[Lomba Narsisku Bahagiamu] Inilah Dia Pemenangnya!

Akhirnya, setelah berkonflik selama berjam-jam, disertai dengan sport jantung akibat salah satu juri mendadak ditilang oleh seorang polisi ganteng (bukan Saiful Bahri) dan harap-harap cemas karena seorang juri lain terkena sindroma hibernasi akibat terkurung badai salju, maka kami berhasil juga bersepakat menentukan tiga pemenang lomba seru yang telah berlangsung selama setahun (dari tahun 2011-2012).

Tanpa basa-basi yang lebih panjang lagi, inilah dia pemenang lomba Narsisku Bahagiamu:

Juara 1
“Jamu Jun Mbah Suripah”
by Bambangpriantono

Dengan hadiah: Uang tunai sebesar 1 juta rupiah (500 ribu plus bingkisan menarik untuk pemenang dan 500 ribu untuk pedagang)



Juara 2

“Mbak Sayur Sahabat Keluarga Kami”
by Nurusyainie

Dengan hadiah: Uang tunai sebesar 600 ribu rupiah (300 ribu plus bingkisan menarik untuk pemenang dan 300 ribu untuk pedagang)



Juara 3
“Mbak Yati Penjual Jamu dari Wonogiri”
by Lembarkertas

Dengan hadiah: Uang tunai sebesar 400 ribu rupiah (200 ribu plus bingkisan menarik untuk pemenang dan 200 ribu untuk pedagang)


Selamat bagi para pemenang, dan silakan menghubungi panitia (mbakniez) lewat jalur PM untuk memberikan data-data yang diperlukan untuk pengiriman hadiah.

Akhir kata, selamat juga untuk semua peserta. Sesungguhnya kalian semua adalah pemenang!

Untuk informasi mengenai lomba Narsisku Bahagiamu, dapat langsung meluncur ke postingan berikut ini.

Sedangkan untuk daftar peserta lomba secara keseluruhan (ada 31 peserta), silakan membacanya di sini.

Salam manis dari Panitia yang keputusannya tidak dapat diganggu gugat.

Badai yang Belum Jelas

Tadi pagi, sembari bersiap berunding lagi dengan para juri, aku menyalakan TV untuk menonton siaran berita. Kaget bukan kepalang karena gambar di TV menunjukkan reruntuhan gedung yang luluh lantak rata ke tanah dan tulisan di sudut layar menyebut “Harrisburg, IL.” Wah, itu kota gak jauh dari tempatku, hanya 45 menit perjalanan dengan bermobil. Lalu teks bergerak di bagian bawah menyebutkan juga bahwa di Marion banyak pohon-pohon yang tumbang. Loh, Marion itu cuma 15 menit dari kotaku, dan kami sering pergi ke situ. Ada apa ini?

Rupanya tadi pagi subuh sekitar jam 5 pagi terjadi “badai yang belum dapat diidentifikasi jenisnya” yang bergerak cepat melalui Missouri, Illinois, dan Kentucky bagian selatan. Stasiun berita lokal langsung menghentikan acara rutinnya dan menggantikannya dengan siaran perkembangan kejadian di kota-kota yang terkena bencana.

Sampai siang tadi, kota-kota seperti Harrisburg dinyatakan tertutup karena polisi mengadakan penyisiran dari rumah ke rumah untuk memeriksa adanya korban. Tadi siang jumlah yang tewas diketahui baru tiga orang. Malam ini, masih simpang siur jumlah pastinya, tapi berkisar antara 6-10 orang. Ratusan orang terluka sedangkan lebih dari 300 rumah dan pertokoan hancur. Akibat tumbangnya tiang-tiang listrik, terjadi mati lampu di ribuan rumah penduduk.

Sampai sekarang badai jenis apa yang menyapu mid-west ini juga masih belum bisa ditentukan. Ada yang menyebutkan bahwa itu adalah twister atau serangkaian tornado dengan kekuatan E4, tapi ada juga yang menyebutkan bahwa itu adalah badai berskala besar. Tapi memang yang namanya thunderstom (hujan badai) bisa berpotensi menimbulkan tornado. Dan mungkin saja yang terjadi tadi pagi adalah selang-seling antara keduanya.

Mustinya tadi pagi aku mendengar bunyi sirene peringatan tornado, tapi mungkin karena begitu terlelapnya jadi tak terdengar apa-apa. Dan korban-korban itu pasti juga begitu, tak bisa lari berlindung ke ruang bawah tanah atau ke kamar mandi (bak mandi) karena pasti masih nyenyak tidur.



Foto diambil dari sini.

Untuk berita lebih lengkap, dapat baca di sini.

Berpolitik Ala Romawi

Beberapa hari yang lalu, suamiku memperkenalkanku pada sebuah film seri yang bisa ditonton secara maraton di Netflix. Tadinya sih gak minat banget, wong filmnya tentang gladiator, film cowok banget gitu lo. Aku kan manis dan romantis, jadi sukanya nonton film komedi atau romance. Tapi akhirnya, didorong rasa penasaran akan kalimat suamiku yang ini nih: “Eh, ini film seri TV ya, tapi kok ada adegan gituannya sih?” ketika “mempromosikan” film ini ke aku, maka akhirnya aku tonton juga tuh film.

Aku nonton dari tengah-tengah, maksudnya bukan dari episode yang pertama, karena ngikutin suamiku yang udah mulai nonton duluan. Begitu nonton langsung mengenali sosok Lucy Lawless yang pernah memerankan Xena the Warrior Princess, dia berperan jadi istri orang kaya yang menjadi tuannya si Spartacus.

Spartacus sendiri adalah seorang budak yang asalnya sebenarnya warga merdeka. Dia jadi budak gara-gara desanya diserbu oleh orang Romawi dan otomatis semua warga desa dijual sebagai budak. Yang masih muda dan bodynya kekar kayak si Spartacus dilatih menjadi gladiator. Sedangkan kaum perempuannya dijual sebagai budak pelayan atau pelacur. Spartacus pun terpisah dari istrinya yang dijual ke tuan yang berbeda. Menurut suamiku, beberapa episode pertama mengisahkan bagaimana Spartacus bertahan dan tetap menyimpan keinginan untuk bertemu lagi dengan istrinya. Duh… romantis juga ternyata dia.

Sebagai calon gladiator, sebenarnya dia dicuci otaknya oleh pelatihnya. Para calon gladiator diindoktrinasi bahwa mereka harusnya bangga jadi gladiator, dan harus membela kehormatan tuannya. Tapi kenangan dan keinginan untuk bertemu lagi dengan istrinya inilah yang membuat Spartacus menjadi gladiator yang beda sendiri. Dia gak termakan doktrin “bangga jadi gladiator,” malah keinginannya cuma satu: bisa bebas dan membebaskan istrinya.

Nah, pas aku nonton film ini untuk pertama kali, adegannya adalah di sebuah arena dalam ruangan (bukan di colosseum). Spartacus tengah diadu dengan gladiator lain. Perkelahiannya cukup sadis, dan berakhir dengan Spartacus menyelamatkan nyawa tuannya yang jadi penonton dan hendak dibunuh oleh orang suruhan saingan bisnisnya. Kenapa dia nolongin tuannya ya? Oh ternyata dia dijanjikan akan dipertemukan dengan istrinya oleh tuannya itu. Makanya dengan satu lemparan kapak ke punggung pembunuh bayaran, Spartacus sebenarnya menyelamatkan keinginan untuk bertemu lagi dengan wanita yang sangat dicintainya itu.

Baik betul ya tuannya mau kasih kesempatan itu. Net nottt…. salah besar ternyata saudara-saudara! Istrinya Spartacus memang diberangkatkan dari rumah tuannya menuju tempat tuannya Spartacus. Tapi di tengah jalan, keretanya diserang perampok dan istrinya Spartacus pun terbunuh. Dan siapa dalang di balik pembunuhan itu? Yap, si tuannya Spartacus…ha…ha…ha. Dia sengaja membunuh si istri supaya Spartacus fokus pada tugasnya sebagai seorang gladiator. Dan memang setelah itu, Spartacus jadi tambah buas dan akhirnya berhasil menjadi champion alias sang juara wilayah.

Apakah film ini banyak adegan sadis? Oh tentu saja! Adegan perkelahian gladiator selalu penuh muncratan darah, kepala terpenggal, dan yang paling sadis pernah aku lihat adalah seorang gladiator yang dililit kepalanya dengan rantai sampai terpotong dan darahnya muncrat dari lehernya.

Lalu bagaimana dengan adegan gituan yang disinyalir oleh suamiku. Ha…ha…ha… ini film bisa masuk kategori X2 kali ya… soale banyak banget nudity-nya. Jadi, yang namanya budak pelayan yang cewek-cewek, kebanyakan bertelanjang dada sedangkan pelacurnya malah bugil total. Gladiatornya juga berpakaian minim banget, pake cawat doang. Tapi badannya bagus-bagus, 6 pack semua lo. Ha…ha…ha. Sedangkan adegan persetubuhan juga banyak ditampilkan, dari yang tuan-tuan gituan sama budaknya, daaaannn… para istri tuan yang kaya raya atau pejabat yang gituan sama…. para gladiator! Jadi para gladiator ini ternyata juga berfungsi sebagai pemuas nafsu para nyonya-nya! Buset deh.

Si Lucy Lawless punya gladiator favorit yang namanya Cricseus (bener gak ya spellingnya?). Saking demennya, dia bahkan dongkol saat Cricseus akhirnya dikalahkan oleh Spartacus, dan menjadi benci banget sama Spartacus.

Si Lucy selain jadi penikmat gladiator, juga menjadi germo penyalur gladiator bagi ibu-ibu pejabat yang kesepian. Oh ya, jangan bayangin ibu2 pejabatnya udah tua2 dan gembrot2 ya… namanya juga film, para wanita di film ini semuanya semlohay dan cantik tentunya. Nah di salah satu episode, ada 2 ibu pejabat yang meminta untuk bisa memakai jasa gladiator di tempat tidur. Yang satu pengennya sama Spartacus, yang satunya lagi pengen sama Cricseus.

Maka ngamuklah si Lucy karena dia gak mau berbagi cem-ceman. Tapi dia gak bisa menolak keinginan si ibu pejabat, takut lah karena pejabat di zaman itu pegang kekuasaan, sedangkan suaminya Lucy “cuma” seorang saudagar, bukan pejabat. Permintaan icip2 Cricseus pun dia sambut dengan senyum dipaksakan dan anggukan.

Spartacus, yang sebenarnya ogah melayani nafsu ibu-ibu pejabat, mau gak mau menurut karena tuannya memberi perintah langsung, dan sebagai budak, dia tak bisa menolak.

Malam pertemuan pun tiba. Spartacus yang sudah dimandikan dan didandani pun menunggu si ibu pejabat. Dia mengenakan topeng. Sedangkan si ibu pejabat juga mengenakan topeng. Mungkin maksudnya supaya gak ketahuan yak, si ibu pejabat mana yang memakai jasanya jadi rahasia si ibu tetap terjaga.

Pas lagi asyik-asyiknya menjalani prosesi, eh muncul si Lucy Lawless, sang germo dengan ibu pejabat satu lagi (make topeng juga). Dia belagak kaget melihat Spartacus bergumul dengan ibu pejabat itu. Ternyata oh ternyata, yang dilayani oleh Spartacus adalah ibu pejabat yang sebenarnya berminat pada Cricseus!

Spartacus langsung ngamuk karena si ibu pejabat yang baru saja digumulinya adalah istri dari komandan yang membasmi desanya dulu dan menyebabkan dia dan istrinya jadi budak. Langsung dia digiring pengawal.

Ibu pejabat yang salah orang itu juga tak kalah kagetnya. Dia kan pengennya sama Cricseus, dan sebenarnya dia juga gak suka sama Spartacus yang beberapa kali melontarkan hinaan kepada suaminya.

Ibu pejabat yang satu lagi, yang ada di samping Lucy Lawless malah ketawa terbahak-bahak. Girang banget dan sesumbar akan menyebarkan kejadian itu ke ibu2 yang lain. Yang diketawain gelap mata, langsung bangun dr tempat tidur, mendorong si ibu2 yang ketawa dan membenturkan kepalanya berulang kali ke lantai marmer sampai pecah dan mati deh.

Tahu kan siapa biang keladi “kekeliruan” itu? Ya si Lucy Lawless yang sengaja mengatur supaya terjadi salah pake demi supaya membalas dendam, karena merasa terhina sebab cowok cem-cemannya diincar wanita lain.

Hiii… serem banget. Dibanding sadisnya pertempuran gladiator, aku masih lebih serem dengan politik para tuan dan nyonya berduit dan berkedudukan yang mereka jalankan bahkan dalam keseharian. Licik euyyy!

Gagal Rekaman

Kejadian 1

Saat sedang enak-enaknya tidur, tiba-tiba Emak Kece terbangun karena ada suara menggeram yang mengerikan. Sambil gelagapan ngelap iler, dan berusaha mencari asal suara di kegelapan kamar, dia menyadari bahwa suara tadi ternyata adalah suara ………nya sendiri!

Kejadian 2

Karena badan tepar, Emak Kece tidur duluan sedangkan anak-anak masih terbangun. Hal ini jarang terjadi, biasanya dia baru bisa tidur setelah lama mereka terlelap. Tanpa sadar berapa lama sudah tertidur, tiba-tiba Emak Kece mendengar suara Imo dari kamarnya. “Mama, please jangan ………. Imo keberisikan nih, gak bisa tidur!”

Sambil setengah sadar, Emak Kece menjawab, “Iya Nak, maaf yaaaa!” Tapi gak janji lo kalau gak bakal ……….. lagi.

Kejadian 3

Masih gress nih, kejadiannya baru tadi malam. Sementara si Ayah masih nonton Spartacus di gadget-nya, Emak Kece tidur duluan. Tadinya nonton bareng, tapi dia gak tahan deh… ngantuk banget. Jam 12 malam, diapun tertidur.

Tadi pagi, si Ayah bilang gini, “Mama, ……. keras banget! Ayah jadi gak bisa tidur tuh. Pas mau direkam pake HP sebagai bukti, eh tiba-tiba jadi pelan. Gak jadi deh.”

Untuuuung aja! Seolah-olah ada sensornya yak, tahu kalau mau direkam! Emak Kece pun merasa lega.

Jadi Sebenarnya Kenapa?

Hidup itu penuh misteri. Dan untuk kami, tak perlu jauh-jauh mencari, misteri itu ada di depan mata dan ditemui dalam keseharian.

Fenomena 1 (sekitar bulan Agustus 2011)
Lokasi: Kediaman si anak

Guru Pre-K (play group) datang ke rumah dalam rangka meninjau kediaman murid. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah situasi dan kondisi rumah dan lingkungan dianggap cukup kondusif bagi perkembangan anak.

Si Anak yang sudah DUA tahun diajar oleh guru tersebut ikut berada di ruang keluarga saat kedua orang tuanya menyambut si guru. Saat ditegur oleh guru bersangkutan, si Anak diam membisu. Reaksi sama diberikan saat guru pendamping (teacher aide) juga menyapanya. Diam seribu bahasa. Bibirnya mecucu, maju dua senti. Lalu… dia nyungsep di antara bantal2 sofa, persis seperti burung onta yang menyembunyikan kepalanya ke dalam tanah.

Fenomena 2 (masih bulan Agustus 2011)
Lokasi: Ruang tunggu dokter mata

Si Anak yang sedang menunggu dipanggil namanya tiba-tiba membalikkan badannya menghadap tembok dan menyungsepkan kepalanya. Ternyata ada teman sekelasnya, anak perempuan bernama Chloe yang baru datang ke ruang tunggu, melihat si Anak, menghampiri, dan sengaja duduk persis di seberang si Anak. Posisi itu terus dipertahankan sampai Chloe akhirnya diajak ibunya untuk pindah tempat duduk, menjauhi si Anak yang nyungsep tadi.

Fenomena 3 (sekitar bulan Oktober 2011)
Lokasi: Sebuah supermarket

Si Anak tiba-tiba melakukan manuver mencurigakan. Dia berjongkok, mengendap-endap, lalu bersembunyi di balik kotak besar buah-buahan. Lalu dia berbisik, “Pssst… itu ada supir bus sekolahku!” Heh? Meski sudah dibujuk untuk tenang saja, tapi si anak tetap menghindar. Bak ninja, dia meloncat sana-sini dan bersembunyi agar tidak terlihat oleh si supir bus. Dan berhasil!

Fenomena 4 (lupa bulannya, yg jelas waktu terima report card)
Lokasi: Ruang kelasnya si Anak

Bu Guru berkata, “Dia serius sekali, susah sekali tersenyum atau tertawa. Saya sampai bertekad bahwa suatu hari, saya akan buat anak ini tersenyum!” Sang Guru juga berkata bahwa si Anak jarang berbincang atau bermain dengan teman-teman sekelasnya dan baru bicara jika ditanya, itu pun dengan singkat.

Fenomena 5 (baru-baru ini)
Lokasi: dokter gigi

Dokter gigi yang mencoba mencairkan suasana bertanya pada si Anak, “Umurnya berapa?” Si Anak diam. Lalu dokter bertanya lagi, “Umurnya seratus ya?” Si Anak tetap diam. Serangkaian pertanyaan ringan diajukan lagi, namun si Anak konsisten dalam diamnya. Dia baru bereaksi ketika si Dokter menanyakan bagian mana giginya yang sakit dengan menebak-nebak, “Yang ini yang sakit?” Itu pun dijawabnya hanya dengan anggukan. Seperti biasa, bibirnya mecucu.

Fenomena 6

Si Anak kalau di rumah ceriwis bukan kepalang, bicara tak habis-habis. Dia gemar bercanda dan membuat jokes alias gurauan. Dia juga bersikap seperti itu jika ada teman kakaknya yang main ke rumah atau saat dia diajak main ke rumah teman kakaknya (play date).

Si Anak lebih memilih menjawab pertanyaan guru dan pendamping gurunya. Tapi ada syaratnya: lokasinya harus di sekolah. Semua percakapan akan terekam dan dilaporkan pada Emaknya saat dia pulang sekolah. Dari percakapan itu dia tahu bahwa gurunya lebih suka minum teh daripada kopi dan ada mahasiswi berusia 20 tahun yang sedang praktek mengajar di kelasnya.

Si Anak sejak usia 4,5 tahun sudah lancar membaca dan mulai menulis. Saat ini (usia 6 tahun dam masih TK), dia menjadi satu-satunya anak di kelasnya yang mengikuti program membaca yang semestinya diikuti anak kelas 1 dan seterusnya.

Presentasi pertamanya di kelas adalah tentang tanaman karnivora bernama Pitcher Plant (Kantung Semar). Presentasi dilakukan dengan cara yang aneh: semua teman-temannya duduk di atas karpet, yang ada di depan, dekat papan tulis, sedangkan si Anak duduk di mejanya, dan berbicara dengan menghadap punggung teman-temannya.

Sampai sekarang, si Emak Kece masih sering heran melihat polah si Anak namun tidak terlalu cemas karena berharap semakin besar dia semakin mampu mengembangkan kemampuan bersosialisasinya.

*mengakhiri tulisan sambil menatap gemas ke si Anak yang sudah sedari tadi terlelap*