Mantan Pasien Grogol

Alkisah, sekitar tahun 1999 aku harus dioperasi di salah satu rumah sakit di daerah Grogol, Jakarta Barat. Aku memilih rumah sakit ini karena biayanya murah dan dokter yang mendiagnosa penyakitku juga praktek di situ. Singkat cerita, operasinya berhasil dan akupun langsung pulang begitu sudah pulih. Tak terpikirkan sama sekali bahwa nama dan lokasi rumah sakit akan menjadi “senjata” untuk menyerangku.

Mulai tahun 2000 hinggga 2003 aku mengajar si sebuah sekolah tinggi di daerah Jakarta Selatan. Salah satu rekan kerjaku yang bernama Parto (bukan nama sungguhan) ternyata memiliki frekuensi sense of humor yang sama denganku. Kamipun sering bercanda dan ketawa sampai air mata berderai-derai dan perut mules.

Kami berdua juga sangat suka menyanyi. Dengan cueknya kami anggap ruang dosen sebagai studio rekaman. Di saat menunggu giliran menghajar, kami akan bernyanyi-nyanyi mengikuti lagu-lagu yang diputar di radio. Parto dengan suaranya yang penuh vibrasi akan menggetarkan jendela dan dinding ruangan. Sementara aku akan mengkritisinya bagaikan Pranajaya, “Taruh vibrasi tuh di belakangnya aje, jangan di semua nada! Lu sih kalo latihan di atas bajaj!”

Saking akrabnya, akupun menceritakan sejarah soal operasi di Grogol itu. Aku juga sebutkan nama rumah sakit tempat aku dirawat. Polos sekali aku waktu itu.

Seperti bisa diduga, Partopun girang bukan kepalang mendapati fakta tentang operasiku. Dia langsung menjadikannya bahan untuk mengejekku antara lain dengan ucapan: “Makanya, kalau belum sembuh jangan kabur dulu dari rumah sakit!” atau “Operasi lu yang waktu itu gagal kali ye! Sana, operasi lagi!”

Dan aku cuma bisa menangis tersedu-sedu menyadari kekeliruanku membocorkan cerita tentang rumah sakit di Grogol itu, yang kebetulan bernama: Sumber Waras.

Advertisements

80 thoughts on “Mantan Pasien Grogol

  1. agamfat said: Wkkwkwk makanya sering kambuh ya. Elu ngajarr apaan, Ir?

    Begitulah Gam, malang ya nasib gue. Ngajar yg ade hubungannya sama bhs linggis, Gam… dari segala skills sampe sejarah bangsa linggis.

  2. tintin1868 said: pengen jahit mulutnya parto.. ini kog kaya nama pelawak ya.. pantesan ember mulutnya..

    Mbaaak… aku gak tersinggung kok sama ucapannya si Parto. Kami udah biasa banget becandaan kayak begitu.

  3. debapirez said: woiii…..petiugas. ada pasiennya yg kabur ke LN neh. segera kirim red notice krn sangat berbahaya hahahaha….

    Saaahhh… pasti lu mau pake jurus kekuasaan ya?

  4. penuhcinta said: Cuu… nenekmu sakit neeehhh.

    sakit kenapaaa….???kalo sumberwaras lagi salah alamat tuh nekkk. Pan waktu itu aku nganternya yang di otista, sebrang rel sonoan dikitt.. šŸ˜›

  5. ohtrie said: sakit kenapaaa….???kalo sumberwaras lagi salah alamat tuh nekkk. Pan waktu itu aku nganternya yang di otista, sebrang rel sonoan dikitt.. šŸ˜›

    Radang tenggorokan, watuk2, idung bumpet. Sebel deh!Loh, di Otista ada apa sehh?

  6. penuhcinta said: Radang tenggorokan, watuk2, idung bumpet. Sebel deh!Loh, di Otista ada apa sehh?

    owhh, atit beneran nih nekk….?minum jahe lumm…?trus gak puasa duwongg…?

  7. penuhcinta said: Belum mbak Niez. Eh sembuh apanya neh? Kalau jiwanya aku gak tahu deh, gak jelasssss.

    itu tenggorokan sakit sembuhnya hanya karaoke mbakkk….trus upload..niscaya speaker langsung saya off-in…*ngikik*

  8. fendikristin said: oalaahh ternyata Mbak Irma pernah di RS Sumber Waras juga? dulu jaman-nya tuh RS masih jaya aku juga disana tuh Mbak kalo berobat hahahaha

    Iya, cuma sekali sih dan langsung operasi…ha…ha. Oh, pernah jaya ya? Memang bangunannya sih kuno, kayak RS jaman dulu. Banyak yg gak tahu kalau itu bukan RSJ.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s