Kembali ke Kota Tua


Ini perjalanan model apa sih sebenarnya? Kok bolak-balik kayak setrikaan. He…he…he… perjalanan gaya bebas, sebebas-bebasnya. Semoga gak membingungkan para pembaca ya. Wong aku aja yang nulis bingung.

Masih ingat perjalanan kami ke St. Augustine? Nah, saat itu kami membeli tiket tur dengan trolley mengelilingi kota tua ini yang berlaku untuk 3 hari. Demi memanfaatkan tiket, sekaligus karena ingin menjelajahi kota ini, kami pun pergi lagi dalam perjalanan selama satu jam dari pantai Daytona menuju St. Augustine. Lagi-lagi kami berangkat agak terlambat karena paginya bermain-main dulu di pinggir pantai.

Tur dimulai dari gedung Ripley’s Believe It or Not, dan kami sempat terpana melihat keran tanpa pipa yang terpajang di depannya, yang rupanya luput kami lihat di kunjungan pertama. Imo kemudian menemukan rahasia triknya dan memberitahukannya pada Darrel. Lucunya, setiap kali ada pengunjung lain yang melihat keran itu dengan penuh keheranan, maka tanpa diminta, Imo dan Darrel menerangkan trik di balik keran yang tampak “ajaib” itu.

Kemudian kami menaiki kereta berwarna merah, sama seperti yang kami naiki saat tur malam hari. Kereta membawa kami berkeliling dari satu tujuan wisata populer di St. Augustine ke tujuan lainnya. Sang supir menyetir sambil menerangkan bangunan2 apa yang kami lewati. Yang masih aku ingat antara lain adalah bangunan yang didirikan sebagai gereka pertama di tanah Amerika dan namanya Mission of Nombre de Dios (psst… ini nyontek, krn aslinya gue gak apal…ha…ha). Penumpang trolley bisa turun di sini dan berkunjung ke dalamnya dengan gratis.

Lalu kami melintasi pohon Oak sangat tua berusia lebih dari 600 tahun yang masih tumbuh dan dijaga di situ yang disebut sebagai The Old Senator. Lucunya, pohon ini tumbuh di pekarangan sebuah hotel/motel. Gak kebayang berisiknya menginap di hotel ini karena kendaraan tur semacam trolley ini seharian bolak-balik di halamannya.

Setelah itu kami menuju sebuah jalanan bernama Magnolia Avenue yang di sepanjang sisinya ditumbuhi pohon oak besar2 yang dahan dan rantingnya memayungi jalan di bawahnya. Adem banget lewat jalan ini. Coba ditumbuhi pohon magnolia beneran, pasti cantik banget saat musim semi.

Di Magnolia Avenue terdapat satu tujuan wisata terkenal, yaitu Fountain of Youth alias mata air awet muda. Waaa…. mau donk! Kabarnya, kalau mminum air dari mata air itu bisa awet muda lo! Tapi aku kan gak perlu ya minum air ajaib ini, wong gak minum juga udah terlihat imut2 dan awet muda kaaaan (hueekk). Jadi, kami cuma lewatkan saja fountain of youth ini dan berniat melihat-lihat tempat lain dulu. Toh naik trolley ini bisa berkali-kali turun-naik.

Dari situ kami melewati the Old Jail yang selain merupakan bangunan penjara tua (didirikan tahun 1891) yang berisi sel dan artefak penjara juga menyajikan aktor dan aktris berpakaian bak Sheriff dan napi2nya. Sayangnya, karena wahana ini harus bayar lagi dan juga untuk menghemat waktu, kami lewatkan begitu saja. Padahal pas udah sampai di rumah ya nyesel juga. Hehhh.

Kami pun melewati St. Augustine Historical Museum, Villa Zorayda (replika istana Alhambra di Spanyol), Oldest School (ya sekolah tertua di Ngamrikah), Huguenot Graveyard (pemakaman khusus untuk org kapir di masa itu alias non-Catholics) serta banyak tempat bersejarah lainnya tanpa sempat turun! Hari semakin senja, dan saat kami tiba di depan Castillo de San Marcos barulah kami turun karena memang ingin sekali melihat bangunan benteng ini.



Sebelum ke benteng, kami sempatkan melihat-lihat sedikit bagian dari mal bersejarah di St. George St. yang sebenarnya adalah sederetan toko yang kebanyakan menjual makanan atau souvenir. Kami sempat mampir ke salah satu toko coklat untuk membeli kopi dan coklat panas. Coklat panasnya yummy sekali, sedangkan kopinya pahit sampai aku harus balik lagi untuk minta lebih banyak gula dalam sachet. Saat kembali utk ambil gula ini, aku sempat melihat dan memotret peragaan membuat fudge di dekat jendela etalase toko. Sepertinya posisinya sengaja dekat jendela supaya para pejalan kaki yang lewat dan melihat tertarik untuk masuk ke toko coklat ini. Belakangan baru tahu kalau St. Augustine terkenal dengan kelezatan fudgenya, sayang deh kami tak mencobanya. Rasa coklat panasnya saja sudah lezat sekali, apalagi fudge-nya ya (sambil ngetik, ngiler… pengen fudge dr St. Augustine!). Setelah puas duduk-duduk sebentar di samping toko coklat, kami jalan lagi ke benteng yang sudah tak jauh lagi dari situ.



Castillo de San Marcos merupakan benteng perlawanan Spanyol melawan tentara Inggris. Bahan bakunya terbuat dari batu khusus bernama coquina yang sebenarnya adalah pecahan kulit kerang yang menyatu dan membatu. Bahan coquina ini ternyata sangat kuat sehingga tak mempan ditembak oleh meriam. Saat kami makan siang sambil gelar tikar di pantai dekat St. Augustine, kami sempat melihat batu-batu karang yang ketika didekati terlihat tekstur kumpulan kulit kerangnya.

Saat kami datang, ternyata sedang akan dimulai peledakan meriam yang selama sehari dilakukan 2 atau 3 kali di waktu-waktu tertentu. Kami langsung pasang posisi untuk bisa memotret kejadian ini. Peledakan meriam tidak tanggung-tanggung, dilakukan oleh sepasukan tentara (bo’ongan) yang berseragam tentara kuno. Mereka melakukan manuver baris berbaris dan komandannya melakukan sedikit pidato dalam bahasa Spanyol. Sialnya, saat diledakkan, aku malah kaget banget dan kamera tentu saja goyang. Padahal sudah mengantisipasi, tapi kok ya bunyinya nyariiing sekali. Lah, namanya juga meriam untuk menghalau lawan yak. Kalau bunyinya psssss…itu sih kentut namanya.

Setelah meriam diledakkan, kami menghampiri para tentara itu dan minta foto2 bareng. Lumayaaan… gratis. Sehabis itu, kami berkeliling lagi dan menuju pintu gerbang keluar yang berbentuk jembatan. Sempat juga duduk-duduk sambil melihat jembatan Lion yang membuka saat ada kapal kecil yang hendak lewat di Mantanzas Bay.


Karena trolley yang berkeliling itu sudah habis waktunya, maka kami
berjalan kaki menuju Ripley, untung saja jaraknya tak jauh. Sebelum benar-benar pulang, kami memasuki rumah batang kayu (log house) tertua yang dipajang di halaman Ripley. Kami juga sempat berfoto2 bersama replika patung David yang terkenal itu. Karena sepi, tak ada pengunjung lain, maka kumat lagi deh kebiasaan foto2 aneh di sekitar patung ini sambil ketawa-tawa gila. Imo sampai geleng2 kepala melihat kelakuan emak babenya.

Hari makin gelap. Kami lalu memutuskan untuk memanfaatkan tiket golf mini yang diberikan sebagai bagian dari tur trolley tadi. Maka, kami tutup malam itu dengan main golf di pinggir sungai. Arenanya tidak terlalu seru atau seheboh arena golf mini yang kami lihat di Daytona, tapi lumayanlah untuk coba-coba. Anak-anakku belum pernah soalnya.

Kami lega karena anak-anak akhirnya menikmati juga perjal
anan ke St. Augustine meski tidak lengkap karena terlalu banyak tempat yang kami cuma lewati saja. Kapan-kapan deh, kalau ada rejeki dan waktu lagi, aku mau lebih lama mengelilingi kota yang menurutku sangat romantis ini (ternyata memang banyak pesta pernikahan diadakan di sini saat musim semi).

Besok hari terakhir kami di Florida… oh… rasanya gak mau pulaaaang! Seminggu rasanya tak cukup untuk mengubek-ubek satu negara bagian saja. Itulah gambaran betapa luasnya wilayah Ngamrikah ini.

96 thoughts on “Kembali ke Kota Tua

  1. ayanapunya said: request foto spring boleh nggak mbaaa? hehehe

    Boleh… kebetulan sudah ada juga yg pesan. Kok aku serasa tukang jahit yg banyak pesanan ya? Ha…ha…ha. Tapi kualitasnya seadanya krn kendala alat dan juga kebanyakan diambil dr mobil yg sedang melaju.

  2. nitafebri said: jadi penasraan dg Ghost Tour pengen tau hantu ngamrik serem mana ama hantu lokal di mari..n doyan meyan nggak

    Iya, aku juga penasaran. Pengen ikut, tapi anak2-ku gimana dong? Kasihan mereka kalau sampai mimpi buruk gara2 emaknya nekad.Doyan menyan apa enggak aku kurang tahu, tapi ada yg gak demen sama bawang putih…he…he.

  3. penuhcinta said: Iya, aku juga penasaran. Pengen ikut, tapi anak2-ku gimana dong? Kasihan mereka kalau sampai mimpi buruk gara2 emaknya nekad.Doyan menyan apa enggak aku kurang tahu, tapi ada yg gak demen sama bawang putih…he…he.

    kira-kira sereman mana hantu amerika sama hantu ala indonesia, Nit? 😀

  4. orangjava said: ***Besok hari terakhir kami di Florida***Mancing banyak ikan…tetapi juga ALLIGATOR dan Ular gede….

    Aku lihat memang ada orang yang mancing di pantainya Pakdhe! Wah… jadi ngiler. Tapi suamiku ogah bawa pancingan ke Florida. Menuh2in bagasi aje, gitu katanya. Nasib deeeeh.

  5. penuhcinta said: Aku lihat memang ada orang yang mancing di pantainya Pakdhe! Wah… jadi ngiler. Tapi suamiku ogah bawa pancingan ke Florida. Menuh2in bagasi aje, gitu katanya. Nasib deeeeh.

    Beli aja satu kan banyak Toko disana….

  6. srisariningdiyah said: ah sebel… mana nyari2 foto gila mb ir ga ada*banting jendela*

    Hua…ha…ha… kan nanti kalo ceritanya udah kelar semua. Aku keburu lupa nih. Bentar lagi yaa. *kasih pintu buat digigit2*

  7. orangjava said: Beli aja satu kan banyak Toko disana….

    Itu dia, pas ke wal-mart utk beli bahan makanan, aku udah mau beli… eh gak boleh. Ahhh… sebalnya dakoe!Jadi gini Pakdhe, yg hobi mancing tuh cuma aku dan anak2. Suamiku gak doyan mancing. Kalau nemenin kami mancing, dia bawa e-book reader-nya dan baca deh. Sekali2 sih ikutan, tapi gampang bosan kalau gak dapet2.

  8. ayanapunya said: kira-kira sereman mana hantu amerika sama hantu ala indonesia, Nit? 😀

    Hantu Indonesia dong! Tampilannya di film kan dekat dengan keseharian kita. Maksudnya rumahnya, tanah pedesaannya, orang2nya.

  9. orangjava said: Hahahaha ajakin jalan2 ke Alligator Aley…dorong kesana hehehehe….kamu dimana Key West?? apa masih di MIAMI??

    Hahh… jangan donk… kan aku masih cinta (suit..suit). Bukan Pakdhe, cukup di Daytona saja. Gak sampai Miami, masih 5 jam dr Daytona soalnya.

  10. penuhcinta said: keran tanpa pipa

    replika dari yg di ankor wat? atau duluan mana?Itu fiber glass atau air beneran yg ngucur? kalo pake air, selangnya ada di dlm fiber yg seolah air itu kan? ditambah sedikit kucuran air beneran yg terus mengalir dari pemutar daur air mancur yg ditanem di pot, udah sempurna deh. (salam buat anak2 lo, bilang gw juga tahu triknya. yeeee….)

  11. orangjava said: Yo nasib ya…kamu tidur aku baru bangun, seperti anakku di Sna Antonio..Good Nite…

    Iya, Pakdhe. Kendala waktu nih. Sama deh, kalo mau telepon ke Indonesia juga. Beda 12 jam. Makasih, Pakdhe.

  12. sarahutami said: Yang gak suka mancing artinya gak sabaran. Yang suka mancing di air keruh artinya pinter.

    Herannya, justru suamiku orgnya sabar banget…ha…ha. Yg gak sabaran justru aku nih, grusa-grusu bin nekad.

  13. nonragil said: Oh….kota ini yang kita omong’in kemarin ya? Keliatan kalau kotanya cantik, Ir.

    Iya, Mbak Helene. St. Augustine cantik banget. Ini belum semua bangunan yang menarik bisa aku jepret. Bagusnya ke sini memang dua atau tiga hari penuh dan naik-turun kereta, bukan kelamaan ngendon di atas kereta kayak kami kemaren…ha..ha..ha. Banyak juga penginapan yang ada di pusat kota lo, Mbak dan bangunannya ditata sehingga kesannya kuno (terutama utk bed & breakfast).

  14. martoart said: tapi daya halaunya juga tak bisa dianggap remeh.

    Tergantung sebelumnya makan apa… he…he. Kalau abis makan parfum mungkin justru org2 akan datang mendekat.

  15. martoart said: replika dari yg di ankor wat? atau duluan mana?Itu fiber glass atau air beneran yg ngucur? kalo pake air, selangnya ada di dlm fiber yg seolah air itu kan? ditambah sedikit kucuran air beneran yg terus mengalir dari pemutar daur air mancur yg ditanem di pot, udah sempurna deh. (salam buat anak2 lo, bilang gw juga tahu triknya. yeeee….)

    Ada juga ya di sana? Siapa duluan… entahlah. Bisa jadi museum ini cuma memajang replika dari yang sudah sebelumnya ada di Ankor Wat. Ini air beneran ngucur, Cak. Jadi ya seperti yg sampeyan terangkan. He…he… iya nanti aku kasih tahu sama mereka.

  16. penuhcinta said: pohon Oak sangat tua berusia lebih dari 600 tahun yang masih tumbuh dan dijaga di situ

    Cari pohon maple deh Ma, dijamin susah dan langka. Produsen gitar entu hobi banget nebangin pohon maple buat bahan dasar gitar…

  17. Ngeledakin meriam kan? Bukan bom?Kalo di Indonesia hobinya ngeledakin bom, lah di Cirebon baru-baru ini ada bom bunuh diri Ma. Parah! Btw ngeledakin meriam sambil nyanyi lagu Yankee Doodle nggak? Kostumnya udah pas banget tuh…

  18. Itu sebenarnya motoin kuburannya, Man. Itu loh yg ada di balik tembok. Kuburan khusus org non-Katolik krn saat itu yg menguasai St. Augustine kan bangsa Spanyol. jadi org non-Katolik gak bole dikubur di dalam kota (sesuai batas kota saat itu).Si cowok cakep itu sih beruntung aja bisa ketangkep jepretan gue..hi…hi…hi. Cewek cekep? Bukannya udah di postingan gue tentang Darrel belajar renang?

  19. Iya… memang triknya ada di kucuran air yg ternyata pipa transparan yg dialiri air dari bawah (dr tong airnya itu). Makasih Om, Imo alhamdulillah pinter… gak edun kayak emaknya…he..he.

  20. luqmanhakim said: Cari pohon maple deh Ma, dijamin susah dan langka. Produsen gitar entu hobi banget nebangin pohon maple buat bahan dasar gitar…

    Masih banyak, Man… bentuk daunnya khas banget jd gampang dikenali. Nanti gue potoin dah.

  21. Iya, cuma meriam. Gue juga baca2 td tentang yg di Cirebon. Makin kacau aja. Sebenernya ada apa sih? Kayak ada yg “perang” aja tapi diam2. Seragamnya kayak tentara confederate ya? Tapi ini ceritanya tentara Spanyol jaman dulu.

  22. penuhcinta said: Miss Marple.

    ya kalo pohon itu boleh disebut Mapel ato Marpel, masak Miss Marpel gak boleh dipanggil Miss Mapel. Asal jangan Miss Marto. he he..(pedahal salah ngetrik tadi)

  23. penuhcinta said: Ini perjalanan model apa sih sebenarnya? Kok bolak-balik kayak setrikaan. He…he…he… perjalanan gaya bebas, sebebas-bebasnya. Semoga gak membingungkan para pembaca ya. Wong aku aja yang nulis bingung.

    qiqiqiqiqiqi…aku kalau nulis cerita juga gitu, suka seenaknya tergantung mood.

  24. martoart said: ya kalo pohon itu boleh disebut Mapel ato Marpel, masak Miss Marpel gak boleh dipanggil Miss Mapel. Asal jangan Miss Marto. he he..(pedahal salah ngetrik tadi)

    Hi…hi…hi.. iya deh. Buat si Mbah apa sih yg aku kasih. Si Mbah gitu looo.

  25. enkoos said: qiqiqiqiqiqi…aku kalau nulis cerita juga gitu, suka seenaknya tergantung mood.

    Ini bukan saja krn gaya nulisnya tapi memang perjalanannya bolak-balik begini, Mbak..he…he…he.

  26. tintin1868 said: hihihi ganteng kan.. coba m.luq dong yang moto cewe, jadi adil.. wajarlah kalu cewe motret brondong.. ntar disangka echa keberapa deh kalu cowo motret cowo juga..

    He-he… kadang2 aku potretin juga cewek yg cakep, tergantung situasi deh mana yg lebih gampang ngambilnya.

  27. tintin1868 said: bagus ya mereka punya “program” untuk promosi.. jadi ada kaya operet juga disana..

    Program utk promosi yang dimaksud yg mana ya Mbak? Iya, operet tapi biasanya pake nyanyi2, kalau ini sih cuma kayak drama satu babak gitu.

  28. penuhcinta said: i Magnolia Avenue terdapat satu tujuan wisata terkenal, yaitu Fountain of Youth alias mata air awet muda. Waaa…. mau donk! Kabarnya, kalau mminum air dari mata air itu bisa awet muda lo!

    mam…kl di Indonesia dah berbondong2 orang sampe ada yg tewas keinjek 🙂

  29. rosshy77 said: mam…kl di Indonesia dah berbondong2 orang sampe ada yg tewas keinjek 🙂

    He-eh… seperti anak ajaib yg bisa ngobatin orang itu ya? Bangsa kita memang mudah histeris.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s