Orang Tua Juga Harus Belajar


Waktu SMA dulu, jaman masih muda bergejolak dan bawaannya mau memberontak, aku sempat protes ke Ibuku. Kataku waktu itu, “Bu, orang tua mustinya tidak boleh semena-mena karena tiap anak dilahirkan kan gak ada manual-nya. Jadi orang tua itu cuma bisa trial and error saja sambil belajar. Gak adil dong kalo merasa benar melulu.” Untung Ibuku tipe penyabar luar biasa, jadi aku ndak digaplok pas ngomong begitu. lagipula, dia mengerti sekali bahwa ucapanku itu ditujukan bukan buat beliau.

Sekarang, setelah merasakan sendiri menjadi seorang Ibu, aku makin meyakini bahwa memang sebagai orang tua kita harus terus belajar. Parenting itu bukan God-gifted talent, tapi sebuah skill yang harus dipelajari dan dipraktekkan. Memang ada yang namanya naluri dan kasih sayang orang tua kepada anak, tapi itu saja ternyata gak cukup. Mulai dari pemahaman yang kasat mata seperti fisik anak sampai dengan yang cuma bisa dirasa seperti psikisnya, semuanya butuh ilmu. Misalnya kita beli cell-phone baru, selain baca manual kita biasanya coba2, tanya2, atau cari info di Internet tentang aplikasinya apa saja. Lah, mosok sama anak mau mengandalkan coba2 dan naluri saja? Mosok merasa sudah cukup dengan pengetahuan seadanya. Padahal anak itu manusia yang akan memegang masa depan dan dia akan menjadi seperti apa sangat tergantung orang tuanya.

Kemudian Ibuku melihat betapa aku sangat mengandalkan buku dalam membesarkan anak2ku sampai2 dia bilang,”Anak-anakmu tu anak buku,” karena aku lebih sering memilih apa yang tertulis di buku daripada nasihat Ibu atau Ibu Mertua, mulai dari kapan mulai melatih bayi duduk, tidak mau memakai baby-walker, sampai larangan makan permen untuk anak2ku (sampai usia tertentu). Kesannya memang sok tahu banget ya karena aku suka membantah anjuran mereka yang sudah bertahun-tahun jadi orang tua. Tapi, itu hakku bukan? Yang paling bertanggung jawab akan perkembangan anak2ku kan aku dan suamiku, bukan kakek-neneknya, tante-tante, om-om, atau pakde-budenya. Akhirnya, saat melihat cucunya mulai tumbuh, Ibuku berujar; “Ya, dulu Ibu dan Bapakmu belum banyak bacaan tentang anak, kurang informasi.” Dan akhirnya, Ibuku percaya sepenuhnya padaku dalam hal perawatan dan pendidikan anak.

Apa berarti cara kami sudah perfect? Pasti enggak, karena seiring dengan bertambahnya usia anak, semakin banyak tantangan baru yang dihadapi. Tanpa ilmu parenting dan penerapannya, aku pasti akan kewalahan menghadapi dua bocah laki-laki yang lincah luar biasa dengan segala keunikan mereka. Komunikasi dan kerja sama dengan suamiku juga jadi kunci dalam mengelola “pabrik” yang hasil produksinya sungguh luar biasa dan tak ternilai harganya. Kecemasan dalam bentuk kalimat seperti, “Imo/Darrel kenapa begitu ya? Gimana ya caranya supaya dia bisa begini/begitu?” kami diskusikan bersama dan berusaha cari tahu jawabnya melalui literatur yang ada. Insya Allah, mudah2an mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai bahkan melebihi harapan2 kami dan mimpi2 mereka.

PS: Tulisan ini dibuat dalam rangka menyemangati diriku sendiri yang karena kesibukannya sudah mulai kurang rajin mebaca literatur mengenai parenting. Jadi orang tua jangan malas dan egois! Tiap detik yang terlewat tak akan kembali, maka genggamlah dia dalam kebermanfaatan.

Foto: Jadul suradul, diambil di taman kecil dekat Student Center SIUC saat aku macih cekolah.

Advertisements

53 thoughts on “Orang Tua Juga Harus Belajar

  1. penuhcinta said: Insya Allah, mudah2an mereka bisa tumbuh dan berkembang sesuai bahkan melebihi harapan2 kami dan mimpi2 mereka.

    Amiin. InsyaAllah. aku baru mulai belajar, mba ^_*. dari kuliah aku mulai ngumpulin buku2 tentang parenting, cuma prakteknya memang gak semudah baca buku. tapi, mudah2an dengan dititipkan nya anak2 hebat ini, Allah menjadikan kita sebagai orangtua yang hebat juga. πŸ™‚

  2. tintin1868 said: baru tahu ada ilmu parenting, bahkan kuliahnya.. ikutan belajar juga ya mbak..tuh kakek udah uring2an suruh nenek bobo.. πŸ˜€ eh iya udah lewat jam cinderella ternyata disana?

    Sama2 belajar ya mbak Tin. Gile deh, replynya baru sekarang…ha…ha…ha.

  3. mywolly said: Amiin. InsyaAllah. aku baru mulai belajar, mba ^_*. dari kuliah aku mulai ngumpulin buku2 tentang parenting, cuma prakteknya memang gak semudah baca buku. tapi, mudah2an dengan dititipkan nya anak2 hebat ini, Allah menjadikan kita sebagai orangtua yang hebat juga. πŸ™‚

    Aaaamin…. semangat ya Lan!

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s