untuk yang mencoba untuk berganti bulu menjadi OS.

10. Mereka akan continue mendengar users, lalu ditambahkan oleh Jack bahwa yang users itu adalah merchants maksudnyah…

Pertanyaan besar: Jika selama ini mereka tidak mau mendengar users, baik bloggers maupun sellers, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang didiamkan, kasus yang terkubur begitu saja bahkan sengaja ditutupi, maka apakah ke depannya mereka akan mendengarkan users?

Sedikit tambahan dari saya mengenai Peter Pezaris. Berikut kutipan dan link menuju berita tahun 2006 mengenai cita-cita seorang Peter Pezaris dan bahwa sebelumnya dia pernah menjual perusahaannya setelah 2 tahun mengembangkannya:

————————- start quote —————————————————–
“When he was growing up in Winchester, Mass., Peter Pezaris told friends and family that he planned to become a millionaire by the age of 30 and a billionaire by 40.

“I remember thinking, ‘Yeah, sure, right,’ ” said Mr. Pezaris’s older brother, John, a computational neuroscientist at Harvard.

True to his word, in 1999, Peter Pezaris sold his two-year-old business, Commissioner.com, to CBS SportsLine for $46 million, three days after his 30th birthday. (The proceeds were shared among five partners; his brother was not among them.)

Peter Pezaris, 37, who is now based in Boca Raton, Fla., said he still believed that he had “plenty of time” to become a billionaire by age 40 with his new start-up, Multiply.com, a social networking site. “

Terjemahan:

“Saat dibesarkan di Winchester, Mass., Peter Pezaris mengatakan pada teman dan kerabat bahwa dia berencana menjadi milyuner sebelum berusia 30 tahun dan menjadi bilyuner sebelum usia 40 tahun.

“Saya ingat saat itu berpikir, ‘OK deh, terserah dirimu,’ (artinya: tidak percaya) kata kakak Peter yang bernama John, seorang ahli syaraf komputasi (sorry kalau salah, terjemahan buru2) di Harvard.

Ternyata, sesuai dengan keinginannya, pada 1999, Peter Pezaris menjual bisnis berusia dua tahunnya, Commissioner kepada CBS SportsLine dengan pembayaran sebesar 46 juta dolar, tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-30. (Hasilnya dibagi di antara 5 orang rekan bisnis, kakaknya tidak termasuk di antaranya.)

Peter Pezaris, 37, sekarang bertempat di Boca Raton, Florida, mengatakan bahwa dia masih memiliki “banyak waktu” untuk bisa menjadi bilyuner sebelum berusia 40 tahun dengan perusahaan yang dimulainya, Multiply.com, sebuah situs jejaring sosial.

—————–end quote ———————————————————-

Sekali lagi, mari kita mulai belajar untuk membaca dan menangkap sinyal-sinyal serta memberi penilaian yang jujur mengenai siapa sebenarnya yang kita hadapi.

Kalau ada yang bertanya kenapa saya gemar sekali mengajak menengok ke belakang dan mencari tahu siapa biang keladinya, semata hanya untuk menunjukkan bahwa kita pernah dibohongi mentah-mentah. Dan sudah selayaknya jika kita belajar dari pengalaman dan jangan mau dibohongi lagi, apalagi meminta pertolongan dari orang yang salah.

Mari kita lebih bijak dalam melangkah, teman!

Note: MPers lain yang memberitakan tentang wawancara Jack Madrid:
Mbak Hida
Smallbananasd

Lewat Tengah Malam

Sembari nungguin episode 3 yang lagi digodok, aku mau cerita kejadian kemarin malam. Jadi beginih, semasa kehamilan kali ini dakoe mengalami rasa lapar yang menggila selama berkali-kali dalam sehari. Baru makan nih, dua jam kemudian udah kruyukan lagi perutku dan kayak belum diisi sama sekali. Heboh deh, sampai harus makan 6-8 kali dalam seharinya. Yang bilang: “Emang sebelumnya gak kayak gitu?” tabokin yaaa! *merengut*

Nah, kemarin malam, setengah jam lewat tengah malam, aku nongkrong depan TV sambil makan babak ketujuh. Kenapa sambil nonton TV, ya karena tinggal aku sendiri yg masih melek, yg lainnya dah tidur.

Karena volume TV minimum, aku bisa dengar dengan jelas saat ada suara dari arah pintu depan yang jaraknya cuma 3-4 langkah dari sofa tempat aku duduk. Kuperhatikan pintunya lekat-lekat. Eh…tiba-tiba itu gagang pintunya bergerak sendiri! Jadi seperti ada yang memutar dari arah luar dan mencoba masuk ke dalam dupleks kami!

Seperti reaksi orang kaget lainnya, aku sempat beberapa detik membeku dan menahan nafas. Lalu setelah gagang pintu berputar, kelihatan pintu itu didorong dari luar. Untungnya pintu memang selalu dikunci. Eh, kalau org sini biasanya gak dikunci lo. Tetangga atas dulu juga bilang gitu, gak pernah ngunci pintu depannya. Duh jadi kangen tetangga atas. Eh, maaf gak fokus.

Aku lalu teriak, “Who’s that!” sampai suamiku terbangun dengan kebingungan. Langsung aku ceritakan apa yang terjadi. Dia langsung ngelongok ke luar jendela dan teriak akan telepon polisi. Tapi di luar tak terlihat ada orang, dan memang susah karena daerah sini kalau malam gelap gulita karena kebanyakan rumah2 di sini tidak menyalakan lampu luarnya.

Seperti yang pernah aku ceritakan saat baru akan pindah ke sini, daerah rumah baruku ini memang bukan daerah yang aman. Jadi kalau ada kejadian orang coba-coba masuk rumah dengan cara mencoba membuka pintu dengan harapan pintunya tak terkunci, mustinya ya kami gak heran.

Akhirnya, sebagai tindak preventif, suamiku besoknya langsung beli pistol peluru karet. Katanya mau latihan di halaman belakang dengan nembak2 kaleng (tentunya pas anak2 gak ada di rumah). Dan istrinya yang ndablek ini malah dengan antusias pengen ikutan belajar nembak…hi…hi. Asyik kali ya, bisa nembak jitu para penjahat. Ctaaarrrr! Foto siapa yang pantes buat jadi sasaran tembak yaaaa? Ada usul?

Pelukan untuk Sahabat

Postingan yang satu ini khusus untuk teman-teman yang sudah setia berjuang bersama dalam satu tujuan memerangi kesewenang-wenangan dan ketidakadilan.

Kalian yang menguatkanku melalui masa-masa penuh kecemasan, berbalas pantun dengan penguasa, dan masa frustasi karena membentur tembok-tembok penghalang. Kalian yang bikin aku tetap tersenyum dan melangkah maju bersama. Dengan penuh keegaliteran, tanpa ada yang merasa lebih memimpin dari yang lain, kita bersama, sejajar dalam perjuangan itu.

Walau banyak yang mencibir, menyindir, menertawakan, tapi kita tetap teguh dan luruskan niat demi kebaikan bersama, bukan hanya untuk kita pribadi. Meski banyak yang tak peduli, tak mau tahu, dan tak mau terlibat, tapi tak menyurutkan langkah kita karena yang kita cari bukan popularitas yang semu itu, sama sekali bukan.

Dan di tengah segala usaha kita, aku jadi semakin mengenal kalian dan menyayangi kalian, sahabat. Kita masih sempat bercanda, OOT, dan ngobrol ngalor-ngidul meski pun tengah menghadapi musuh. Meski hanya pernah jumpa lewat tulisan, chat, atau Sekepen, tapi rasanya mungkin lebih dekat dari mereka yang bertemu fisik setiap hari. Curhat menye-menye juga tak segan kita lakukan di antara kita, karena tahu bahwa akan selalu mendapat a shoulder to cry on.

Terima kasih atas kerja sama… bukan…bukan sekedar kerja sama, tapi persahabatan ini. Semoga akan tetap langgeng meski wadah pengumpul awal kita nanti akan ditutup. Kenangan yang berharga sekali. Dan aku bangga pernah berjuang berdampingan dengan kalian!

Mari kita teruskan perjuangan! Hapus air mata itu, dan kepalkan tangan!

Menangkap Sinyal – Jurnal Santai Mengenang Mulpid – Part 2

Dan bahkan pada Lapak 23: Darth Vader yang melegenda itu, saya pun masih tenang-tenang saza. Padahal beberapa teman di sana sudah mulai menangkap sinyal-sinyal tak sedap dari Mulpid. Saya membaca komen mereka saat itu, dan tak bergeming. Saya membaca komen-komen yang sama saat ini, dan langsung membatin, ‘Oh… ternyataaaaaa!’

Postingan Mulpid yang menyatakan bahwa transaksi lewat mereka akan dikenakan biaya sebesar 3,9% itu telah memancing banyak pertanyaan dari para online sellers. Dan wajar saja kalau mereka bertanya karena selama ini mereka leluasa berjualan tanpa harus membayar biaya apapun. Dan wajar lagi kalau kemudian pertanyaan jadi buanyaaak bertumpuk dan tampak kisruh karena memang staf Mulpid hanya menyempatkan diri untuk membalas beberapa kali, tak sebanding dengan jumlah penanya dan tidak menjawab pertanyaan mereka secara tuntas.

Apakah kemudian teman2 blogger kemudian ramai-ramai gubraks datang ke sana secara emosional untuk mengacak-acak Lapak 23? Tentu saja tidak. Bahkan teman-teman blogger di situ datang dan berkomentar yang MENDUKUNG para online sellers serta memberi masukan-masukan yang sangat berharga untuk Mulpid. Yap, masukan2 yang menurut segolongan orang sekarang seolah dianggap tidak pernah diberikan. Padahal sih, udah dari duluuuuu, sejak April 2011 para bloggers sudah memberikan masukan. Contoh masukan awal adalah ini:

mayamulyadi wrote on Apr 28, ’11
dear admin… bisa ga dijawab satu per satu supaya jelas.. karena yang melihat persoalan ini bukan hanya seller, tapi juga buyer!
salam…

atau ini:

fightforfreedom wrote on Apr 28, ’11
Saya setuju dengan mbak Maya, beliau yang sudah paham betul dengan karakter dunia social media di Multiply.
Saya rasa Tim Multiply Indonesia mampu melakukan hal ini…dan FOKUS, ‘coz your contact is valuable partner.
Syukur-syukur kalo Tim sudah menyiapkan F.A.Q. (Frequently Asked Questions)

atau ini:

nitafebri wrote on Apr 28, ’11
Dear Admin
ada baiknya dibicarakan dan dirembuk ulang dengan para seller di Indonesia. Sebab Karakteristik seller yang di sini BEDA. Mereka lebih mengutamakan kenyamanan pelanggan. Itulah keunggulan yang ada di MP Indonesia. dimana Online seller tidak hanya berperan sebagai penjual tetapi juga bisa menjadi teman.

Bila persoalan fee diterapkan, bagaimana non seller akan melirik barang yang dijual. Bila memang Multiply Indonesia Peduli dengan para Seller dan buyer, sebaiknya memang ada solusi yang baik. Dan tidak memberatkan salah satu pihak.
nb:
alangkah baiknya semua komen pertanyaan yang masuk direply satu persatu, berikan jawabannya.

atau ini:

enkoos wrote on Apr 28, ’11
Dear Admin,
Harap diperhatikan bahwa pengguna Multiply tidak melulu jualan barang, tapi banyak para blogger. Saya memiliki account Multiply sejak tahun 2005, dan sebagian besar pengguna Multiply pada waktu itu bukan untuk jualan tetapi berbagi cerita alias blogging.

Bila memang saat ini lebih fokus ke sisi jualan, harap diperhatikan juga kenyamanan kami para blogger yang kemungkinan besar adalah calon buyer, dan kami jumlahnya tidak sedikit.

dan ini:

mayamulyadi wrote on Apr 28, ’11
Terima kasih, Mas Iwan…
setelah melihat beberapa komen dari admin MP Indonesia, saya merasa kurang puas. jujur saja, kalau memang ketentuan yang digelontorkan admin melalui postingan ini adalah bukan hal yang mutlak (dan para online shop as a seller masih bisa menggunakan cara lama untuk memajang produk mereka dan melakukan transaksi jual-beli seperti biasanya), jadi hal seperti ini tidak perlu langsung dibuka disini (melalui postingan) dan memancing kekisruhan (sekaligus membuat para buyer agak sedikit kelimpungan).

saya setuju dengan yang mas Iwan tulis. jika admin MP telah menyediakan FAQnya, silakan diperlihatkan disini. jadi kami akan semakin mengerti mengapa admin mengeluarkan hal tersebut (alternatfi aturan?) yang diposting di jurnal ini.

salam…

Dan ini:

anotherorion wrote on Apr 29, ’11
Ditunggu program2nya buat komunitas blogger MP

Dan ini dia:

fightforfreedom wrote on Apr 29, ’11, edited on Apr 29, ’11
Semoga sudah masuk Business Plan 2011, karena Multiply Indonesia menjadi besar karena para blogger yang setia eksis di sini. Bukan begitu, mas Priyo? 🙂

Senang rasanya Multiply dinobatkan sebagai The Best Social Media Site, mengalahkan fesbuk dan twitter.
Link: Multiply: Best Social Media Site 2011
Mari kita sama-sama buktikan dg semangat profesionalism

Lalu ini lagi:

bambangpriantono wrote on Apr 29, ’11
Betul Mas Iwan…Multiply di Indonesia bisa sebesar saat ini juga karena user-usernya yang berdedikasi dan setia untuk terus menggunakan Multiply.
Bahkan ada yang sampai mengabaikan jejaring lainnya hanya untuk bersosialisasi dengan nyaman dan aman di multiply. Saya bangga lho MP bisa masuk jadi Media sosial terbaik 2011…siapa lagi kalau bukan karena usernya yang berkualitas dan berjiwa dedikatif.

Saya pengguna Multiply sejak November 2004 dan saya menggunakannya untuk berbagi cerita dan mengungkapkan kreasi serta sangat mencintai media ini sejak pertama menggunakannya, jadi saya turut memohon agar perhatikan juga para pengguna MP yang non seller karena saya yakin mayoritas pengguna MP adalah blogger agar terjadi sinergi keseimbangan yang maslahat bagi semua pengguna Multiply.

Semoga bisa jadi masukan berharga bagi semuanya.

Long live MP!

Lalu ini:

bambangpriantono wrote on Apr 29, ’11, edited on Apr 29, ’11
Terakhir, mohon perhatikan aspirasi para blogger multiply ya…jangan sampai terjadi ketidakseimbangan kosmik nantinya.

Terima kasih

Lalu ini:

anotherorion wrote on Apr 29, ’11
hehehe gimana juga MP masih tetep pilihan ngeblog utama, mungkin dari segi indexing google selalu kalah saing dengan wordpress dan blogspot, dan blogger di MP tidak bisa menggunakan kode javascript untuk nyari duit disini, tapi memang bukan uang yang kami cari disini tapi kepuasan untuk berbagi dengan sahabat2 MPers, mungkin bisa jadi masukan juga buat para punggawa multiply indonesia klo blogger MP Indonesia merupakan komunitas blogger MP yang terbesar di dunia dan merupakan aset penting
yang telah membesarkan MP

Dan ini:

mayamulyadi wrote on Apr 29, ’11
fightforfreedom said
Senang rasanya Multiply dinobatkan sebagai The Best Social Media Site, mengalahkan fesbuk dan twitter.
Link: Multiply: Best Social Media Site 2011
and voila! penghargaan ini bukan hanya karena Multiply sebagai wadah para online shop sebagai seller, tapi ada warga Multiply lainnya yang ikut membesarkan Multiply melalui blogging (posting jurnal/melalui tulisan and we called it Multiplier).jadi ya, hendaknya admin ikut merangkul seller dan Multiplier (yang memiliki potensi sebagai buyer juga) sehingga tidak ada yang merasa “tidak dianggap” dan bisa menyenangkan kedua pihak. bagaimana? masukan dari para Multiplier juga berguna untuk kelangsungan Multiply di masa yang akan datang.

salam…

… dan masih banyak masukan-masukan lain dari para blogger dan seller di lapak 23 itu.

Lalu apa tanggapan mereka? NOL besar.

Kemudian blogger mendengar kabar`dari OS bahwa ternyata staf Mulpid lebih hiperaktif di Twitter dan FB untuk promosi, sementara lapak 23 itu dibiarkan ngambleh ngeweh-ngeweh begitu saja. Kemudian ada lagi kabar penghapusan di Guest Book k Multiply Indonesia oleh staf Mulpid, sehingga hanya komen yang tidak berisi protes yang dibiarkan tetap ada.

Mulai lah keadaan menjadi kisruh. Selain keberatan akan tidak adanya tanggapan, teman2 juga mulai ber OOT (Out of Topic) dengan seru sekali. Asli aku ketawa-tawa pas baca lagi. Maaf kalau saya tidak menganggap OOT sebagai sesuatu yang merugikan karena itu adalah salah satu ciri khas M
P. Oh ya, para pembenci OOT mungkin akan bertanya, kata siapeee? MP emang punya OOTers aje? Tapi saya sependapat dengan Mas Iwan seperti yang diungkapnya di Lapak 23:

fightforfreedom wrote on Apr 29, ’11, edited on Apr 29, ’11
…Hal yang tidak terpikirkan oleh Tim Multiply Indonesia adalah bahwa kepercayaan antara Buyer dan Seller itu terjalin melalui keakraban berkomunikasi seputar keluarga, film, politik, pendidikan, masalah-masalah sosial, bahkan ber OOT-ria plus penyegar Gejeisme. Psikologi ini sepertinya belum pernah diajarkan di sekolah-sekolah bisnis manapun, bahwa keakraban ber-OOT-ria bisa meningkatkan pendapatan (revenue growth). Ketika seller yg asyik nge-blog itu melaunching sesuatu, langsung mendapat sambutan positif dari rekan2 yg lain, krn sudah saling mengenal, langsung pesen melalui komen-komen yg jenaka…..”

Kemudian kondisi mulai panas karena ada segelintir OS yang menempatkan dirinya seolah staf Mulpid dengan menjawab pertanyaan (dengan ahlinya…tring) dan memancing emosi para blogger. Oh ya, sebelumnya para OS bak jubir ini juga menjawab2 pertanyaan OS lainnya, dan sempat saling bantah juga tuh antara mereka. Tapi sebenarnya sebab utama dari semakin panasnya suasana ya satu: Tak ada moderasi karena staf Mulpid dieeeemmmm aje.

Dan setelah kisruh berlanjut dengan OOT yang semakin menggila (yeaahhh!), maka muncul lah arwah gentayangan Pakde Sumitro yang mengguncang ituh! Dengan makian “segawon” yang dikemas dalam “nasihat” yang meminta blogger supaya gak ribut2, Pakde Sumitro datang meneror dan menusuk dari belakang, lewat jalur PM dan ID klonengan. Yang kena tulahnya siapa? Cuma blogger yang rame berkomen di Lapak 23. Bahkan ada satu blogger yang passwordnya sempat diganti menjadi “Peler Kuda.” Siapa yang bisa ganti PW orang ya kalau bukan orang yang punya kuasa utk blusukan ke akun2 dan PW kita?

Mustinya radar “reading between the lines” sudah menjerit-jerit, yak? Tapi dasar deeehh… aku masih kalem aja tuh. Malahan…malahan nih ya kalau aku gak mawas diri, di sudut hati yang paling busuk mungkin bisa saja terlintas gini, “Eh untung aja gue gak ribut2 di situuu yaaaa….untuuuung.” Gubraks banget kan tuh?

Padahal kalau dipikir implikasinya itu lohhh. Kalau blogger diperlakukan dengan seperti itu, cuma karena berOOT di lapak mereka, sedangkan berOOT itu awalnya krn mereka juga yang nyuekin kita, sedangkan awalnya para blogger begitu manis memberikan input2 buat mereka, mustinya sih radar ini sudah bisa bilang: Warning! Warning! If they can do such a despicable act to other bloggers, bisa jadi suatu saat gue juga bisa kenaaaa! Siapa aja bisa kena! Dan kalau mereka bisa segitunya ke kita, apa arti kita di mata mereka? Bukan customer mereka lagi kah yang mustinya dianggap aset dan berharga? Jangan-jangan kita sudah dianggap liabilities, bahkan sejak awal. Jrengggg….jreng….jrenggg….. *musik horor dimulai*

(bersambung: Lomba Playboy eh Playbook)

Menangkap Sinyal – Jurnal Santai Mengenang Mulpid – Part 1

Dalam ilmu sastra ada yang namanya “reading between the lines” yang artinya membaca yang tersirat, bukan sekedar yang tersurat. Tenang, ini gak ada hubungannya dengan Mommy Minten yang suka ngaku2 kalau punya radar yang bisa menangkap pesan-pesan gaib…hi…hi. Yang dimaksud membaca yang tersirat adalah mencoba menafsirkan pesan yang ada di balik sebuah teks, dan teks bentuknya bukan hanya tulisan tapi bisa peristiwa.

Contoh gampangnya adalah, seorang istri yang kebelet pengen punya tas jinjing baru setelah ngiler melihat katalog. Lalu dia berkata kepada suaminya, “Mas, kayaknya tas lamaku sudah butut deh. Kusam gitu warnanya.” Suami yang gak nangkep akan melirik tas lama dan berkata, “Ah enggak kok, biar udah gak jreng lagi, tapi masih bagus kok tas itu, ” sambil kemudian balik lagi baca koran. Istri yang gak patah semangat akan menimpali, “Tapi kan memang aku sudah 2 tahun gak beli tas baru, ya Mas? Eh ini di katalog banyak lo tas bagus-bagus.” Dan suami yang masih gak nangkep akan menjawab, “Oh sudah 2 tahun gak beli tas baru? Bagus dong, berarti kau memang rajin berhemat. Bagus-bagus ya di katalog itu? Toko itu pinter ngiklan berarti ya.” Gubraxxx.

Secara halus, sebenarnya si istri pengen suaminya bilang, “Ya udah, beli tas baru deh sana. Pilih aja yang kau mau.” Tapi apa daya, karena si suami gak nangkep-nangkep, maka tujuan itu gak kesampaian juga. Padahal kalau suaminya mau pinter dikit dan peka terhadap keinginan istrinya, pasti dong udah ngerti dari tadi.

Perhatikan bahwa si istri tidak langsung gamblang (tersurat) menyatakan: “Mas, aku naksir tas-tas di katalog ini, belikan yaaaa…” tapi memberikan serangkaian pesan tersirat (gak ada
di tulisan tapi bisa tertangkap).

Kalau mau dibahas lagi, kita sebagai pembaca juga bisa kok menangkap beberapa pesan tersirat yang menggambarkan karakter dari si suami – istri ini. Tapi kali ini gak usah dibahas, karena bukan itu inti dari jurnal ini. Cerita di atas hanya sebagai pengantar saja. Gile.. pengantar aja udah lumayan panjang yak…ha…ha…ha. Bear with me, beruanglah denganku…hi…hi. Sabar ya, kalau perlu dicicil 3 kali bayar ya buuu.

OK, mari kembali ke judul jurnal, yaitu mengenang Mulpid. Dan mohon bersabar dan santai bacanya, gak usah buru-buru, karena aku juga ingin menikmati menulis di sini, untuk saat-saat terakhir sebelum 1 Desember nanti.

Aku masih ingat sekali yang pertama kali menunjukkan halaman lapak Multiply Indonesia adalah cucuku sendiri, yang nyenggol2 di Meebo. Emang dasarnya dia genit sih, suka nyenggol2 neneknya yang cantik ini. *melet ke cucu*.

Halaman pertama Mulpid masih polos, dengan tema dasar tanpa variasi. Selain pengumuman bahwa MP buka kantor perwakilan di Jakarta, mereka juga jualan kaos dan mug dengan logo MP. ‘Oh mau mempopulerkan MP kali ya,” meski heran tapi pikiranku masih belum curiga apa-apa.

Lanjut ke postingan2 berikutnya, ternyata isinya testimonial penjual/merchant kalau bahasa mereka. Lalu berikutnya, isinya ternyata hanya lomba-lomba khusus untuk pedagang/OS (Online Seller). Dalam hanya 12 (8-20 April) hari saja, mereka telah mengadakan 3 kali lomba khusus untuk Online Seller (OS) dengan hadiah berupa: Samsung Galaxy, iPad, dan kontrak kerja sbg official designer MP. Sejak 8 April 2011 hingga detik saya menulis ini, berapa lomba yang diselenggarakan khusus untuk blogger? Satu saja…ha…ha…ha. Dan itu lomba itu adalah Yuk Mudik, yang kategori OS dan blogger terpisah. Nantinya, akan lebih banyak lomba dan semuanya hanya untuk OS atau pembeli.

Mustinya, saat itu juga saya sudah bisa mulai curiga. Perbedaan perlakuan jelas terlihat sejak awal. Lihat saja dari perbandingan jumlah lomba. Dan tidak satu pun artikel awal di lapak mereka ditujukan khusus buat blogger, selalu arahnya ke OS.

Tapi, ahhh… pikiran curiga itu asli gak muncul di pikiran saya. Yang ada adalah, ‘Biarin aja deh mereka mau ngapain kek. Kayaknya gak ngaruh ke kita deh. Ini mungkin semacam cabang MP yang khusus jualan. Masih ada MP di Amrik inih yang ngurusin bloggers, alias kita2 yang gak jualan,’ begitu kira-kira pikiran saya saat itu.

Saya akui, radar saya waktu itu masih rada tumpul sehingga masih belum bisa membaca apa implikasi dari munculnya kantor MP di Jakarta dan juga implikasi dari postingan awal Mulptiply Indonesia dan lomba2 yang gencar mereka adakan. Bahwa mereka mengutamakan OS dan usaha berdagang, itu seharusnya sudah langsung terbaca. Bahwa mereka mengubah jalur utamanya menjadi e-commerce, mustinya sudah terbaca. Bahwa akhirnya ini nanti akan mengimbas ke kita, yang gak berjualan, itu mustinya sudah terbaca. Kenapa segencar itu merangkul OS sedangkan kita nyata2 eksis juga di MP? kenapa tidak ada postingan tentang blogger dan blogging? Kenapa setiap kegiatan selalu diarahkan pada komersialisasi dan promosi OS dan MP sebagai pasar? Apakah blogger dianggap gak ada? Why? *why….why…ceritanya echo biar dramatis*

(bersambung: tentang Darth Vader)

[Bukan Hoax] Akhirnya, Yang Ditakutkan Itu Terjadi! Blog MP Akan Ditutup!

Maka, hal yang kita takutkan pun terjadi. Silakan baca pengumuman ini, teman-teman:



Dan ingat, saya cuma penyampai pesan. Don’t shoot the messanger kalau orang bilang. Silakan kalau yang mau demo, ya demo, yang mau pindahan, akan diberikan toolnya. Bersyukur ya yang udah punya rumah kedua (selingkuhan).

Pengennya bilang: I told you so, tapi aku kan juga sediiiihhhh! Huaaaa!

Link lebih jelasnya di sini ya: PENUTUPAN BLOG DKK

Buat yang pengen terjemahannya, bentar ya, ane bikin dulu.

Terjemahan pengumuman: (dengan dibantu ponakan Dek Haryo yang pinter dan ringan tangan)

__________________ beginning of quote ____________________

Halo, ini Stefan, menulis dari Kantor Pusat Multiply di Jakarta, Indonesia.

Seperti halnya telah disadari oleh sebagian besar dari kalian, misi Multiply telah berevolusi dalam satu setengah tahun terakhir menjadi pasar ecommerce yang terbesar dan terpopuler di dua wilayah pemasaran yang sangat menarik, Indonesia dan Filipina. Karena fokus kami telah berubah, kami telah meninjau ulang semua operasi kami, dan mengambil beberapa keputusan yang akan
berpengaruh bagi kalian semua di sini.

* Mulai 1 Desember, sayangnya kami tidak dapat lagi mendukung Multiply dengan formatnya saat ini – kami akan mulai menghapuskan jejaring sosial dan berbagi konten (foto, video, blog, pesan sosial, dll). Kami telah memutuskan akan menghentikan penyediaan dan hosting layanan-layanan tersebut, karena kami menyimpulkan bahwa terdapat situs-situs Internet lainnya yang berkomitmen untuk menyediakan layanan jejaring sosial yang akan melakukan tugas tersebut dengan lebih baik dibandingkan dengan kami.
* Untuk para pengguna jejaring sosial kami, akan disediakan cara yang mudah untuk mengunduh barang-barang kalian (foto, blog, konten, dll) atau bermigrasi ke layanan online lainnya. Kami akan mengumumkan detail lengkapnya dalam waktu dekat. Anda yang menentukan pilihan apakah ingin mengunduh, bermigrasi, atau membiarkan konten Anda begitu saja (dan akan dihapus).
*Untuk pengguna ecommerce kami yang telah ada saat ini (baik pembeli maupun penjual) di Indonesia dan Filipina, tidak perlu melakukan tindakan apapun.
*Menyangkut pelanggan Multiply Premium, kami akan mengembalikan uang yang belum terpakai, dan kami meminta maaf akan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh hal ini. Harap menghubungi layanan pelanggan untuk meminta uang Anda kembali. Harap ingat bahwa ini adalah untuk MP Premium, bukan produk Multiply Trust yang terkait dengan ecommerce.

Saya menyadari bagaimana berita ini mungkin akan sangat mengganggu, dan memahami kekecewaan yang ditimbulkan olehnya. Akhirnya ini adalah keputusan bisnis, penting untuk kami agar sukses dan terus maju. Disamping itu, kami sangat bersemangat untuk melanjutkan misi kami untuk memberikan 350 juta konsumen di Indonesia dan Phillipina sebuah solusi untuk membeli dan menjual barang secara online. Fokus tunggal kami saat ini adalah agar Multiply menjaga statusnya sebagai tujuan e-commerce paling diminati di Asia Tenggara di tahun-tahun mendatang.

Saya menduga banyak dari Anda tidak akan menyukai berita ini, dan saya memohon maaf untuk menyampaikannya sekarang. Saya berharap anda akan memahami alasan dari keputusan kami dan terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas Multiply selama lebih dari delapan tahun terakhir.

Stef

__________________ end of quote ___________

Tapi sungguh, meski sedih, aku optimis kita bisa kumpul lagi, mudah2an dengan format yang mirip (Xanga misalnya? *kedip2). Persahabatan kita akan diuji temans…mari kita mulai kumpulkan link yang ada!

Untuk teman2 yang baru saja atau sudah tahu mengenai kabar penutupan ini, silakan isi polling di SINI ya! Ayo kita galang kebersamaan untuk mencoba mengatasi hal ini dan mencari solusi.

Oh ya, beberapa waktu lalu aku sempat lakukan survei kecil-kecilan mengenai situs2 jejaring sosial/blogging lainnya. Silakan dibaca di SINI. Kalau ada yang bisa melanjutkan dengan bertolak dari wikipedia atau sumber2 lain, silakan. Ditunggu hasil investigasinya. Ini salah satu bentuk usaha kita untuk menyelamatkan jalinan pertemanan di sini.

Dan satu info dari mbak Niez bahwa MP user dari luar negeri juga sudah mulai membuat situs alternatif pengganti MP, dan mereka mencari pendukung dalam hak teknis. Silakan simak dan ikuti diskusinya di SANA.

Jika ada perkembangan atau info bermanfaat lain, akan aku tambahkan di sini.