Inilah Narsis dan Bahagia Mereka!

Setelah perjalanan panjang lomba Narsisku Bahagiamu yang kemudian disusul dengan lomba Pedagang Paling Menginspirasi yang hasilnya telah diumumkan di sini dan situ, maka tibalah pada saat-saat menyenangkan yaitu saat para pemenang berbagi dengan para pedagang yang sekelumit perjuangannya telah diangkat dalam bentuk tulisan dan gambar. Dan terus terang, ini juga termasuk hal yang kami tunggu-tunggu. Terbayang sudah kegembiraan di wajah para pedagang saat menerima kejutan hasil kerja keras para peserta lomba, yaitu teman-teman MPers yang hebat-hebat.

Sejak awal meluncurkan lomba Narsisku, Bahagiamu, kami sadar sepenuhnya bahwa tantangan dalam lomba ini bukan main-main. Tidak sekedar hanya menulis yang kami yakin sudah sangat jago dilakoni oleh para MPers, namun peserta juga harus memberanikan diri untuk berpose ala pedagang sekaligus berani mewawancarai mereka. Tapi kami yakin MPers pasti bisa, apalagi motivasinya bukan sekedar narsis atau ajang unjuk gigi, tapi ada sesuatu yang lebih di balik itu.

Sempat kecewa dan cemas juga saat jumlah peserta merambat dengan perlahan. Sampai kemudian kami melakukan perpanjangan waktu. Dan alhamdulillah, akhirnya terkumpul 31 setoran yang kualitasnya bagus-bagus baik dari segi narsisnya maupun tulisannya. Sebagian mengumpulkan menjelang deadline, alias penganut mepetisme…hi….hi. *seblak-seblak pelakunya*

Proses penjurian berlangsung lancar dan kami tanpa kesulitan menemukan pemenang pertama, kedua, dan ketiga. Pengalaman juri yang tiga perempatnya berkecimpung di dunia jurnalistik dan fotografi membuat penjurian berlangsung aman tentram, argumentatif tapi tidak sampai gebrak-gebrak meja.

Oh ya, menjelang penjurian, tiba-tiba para juri dikejutkan dengan tawaran donasi dari berbagai sumber yang tidak mau disebut namanya. Rupanya donatur ini terharu membaca perjuangan para pedagang dan ingin berbagi rejeki dengan mereka. Tentu saja tawaran ini disambut hangat karena kami juga merasakan keharuan yang sama dan sering membatin, ‘Aduh gimana dengan pedagang yang ini ya seandainya peserta ini ternyata gak menang?’
Sesuai dengan permintaan donatur, maka dana tersebut diputuskan akan dibagikan secara merata ke semua pedagang yang diikutsertakan dalam lomba.

Tapi kemudian keajaiban lain berturut-turut datang setelah pemenang diumumkan dan kejutan kedua yaitu bahwa semua pedagang akan menerima hadiah juga diumumkan. Jumlah donatur makin bertambah dan dana hadiah yang ada juga membengkak! Jumlah dana yang tadinya berjumlah 150 ribu untuk tiap pedagang akhirnya dapat dibulatkan menjadi 200 ribu. Belum lagi hadiah buku satu kontener dan paket hadiah lain yang disumbangkan oleh sesama MPers. Benar-benar bikin terharu…hiks. Alhamdulillah!

Akhirnya secara spontan, kami memutuskan untuk mengadakan lomba susulan yaitu lomba Pedagang Paling Menginspirasi yang melibatkan bukan hanya peserta tapi juga pembaca yang akan menentukan pemenang dengan cara memberikan suara mereka. Dan kami salut pada para peserta yang sudah meluangkan waktunya untuk berkampanye terutama melalui tulisan. Padahal tidak sedikit yang lumayan sibuk, tapi masih bersemangat untuk meramaikan lomba ini tak lain tak bukan demi lebih membahagiakan pedagang yang dijagokan mereka. Animo dari para pembaca juga lumayan dan akhirnya memang terbukti, mereka yang rajin berkampanye itulah yang pedagangnya paling banyak dipilih.

Kini, tibalah saatnya para peserta membagikan hadiah kepada para pedagang dan sesuai dengan permintaan kami, mereka harus merekam kejadian ini dalam bentuk tulisan dan foto. Berikut ini tulisan tentang penyerahan hadiah yang telah diposting oleh para peserta:

“Senyum Abdullah Bahagia Saya” karya Itsmearni
“Jembatan Kebahagiaan” karya Ibuseno

Jurnal ini akan diperbarui setiap kali ada peserta yang memosting laporan penyerahan hadiah.

Salam manis dari panitia yang belum bubar juga…ha…ha…ha.

PS: Terima kasih buat Anaz yang sudah mengingatkan untuk menulis postingan ini. *cubit Anaz*

Advertisements

82 thoughts on “Inilah Narsis dan Bahagia Mereka!

  1. revinaoctavianitadr said: hihi … oh, maap.baiklah.AMIIIIEN … *_*

    hihihihihi…wong gak salah pake maap segala.eh kapan hari aku nemu kantong yang buat dekor yang bukan disposable. Dari plastik lembut banget, bisa dicuci dan buatan Wilton. Enak lagi nyucinya, karena dalamnya licin sehingga lemak gak nempel.

  2. enkoos said: hihihihihi…wong gak salah pake maap segala.eh kapan hari aku nemu kantong yang buat dekor yang bukan disposable. Dari plastik lembut banget, bisa dicuci dan buatan Wilton. Enak lagi nyucinya, karena dalamnya licin sehingga lemak gak nempel.

    lebih eco friendly ya, mb …selama ini aku juga pake yang begituan.produknya wilton juga.tapi sumpe, tetep kaget sekaligus bersyukur ketika dikabarin m’Evi bahwa sudah ngirim paket encrutan ala m’Evi ke rumahku. Makasih ya, mb. *meskipun paketnya belum nyampe. :p**di-edit. Tadi keliru nulis Wilson. hihi, memangnya raket tennis, apa?*

  3. revinaoctavianitadr said: lebih eco friendly ya, mb …selama ini aku juga pake yang begituan.produknya wilton juga.tapi sumpe, tetep kaget sekaligus bersyukur ketika dikabarin m’Evi bahwa sudah ngirim paket encrutan ala m’Evi ke rumahku. Makasih ya, mb. *meskipun paketnya belum nyampe. :p**di-edit. Tadi keliru nulis Wilson. hihi, memangnya raket tennis, apa?*

    Nggihhhh…sami sami.Aku malah belum pernah pake begituan karena baru sekali itu dekor cake. Pertama dekor, garap black forest. Itupun black forest pertama seumur hidup. Yang coklat cairnya, pake wax paper soalnya kalau pake kantong yang bisa dipake berulang ulang, kan udah bolong. Sedangkan coklat cair, kudu diisiin dulu baru dibolongin biar coklatnya gak mbrojol kemana mana. Eh…setelah diinget inget, pernah dekor deng. Pake decorating icing yang udah jadi dalam tube. Tutupnya ada macem2 bentuk karena emang buat dekor. Dan baru dipake sekali doang. Gak suka ama icing. Mblenek.

  4. enkoos said: Itupun black forest pertama seumur hidup. Yang coklat cairnya, pake wax paper soalnya kalau pake kantong yang bisa dipake berulang ulang, kan udah bolong. Sedangkan coklat cair, kudu diisiin dulu baru dibolongin biar coklatnya gak mbrojol kemana mana.

    btw, drtd promo black forest, fotonya dunkkk*kl minta jelas susyah kesananya (tumben aku realistis)

  5. udah dikasih hadiahnya ke bu siti! Dia bilang makasih banyak buat semuanya..dan di doakan semoga slalu sehat, panjang umur dan tambh banyak rejekiny!reportasenya nanti yaaa! *

  6. rirhikyu said: btw, drtd promo black forest, fotonya dunkkk*kl minta jelas susyah kesananya (tumben aku realistis)

    neh black forestnya.*numpang promosi di lapaknya Suminten*kabur sebelum dikabyuk kemben acem

  7. enkoos said: neh black forestnya.*numpang promosi di lapaknya Suminten*

    OMG, jadi kangen beneran sama blackforest, dah lama banget ga makan blackforest. terakhir makan kayaknya bikinan sendiri deh *jaman awal2 kuliah*cakepppppppppp fotonyaaaaa *kl kuenya blum tau, ga dikasih icip siy :))duh, masa diet kudu gagal? wkwkwkwkwwkbtw, blackforest dulu mah tenar banget ya, tapi tergusur kedudukannya sejak ada tiramisu, opera, dkk. pdhl aku demen blackforest eui

  8. rirhikyu said: eh, udahan ah oot blackforestnya ini lapak kan buat para yang berbahagia :)*tumben insyaffffffffffff

    xixixixixiix…mumpung yang punya lapak belum sadar.

  9. enkoos said: joget joget dulu ala dangdutlalalalalalala…..dudududuudud…

    aku pamit kabur duluan yaaaantar kena kemben acem bisa brabe… mending bau doank, kl jadi pingsan piye?

  10. rirhikyu said: aku pamit kabur duluan yaaaantar kena kemben acem bisa brabe… mending bau doank, kl jadi pingsan piye?

    penangkalnya gombal mukiyo. xixixixii.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s