Florida Trip Day 2-1: Tragedi Sedot Bensin

Dalam tiga perempat hari, kami melintasi 2 negara bagian: dari Illinois melewati Tenneesee dan Georgia. Kami bersyukur sekali setengah perjalanan bisa kami lalui dengan lancar dan selamat. Sebenarnya kami agak khawatir dengan kondisi mobil yang sudah tua dan sebenarnya tidak bisa dibilang prima. Namun ternyata si Hyundai tua kami ini tahan banting juga dan masih sanggup berlari 60-80 mil per jam meski sering disalip mobil lain.

Setelah kami dan mobil kami beristirahat semalaman, di pagi hari kami bersiap lagi untuk berangkat. Sebelumnya kami sarapan di lobi ruang makan yang tersedia di dekat lobi hotel. Pilihan menunya: sereal, waffle hangat yang harus kami buat sendiri, jus jeruk, susu dan kopi. Kami meilih makan waffle yang mesinnya berbentuk besi besar yang musti dibalik. Aku ingat pertama kali membuat waffle dengan mesin ini sempat membiarkan mesinnya berbunyi “Tut tuuuut” lama sekali karena tak mengerti bahwa harus dibalik sampai diberi tahu oleh resepsionis.

Kami makan waffle dengan maple syrup dan minum jus jeruk. Cukup mengenyangkan ternyata. Tak lupa aku juga mengantongi beberapa sereal dalam bentuk sachet yang disediakan. Siapa tahu nanti bisa dipakai. Ogah rugi banget..he..he.

Kami berangkat sekitar jam 8 pagi saat kota dan jalanan masih sepi. Saat jam makan siang, kami berhenti di rest area tapi karena bekal yang ada cuma lumpia, kami tak bisa makan siang dan menyesali kenapa makanan dari Chinese Rasoy yang masih sedikit tersisa tidak kami simpan saja. Sebelum berangkat dari hotel, kami membuang makanan tersebut karena takut tumpah di jalan dan untuk menyedikitkan barang bawaan. Padahal kami lihat banyak pengunjung rest area yang makan siang dengan bekal bawaan di gazebo-gazebo yang tersedia.

Alhasil, yang kami lakukan cuma berfoto di plang “Selamat Datang di Florida” setelah mengantri di belakang turis-turis lain yang juga berfoto di situ. Setelah itu kami berangkat lagi melintasi Osceola National Park.

Ternyata Osceola National Park membentang begitu panjang. Kami sempat menikmati perubahan vegetasi dari pepohonan yang kering tanpa daun menjadi pepohonan tinggi yang daun-daunnya masih hijau atau berseling hijau merah seperti di musim gugur. Tanpa kami sadari, ternyata bensin mobil kami nyaris habis dan selama bermil-mil kami tak melihat tanda akan ada pom bensin.

Aku segera mengecek GPS untuk melihat pom bensin terdekat. Ternyata adanya sekitar 50 km lagi! Loh? Langsung kami panik karena takut bensin tak akan cukup hingga ke pom bensin terdekat. Kepanikan bertambah setelah di sisi jalan kami melihat ada sekurangnya tiga mobil yang berhenti di tepi jalan, yang kemungkinan besar karena mogok (padahal belum tentu juga…he…he).

Akhirnya suamiku memutuskan untuk berhenti di rest area berikutnya yang tak seramai rest area sebelumnya. Dia lalu memberanikan diri untuk meminta bensin pada pengunjung rest area lainnya! Wadoh! Tapi daripada mogok di jalan. Dia juga menanyakan pom bensin terdekat pada yang lain, tapi rata2 either gak tahu atau mengatakan yang terdekat masih 12 mil lagi. Akhirnya ada turis keturunan India yang bersedia memberikan bensinnya dan bahkan menolak saat suamiku menyatakan akan membeli bensinnya. Masalahnya, gimana cara mengeluarkan bensin dari tangki mobilnya?

Disedot! Ya itulah caranya. Suamiku mencari selang dengan pertolongan pengunjung lain (orang bule Amrik) dan berusaha menyedot bensin dari tangki mobil si India itu. Aku sedih banget melihat pengorbanan suamiku.

Ternyata gak berhasil! Rupanya katup bensinnya dilindungi sehingga bensin tak bisa disedot begitu saja. Akhirnya si India menanyakan seberapa bensin yang masih kami miliki. Pas dia tahu bahwa indikatornya belum sampai ke “empty”, dia langsung bilang, “Loh, masih bisa itu. Masih cukup.” Dia langsung meyakinkan kami bahwa kami bisa sampai ke pom bensin terdekat.

Suamiku langsung cerah lagi dan dengan membaca basmallah kami berangkat dari rest area. Tahu tidak pom bensinnya ada dimana? Tak sampai setengah jam menyetir, muncul tanda pom bensin di Exit berikutnya! Astaga! Jeduk2 kepala ke dashboard! Kami langsung ketawa lebar. Selain bersyukur, juga mentertawakan kekonyolan situasi kami. Gila gak sih! Udah panik2 sampai mau sedot bensin segala, ternyata pom bensinnya dekat sekali dengan rest area tadi!

Sepanjang perjalanan berikutnya, kami berulang-ulang tertawa bersama mengingat tragedi bensin isep. Ah, pengalaman yang lucu sekali sekaligus membuat kami selalu ingat: Pilih isi atau isep!

(to be continued)

Advertisements

50 thoughts on “Florida Trip Day 2-1: Tragedi Sedot Bensin

  1. ga kebayang ya abis sedot bensin trus jalan bentar eh nemu pom bensin hahaha.. kaya pengorbanana yagn sia2.. hebat tuh india-nya baik hati..moral of the story jangan buang makanan.. *loh kog? apa hubungannya ya? mmhh gini, ku jadi inget pesen mama, apapun deh jangan buang makanan, nanti sial.. dalam kasus ini karena buang chineserasoy jadi “lupa sama bensin”.. ini kategori sial ga ya?

  2. tintin1868 said: ga kebayang ya abis sedot bensin trus jalan bentar eh nemu pom bensin hahaha.. kaya pengorbanana yagn sia2.. hebat tuh india-nya baik hati..moral of the story jangan buang makanan.. *loh kog? apa hubungannya ya? mmhh gini, ku jadi inget pesen mama, apapun deh jangan buang makanan, nanti sial.. dalam kasus ini karena buang chineserasoy jadi “lupa sama bensin”.. ini kategori sial ga ya?

    Iya Mbak, konyol abis deh. Kami berdua malah jadikan itu lelucon, soalnya emang lucu. Iya, Indianya baik hati, padahal gara2 menungg suamiku cari selang, perjalanan dia dan keluarganya terhambat, tapi dianya gak apa2. Wah, aku sih gak terlalu percaya soal sial apa untung akibat melakukan sesuatu Mbak. Tapi memang baiknya makanan jangan dibuang2 krn mubazir.

  3. Waduh… Iseeeepppp kena gigi uang kembali wkwwkkIndonesia memang surga, dimanapun ada kios bensin hehehe kalau nanti bensin dibatasi, bakalan muncul pengusaha bensin subsidi dadakan: angkot yg milih jual beli bensin subsidi

  4. agamfat said: Waduh… Iseeeepppp kena gigi uang kembali wkwwkkIndonesia memang surga, dimanapun ada kios bensin hehehe kalau nanti bensin dibatasi, bakalan muncul pengusaha bensin subsidi dadakan: angkot yg milih jual beli bensin subsidi

    Ha….ha…ha… ini iklan di Taman Lawang ya? Iya, di Indonesia banyak kios bensin, tambal ban, tersebar gak terpusat kayak dimarih.

  5. martoart said: pake lidah uang nambahmoral story0nya Banyak orang baik di jalanan amrik juga (kok bisa ya? padahal mereka kafir loh!?)

    Halah, makin banyak penghuni Taman Lawang yang ngiklan di sini. Pusing dehhh akika!Iya lo, padahal al kapirun tum jahe2 lo… kok bisa? Hi..hi..hi. Coba dibelah dadanya biar tahu kenapa bisa begitu.

  6. hoaaaaaa deg2an tragedi bensin hehehhembakkk aku dulu sering loh kelupaan isi bensin, tapi memang kalo udah ke garis merah itu sebenernya masih bisa jalan sekitar 40-50 km kog, tenang aja… cuma jangan dicoba untuk mobil berbahan bakar solar, kalo gamau mesinnya rusak masuk angin xixiixx… tapi mesin solar sekarang ini juga udah canggih2 kog teknologinya, jadi antisipasi untuk lupa ngisi bensin / solar sebenarnya sudah ada walaupun udah garis merah xixixix

  7. lindungganteng said: sedot bensin bisa giting tuh.. Hehehe

    idih om lindung sering giting yaaaaaaaagiting tu mabok gitu deh mba irrrr…biasanya temen2ku nyebutnya kalo mabok ganja namanya giting, haha…temen2ku waktu smp kan kriminal semua tuh anak 172, tau sendiri mba ir kannn hahaahhaha… itu anak2 Pertamina cowok2nya juga banyak yang suka giting loh ketularan temen2 dari kampung hahahhhh padahal sekarang kalo liat mereka ihiyyy alim2 boooo… ;))

  8. srisariningdiyah said: hoaaaaaa deg2an tragedi bensin hehehhembakkk aku dulu sering loh kelupaan isi bensin, tapi memang kalo udah ke garis merah itu sebenernya masih bisa jalan sekitar 40-50 km kog, tenang aja… cuma jangan dicoba untuk mobil berbahan bakar solar, kalo gamau mesinnya rusak masuk angin xixiixx… tapi mesin solar sekarang ini juga udah canggih2 kog teknologinya, jadi antisipasi untuk lupa ngisi bensin / solar sebenarnya sudah ada walaupun udah garis merah xixixix

    Iya Rie. Suamiku juga tahu kalo sampai garis merah masih ada dua galon lagi sebenarnya. Tapi dia sangat khawatir kalau sampai terdampar krn habis bensin di pinggiran hutan gitu, mana bawa istri nan cantik dan anak2 nan lucu.

  9. srisariningdiyah said: idih om lindung sering giting yaaaaaaaagiting tu mabok gitu deh mba irrrr…biasanya temen2ku nyebutnya kalo mabok ganja namanya giting, haha…temen2ku waktu smp kan kriminal semua tuh anak 172, tau sendiri mba ir kannn hahaahhaha… itu anak2 Pertamina cowok2nya juga banyak yang suka giting loh ketularan temen2 dari kampung hahahhhh padahal sekarang kalo liat mereka ihiyyy alim2 boooo… ;))

    Oalah, artinya mabok to? Cowok2 dari komplek Pertamina ada yang namanya Fahmi dan Iyos gak Rie? Gebetanku tuh dulu.

  10. srisariningdiyah said: wakakakakka iya deeeeeehhhhh cantikkkkksecantik2nya mba ir kalo mogok juga disuruh dorong kannn wakakakkaka*kabur*

    Dorong pake lirikan… ha…ha…ha… artinya dengan lirikan memelas minta bantuan orang untuk dorong mobilnya. Selama di sini aku ndak pernah liat orang dorong2 mobil. Kalo mogok pilihannya cuma dua: ditinggal gitu aja terus nanti balik lagi untuk ngambil, atau panggil mobil derek. Gak mau capek mereka itu.

  11. penuhcinta said: Oalah, artinya mabok to? Cowok2 dari komplek Pertamina ada yang namanya Fahmi dan Iyos gak Rie? Gebetanku tuh dulu.

    WAHAHAHAHAHAAAAtau doooonk… iyos itu yang chubby gitu kan hahahaha tauuuuufahmi aku lupa2 inget, tapi yang agak kearab2an gitu bukan mukanya?loh kog itu mereka kan angkatan 93 semua ya lulus smanya, dibawahku setahun? soale seingetku mereka adik kelasku entah di smp atau sma, udah mulai rancu soale kebanyakan temen smp adalah juga temen sma, namanya juga bedol desaaaaa wakakakk satu smp semua masuk sma yang sama gara2 rayonisasi yang cuma atu pilihannya itu :)) benar2 angkatan percobaan!

  12. penuhcinta said: Dorong pake lirikan… ha…ha…ha… artinya dengan lirikan memelas minta bantuan orang untuk dorong mobilnya. Selama di sini aku ndak pernah liat orang dorong2 mobil. Kalo mogok pilihannya cuma dua: ditinggal gitu aja terus nanti balik lagi untuk ngambil, atau panggil mobil derek. Gak mau capek mereka itu.

    aku kalo dilirik ogah bantuin ah, kecuali dimasakin yang enakkkkk

  13. srisariningdiyah said: WAHAHAHAHAHAAAAtau doooonk… iyos itu yang chubby gitu kan hahahaha tauuuuufahmi aku lupa2 inget, tapi yang agak kearab2an gitu bukan mukanya?loh kog itu mereka kan angkatan 93 semua ya lulus smanya, dibawahku setahun? soale seingetku mereka adik kelasku entah di smp atau sma, udah mulai rancu soale kebanyakan temen smp adalah juga temen sma, namanya juga bedol desaaaaa wakakakk satu smp semua masuk sma yang sama gara2 rayonisasi yang cuma atu pilihannya itu :)) benar2 angkatan percobaan!

    Lah, aku memang lulus SMA tahun 93 jadi emang seangkatan sama mereka. Bener banget, Iyos yang chubby banget dan putih gitu. Dulu pas SD selalu pake minyak rambut klimis benerrr. Aku tahu karena suka jambakin rambutnya…ha…ha…ha. Kasihan deh dia, sering aku aniaya. Pengen minta maaf ah. Kalo Fahmi memang yang keturunan Arab, hitam manis gitu kan? Dulu aku sering diejek2 sama adik2ku disangkanya dia cowokku. Padahal sih teman biasa aja, cuma naksir2an dikiiit.Iya, rayonisasi memang jamannya kita2 masuk SMA. Itu juga yg bikin aku pura2 pindah alamat ke tempat budeku di kebayoran biar bisa masuk sekolah yang rada bagusan.

  14. srisariningdiyah said: aku kalo dilirik ogah bantuin ah, kecuali dimasakin yang enakkkkk

    Ha….ha…ha…iya deh. Mau dimasakin apa? Yuk masak bareng aja. Kita kan sama2 suka spaghetti.

  15. hihi…sampe’ bela2in nyedot ya mbak :)eh, emangnya gak bawa jerigen isi 5ltr gitu mbak, kan mayan buat kalau kepepet bensineh lagi …di sana boleh gak siy di spbu ngisi bensin ke jerigen ? ;-D

  16. penuhcinta said: Lah, aku memang lulus SMA tahun 93 jadi emang seangkatan sama mereka. Bener banget, Iyos yang chubby banget dan putih gitu. Dulu pas SD selalu pake minyak rambut klimis benerrr. Aku tahu karena suka jambakin rambutnya…ha…ha…ha. Kasihan deh dia, sering aku aniaya. Pengen minta maaf ah. Kalo Fahmi memang yang keturunan Arab, hitam manis gitu kan? Dulu aku sering diejek2 sama adik2ku disangkanya dia cowokku. Padahal sih teman biasa aja, cuma naksir2an dikiiit.Iya, rayonisasi memang jamannya kita2 masuk SMA. Itu juga yg bikin aku pura2 pindah alamat ke tempat budeku di kebayoran biar bisa masuk sekolah yang rada bagusan.

    oiya yah xxiixIyos sama Fahmi tu temen2 deketnya Hudan, mantan cinta monyetku dulu waktu SMA wakakakk mereka bertiga sekelas di SMA, tapi emang sih semua umurnya pada lebih tua dari aku, wong aku yang kecepetan sekolahnya, makanya dulu aku sering diledekin temen2 les di LIA: “dapet brondong niyeeeeee”… padahal lebih tua Hudan wekekekkk… jiaaaahhh jadi ngomongin cinta monyet!dulu aku juga pengen pindah rayon ke SMA 8 hiks tapi berhubung aku kembar, dan ortuku rempong ga punya duit ngurusin pindah rayon buat 2 orang ya sudah terima nasib sekolah di pinggiran ajah hahaha… mana itu sekolah ngga punya nomer buat umptn terpaksa pake nomer SEKOLAH LAIN-LAIN wakakakk kesian deh kitaaaaa sampe ibuku prihatin bgt waktu itu dan nyesel nyekolahin aku disitu huihihihihi

  17. penuhcinta said: Dulu pas SD selalu pake minyak rambut klimis benerrr. Aku tahu karena suka jambakin rambutnya…ha…ha…ha. Kasihan deh dia, sering aku aniaya. Pengen minta maaf ah.

    wakakakakkk kejam bgt nehhh mba irrr hahahahaa

  18. myshant said: hihi…sampe’ bela2in nyedot ya mbak :)eh, emangnya gak bawa jerigen isi 5ltr gitu mbak, kan mayan buat kalau kepepet bensineh lagi …di sana boleh gak siy di spbu ngisi bensin ke jerigen ? ;-D

    Enggak bawa dan beneran gak tahu di sini boleh apa enggak ngisi jerigen krn belum pernah lihat orang beli begitu. Mustinya boleh dong ya, kalau mobil mogok kehabisan bensin mustinya dikasih. Ini memang kejadian pertama kali krn biasanya suamiku gak pernah lewat sepertiganya pasti udah isi lagi. Tapi kemarin itu karena salah perkiraan, dikira bakalan ada exit tapi ternyata gak ada karena kita melintasi Taman Nasional yang dijaga banget supaya gak ditebangi dan dibangun.

  19. srisariningdiyah said: oiya yah xxiixIyos sama Fahmi tu temen2 deketnya Hudan, mantan cinta monyetku dulu waktu SMA wakakakk mereka bertiga sekelas di SMA, tapi emang sih semua umurnya pada lebih tua dari aku, wong aku yang kecepetan sekolahnya, makanya dulu aku sering diledekin temen2 les di LIA: “dapet brondong niyeeeeee”… padahal lebih tua Hudan wekekekkk… jiaaaahhh jadi ngomongin cinta monyet!dulu aku juga pengen pindah rayon ke SMA 8 hiks tapi berhubung aku kembar, dan ortuku rempong ga punya duit ngurusin pindah rayon buat 2 orang ya sudah terima nasib sekolah di pinggiran ajah hahaha… mana itu sekolah ngga punya nomer buat umptn terpaksa pake nomer SEKOLAH LAIN-LAIN wakakakk kesian deh kitaaaaa sampe ibuku prihatin bgt waktu itu dan nyesel nyekolahin aku disitu huihihihihi

    Hudan juga anak kompleks Pertamina? Iyos nama aslinya siapa sih Rie? Soalnya aku gak inget, cuma inget nama panggilannya. Yang penting hasilnya sekarang kan Rie. Seperti aku mikirkan anak2ku nanti kalau pulang sekolahnya gimana krn kami gak sanggup kalo harus masukkan ke swasta bagus. Tapi toh ortunya juga sekolah negri aja, gak apa2 tuh.

  20. srisariningdiyah said: wakakakakkk kejam bgt nehhh mba irrr hahahahaa

    Iya, dulu aku tuh kejam banget… suka ngejar2 anak cowok yang iseng terus aku tabokin atau jambak rambutnya. Pas SMP berantem sama cowok sampai tendang2an, lempar2 tas…ih…berandalan banget deh.

  21. nanabiroe said: waw… pengalaman ini pasti tak akan terlupakan…anak2 harus baca ini teh kalau besar nanti :))

    Iya Na, memang berkesan sekali. Mudah2an anak2 sampai besar juga gak akan lupa.

  22. penuhcinta said: Hudan juga anak kompleks Pertamina? Iyos nama aslinya siapa sih Rie? Soalnya aku gak inget, cuma inget nama panggilannya. Yang penting hasilnya sekarang kan Rie. Seperti aku mikirkan anak2ku nanti kalau pulang sekolahnya gimana krn kami gak sanggup kalo harus masukkan ke swasta bagus. Tapi toh ortunya juga sekolah negri aja, gak apa2 tuh.

    kalo Hudan rumahnya di Permai mba Ir…aku lupa jeh namanya Iyos xixiix… soale bukan temen seangkatan sih, jadi gak terlalu inget nama2nya, hihihiiya mba, kalo mikirin sekolah kog ya aku gimana gitu kalo punya anak nanti… pengennya sih bisa mampu, tapi tau sendiri biaya sekolah yang bagus sekarang kayak mana… pemerintah kita belum bisa membenahi sektor itu, tahunya meres rakyat melulu, yahhhh tapi selalu optimis sih akan ada jalan hehe lha wong ortu kita aja bisa masa kita ndak bisa ya? xixiix cemangat!

  23. srisariningdiyah said: kalo Hudan rumahnya di Permai mba Ir…aku lupa jeh namanya Iyos xixiix… soale bukan temen seangkatan sih, jadi gak terlalu inget nama2nya, hihihiiya mba, kalo mikirin sekolah kog ya aku gimana gitu kalo punya anak nanti… pengennya sih bisa mampu, tapi tau sendiri biaya sekolah yang bagus sekarang kayak mana… pemerintah kita belum bisa membenahi sektor itu, tahunya meres rakyat melulu, yahhhh tapi selalu optimis sih akan ada jalan hehe lha wong ortu kita aja bisa masa kita ndak bisa ya? xixiix cemangat!

    Oh di Pulogebang Permai. Aku ndak kenal pantes…he…he. Iya, sedih kalo lihat di sana kok masih jauh banget dari perubahan nyata. Ya tapi ndak ada pilihan lain selain tetap melangkah dan berbuat semampu kita utk perbaiki keadaan.

  24. penuhcinta said: Iya, dulu aku tuh kejam banget… suka ngejar2 anak cowok yang iseng terus aku tabokin atau jambak rambutnya. Pas SMP berantem sama cowok sampai tendang2an, lempar2 tas…ih…berandalan banget deh.

    yah sama aja kita…kriminal banget sama anak cowok berandal…lha aku juga dulu kerjaannya ngejar2 cowok2 yang suka gangguin kembaranku tuh mba Ir… kalo umurnya sama kan cowok biasanya badannya lebih kecil dari cewek ya, nah kembaranku tuh badannya lebih mungil lagi dari aku yang udah mungil ini *huex* makanya suka jadi sasaran ketengilan anak2 brandal… kalo udah ngeroyok adikku, wah jangan ditanya, aku bakal nyamperin mereka bawa payung aku sabet2in atu2 sambil gebrak mejaitu jaman SD…jaman SMP, ada yang towel pipi, langsung aku jorokin dadanya kupukul… kapok deh ga lagi2 nowel aku hohojaman SMA…ada yang teriakin nama bapakku, wehhhhh lansung tonjok dan tampar bolak-balik… dan ternyata emang biasanya anak2 berandal kayak gitu gedenya tetep berandal mba Ir…! semua yang bermasalah sama aku ada yang jadi residivis, pemadat, dan yang terakhir kutampar pipinya itu KDRT sama istrinya yang juga temen SMAku sekelas!igh

  25. penuhcinta said: Tak lupa aku juga mengantongi beberapa sereal dalam bentuk sachet yang disediakan. Siapa tahu nanti bisa dipakai. Ogah rugi banget..he..he.

    wakakakkak, ketawa mencibir dehhhhh….*tahu ga nek kenapa ku cibirr….karena oh karenaaaa, tak sedikit punya temen yang sempet tinggal di manca negara (Eropa n amrik) sok borju, padhal dulunya sama koboi nya loh….mang kita gak tau kalo di manca negara pun dia adalah perantau yang musti safing segalanya…

  26. srisariningdiyah said: yah sama aja kita…kriminal banget sama anak cowok berandal…lha aku juga dulu kerjaannya ngejar2 cowok2 yang suka gangguin kembaranku tuh mba Ir… kalo umurnya sama kan cowok biasanya badannya lebih kecil dari cewek ya, nah kembaranku tuh badannya lebih mungil lagi dari aku yang udah mungil ini *huex* makanya suka jadi sasaran ketengilan anak2 brandal… kalo udah ngeroyok adikku, wah jangan ditanya, aku bakal nyamperin mereka bawa payung aku sabet2in atu2 sambil gebrak mejaitu jaman SD…jaman SMP, ada yang towel pipi, langsung aku jorokin dadanya kupukul… kapok deh ga lagi2 nowel aku hohojaman SMA…ada yang teriakin nama bapakku, wehhhhh lansung tonjok dan tampar bolak-balik… dan ternyata emang biasanya anak2 berandal kayak gitu gedenya tetep berandal mba Ir…! semua yang bermasalah sama aku ada yang jadi residivis, pemadat, dan yang terakhir kutampar pipinya itu KDRT sama istrinya yang juga temen SMAku sekelas!igh

    Kalau aku biasanya karena digangguin sama cowok2 yg badung atau karena membela teman sebangkuku yang juga suka diganggu. Biasanya kejar2an sampai naik bangku dan meja di kelas terus pas udah bisa ku tangkap, aku gebukin dan jambak2. Kalau Iyos sih kayaknya anaknya gak terlalu badung, cuma suka iseng aja sama aku.Tapi aku gak tahu gimana nasib mereka sekarang. Hiks… gak pernah reunian dan gak tahu gimana mengontak mereka. Kalau Arie bisa punya link ke mereka, tolong kasih tahu aku ya.

  27. ohtrie said: wakakakkak, ketawa mencibir dehhhhh….*tahu ga nek kenapa ku cibirr….karena oh karenaaaa, tak sedikit punya temen yang sempet tinggal di manca negara (Eropa n amrik) sok borju, padhal dulunya sama koboi nya loh….mang kita gak tau kalo di manca negara pun dia adalah perantau yang musti safing segalanya…

    Lah, ngapain pake sok borju segala yak? Di sini kalo gak hemat2 ya tewas seketika, Cu… wong harga2 mahal. Tapi memang nih… banyak yang terlena setelah tiba di sini dan memaksa beli barang2 mahal karena ajian mumpung.

  28. penuhcinta said: Hua…ha…ha… coba gimana seninya Cu… tunjukin pake alat peraga yak!

    musti praktek langsung nekkk….mottonya masih teteupppp….”goyang lidah uang nambah” “kena gigi uang kembali””rokok makan tanggung sendiri…….!”

  29. ohtrie said: musti praktek langsung nekkk….mottonya masih teteupppp….”goyang lidah uang nambah” “kena gigi uang kembali””rokok makan tanggung sendiri…….!”

    Semboyan2 Taman Lawang iki. Yuk yak yuks!

  30. rirhikyu said: *ngakak baca komen mas agam en martogeblek semuasusah kl otak dah seneng isep en sedot 😛 huahahahahaha—-*ngebayangin yang lagi sedot2 :p wakakakaka

    Iye… syusah deh. Apalagi wanita polos kayak aku kok coba2 dicemari. Huh.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s