Eh, Doyan Dia!

Masih ingat Mrs. Ross gurunya Imo yang pernah meminta Imo pindah tempat duduk saat makan siang gara-gara dia bawa bekal sushi? Yang kemudian saat aku protes dia malah menantangku untuk membuat makanan untuk murid-murid di kelasnya?

Setelah bulan demi bulan berlalu sejak peristwa itu, aku berpikir Mrs. Ross lupa dan tidak akan memintaku untuk membuat panganan. Aku juga diam-diam saja tak menanyakan. Tapi saat semua anak kelas 3 akan mengikuti tes ISAT, tiba-tiba Imo menyampaikan pesan bahwa Mrs. Ross minta kesediaanku untuk membuat egg-rolls alias lumpia2an untuk seluruh anak di kelas itu plus dianya sendiri. Karena dulu sudah bilang kalau diminta aku akan buatkan, ya sudah lah aku jabanin.

Jumlah total murid di kelas Imo ada 27 anak dan ini katanya jumlah murid yang paling banyak di sekolahnya. Ditambah Mrs. Ross berarti ada 28. Masing-masing akan kubuatkan dua lumpia dan satu bonus untuk Mrs. Ross. Jadi total lumpia yang harus aku buat adalah 57… bulatkan saja jadi 60. Kulit lumpia yang siap pakai sudah aku beli dari International Grocery, sedangkan isinya aku ramu dari kol, wortel dan daging sapi cincang dengan bumbu standar. Saat menaburi bumbu, aku sengaja menahan diri supaya tak terlalu bernafsu. Bukan apa-apa, tahu sendiri kalau lidah kebanyakan orang sini tak biasa dengan makanan yang terlalu pekat rasa bumbunya.


Setelah bergulat pontang-panting selama berjam-jam, jadilah 100 buah lumpia. Loh kok seratus? Sengaja aku lebihkan beberapa untuk yang dibawa ke sekolah dan sisanya buat di rumah. Lumpia yang belum digoreng itu aku simpan di kulkas dan besok paginya baru menggoreng dan menyiapkannya di wadah aluminium foil serta mengantarkannya ke sekolah Imo.

Karena saat aku tiba di sekolahnya, para murid masih sibuk mengerjakan tes, maka aku cuma titipkan seserahan itu pada sekretaris sekolah yang biasa mangkal di tempat penyambutan tamu. Jadi sama sekali aku tak tahu bagaimana reaksi anak-anak itu dan gurunya saat memakan lumpia yang menurutku agak kurang berasa bumbunya. Mudah-mudahan mereka suka, dan yang lebih penting lagi semoga tak ada yang sakit perut setelah memakannya. Bisa dituntut gue..he..he.

Saat Imo pulang dari sekolah, aku tanya dia bagaimana egg-rollsnya, sukakah mereka? Menurut Imo mereka suka dan semua egg-rolls yang aku kirimkan laris manis. Imo juga membawakan sebuah kartu dari Mrs. Ross yang ternyata ucapan terima kasih disertai tulisan dan tanda tangan semua murid-murid. Ini memang kebiasaan lazim di sini. Oh, ya syukur alhamdulillah kalau mereka menikmatinya.

Saat terima rapor Imo dan kami datang ke sekolah untuk menemui Mrs. Ross, kembali Mrs. Ross mengucapkan terima kasih dan katanya seperti makan lumpia di restoran. Saaah… lebay ah dikau Mrs. Ross.


Sudah ya, masalah egg-rolls aku anggap selesai. Ibaratnya hutang, sudah kulunasi. Tapi, kemarin sore Imo pulang sekolah dan mengatakan, “Ma, Mrs. Ross minta dibuatkan egg-rolls lagi untuk teman-teman sekelas, tapi dia akan bayar.” Hah? Pegimane ini, kok die minta lagi? Doyan yaaaa?

Aku masih pikir-pikir. Habis mau dihargai berapa coba. Mosok aku tega minta bayaran dari gurunya Imo? Paling-paling aku akan bikinkan tanpa minta bayaran. Sambil kepikiran juga akan buatkan satu camilan lagi yang khas Indonesia. Kalau egg-rolls kan Asia ya… gak murni khas Indonesia wong isinya juga bukan rebung dan ebi seperti lumpia Semarang itu. Ada usulan, kira-kira camilan apa yang gampang diterima lidah orang bukan Indonesia? Boleh yang asin atau manis, tapi jangan yang susah ya.

Makacih sebelumnya. Plakkkk… tabokin atu2. Ha…ha…ha. Kalo ciumin atu2 udah dipake sama Mbak Arie soalnya.

Advertisements

116 thoughts on “Eh, Doyan Dia!

  1. Nagasarinya kalo ga mau repot jangan dibungkusin satu2, taro aja adonan tepungnya di loyang, terus pisang, terus ditutup lagi pake adonan tepung, kukus, potong2 deh…

  2. nendenros said: Nagasarinya kalo ga mau repot jangan dibungkusin satu2, taro aja adonan tepungnya di loyang, terus pisang, terus ditutup lagi pake adonan tepung, kukus, potong2 deh…

    Oh ya… terus baru dibungkusin plastik ya? Makasih idenya!

  3. sarahutami said: Mbak Ir, kalo ngirim makanan ke ngamrikah dibuang gak sama org custom?

    Kalau diakalin kayaknya enggak. Aku malah belum pernah minta kiriman makanan dari sana, ogah ngerepotin (pedehel keluarga sendiri yak…he…he). Memangnya Sarah mau kirim apaan? *ge-er tralala*

  4. sarahutami said: Yang gampang kue lumpur yang ada kismis ditengahnya.

    Iya… aku belum pernah buat tapi masukin daftar aja deh. Susahnya camilan Indonesia kebanyakan dikukus sih ya dan bahannya juga gak banyak di sini.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s