[Lomba: Narsisku Bahagiamu] Di Balik Kelambu / Update Peserta

Aku suka banget jajan. Dari mulai jajanan abang2 lewat sampai amigos. Yang murah meriah biasanya aku suka.

Kenapa bisa suka jajan ya? Karena aku dibesarkan di keluarga penikmat kuliner yang suka berburu jajanan enak di setiap tempat yg kami kunjungi, dari mulai di restoran sampai di warung tenda. Gambaran yang agak ekstrimnya adalah, kami pernah bermacet ria menuju daerah Puncak pada saat masa liburan demi menikmati nasi tim yang enaaaak banget di sebuah resto yang ada di sana.

Lalu, pas pacaran, kebetulan dulu si bakal Ayah belum bekerja, masih mahasiswa karena aku lulus duluan sementara dia berlama-lama di kampusnya. Dengan kondisi kantung sama2 tipis, maka kami juga akhirnya memilih kencan makan sederhana, ya di warung tenda atau abang2 bergerobak.

Setelah menikah, ternyata kebiasaan jajan pinggir jalan enggak berubah. Kebetulan kami mengontrak rumah petak di daerah Pancoran. Begitu suatu hari keluar malam berdua, langsung senang banget karena sepanjang jalannya penuh warung tenda dan bisa dicapai dalam beberapa menit saja. Hore!

Sadar banget kalau banyak gak sehatnya sih. Udah gak higienis, kena asap dan debu jalanan, biasanya mengandung banyak vetsin, risikonya juga besar… bisa diare atau mendarat di rumah sakit.

Ada teman asal Jepang dulu yang dengan gagah beraninya mencicipi makanan pinggir jalan. Langsung masuk rumah sakit. Perutnya gak tahan. Kapokkah dia dengan jajanan pinggir jalan? Enggak! Tetap aja dia makan di pinggir jalan, tapi selalu harus menengok tempat cuci piringnya dulu. Kalau nyucinya cuma pake air dalam ember, dia langsung cabut. Kalau pakai keran, baru deh dia mau.

Mungkin karena sudah imun, aku dan suami jarang atau malah gak pernah ya sakit gara2 makanan pinggir jalan. Atau bisa saja gak terdeteksi karena yang namanya diare kalau gak parah2 amat sih dianggap biasa aja.

Tahu gak, sekali2nya aku diare parah sampai masuk rumah sakit justru karena makan di hotel di Jakarta saat ada orientasi sebelum berangkat ke sini. Dasar lambung ‘ndeso.

Setelah punya dua anak, kebiasaan jajan pinggir jalan juga masih kujalani. Salah satu memori tentang Jakarta yang masih tersimpan di benak Imo adalah: makan sate enaaaak banget di pinggir jalan samping universitas Al-Azhar.

Bisa dibayangkan betapa kehilangannya aku akan keberadaan jajanan pinggir jalan murmer selama tinggal di sini. Makanya saat kami sempat main2 ke NYC, langsung histeris begitu lihat ada tukang jajanan bergerobak di trotoarnya. Begitu nemu yang rasanya enak, bahkan sampai beli dua kali berturut2 (di hari yg berbeda)… meski pakai antre panjang dan lama banget.

Dan rasa kangen akan jajanan ini juga yang membuat aku ingin mengadakan lomba yg berhubungan dengan itu, selain juga karena simpati mendalam akan perjuangan para small businessmen/women yang menjadi penjaja makanan pinggir jalan. Kemudian profesi pedagang ini diperluas menjadi bukan hanya pedagang makanan, tapi juga semua jenis pedagang kecil yang menjual barang atau jasa.

Bukan muluk-muluk, misalnya ingin meningkatkan usaha mereka dengan seketika… bukaaan. Tapi keinginanku sederhana saja: Ingin menunjukkan penghargaan pada mereka-mereka yang dengan gigih masih mau berusaha di jalan yang baik, meskipun cuma bermodal kecil serta berketerampilan spesifik dan (mungkin) minim.

Dan jangan salah, sementara mungkin kita melihat bahwa mengangkat mereka dalam tulisan atau berniat membagi hadiah dengan mereka sebagai bentuk “bantuan” buat mereka, sebenarnya pada saat yang sama kita justru banyak belajar dari mereka. Dan pelajaran hidup berdasarkan pengalaman nyata itu tak ternilai harganya, bukan?

Kalau gak percaya, coba deh baca beberapa entries dari peserta lomba berikut ini:

Supir Bemor by Dieend
Bakso Bang Joni by Nahwi
Cilok Rebonding by Mahasiswidudul
Pedagang Kacang Hijau Tanpa Nama by Nanabiroe
Tukang Bubur Banyak Sebutan by Nanabiroe
Tolonglah Aku Belilah Daganganku by Rembulanku
Jamu Jun Mbah Suripah by Bambangpriantono
Odong-Odong Pembawa Keceriaan by Itsmearni
Jualan Makanan Sehat by Mmamir38
Tukang Jahit Keliling by Itsmearni
Nasi Uduk Po Edeh by Jampang
Mau Berjualan Sampai Tua? by Myshant
Tukang Sapu yang Gak Boleh Jauh-Jauh by Myshant
Pedagang “Kecil” dari Pasar Kota by Pianochenk
Andik Bukan Loper Koran Biasa by Emokidonlastevening
Lekker yang Memang Super Lekker by Afemaleguest
Hokian di Malam Tahun Baru by Myelectricaldiary
Penjual Jagung by Myelectricaldiary
Mbak Yati Penjual Jamu dari Wonogiri by Lembarkertas
Mas Gondrong by Jampang
Begitu Berartinya Seorang Pedagang Sayuran by Deikka
Seruling Malam yang Kutunggu by Ibuseno
Nasi Kuning Mamanya Selfi by Pianochenk
Tradisi yang Sudah Turun Temurun by Deikka
Mbak Sayur, Sahabat Keluarga Kami by Nurusyainie
Harapan Dalam Sepotong Tahu by Debapirez
Tak Takut Pada Genderuwo Atau Bencong by Sarahutami
Mie Ayam Penuh Senyuman by Debapirez
Teeee…… Sateeeeee…. by Mahasiswadudul
Tissue….Tissue… by Aghnellia
Nasi Lemak by Anazkia

Bagus-bagus banget kan? Meski belum terlalu banyak pesertanya, tapi aku udah seneng banget karena tulisannya bagus-bagus dan bikin bangga karena MPers mau dan rela meluangkan waktu untuk mengincar pedagang, ngajak ngobrol, dan menuliskan hasil reportasenya. Yang lebih diacungi jempol lagi adalah keberanian para peserta dalam bergaya di depan kamera ala pedagang tersebut. Saluuutttt banget sama kalian!

Dan siapa saja yang berminat ikutan… buruan dehhh… waktunya udah mau habis loooo. Tinggal 1 hari lagi! Tautan lombanya adalah berikut ini:

Tentang Lombanya: Narsisku Bahagiamu
Lapak Setoran Lomba

162 thoughts on “[Lomba: Narsisku Bahagiamu] Di Balik Kelambu / Update Peserta

  1. penuhcinta said: Votenya bukan di sini yaaaa… coba tolong berikan suara di tempat yang semestinya.

    maap salah kamar dah ketempat KTP he he he maap yah gan….

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s