Penyanyi Yang Gagal

Aku dulu sempat bercita-cita jadi penyanyi. Ih… serius ini, gak becanda. Sejak masih kecil, aku sudah suka bernyanyi dan mendengar lagu. Inget banget waktu masih SD aku memutar kaset milik Ayahku berulang-ulang dan menuliskan syairnya. Tentu dengan ejaan bahasa Inggris yang salah total. Misalnya lagu “Ebony and Ivory”-nya Paul McCartney dan Stevie Wonder yang kalau ditulis kira-kira seperti ini:

Ebeni en aiveri, lif tugeder in e perfik harmeni,
Said bai said on mai piano kibod oh lord wai don wi

(Silahkan ditebak sendiri, syair benerannya kayak apa..he…he.)

Kesukaanku akan seni musik dan menyanyi mungkin akibat mantra dari keluarga besar Ibuku yang sangat musikal. Beberapa sanak keluarga kebetulan berprofesi sebagai pencipta lagu. Tambahan lagi, Ibuku dulu juga pernah menjadi pemain bass dan backing vocal di band cewek yang menurut beliau pernah jadi band pembuka untuk konser The Rollies (bandnya Gito Rollies alm.). Padahal ibuku tuh kalem banget dan gak ada potongan orang band. Tapi kok bisa ya? He…he.

Selain di masa lalu, saat sekarang keluarga besar ibuku juga sangat musikal. Setiap kali ada kumpul keluarga (yg lebih besar lagi), maka bisa dipastikan Pakdhe, budhe, om dan tanteku pasti akan tampil dengan kemahirannya masing-masing. Ada beberapa yang pintar bermain piano dan keyboard, ada juga yang pintar bermain flute dan saxophone, gitar, dan tentu saja banyak yang bisa bernyanyi dengan baik.

Apakah aku ikutan? Tentu saja! Untungnya sampai sekarang belum ada yang nimpukin pakai tomat atau telur busuk. Yang kurasakan tiap kali menyanyi adalah rasa senang dan merinding… kok bisa ya nada2 yang dipadu menghasilkan lagu yang begitu enak didengar.

Menyanyi di depan umum ini adalah salah satu hal yang aku rindukan saat sudah bermukim di sini. Makanya, aku sempat juga merekam suara sendiri dan dipasang di MP. Hasrat narsis-kah? Maybe. Tapi daripada dipendem jadi bisul, kan enggak banget. Biasanya hasrat menyanyiku muncul sehabis melihat orang yg nyanyi bagus baik di TV ataupun di Youtube. Seperti kemarin aku baru tahu kalau ada acara TV namanya The Sing-Off yang merupakan lomba antar grup acapella. Bagus2 banget kontestannya, apalagi grup Committed yang asalnya adalah kelompok paduan suara gereja, dan The Street Corner Symphony yang mengingatkanku pada grup dari Italia Neri Per Caso. Wuihh… bagusssss banget!

Jadi, kalau tiba2 muncul postingan rekaman suaraku (yang kesekian kali) di sini, jangan kaget yak! Anggaplah ini sebagai bentuk peringatan alias warning. Ingat ya, jangan tawari aku rekaman atau minta tanda tangan sehabis dengar suaraku. Aku tuh males banget jadi selebriti, beneran! Takut dikejar paparazzi. Bahaya tuh, bisa sampai kecelakaan mobil kayak Lady Diana. Biarlah cita2 jadi penyanyi cuma keinginan masa kecil yang gak kesampaian. Aku cukup jadi emaknya Imo dan Darrel saja.

Advertisements

65 thoughts on “Penyanyi Yang Gagal

  1. penuhcinta said: Iya, bisa menyanyi itu kenikmatan kok. Hiburan batin. Yuk, kapan? Udah aku catet nih nama2 pesertanya: Arie, Mbak Tintin, Vina, Mbak Shanti, aku. Siapa lagi?

    hayooo kapan nih karaoke bareng kita.. satu diutara, satu dibarat, tiga diselatan ga pernah ketemuan.. andai ada fitur eh fitur bukan ya namanya di empi buat karaoke bareng dimanapun kita berada.. bisa2 diblacklist sama admin empi gegara fals.. heboh dah merusak dunia pernyanyian..

  2. tintin1868 said: hayooo kapan nih karaoke bareng kita.. satu diutara, satu dibarat, tiga diselatan ga pernah ketemuan.. andai ada fitur eh fitur bukan ya namanya di empi buat karaoke bareng dimanapun kita berada.. bisa2 diblacklist sama admin empi gegara fals.. heboh dah merusak dunia pernyanyian..

    Hayo… gimana caranya coba. Bisa sih, pake Skype. Tapi risiko ditanggung pendengar.

  3. srisariningdiyah said: mari kita kemooooonnnnseharian ini aku liat ada tempat karaoke banyak di Saigon jadi ngileeeer pengen masuk hahahahhaa… karaokeeeeeeeeeeeeee mari kemooonnnn

    Ha…ha…ha…jadi pengen ni ye. Di Saigon juga booming karaoke rupanya. Coba aja masuk. Pengen tahu lagu2nya kayak apa.

  4. penuhcinta said: Moderato

    Moderato ngetop juga dong…Aku pernah ngobrol sama sorang ibu2 sepuh ex-Moderato di Yogya waktu aksi Seni-sono tahun 90, beliau ikut nyumbang vokal (aksi Seni-sono banyak dihadiri seniman yg menyumbangkan keahliannya di panggung. ah.. memori), Nah, sekian tahun kemudian, ketemu lagi dengan ibu tersebut di TIM, rupanya pindah tongkrongan di Jakarta dia. Udah lama ga ketemu lagi, denger2 udah wafat.

  5. penuhcinta said: lagu “Ebony and Ivory”-nya Paul McCartney dan Michael Jackson

    Maksudmu pasti Stevie Wonder kan? alo sama MJ, judulnya “Say, say, say”. Ok, let’s sing bareng2.. ambil suara ….

  6. Loh, yang sudah meninggal siapa? Personilnya kan cuma bertiga. Mereka pernah reunian di Kemang (di rumah salah satunya) dan Ibuku juga diajak. Kalau gak salah tahun 90-an juga. Ibu2 yang sudah meninggal namanya siapa, Cak? Yang pernah datang ke rumahku duh…siapa ya namanya…Pinkan? Penny? Gak sepuh2 banget kok, masih modis, langsing. Nanti aku tanyakan sama Ibuku deh.

  7. martoart said: Maksudmu pasti Stevie Wonder kan? alo sama MJ, judulnya “Say, say, say”. Ok, let’s sing bareng2.. ambil suara ….

    Oh Iya! Sampeyan bener, Cak. Itu kan lagunya Paul sama Stevie ya. Kalau sama Michael yang Say Say Say dan The Girl is Mine. Aku revisi ya. Thanks.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s