Florida Trip Day 3-1: Hari Yang Terbuang (Or Not)

Hanya sekitar 10 menit saja kami tahan berada di pantai. Karena dingin dan berangin, kami langsung menuju mobil dan melaju mencari supermarket. Sebenarnya aku tak suka jika sudah jauh-jauh ke sini ternyata masih harus menghabiskan waktu di supermarket yang notabene tak ada bedanya dengan yang ada di kota asal kami. Tapi ketiadaan bahan makanan, camilan (ini yang penting!), dan juga air minum yang menipis memaksa kami untuk mengunjungi Wal-Mart.



Di sini, aku sempat tergoda hendak membeli pancingan besar untuk memancing di laut. Tapi sayang suamiku menolak dengan pertimbangan nanti akan menambah penuh bagasi mobil saja, padahal saat pulang nanti bisa dipastikan bawaan kami akan memenuhi bagasi seperti saat kami berangkat. Ya sudahlah, aku tak mau memaksa. Lagipula apa enaknya memancing kalau cuma sendirian sementara suami dan anak-anakku pasti inginnya melakukan kegiatan yang lain.

Ternyata belanja buat kebutuhan seminggu makan waktu lama dan jam 1 lebih kami baru kembali ke hotel. Setelah selesai makan siang, kami berniat mengunjungi wahana kereta gantung dan ferris wheel (bianglala) yang ada di Daytona Beach boardwalk alias dermaga panjang yang dipenuhi toko dan permainan seperti pasar malam meskipun permainannya tak banyak.

Kami sengaja memilih menyusuri pantai untuk menuju Boardwalk. Sore itu, bukan hanya mobil kami yang berjalan pelan di atas pantai Daytona, tapi juga beberapa mobil-mobil lain. Roda ban tak terhambat sama sekali karena tekstur pasir pantai yang padat. Oya, tak semua bagian pantai ini bisa dilalui mobil. Di bagian ujung utara dan timur, mobil tidak boleh melaju di pantai karena merupakan daerah konservasi alam. Di musim semi, kura2 akan datang ke pantai dan bertelur, sehingga di segala musim, daerah pantai tempat mereka bertelur tertutup dari
mobil-mobil. Bahkan hotel-hotel di daerah tersebut akan mematikan lampu bagian luar agar kura-kura mau datang dan nyaman bertelur.


Sampai di Daytona Boardwalk, ternyata ferris wheelnya dan kereta gantungnya tutup dan hanya ada sling shot alias kabel elastis yang diikat di badan dan memantulkan kita ke atas dan ke bawah berulang kali. Ah, mana berani aku mencoba yang seperti itu, apalagi saat cuaca tak enak seperti ini.


Aku tengok kursi belakang. Kedua bocah lincahku sudah tertidur pulas. Rupanya dampak perjalanan sehari semalam masih membekas pada mereka. Ya sudahlah, kami akhirnya memutar balik ke arah hotel sambil melihat-lihat pemandangan yang ada.







Cukup unik karena berkali-kali saat melintasi jalan-jalan di daytona, aku dan suamiku selalu teringat suasana di Indonesia. Saat semalam kami mencari toko yang buka, kami melintasi sebuah jalan yang di satu sisinya
terdapat kali yang sejajar
dengan jalan, di sisi seberangnya terdapat rumah-rumah yang bentuknya tak beraturan. Kami berdua sepakat kalau suasanannya mirip seperti di Rawa Bambu, Pasar Minggu. Rumah-rumah yang tak seragam bentuknya, berhalaman tak terlalu luas, lalu toko-toko berukuran kecil di sepanjang jalan, mengingatkanku pada kota-kota di pinggiran Jakarta.



Di sepanjang jalan North Atlantic terlihat pemandangan yang kontras. Sisi yang menyusuri pantai penuh dengan hotel-hotel yang menjulang tinggi berselang-seling dengan penginapan ala losmen yang rendah. Dari tampilan depannya, kita bisa melihat mana gedung yang baru dan mana yang tua. Sedangkan di sesi seberang pantai, terlihat banyak juga penginapan losmen (tak ada gedung tinggi sama sekali), pertokoan yang beragam bentuk dan warnanya, serta rumah. Ya, rumah! Jadi, masih banyak penduduk Daytona Beach yang tak merelakan rumahnya diubah menjadi industri pariwisata sehingga rumah-rumah mereka tetap berdiri dan bahkan beberapa berada di tengah himpitan gedung-gedung hotel. Sudah terbayang betapa tingginya nilai tanah dan rumah mereka.


Sesampai di hotel, kami hanya makan dan beristirahat sambil merancang hendak kemana besok. Seperti sudah pernah kuceritakan, perjalanan ke Florida adalah perjalanan yang hampir dibatalkan yang artinya perencanaan yang sebelumnya kususun belum rampung. Artinya, kami belum punya itinerary yang jelas selama di sini. Niatku sih baru akan merancangnya saat sudah sampai di Daytona. Nah, untuk besok, kami masih belum pasti untuk memilih perjalanan ke masa depan atau ke masa lalu.
(to be continued)

38 thoughts on “Florida Trip Day 3-1: Hari Yang Terbuang (Or Not)

  1. sudah melihat dan keliling daytona bukan berarti hari yang terbuang kan? yang penting ngumpulnya gitu loh.. dan nikmati saja.. apalagi kapan gitu darrel melihat pantai lagi.. sayang dingin disana ya.. eh emang air kran disana ga bisa diminum? kog kudu beli?

  2. tintin1868 said: sudah melihat dan keliling daytona bukan berarti hari yang terbuang kan? yang penting ngumpulnya gitu loh.. dan nikmati saja.. apalagi kapan gitu darrel melihat pantai lagi.. sayang dingin disana ya.. eh emang air kran disana ga bisa diminum? kog kudu beli?

    Iya, Mbak. Maunya kan bisa melihat banyak hal dalam waktu yang singkat. Tapi Mbak Tintin betul, kebersamaan dan bisa menikmati Daytona beach saja sudah nikmat banget. Dan kalaupun beberapa jam dihabiskan saat belanja karena memang perlu. Kalo enggak, berarti harus makan di luar yg artinya budget jadi lbh besar.Air keran bisa diminum, cuma rasanya di lidah kurang enak. Sugesti aja mungkin krn bukan air keran yang biasa diminum di rumah. Air keran di sini beda2 kualitasnya Mbak, meski pastinya masih bisa diminum. Kalau di rumah, kami juga gak langsung minum air dr keran tapi disaring dulu dengan penyaring khusus.

  3. srisariningdiyah said: enak bgt pasirnya padat…memang dipadetin atau memng konturnya begitu mba ir?

    Memang konturnya begitu karena sejak belum dieksploitasi sebagai daerah wisata, sudah jadi arena test drive dan balap mobil (th 1920-an).

  4. agamfat said: no pic=hoaxmosok travel note tapi kok teks

    Ha…ha…ha…biariiin! Aku tuh pemalas soalnya (kok bangga). Jadi biasanya fotonya menyusul karena ribet dan lama musti milih, compress, dan kalo bisa pake watermark. Lihat saja postingan sebelumnya tentang liburan ini, ada banyak foto2nya tapi gak aku kasih watermark karena… males. Dasar pemalas!

  5. srisariningdiyah said: perjalanan masa lalu? udah pernah kesitu gitu ya mba ir maksute?

    Psttt… masih rahasia. Tunggu episode berikutnya. Hayahhh… kok jadi sinetron gini.

  6. srisariningdiyah said: rawa bambu xixiixxtiap hari kulewati…ga usa jauh2 ke florida kalo gitu :))tapi tetep, pengen liat DAYTONA!

    Ha…ha…ha… bedanya Rawa Bambu gak ada pantainya. Ayo dong ke sini! Nanti aku tampung deh. Loh mau ke Daytona kok ditampungnya di Carbondale? Hi…hi…hi…kejauhan. Ya udah,ke sini nanti aku ajak jalan ke St. Louis dan Chicago aja, yg deket.

  7. nitafebri said: nungguin Potonya yg katanya kaya pasar Minggu..Tiap hari nih lewat jl raya Ps. Minggu looh.. 😀

    Milih2nya lamaaaaa bow. Total jendral fotonya ada lebih dari 5000. Tapi akan aku usahakan. Tungguin yaaa.

  8. orangjava said: Jandi Mancing di Flo???Apa gak ketemu Aligator???

    Gak jadi Pakdhe. Wong mau bawa pancingan dilarang krn menuh2in bagasi mobil kami yg kecil. Sedangkan mau beli juga gak boleh. Yo wis. Mancingnya mau di laut Pakdhe, buayanya kan adanya di rawa2/danau.

  9. depingacygacy said: Hah! Disediain kwaci ya mba?Koq aku ga dapet?*memandang mas trie penuh curiga*

    Nah lo! Tadi padahal aku sediain sekarung lo. Kulitnya juga gak ada? Wah, gaswat iki. Sama kulit2nya juga berarti.

  10. enaknya jalan2 bawa mobil begini ya mbak Ir, kalau ada tujuan wisata yg tutup ya tinggal kelilingan aja, gak capek jalan, apalagi bawa 2 anak yg gak udah muat naik stroller 😀

  11. myshant said: enaknya jalan2 bawa mobil begini ya mbak Ir, kalau ada tujuan wisata yg tutup ya tinggal kelilingan aja, gak capek jalan, apalagi bawa 2 anak yg gak udah muat naik stroller 😀

    Iya, Mbak… suamiku makanya prefer naik mobil kalau kemana-mana. Tapi di sini memang tergantung tujuan wisatanya. Kalau ke daerah perkotaan padat yang sarana transportasi umumnya sudah bagus seperti Chicago, naik bus atau kereta api sih bisa2 aja. Sebabnya lainnya karena di Chicago obyek wisatanya juga terpusat, gak terlalu berjauhan seperti di Florida.

  12. penuhcinta said: saat melintasi jalan-jalan di daytona, aku dan suamiku selalu teringat suasana di Indonesia.

    oh, ada yg nawarin aqua, masker, peta jakarta, pos kota. banci ngamen, dan pemetik spion?

  13. ohtrie said: iya nih, abis konsum neoropyron..bentar lagi ngorok ya nekkk

    Itu obat sakit kepala yang dikonsumsi suamiku waktu di Jakarta. Moga2 sakit kepalamu segera hilang ya Cu.

  14. martoart said: oh, ada yg nawarin aqua, masker, peta jakarta, pos kota. banci ngamen, dan pemetik spion?

    Hi…hi…hi. Itu kan sistem delivery tanpa diminta dan tanpa ongkos kirim, Cak. Malah seru.Maksudku bentuk rumah di sepanjang jalan dan vegetasinya Cak. Oya, kalau naik bus Greyhound, ada juga orang berjualan seperti asongan begitu. Itu kata suami dan temanku yg pernah mencoba naik Greyhound. Aku sendiri belum pernah.

  15. penuhcinta said: Itu obat sakit kepala yang dikonsumsi suamiku waktu di Jakarta. Moga2 sakit kepalamu segera hilang ya Cu.

    loh kok sama ya nekkk…..abis enakan sihhh dibandng lainnya

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s