Cerita Jorok (Jangan Baca Kalau Lagi Makan)

Kejadiannya sudah lama sekali, saat aku masih imut dan menggemaskan. Saat itu aku masih SMP kelas 1. Masa yang indah sekali karena aku merasa punya banyak sekali teman. Gimana gak banyak, kalau aku saat itu suka SKSD Palapa (istilah jadul banget nih). Tiap kali orang diajak ngomong, biar gak kenal sekali pun…he…he…he. Diantara teman-temanku itu ada dua orang teman yang setiap hari berangkat dan pulang sekolah bersamaku karena mereka tinggal satu kompleks denganku. Yang satu D dan satunya lagi R. Dari kedua orang itu, si D yang lebih dekat denganku karena orangnya kocak banget dengan penampilan yang unik; kurus, rambut kriting kriwil dan pake kacamata dan gaya ngomong cepaaaat banget.

Hari itu, seperti biasa kami naik mikrolet M21 dari sekolah kami di Rawamangun yang menuju Pulogadung. Mikrolet cukup kosong dan kami duduk berseberangan, aku dan R duduk di sisi kiri, dan D duduk sendirian di sisi kanan. Sepanjang jalan kami mengobrol dengan asyiknya diselingi tawa. Candaan kami sempat terganggu oleh bau tak sedap yang tiba-tiba merebak. Tapi kemudian malah jadi bahan cela2an dengan saling tuduh siapa yg kentut. Saat hendak mencapai terminal, kami pun bersiap turun di depan terminal karena kalau ikut mikrolet masuk ke dalam terminal akan lebih lama.

D berdiri duluan untuk bersiap turun. Eh, berdirinya gak tegak lo, karena langit2 mikrolet rendah. Saat itulah aku dan R menjerit, “D! Rok lo! Rok lo!” D keheranan tapi gak sempat memeriksa roknya karena kami harus segera turun sebelum mikroletnya melaju lagi.

Aku dan R turun juga. Kami langsung memepet D, lalu berkata: “D, rok lo ada tokainya!” D langsung berusaha melihat bagian belakang roknya yang berlumuran kotoran manusia, banyak banget! Aku dan R langsung bingung gimana caranya D bisa pulang dengan rok belepotan begitu padahal kami masih harus naik metro mini satu kali lagi sebelum sampai di rumah.

Aku juga bingung. Gimana bisa tokai segitu banyak ada di bangku mikrolet? Pasti ada anak kecil yang gak bisa menahan sakit perutnya dan bertelor di situ, dan ortunya geblek atau gak peduli kemudian pergi begitu saja meninggalkan jebakan batman nan menjijikkan buat penumpang berikutnya. Atau ada orang dewasa geblek kuadrat yang gak bisa bedain mana WC umum mana mikrolet?

Mencurigai D yang kebelet dan mpup di celana? Ah…gak mungkin. Pasti belepotannya bukan di bagian luar roknya! Lagian selama kami mengobrol, wajahnya gak menunjukkan tanda2 kebelet mpup.

Akhirnya kami bertiga bergegas mencari WC umum. Begitu ketemu, D langsung masuk sendirian. Begitu ke luar, rok bagian belakangnya basah kuyup, tapi bekas pupnya hampir tak terlihat lagi. Sepanjang kejadian itu, D sama sekali gak panik atau nangis. Salut juga sama mentalnya dia.

Sejak kejadian itu, tiap kali mau duduk, dimanapun itu, aku pasti ngecek dulu. Kita gak pernah tahu kan, siapa tahu ada jebakan batman di situ. Peduli amat penumpang lain mengantri agak lama di belakang. Emangnya kalo gue dudukin mpup mereka mau tanggung jawab?

Begitulah cerita jorokku. Semoga berkenan.

Advertisements

55 thoughts on “Cerita Jorok (Jangan Baca Kalau Lagi Makan)

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s