Jagalah Gigi, Jangan Kau Nodai!

Menjelang ultah pernikahan dan ultahku sendiri, aku malah diterjang sakit gigi yang amboy sedapnya. Teguran kali ye, banyak dosa ni gue. Mungkin juga sedang “ditatar” untuk tidak terlalu ceriwis dan banyak ngomel seperti biasanya. Bisa juga teguran karena sempat lalai dari menjaga kesehatan gigi. Apapun tafsirnya, yang jelas aku mau bagi cerita ini di MP. Moga2 bisa jadi pelajaran dan bisa mencegah “jatuhnya korban” (ceileeee) lainnya.

Jadi begini ceritanya, enam bulan yang lalu, saat hendak berangkat ke Florida, aku merasakan gigi bungsu sebelah kiri ngilu2. Duh kenapa ya? Padahal aku termasuk rajin gosok gigi, dua kali tiap mandi. Tapi memang tiap kali sikat gigi, meskipun ada cermin di kamar mandi, aku gak pernah iseng melihat2 kondisi gigiku yang dibagian dalam ujung banget itu. Begitu mulai berasa sakit dan aku coba lihat di cerimin, alamak! Ajegile tu lobang udah kayak kawah guning berapi. Jadi bagian tengah gigi sudah terkikis hingga menyisakan hanya tepian giginya saja. Lobangnya juga dalam dan menghitam (discoloration) yang artinya sudah ada makanan yang pernah membusuk di situ. Hiyyyyyyyyyyyy… jorok banget gak sih!

Aku langsung merasa bodoh dan menyesal sekali. Bagaimana mungkin lubang segede bagong itu gak pernah terdeteksi sebelumnya? Terus kenapa bisa jadi besar sekali gitu lubangnya?

Jawabannya adalah karena gigi yang bolong itu adalah gigi bungsu yang letaknya jauh di dalam dan biasanya luput dari sapuan sikat gigi dan juga dari pengamatanku. Mungkin… mungkin dulu2 pernah juga kurasakan sedikit cenut2, tapi selalu aku merasa bahwa itu karena tumbuhnya gigi bungsu memang terkenal sakit kaaan? Dulu sempat dengar cerita bahwa rewang di rumah budeku di Solo sampai guling2 kesakitan saat gigi bungsunya tumbuh.

Sebab lain kenapa gigiku bisa bolong parah begitu, karena pola sikat gigi yang salah. Gimana gak salah, kalau sikat gigi cuma saat mandi dan habis itu makan lagi tapi gak disikat. Saat kita tidur , makanan yang mengandung karbohodrat dan gula akan diproses oleh bakteri2 dalam mulut menjadi acid alias asam yang akan mengikis lapisan gigi sedikit demi sedikit. Itu yang bikin gigi jadi berlubang.

Pola sikat gigi hanya kalau mandi ini sebenarnya salah banget. Yang benar adalah setiap habis makan dan paling penting lagi sebelum tidur! Di salah satu situs juga sangat disarankan untuk memakai dental floss yang buat org Indonesia sebenarnya gak umum. Dental floss ini adalah benang khusus yang digesekkan ke sela2 gigi untuk membersihkan kotoran yang ngumpet di situ dan biasanya tak terjangkau oleh sikat gigi.

Pola makan juga menentukan. Sebenarnya asam yang diproduksi bakteri2 nakal itu bisa dinetralisir dengan mineral2 di dalam air ludah kita yang sekaligus juga bisa memperbaiki lapisan enamel di gigi kita. Nah, tapi ada syaratnya. Perbaikan gigi dari serangan asam ini baru bisa terjadi kalau mulut kita diberi jeda waktu. Jadi, kalau kita sering2 makan camilan misalnya di sela2 waktu makan besar, maka gigi gak sempat diperbaiki secara alami, dan kemungkinan bolongpun makin besar.

Karena kurang cermat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, maka aku menerima akibatnya. Dua hari yang lalu adalah puncaknya. Sakit gigi tidak hanya berlangsung di lokasi yang bolong tapi sudah menyebar ke rahang, pipi, hingga bibir bagian kiri yang terasa bagai ditusuk2, sakiiit sekali. Sakitnya juga berlangsung terus-menerus, bukan sakit yang datang dan pergi seperti yang kurasakan saat bulan Desember tahun lalu.

Aku yakin, saraf di gigiku sudah ada yang kena dan ini artinya diperlukan tindakan root canal alias operasi pengangkatan syaraf2 yang rusak.

Dan root canal di sini termasuk tindakan dokter gigi yang termasuk paling mahal dan biasanya tidak ditanggung sepenuhnya oleh asuransi gigi. Sialnya lagi, aku memang belum punya asuransi gigi! Ini sebab utama kenapa aku belum juga ke dokter gigi meski sudah sakit bannget kayak begini.

Sumprit, aku bukannya takut sama dokter gigi. Dari masih kecil, gigiku memang sering bolong. Kalau dulu sih katanya gara2 sering dikasih oleh2 es krim dan coklat sama papaku. Jadi, kunjungan ke dokter gigi justru sudah biasa kulakukan. Cabut gigi di tempat dokter juga sering. Dan waktu SMA aku juga pakai kawat gigi yang prosesnya juga mengharuskan seminggu sekali mengunjungi si dokter gigi eh, ahli orthodontics ding.

Alhasil, aku malah lebih serem tagihan dokter yang bakal dikenakan padaku daripada siksaan raga yang amat sangat menyakitkan ini. Asli, dua hari kemarin aku cuma bisa dieeeemmm aja dan hampir2 tak bisa menyelesaikan order yang sudah terlanjur aku terima.

Akhirnya, aku menyerah dan mulai minum obat penahan rasa sakit dan sampai hari ini masih rutin meminumnya. Alhamdulillah sakitnya bisa “tersembunyikan” dan aku bisa melakukan kegiatan sehari2 seperti biasanya. Tapi obat ini cuma boleh diminum maksimal seminggu dan aku juga ogah lama2 minum obat beginian, kasihan sama ginjalku. Lalu setelah itu gimana kalau masih sakit? Ahhhh…. mudah2an enggak sakit lagi deh. Meski katanya sih, kalau setelah sakit banget ini terus jadi gak sakit, artinya sarafnya udah mati dan mustinya sih tetap harus diangkat.

Aku berdoa semoga teman2ku gak ada yang merasakan sakit gigi kayak begini. Please, mulai sekarang jaga gigi kalian dengan hati2 ya, jangan sekali2 diremehkan. Kalau berasa ada ngilu2, artinya ada yg salah, cepat periksakan ke dokter gigi. Apalagi buat yang sudah ada asuransi gigi… sungguh beruntung lo kalian, jangan disia2kan cuma gara2 takut sama dokter gigi.

Buat yang “beruntung” diberi gigi bungsu (gak semua orang soalnya), jangan lupa sama mereka yang di ujung sono ya. Pakai sikat gigi yang kecil aja biar bisa menjangkau mereka. Pokoknya jangan sampai deh gigi berlubang sampai parah begini…. jangaaaannn.

Sumber: http://www.saveyoursmile.com/healtharticles/cavities.html

Advertisements

53 thoughts on “Jagalah Gigi, Jangan Kau Nodai!

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s