Loh, KSC Lagi? Doyan ya?


Di Hari keenam ini, kami memutuskan untuk kembali mengunjungi Kennedy Space Center. Alasannya bukan karena doyan, tapi karena gah-gi… ogah rugi. Tiket masuk KSC memang dirancang untuk dua kali masuk dalam jangka waktu maksimal tujuh hari. Artinya, jeda lebih dari tujuh hari hari setelah kunjungan pertama, tiket masuknya akan hangus.


Kemungkinan akan antri yang ular naga panjangnya sempat membuat ciut hati kami. Bayangkan saja, di hari pertama waktu kami banyak dihabiskan untuk mengantri! Benar-benar rugi waktu. Tapi gile bener, saat kami tiba di pintu gerbang KSC, ternyata sepi bukan ampunan! Antrian tiket nyaris tidak ada. Padahal kami tiba di situ sekitar jam 12 siang, tak jauh beda dengan waktu kami datang ke sini pertama kali. Lalu apa yang bikin beda? Dugaanku sih karena kemarin itu sehari setelah Natal, sehingga pengunjungnya membludak. Mirip deh dengan di Jakarta yang kalau lebaran, tempat wisata seperti Ancol pasti penuh.


K
ondisi di dalamnya sih tidak sesepi saat di loket tiket, cukup ramai juga. Tapi jelas jauh berbeda dengan kemarin itu. Nyaris tak ada antrian menuju terminal shuttle bus yang mengantar menempuh tur ke lokasi-lokasi yang sudah kami kunjungi dua hari yang lalu. Tapi kami tak tergoda untuk mengulang kembali tur tersebut, karena masih lumayan banyak wahana yang belum kami jelajahi di sini.


Pertama-tama kami mencoba menonton pertunjukkan Star Trek yang merupakan pertunjukan panggung yang ceritanya berdasarkan tokoh2 dalam film Star Trek. Dengan panggung yang sangat kecil dan properti panggung yang minim, ternyata mereka cukup menghibur. Apalagi pemerannya juga cukup menyegarkan mata penonton. Supaya tambah ramai, para pemeran mengajak penonton ikut berpartisipasi, dari mulai meneriakkan yel-yel, kata siap, sampai dengan menarik beberapa penonton untuk naik ke atas panggung.

Karuan saja Imo dan Darrel juga ingin ditarik ke panggung, apalagi Imo yang semangat tampilnya tinggi sekali. Tapi sayang, karena datang saat pertunjukan telah hampir dimulai, kami cuma dapat tempat duduk di deretan paling belakang sehingga sulit untuk dilihat oleh para pemain yang sedang mengincar anak yang hendak diajak ke panggung. Alhasil, Imo dan Darrel terpaksa harus cukup puas dengan jadi penonton saja.


Demi menghemat waktu dan berdasarkan pengalaman sebelumnya dimana waktu kami juga habis untuk sekedar mengantri makan siang, maka kami sudah membeli makanan di jalan sebagai bekal makan siang kami. Sambil menimbang-nimbang hendak kemana selanjutnya, kami makan siang di dekat arena bermain anak. Anak-anak tentu saja tak sabar untuk bermain seluncuran dan panjat tebing tapi kami tak memperbolehkan mereka main sebelum mereka menghabiskan makanan mereka.

Selanjutnya, kami menuju tempat terdekat yaitu Rocket Garden yang berisi roket-roket bekas yang dipajang secara vertikal. Di bawah masing-masing roket terdapat keterangan tentang jenis dan kapan diluncurkannya. Di beberapa tempat disediakan bangku, meja di bawah naungan payung-payung besar. Asyik juga mungkin ya kalau bisa ngopi atau ngeteh sambil dengan pemandangan roket2 ini.


Setelah puas melihat-lihat dan foto-foto, kami lalu menuju wahana Early Space Exploration yang isinya alat peraga dan poster tentang bagaimana penjelajahan luar angkasa dimulai. Tentu saja mereka tak bisa mengingkari bahwa Rusia adalah yang pertama kali memulainya, karena itu ada juga beberapa poster dan keterangan mengenai hal ini. Di sini kami sempat menggila dengan berfoto di depan beberapa poster raksasa yang ada di luar dan dalam gedung. Saking menggilanya, sampai sempat ditonton oleh rombongan pengunjung lain yang kebetulan lewat. Ah, biar saja, gak ada larangan untuk berfoto2 heboh kaaaan? Mumpung ada di sini, daripada menyesal pas sudah pulang nanti.

Wahana selanjutnya adalah Exploration Space: Explorers Wanted, yang isinya adalah inovasi terbaru (?) NASA dan juga mengungkap manfaat apa saja yang didapat dari penjelajahan ke luar angkasa. Seperti halnya di tempat sebelumnya, di sini terdapat
banyak alat peraga. Yang

membedakan adalah adanya presentasi oleh petugas kompleks KSC. Cukup menarik, tapi lagi-lagi anak2 lebih tertarik mencoba alat peraga yang interaktif seperti simulasi robot yang menjelajahi bulan. Mungkin kalau aku boleh kasih saran ke KSC, justru alat-alat peraga seperti ini yang diperbanyak karena tidak membosankan.



Wahana terakhir yang kami kunjungi adalah Shuttle Lauch Experience yang merupakan simulator peluncuran pesawat luar angkasa yang pakai getar2 (bukan asmara) dan suara keras sehingga kita merasa seperti astronot di dalam pesawat yang diluncurkan. Untuk wahana satu ini, aku terpaksa cuma duduk menunggu di luar bersama Darrel karena untuk naik wahana ini ada persyaratan tinggi minimal. Darrel kurang tinggi, sehingga hanya Imo dan Ayahnya yang mencoba simulator ini. Ya sudahlah, selama setengah jam-an aku dan Darrel duduk-duduk sambil menikmati langit yang berubah jadi gelap.

Sebelum memutuskan untuk pulang, kami sempatkan untuk mampir ke toko souvenirnya sekali lagi. Siapa tahu ada barang mur-mer yang bisa dibawa pulang. Pucuk dicinta ulam tiba, tanpa kami rencanakan sebelumnya, ternyata saat itu ada mantan astronot (beneran) yang sedang bagi-bagi tanda tangan. Tentu saja kesempatan ini tak kami sia-siakan. Selain meminta tanda tangan di atas fotonya si astronot yang sudah disediakan di situ, kami juga berfoto bersama sang astronot yang sudah gaek ini. Imo sangat senang bisa mendapatkan tanda tangan sang astronot. Ini kali kedua kami mendapat tanda tangan “selebriti” selama bepergian di sini. Sebelumnya kami pernah mendapatkan tanda tangan penemu fosil T-Rex terbesar saat berkunjung ke Field Museum di Chicago.


Langit telah sangat gelap saat kami meninggalkan Kennedy Space Center. Kesan kedua ternyata lebih menyenangkan dari yang pertama. Sampai di Daytona, aku masih sempat masak makan malam dan dengan diiringi debur ombak laut Atlantik kami pun makan malam. Besok hari ketujuh kami di sini, pertanda liburan kami sudah hampir berakhir. Petualangan yang lain pun sudah menunggu. Semoga sama atau lebih menyenangkan dari hari ini.

Florida Trip Day 6-2

66 thoughts on “Loh, KSC Lagi? Doyan ya?

  1. sarahutami said: thats why saya bilang di negara maju lebih enak mbak Ir. Tertib kan dan fasilitasnya lengkap. Disini wc butut aja bayar. Dikit2 duit. Mending worth it. Ini mah bau kampret. Lah jadi ngomel2.

    Ha…ha…ha… gak apa2 Sar, lepaskan aja daripada jd bisul…he…he. Aku suka membela diri dengan mengatakan bahwa negara2 maju kan starting point-nya sudah lebih dulu, jadi wajar kalau sudah lebih maju dan rapih tatanannya. Tapi kemudian nyadar bahwa di samping2 kita ada Malaysia, Singapura, dll yang ndalalah lebih muda tapi kok lebih maju.

  2. lihatpadaku said: Coba ya di Indo lebih banyak tempat2 yg seru buat main anak-anak, jadi ngga usah ke mall. Di Jakarta, tiap wiken mall cuma diisi oleh keluarga yang berparade dengan kereta dorong dan para baby sitternya. Kasian anak2 itu 😀

    Dinca, kemana ajaaa? Ho-oh, Agam juga sering cerita begitu… tempat wisata di Jakarta yang populer ya mall. Dulupun, saat masih di Jakarta aku bawa main Imo ya ke mall. Selama di sini malah jaraaaang banget ke mall dan kalaupun ke mall, anak2 aku bawa ke Science Center.

  3. lihatpadaku said: Ada mba muter aja fb, twitter dan MP (yg ini paling komen2 aja), kangen MP lama ngga posting sampe lupa caranya hahaha

    Hah? Sampe lupa caranya? Hi..hi…hi… udah kelamaan banget itu tandanya. Harus balik, Din!

  4. martoart said: di mana ya dlu aku temui forum yg membahas kronika star trek? forum yg ngebahas beberapa kejanggalan logika ttg film itu. seru.

    Sampai meng-occult (opo ya.. mengkultus?) kan ya Cak, ada pertemuan tahunan segala antar pengemar Star Trek. Aku dulu juga suka nonton filmnya. Yang unik dan nempel di otakku adalah episode ketika mereka mendarat di planet yang kayak surga dan penghuninya menyembah “tuhan” yang ternyata mahluk planet yg lebih superior yang mengawasi dari kapal ruang angkasa mereka.

  5. penuhcinta said: menyembah “tuhan” yang ternyata mahluk planet yg lebih superior yang mengawasi dari kapal ruang angkasa mereka.

    itu kan buat nunjukin yg sebenarnya sedang terjadi pada manusia bumi.

  6. martoart said: itu kan buat nunjukin yg sebenarnya sedang terjadi pada manusia bumi.

    Yg “sebenarnya” bukannya relatip juga tuh? Yang jelas saat nonton film ini aku sempat agak “terguncang”. Gile bener ya daya imajinasi pembuat film ini.

  7. penuhcinta said: Gile bener ya daya imajinasi pembuat film ini.

    sejujurnya itu imajinasi banyak anak kecil, pas smp aku juga ngimajinasiin hal yg sama. secara itu masa2 tertarik ma dunia ufo. Nah, masalahnya aku dan banyak anak seusiaku dulu bukan pembuat film. Darel n Imo pun rasanya punya banyak imajinasi yg sama. Orang dikenal karena mewujudkan imajinasinya. Sehebat apapun imajinasi, akan terklubur jaman kalo cuma buat bantal tidur.

  8. martoart said: sejujurnya itu imajinasi banyak anak kecil, pas smp aku juga ngimajinasiin hal yg sama. secara itu masa2 tertarik ma dunia ufo. Nah, masalahnya aku dan banyak anak seusiaku dulu bukan pembuat film. Darel n Imo pun rasanya punya banyak imajinasi yg sama. Orang dikenal karena mewujudkan imajinasinya. Sehebat apapun imajinasi, akan terklubur jaman kalo cuma buat bantal tidur.

    Tapi kalau masalah ketuhanan kan dr kecil biasanya sudah ditanamkan sesuai apa yg dipercayai ortunya, Cak. UFO-nya sih iya udah dipikirin dr kecil, tp nyambung ke tuhannya itu lo.Oh iya, apalagi Darrel… aneh2 imajinasinya. Kemarin ini dia menuduh aku alien krn aku gak punya penis.

  9. martoart said: Orang dikenal karena mewujudkan imajinasinya. Sehebat apapun imajinasi, akan terklubur jaman kalo cuma buat bantal tidur.

    Jangan nyindir gitu donk Cak. Tahu aja kalo aku tukang tidur ha…ha..ha.

  10. penuhcinta said: Tapi kalau masalah ketuhanan kan dr kecil biasanya sudah ditanamkan sesuai apa yg dipercayai ortunya,

    iya, tapi yg namanya tanaman kadang kan boleh meliar, dan itu bagus

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s