Tambah Tua Artinya?

Aku ingat saat masih remaja dan sedang berada di angkot yang sepi penumpang. Di depanku duduk seorang nenek-nenek tua yang sudah bungkuk berkain kebaya dan bertutup kepala ala ibu2 pengajian. Kerut-kerut di wajahnya sudah sangat banyak, dan berani taruhan, jika dibuka tutup kepalanya, pasti rambutnya sudah putih semua. Dia duduk termangu sendirian.

Saat itu, yang terlintas di kepalaku adalah, ‘Duh, nenek ini kok sendirian sih. Kemana anak atau cucunya yang seharusnya menemani dia bepergian dengan naik kendaraan umum seperti ini?’ Sungguh aku merasa iba pada nenek ini karena kesendirian dan keringkihannya.

Lalu aku mulai berpikir tentang usia senja. Duh, kalau sudah tua, aku bakal menderita mungkin ya. Sudah tampilan kisut kayak kismis gitu, terus biasanya sakit-sakitan, belum lagi keterbatasan untuk menikmati hal-hal yang biasa dinikmati remaja seusiaku. Saat itu tiba-tiba aku merasakan ketakutan akan usia senja, padahal hal itu pasti tak bisa ditolak, suatu saat pasti aku akan merasakan gilirannya.

Di satu tikungan tak jauh menjelang angkot akan memasuki terminal Ciputat, si Nenek meminta supir untuk berhenti. Dan dengan gerakan lamban dia menuruni angkot lalu berjalan menuju sebuah gang. Dia tak minta dikasihani dan kelihatan mandiri sekali.

Tanpa ada pemicunya, aku mulai berpikir ulang. Mungkinkah masih ada bahagia yang bisa direguk seorang nenek tua? Ah… pasti ada. Tuhan Maha Adil, bukan? Pasti ada sisi kebahagiaan buat seorang nenek yang mungkin berbeda dengan “bahagia” dalam definisiku saat itu. Berada di tengah keluarga dan cucu, mungkin itulah bahagianya seorang nenek tua. Kalau tak punya keluarga? Disayang oleh orang-orang sekitarnya juga bisa kan? Atau bahagia karena sudah sangat banyak melakukan sesuatu untuk sesama, sebuah kepuasan batin yang otomatis hadir saat kita banyak beramal baik. Dan pasti masih banyak potensi-potensi bahagia lainnya yang mungkin aku sekarang belum memahaminya.

Kesimpulanku saat itu adalah, tiap-tiap tahap usia ada kebahagiaan tersendiri dan hanya orang yang bersangkutan yang bisa menjalinnya. Saat itu aku langsung lega dan terhapuslah kecemasan akan menjadi tua itu.

Di usiaku yang ke-36 ini, dengan uban yang mulai bermunculan, aku jelang usia matangku dengan tangan terbuka. Mudah-mudahan aku bisa semakin bijak menjalani hidup ini dan lebih banyak lagi membawa kebaikan dan kebahagiaan bukan hanya untuk orang-orang tercinta di sekitarku tapi juga buat banyak orang. Semoga juga masih diberi kesempatan untuk bersiap-siap menghadapi kehidupan yang sesungguhnya nanti.

Buat teman-teman semua, terima kasih untuk ucapan selamat dan doanya. Seperti apa yang kuyakini, ketika seseorang sedang mendoakan temannya dengan harapan kebaikan, maka malaikat akan mengamini dengan doa dan harapan yang sama. Semoga demikianlah adanya.

Advertisements

73 thoughts on “Tambah Tua Artinya?

  1. mba ir..selamat ulang tahun yahmakin luarbiasa, makin kocak dan inspiratifpsst..lupa ngucapin happy wedding anniversary tgl 24 lalusemoga langgeng dan setia sampe maut memisahkan ya mbadikasih kado apa ni sama 3 jagoanmu??

  2. debapirez said: selamat ulang tahun ya,mba. (*btw,saya dah ngucapin blm ya)semoga semakin wise, baik hati, dan tidak sombong hehe..

    Hi…hi… kayaknya belum deh. Makasih ya Ded!

  3. rosshy77 said: mba ir..selamat ulang tahun yahmakin luarbiasa, makin kocak dan inspiratifpsst..lupa ngucapin happy wedding anniversary tgl 24 lalusemoga langgeng dan setia sampe maut memisahkan ya mbadikasih kado apa ni sama 3 jagoanmu??

    Makasih ya Ros. Wah… ge-er banget nih aku dibilang luar biasa, kocak dan inspiratif. Thank you ya Ros. Kita sama2 saling menginspirasi lewat wadah MP. Oh yaaa…ha…ha. Aku lagi seru2nya sakit gigi pas tanggal 24. Makasih…aaaamiiin. 3 jagoan cuma kasih selamat kok. Aku bilang ke anak2 kalau mereka adalah the greatest gift I’ve ever received.

  4. Mbak Irma..huhuhu. So sorry ya. Telat banget ngucapinnya.Semoga Mbak Irma sehat terus, banyak rezekinya, anak2 jd anak sholeh, disayang terus sama suami, bahagia selalu, pokoknya hidup berkah barokah.Dan happy wedding anniversary juga ya…Btw, hari minggu lalu aku abis ngobrol tentang sakaratul maut saya temenku. Serem banget ternyata pas gugling, apalagi nonton di youtube. Jadi inget, dunia ini bener2 fana. Semoga kita tergolong manusia yang hidup barokah di dunia dan akhirat.*siapa lu Sarah? Masih banyak dosa aje! Sok sok-an pengen barokah hidupnya*

  5. sarahutami said: Mbak Irma..huhuhu. So sorry ya. Telat banget ngucapinnya.Semoga Mbak Irma sehat terus, banyak rezekinya, anak2 jd anak sholeh, disayang terus sama suami, bahagia selalu, pokoknya hidup berkah barokah.Dan happy wedding anniversary juga ya…Btw, hari minggu lalu aku abis ngobrol tentang sakaratul maut saya temenku. Serem banget ternyata pas gugling, apalagi nonton di youtube. Jadi inget, dunia ini bener2 fana. Semoga kita tergolong manusia yang hidup barokah di dunia dan akhirat.*siapa lu Sarah? Masih banyak dosa aje! Sok sok-an pengen barokah hidupnya*

    Makasih ya Saraaah… aamiiin… doanya bagus2 sekali! Oh, sakaratul maut hiks… baca deh yang tentang Yoyoh Yusroh (anggota DPR yang meninggal karena kecelakaan mobil), tenang banget pas menghadapi dan lagi sakaratul maut. Aku bacanya malu banget sekaligus takut karena mikir diri sendiri yang jauuuh dari siap.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s