Juri Oh Juri

Sejujurnya, menjadi juri lomba Narsisku Bahagiamu kemarin itu cukup bikin aku ngos-ngosan. Bukan saja harus mantengin lapak sendiri dengan beberapa postingan khusus lomba, tapi juga harus keliling dari lapak ke lapak para peserta. Belum lagi bikin rencananya, bikin aturannya, cari donat…ur, serta detail lainnya. Untungnya kemarin aku gak sendirian. Ada tiga juri cantik lain yang benar-benar membantu sehingga aku gak pusing sendirian.

Tercatat sejak tanggal 28 Oktober 2011, kami berempat yaitu aku, mbak Arie, mbak Niez, dan mbak Evia sudah mulai kasak-kusuk di belakang layar. Tapi ya gitu deh, namanya juga para penganut ootisme yang taat dan fanatik, maka jalur diskusi lomba pun tak urun dari pembicaraan yang melenceng ke kanan dan ke kiri. Dari mulai bicarain lagu, makanan, postingan MPers lain, sampai becandaan yang bikin perut mules, hingga topik-topik lain di luar lomba membanjiri diskusi. Tapi gak ada yang protes, wong sama-sama saling menikmati. Makanya kalau jumlah komen sampai mencapai hampir 3.500 ya gak heran… wong banyak haha-hihi-nya.

Tapi asli seru banget. Dan kalau dipikir sebenarnya ajaib lo, kami yang lokasinya beda-beda dengan zona waktu yang kebolak-balik bisa tetap ganyeng dan tabah sampai akhir menjalani peran jadi juri. Bayangin aja, saat dua juri di Ngamrikih udah mau bobo, eh 2 juri di Indonesia baru mulai melek. Begitu pun sebaliknya. Tapi untungnya juri2nya kampiun kalongwati semua, bahkan sampai yang bumil juga hobi begadang (untung gak diseblaki sama Bang Roma). Sehingga, kendala waktu itu juga tak menjadi masalah yang berarti.

Belum lagi kalau dilihat di atas kertas, para juri ini seperti layaknya ulet keket yang gak mau diem, alias di kehidupan nyatanya mereka juga banyak kesibukan. Ada yang nguli di radio, nguli di kampus, nguli di sumur, nguli di dapur, lagi mlendung, dsb. Herannya mereka masih betah aja nongkrongin lapie atau HP demi diskusi soal lomba (dan ber-OOT ria). Bahkan ada yang meski sudah dipenjara sama polisi ganteng, masih juga nekad bikin rencana membobol penjara! Niat banget kan tuh!

Selain karena memang sudah berkomitmen untuk ngurusin lomba, ya mungkin bisa jadi kompak begitu karena kami menyatukan business with pleasure, sesuatu yang katanya sih pantangan buat orang yang berbisnis. Tapi, memang auranya Multiply kan memang bukan strictly business dimana orang-orang kaku menyampaikan opini dalam bentuk blog dan komentarnya juga serba formil dan jaim tralala. Iya kan? Iya kan? Jadinya gak salah juga kalau empat juri ini, meski seriyes mengelola lombanya tapi juga gak melupakan unsur happy-happy dalam melaksanakannya.

Dan tahu gak? Mosok lomba udah berakhir sejak beberapa minggu yang lalu, tapi forum diskusinya masih lanjut aje! Ha…ha…ha. Dilanjutkan dengan apa kalau udah gak ada lombanya? Ya dengan OOT lah. Hidup OOT!

Makasih dari lubuk hati yang paling dalam untuk rekan-rekan juri yang udah banyak banget perannya dalam lomba Narsisku Bahagiamu. Semoga persahabatan kita berlanjut terus ya sampe jadi nenek-nenek pake iPad 50, dan dengan adanya mesin teleportasi, bisa saling mengunjungi beneran, makan Black Forest dan Duren bareng sambil cekikikan dan bernostalgia tentang waktu kita dulu ngadain lomba di MP. Hi..hi…hi.

Advertisements

104 thoughts on “Juri Oh Juri

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s