Tadi Malam Dengar Bunyi Tembakan?

Sabtu pagi kemarin jam 10, pintu apartemen mungil kami diketuk. Suamiku mengintip dari jendela dan membuka pintu. Anak-anak ikutan ngintip. “Ma, polisi, Ma!”

Heh! Polisi? Waduh, ada apa ini? Ada sekitar 3 menit suamiku berada di luar dan menjawab pertanyaan si polisi. Sementara Imo laporan lagi dari hasil mengintip di jendela bahwa ada banyak mobil polisi yang diparkir di area parkir depan rumah.

Begitu masuk, suamiku langsung menjelaskan bahwa polisi tersebut menanyakan apakah suamiku mendengar suara tembakan tadi malam. “Tidak, saya pulang sudah larut dan tak mendengar apa-apa,” demikian jawab suamiku. Suamiku lalu bertanya apakah ada yang meninggal. Polisi itu mengiyakan.

Rupanya tadi malam telah terjadi penembakan dan korbannya adalah tetangga apartemen yang letaknya tepat di seberang apartemenku. Waduh!

Padahal daerah tempat tinggalku ini termasuk aman dan tenang (selain tetangga yang suka gedubrakan di atas). Tidak banyak yang pesta-pesata atau mabuk-mabukan. Malahan ini termasuk daerah tempat tinggal para manula, dan ada panti jompo yang besar sekali di dekat sini. Makanya heran juga kalau bisa terjadi peristiwa kejahatan sebesar ini.

Oya, selain mobil polisi, juga ada mobil polisi negara bagian yang bertuliskan CSI. Aku jadi teringat akan serial CSI yang ngetop itu. Aku juga melihat seorang petugas yang memakai jaket bertuliskan coroner. Para petugas yang datang juga bukan hanya yang berseragam, malahan lebih banyak yang memakai jas dan dasi lengkap, resmi banget. Kayaknya sih mereka detektif, atau malah FBI? Entahlah.

Tapi di sini tak seperti di Jakarta, yang kalau ada kejadian, pasti warga langsung ngumpul, media langsung datang. Kameraman TV setempat baru muncul pada sore hari, menjelang tubuh korban diangkut ke ambulans. Penghuni apartemen lainnya, gak semuanya, ke luar saat ambulans datang dan cuma berdiri di kejauhan. Cuma satu dua yang berusaha menghampiri polisi dan menanyakan ada kejadian apa. Dan tak ada satu pun yang mencoba melongok ke dalam apartemen itu, meski tak ada police line yang dipasang di sekitar situ.

Imo dan Darrel malah excited melihat banyak mobil polisi dan ambulans. Mereka tanpa takut malah main ke luar, Diizinin lagi oleh emaknya. Dasar deh. Tapi menjelang jenazah akan diangkut ke luar apartemen, seorang tetangga mengetuk pintuku mengingatkan bahwa anak-anak di luar sendirian. Mungkin takut kalau ada hal-hal menyeramkan yang akan dilihat anak-anak, meski aku yakin mayatnya gak bakalan diumbar oleh petugas. Pasti akan ditutup atau dimasukkan ke kantung mayat. Dan memang benar, mayatnya dibungkus kain putih.

Yang juga mengherankan, polisi mulai datang jam 10 pagi, tapi korban baru diangkut pukul 6 malam (tapi langit masih terang benderang lo). Jadi ngapain aja ya para polisi dan detektif itu selama 8 jam di situ? Mengumpulkan bukti-bukti pastinya. Berarti ini benar pembunuhan?

Dari hasil obrolan dengan tetangga-tetangga lain yang kebetulan sempat berkumpul persis di depan apartemenku dan membincangkan tentang peristiwa aktual itu, korban yang meninggal itu adalah seorang pria berkulit putih yang masih muda. Tapi gak ada seorang pun yang kenal siapa namanya, kerjanya dimana, orang asli sini apa bukan. Ya gimana mau saling kenal, ini aja ada peristiwa dulu baru mau saling bertegur sapa dan ngobrol.

Begitulah laporan peristiwa sedikit menegangkan yang baru-baru ini terjadi di sekitarku.

Advertisements

137 thoughts on “Tadi Malam Dengar Bunyi Tembakan?

  1. estiningtyas said: menegangkan ora mbakyu pas ada polisi banyak itu?

    Menegangkan, mbak. Tapi karena aku pada saat yang sama lagi ngidam ketoprak, jadinya gak konsen deh, malah masak yang repot dan lama, bikin ketoprak…ha…ha…ha.

  2. rengganiez said: kebacut mbakkkk….*pasrah*

    Turut bersimpati. Hiks. Mbak, aku turu sik yoo…wis lima watt. Men teman, besok cerita ini aku sambung lagi ya. Lum selesai loooo. Ada bonusnya.

  3. rinita said: kok nggak difoto? seru euyyy…. tapi kenapa lama banget yaaaa diangkutnya

    Difoto, Rin, tapi burem deh hasilnya kan dari balik jendela. Iya tuh kenapa lama, aku juga gak ngerti. Mungkin banyak bukti yang musti dikumpulkan.

  4. Wadoh..aktivitas ngempiku menurun sebentar aja langsung ketinggalan berita heboh gini..*toyor jidat sendiri*Wah kok lama bgt ya mbak baru jam 6 diangkut? Mungkin krn njlimet kondisi korbannya?

  5. wayanlessy said: Wadoh..aktivitas ngempiku menurun sebentar aja langsung ketinggalan berita heboh gini..*toyor jidat sendiri*Wah kok lama bgt ya mbak baru jam 6 diangkut? Mungkin krn njlimet kondisi korbannya?

    Kenapa menurun, Les? Jenuh ya sama MP atau banyak kesibukan di dunia nyata?Iya, lebih dari enam jam baru diangkut. Kayaknya sih banyak bukti yang musti dikumpulkan di lokasi kejadian. Mungkin lo ya.

  6. beautterfly said: ya ampunnn…serem amat yak..yang paling penting dari postingan ini teuteup yaaa..mas T.A nya masih aman dan ganteng*lirik2 yang kesengsem*

    Iya, Sar, cukup serem. Tapi udah gak apa-apa kok.

  7. penuhcinta said: Kenapa menurun, Les? Jenuh ya sama MP atau banyak kesibukan di dunia nyata?Iya, lebih dari enam jam baru diangkut. Kayaknya sih banyak bukti yang musti dikumpulkan di lokasi kejadian. Mungkin lo ya.

    Salah satu alasannya krn skrg sering pening lumayan parah mbak kl baca2 di HP kelamaan. Padahal akhir2 ini seringnya buka MP dr HP..padahal ya kangen..ide postingan udah bejibun juga..draft yg putul di tengah2 jg udah banyak hihi..lg ngetik apa gitu tau2 musti geletakin HP dl..pas balik lagi udah bingung lanjutinnya…pas inget…eh musti ninggalin HP lg…*lho kok malah curhat..:p.Ngeri jg ya mbak kalo tiba2 deket rumah jd TKP gitu. Amrik gede bgt sih ya…kalo mikirin orang gampang bgt dpt senjata api (relatif, kl dibandingin sama negara maju lainnya maksudku) aku mbayangin alasannya kl tinggal di perkebunan atau rumah2 yg halamannya jauh jauhan sama tetangga…apalagi kl cewek sendirian, senjatanya buat proteksi diri…tapi…ngerinya ya itu…kalau salah salah fungsi penggunaannya jadi berabe dan mengerikan.

  8. wayanlessy said: Salah satu alasannya krn skrg sering pening lumayan parah mbak kl baca2 di HP kelamaan. Padahal akhir2 ini seringnya buka MP dr HP..padahal ya kangen..ide postingan udah bejibun juga..draft yg putul di tengah2 jg udah banyak hihi..lg ngetik apa gitu tau2 musti geletakin HP dl..pas balik lagi udah bingung lanjutinnya…pas inget…eh musti ninggalin HP lg…*lho kok malah curhat..:p.

    *ambil bantal kursi, duduk selonjoran sambil minum teh, dengerin curhatannya Lessy*Ndak apa-apa kok Lez. Namanya juga MP, apalagi kita sama-sama alumni SMA 6. Loh? Sayang dong kalau gak diposting. Tapi memang sih ide yang masih menggantung dan gak buru-buru diselesaikan biasanya bisa terbang melayang. Aku pun sering mengalami hal yang sama. Kadang suka mikir, apa pake digital recorder aja ya. Tiap ada ide, direkam, kayak penulis2 gitu lo.

  9. wayanlessy said: Ngeri jg ya mbak kalo tiba2 deket rumah jd TKP gitu. Amrik gede bgt sih ya…kalo mikirin orang gampang bgt dpt senjata api (relatif, kl dibandingin sama negara maju lainnya maksudku) aku mbayangin alasannya kl tinggal di perkebunan atau rumah2 yg halamannya jauh jauhan sama tetangga…apalagi kl cewek sendirian, senjatanya buat proteksi diri…tapi…ngerinya ya itu…kalau salah salah fungsi penggunaannya jadi berabe dan mengerikan.

    Iyo mbak. Ngeri tapi pasrah deh, soalnya mau gimana lagi. Aku termasuk yang ndak pengen punya senjata api karena risikonya lebih besar. Tapi eh tapi, baru-baru ini ada kejadian seorang ibu muda beranak bayi yang suaminya baru aja meninggal. Jadi dia cuma sendirian sama anaknya di rumah, eh ada pria2 pemabuk brengsek yang menggedor pintu rumahnya. Dia lalu telepon 911, dan disarankan untuk menunggu sampai polisi datang. Lalu si wanita muda ini bilang: “Saya punya 2 pistol, boleh gak saya tembak orang ini?”Operator 911 bilang, kalau: “Saya gak bisa bilang boleh apa enggak. Tapi lakukan apa yang harus kau lakukan untuk melindungi anakmu.”Ketika akhirnya pintu rumah berhasil didobrak para pria itu, si wanita muda ini akhirnya menembak mati salah satunya. Yang satunya lagi kabur. http://abcnews.go.com/US/okla-woman-shoots-kills-intruder911-operators-shoot/story?id=15285605Dan Lessy benar, karena Amerika luas banget serta lahan-lahannya masih banyak yang kosong, terutama di Amerika bagian tengah, maka rumah-rumah penduduk saling berjauhan. Contoh kasus di atas membuktikan bahwa saat keadaan darurat dan polisi juga lama banget sampai ke lokasi saking jauhnya, maka melindungi diri dengan senjata seperti yang dilakukan perempuan itu adalah cara bertahan yang terbaik.

  10. bundafayyaz said: wah aku seneng tuh Mbak nonton CSI 🙂 Tapi klo di csi kok kayaknya mayatnya langsung diangkut ya *halah kebanyak nonton tipi*

    Beda-beda kasus dan mungkin juga karena durasi film yang pendek, jadi tiap kejadian lebih cepat dari aslinya.

  11. penuhcinta said: Beda-beda kasus dan mungkin juga karena durasi film yang pendek, jadi tiap kejadian lebih cepat dari aslinya.

    tapi emang beneran kayak yg di serial tivi itu, Mbak kerjanya? Gak kayak di indonesah gitu ya. Duh, kayane kok canggih2 gitu peralatannya ya klo di serial tivi.

  12. penuhcinta said: *ambil bantal kursi, duduk selonjoran sambil minum teh, dengerin curhatannya Lessy*Ndak apa-apa kok Lez. Namanya juga MP, apalagi kita sama-sama alumni SMA 6. Loh? Sayang dong kalau gak diposting. Tapi memang sih ide yang masih menggantung dan gak buru-buru diselesaikan biasanya bisa terbang melayang. Aku pun sering mengalami hal yang sama. Kadang suka mikir, apa pake digital recorder aja ya. Tiap ada ide, direkam, kayak penulis2 gitu lo.

    Hihi..iya mbak…lagi pengen seenaknya blogwalking dan jadi silent reader…dan nyari orang2 yg judul postingannya menarik dan ikhlas kalo di datengin silent reader xixixixixi…Hihi lucu juga ya kl direkam kayak gitu..jadi sebenernya seperti biasa aja ya sambil masak n setrika ngomong sendiri cuma bedanya omongan td bs didengerin ulang kl direkam …hihihi…emang niy sesama SMA 6 ternyata bisa langsung saling memahami..*lgs membayangkan suasana SMA.. eh? Kok jd nostalgia? :p*

  13. penuhcinta said: Iyo mbak. Ngeri tapi pasrah deh, soalnya mau gimana lagi. Aku termasuk yang ndak pengen punya senjata api karena risikonya lebih besar. Tapi eh tapi, baru-baru ini ada kejadian seorang ibu muda beranak bayi yang suaminya baru aja meninggal. Jadi dia cuma sendirian sama anaknya di rumah, eh ada pria2 pemabuk brengsek yang menggedor pintu rumahnya. Dia lalu telepon 911, dan disarankan untuk menunggu sampai polisi datang. Lalu si wanita muda ini bilang: “Saya punya 2 pistol, boleh gak saya tembak orang ini?”Operator 911 bilang, kalau: “Saya gak bisa bilang boleh apa enggak. Tapi lakukan apa yang harus kau lakukan untuk melindungi anakmu.”Ketika akhirnya pintu rumah berhasil didobrak para pria itu, si wanita muda ini akhirnya menembak mati salah satunya. Yang satunya lagi kabur. http://abcnews.go.com/US/okla-woman-shoots-kills-intruder911-operators-shoot/story?id=15285605Dan Lessy benar, karena Amerika luas banget serta lahan-lahannya masih banyak yang kosong, terutama di Amerika bagian tengah, maka rumah-rumah penduduk saling berjauhan. Contoh kasus di atas membuktikan bahwa saat keadaan darurat dan polisi juga lama banget sampai ke lokasi saking jauhnya, maka melindungi diri dengan senjata seperti yang dilakukan perempuan itu adalah cara bertahan yang terbaik.

    Iya mbak…soalnya bbrp temen cewekku di Amrik kebanyakan punya senjata. Apalagi yg tinggal sendirian.Hmm…gimana kalo senjatanya bukan berpeluru tapi pake obat bius mbak?Yg biasa buat nembak badak, jerapah, kudanil dan binatang2 di taman Safari kl mau dipindah ke tempat penangkaran atau taman safari lain…

  14. rikejokanan said: Aku tahu… Pasti korbannya perempuan dan baru ketahuan di tulisan satunya lagi… *jayus*Tapi ngeri deh kalau seandainya ada kejadian macam ini de dekat rumahku…

    Ngeri bange, Ke. Tapi ya akhirnya biasa lagi deh. Abis mau gimana. Oindahan juga refot jeee.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s