Liburan 2010-Chicago Part 1 – Persiapan

Prologue:
Dengan berat hati aku tulis juga deh jurnal perjalanan kali ini. Entah kenapa kota yang satu ini selalu menyisakan kenangan yang bitter-sweet alias asem manis tiap kali kami datangi. Gak jodoh aje kali ye. Kali inipun begitu, beberapa pengalaman yang nggak enak bikin perjalanan kali ini jadi gimanaaaa gitu. Mau nulisnya sebenarnya gak enak, tapi kalo gak ditulis takut lupa. Ya udah deh. Namanya juga hidup, gak ada yg manis terus…pasti ada asem2nya dikit. Katanya sih biar manisnya jadi berasa banget, supaya ada pembanding. Nah, sekarang duduk yang manis ya Cuuu…nenek mau cerita dulu.

Rencana perjalanan ke Chicago sudah kubuat sejak tiga minggu sebelumnya. Asli memang cuma aku yang buat karena suamiku menyerahkan segala perencanaan plesiran padaku. Jadi dari mulai booking hotel, booking mobil, survey tempat yang mau didatangi melalui Internet, hingga perkiraan budget-nya aku yg buat.

Kami berencana berangkat dengan mobil sewaan karena kondisi mobilnya biasanya lebih meyakinkan daripada mobil kami sendiri yang buat ukuran di sini bisa digolongkan ‘mobil tua’. Mobil sewaan biasanya mobil baru (1 atau 2 tahun) dan kondisinya terawat. Aku booking dari jauh-jauh hari karena takut kehabisan karena tanggal perjalanan kami tepat dengan Memorial Day (hari pahlawan-nya org sini) dimana bisanya banyak juga yang akan plesiran.

Untuk hotel, aku memesan satu kamar di hotel yang agak berbeda dari biasanya. Kami biasa menginap di motel yang bangunannya terdiri dari dua tingkat dan pintunya menghadap ke luar. Selain motel biasanya lebih murah, juga kami suka kedekatannya dengan tempat parkir dan mobil sehingga gak jauh bawa2 kopornya. Tapi anakku Imo pernah berujar ingin sekali2 menginap di hotel yang gedungnya bertingkat lebih dari dua supaya pemandangannya bagus dan bisa naik-turun elevator katanya. Duh Nak…kasihan ya kamu besarnya di desa yg gak banyak gedung dng elevator..he..he. Akhirnya aku pesan hotel bernama Hilton Garden Inn, yang memenuhi syarat yg diminta Imo. Hotel ini bagian dari grup Hilton yang harga sewanya gak gila aja tapi di kamarnya disediakan microwave dan kulkas, dua hal yang belum tentu ada bahkan di hotel bintang 4 atau 5. Aku butuh ada microwave untuk menghemat budget makan di luar. Niatnya kami ingin beli makanan beku yang bisa dipanaskan dengan microwave jadi paling tidak untuk sarapan gak usah beli lagi di luar. Karena kami berniat hendak pergi ke satu tempat yang namanya Legoland yg letaknya agak jauh dari pusat kota Chicago, maka aku memesan Hilton yang ada di kota itu. Nama kotanya Schaumburg dan masih di negara bagian Illinois.

Mau kemana saja di Chicago? That’s the big question. Pengennya sih pergi ke tempat-tempat wisata yang sangat populer di Chicago…tapi apa daya, tiket masuknya gila2an dan sangat mencekik leher. Akhirnya aku atur supaya kita pergi ke luar kota Chicago untuk mengunjungi tempat2 yang mirip dng tempat2 yang ingin kita datangi di Chicago. Contohnya nih, anakku yang kedua, Darrel, ingin sekali melihat kerangka T-Rex beneran yang ada di Field Museum of Natural History. Tapi tiketnya mahal. Satu setengah jam dari pusat kota Chicago, ada kota namanya Rockford dan di sana ada Burpee Museum of Natural History dimana terdapat kerangka anak T-Rex. Ukurannya lebih kecil dari yang di Field Museum…tapi kan sama2 T-Rex..he..he. Untuk menggantikan Chicago Children’s Museum, aku akan ajak mereka ke Discovery Center di Rockford yang isinya mirip2 dan letaknya gak jauh dengan Burpee. Museum2 di Rockford ini harga tiketnya hanya seperempat dari yang di Chicago.

Untuk tujuan2 yang benar2 ada di kota Chicago, aku akan pilih hanya beberapa saja yang pake bayar. Yang lainnya akan cari yang gratisan seperti Millenium Park, taman tengah kota yang bagus banget buat obyek foto2, dan juga Buckingham Fountain, air mancur spektakuler yang ada pertunjukkan dengan lagu dan lampu di malam hari. Aku juga berniat mengajak anak-anak ke pantai. Loh…pantai? Memangnya Chicago dekat laut? Chicago letaknya dekat dengan Lake Michigan, danau besaaar sekali. Dinas Pertamanan (Park District) kota Chicago mengangkut pasir pantai dan membuat pantai buatan di pinggiran danau plus jalur jalan dan bersepeda yang sangat lebar mengelilingi danau agar warganya punya tempat untuk berwisata dan berolahraga. Total ada 27 pantai yang tersebar dari utara ke selatan. Kalau tertarik baca detilnya bisa liat di sini. Maka, aku siapkan perlengkapan ke pantai, seperti tikar gulung, sendal anti air, dan juga kursi lipat untuk dibawa ke Chicago. Duh…kebayang deh heboh banget perabotan lenong yang bakal kami bawa.

Kira-kira 10 hari menjelang keberangkatan, kami jalan-jalan ke mall di kota kami. Kebetulan lewat Science Center yang sebelumnya sudah pernah kami datangi. Iseng-iseng aku liat penawaran keanggotaan alias membership yang ada di papan. Loh…kok ada tulisan bahwa dengan jadi anggota, maka bisa mengunjungi museum2 di kota lain dengan GRATIS!! Mata langsung melotot membaca kata FREE ADMISSION. Selain itu, untuk masuk ke Science Center yang ada di sini juga bisa gratis dan bisa semaunya…artinya gak ada batasan bisa berapa kali…layaknya all you can eat baby! Yeah!! Pas tanya berapa bayar jadi member…yipiiiiiiiiii….ternyata harganya sama dengan 4 tiket (kami sekeluarga) sekali masuk ke SATU museum di Chicago! Padahal dengan bayar keanggotaan itu…kami bisa bolak balik ke museum di kota kami dan juga museum2 di kota2 lain seluruh Amerika sebanyak2nya dengan gratis..gratis..gratis! Tentu saja gak semua museum bisa, hanya museum yang ikut program yang namanya ASTC Passport. Museum di negara lain juga ada yg ikut program ini, antara lain di UK dan Korea, tapi jumlahnya sedikit dibandingkan yang di Amerika.

Benar2 deh aku berasa seperti menemukan harta karun. Bahagianya lebih karena merasa akan bisa menyenangkan anak2ku untuk mengunjungi museum2 di Chicago yang katanya sih memang spektakuler. Begitu sampai rumah, langsung deh rencana perjalanannya (itinerary) aku utak-atik lagi. Museum-museum di Rockford sementara aku coret dulu dan ganti dengan museum2 di Chicago. Tapi kemudian satu masalah lagi yang mengganjal. Bagaimana dengan parkirnya? Seperti yang pernah aku tulis sebelumya, ongkos parkir di Chicago tuh cakeppp banget deh. Sekali parkir bisa kena getok minimal 14 dolar, paling parah bisa 24 dolar. Kebayang kan kalo kita parkir di beberapa tempat. Akhirnya, aku lagi deh yang musti mikir gimana nih caranya meminimalisir pengeluaran buat parkir. Bapaknya anak2 sih tinggal tanya: “Gimana Ma? Beres rencananya?” Heeehhhh.

Lanjutinnya besok aje ye Cu. Udah panjang banget nih kayak kereta api. Nenek mau nyari sirih dulu..uhukk..uhukk.

Advertisements

94 thoughts on “Liburan 2010-Chicago Part 1 – Persiapan

  1. itapage said: Bagi penduduk sana sih worth it mb…kebayang deh senengnya pas baca free pass

    Iya Ta…dan itu bisa lebih dari sekali untuk keanggotaan selama setahun. Aku nyaris lompat2 kegirangan kalo aja gak ada org di mall itu…hi..hi.

  2. laurasaid said: ihikks..jadi nyesel ga jalan2 ke museum2 di Chicago — tapi yg pake ASTC passport itu aja. That should make me happy hahahhaa. Those are few good things living in the U.S ya mbak.. hiburan ga cuma sekedar going to the malls, sitting for hours at coffee shops ditambah bau rokok (blah.me speaking about life in Jakarta), life is much more easier — haha everything is on the internet… you know where to go, easy online hotel reservation, plus the car haaaaaaaaaa…. ;p say hi to the boys ya Mbak Ir :-))

    Kenapa enggak atuh? Tapi Lora justru sempat liat science museum yang di Boston atau NJ kalo gak salah…yang ada pameran Harry Potternya itu lho. Seru kan museum di sini…bedaaa banget sama di sana. Tenang my dear. I’ve got a feeling that you will come back here again…soon. For some cases, life does seem easier around here…but I still miss my family back there. That’s the hardest part of living abroad.

  3. orangjava said: Okeh Cat Fish kono…..

    Aku belum pernah dapat catfish, dapetnya sebangsa large mouth bass tapi yg masih kecil. Catfish bisa gede banget kalo di sini ya Pakdhe…catfish londo soale..he..he.

  4. penuhcinta said: Aku belum pernah dapat catfish, dapetnya sebangsa large mouth bass tapi yg masih kecil. Catfish bisa gede banget kalo di sini ya Pakdhe…catfish londo soale..he..he.

    Sampe 3 meter…dari Europa….mancingnya pake ikan kecil atau cacing….

  5. laurasaid said: hiburan ga cuma sekedar going to the malls, sitting for hours at coffee shops

    nayntai di Indo mah kudu beduit, boros banget tempatnya, boros yg gak manfaat. Ane jg tempo hari pulang langsung bete blm nyampe seminggu. Untung tinggal di daerah msh nemu suasana kampung

  6. orangjava said: Sampe 3 meter…dari Europa….mancingnya pake ikan kecil atau cacing….

    ikan gede yg pernah pakde tempel dipostinganku kan? lupa aku postingan mana yak?

  7. Iya ya, mb?Kalo bisa nemu hotel yang ber-microwave bakalan asik banget.Karena biasanya budget terbesar saat plesiran memang jatuhnya di makanan.btw, itu riset-nya berapa lama untuk bisa menyusun jadwal plesir secara apik dan tertata, mb?

  8. True Kak — that’s why it’s so monotone here :-‘( I can’t do, or enjoy my brisk walk here because the side walks are full with street vendors. If not, they’re not well maintained. There’s no public library, which I think it’s a shame šŸ˜¦ . There’s no green parks where I can just sit & enjoy the view, read my favorite book and listen to music, or just have a little picnic. I do expect a miracle one day Indonesia will have these facilities

  9. penuhcinta said: Kenapa enggak atuh? Tapi Lora justru sempat liat science museum yang di Boston atau NJ kalo gak salah…yang ada pameran Harry Potternya itu lho. Seru kan museum di sini…bedaaa banget sama di sana. Tenang my dear. I’ve got a feeling that you will come back here again…soon. For some cases, life does seem easier around here…but I still miss my family back there. That’s the hardest part of living abroad.

    Iya waktu itu di Science Museum Boston šŸ™‚ I was there with bunch of school kids hahha..jadi malu ;p — mereka menikmat fasilitas seperti ini pada usia sekolah, hahaha aku? telat :pAwwhhh thanks Mbak Ir. Amin yaa Rab šŸ™‚ you’ve made my day with your prayers. I always believe in Mothers’ instinct. Am not saying you’re old looh hahaha, but I see you as a graceful Mom and woman. If I land there, you will be on my priority visit list :-)).

  10. “If not, they’re not well maintained. There’s no public library, which I think it’s a shame šŸ˜¦ . There’s no green parks where I can just sit & enjoy the view, “Come over……

  11. orangjava said: “If not, they’re not well maintained. There’s no public library, which I think it’s a shame šŸ˜¦ . There’s no green parks where I can just sit & enjoy the view, “Come over……

    mau banget Pakde :-)) asiiik…asiiikk..mohon doa supaya rezki nya lancar :-))

  12. laurasaid said: I do expect a miracle one day Indonesia will have these facilities

    kalo kita nongkrong di tanah yg berumput, ntar dikira gelandangan, wkwkwkwkkkkk….

  13. Padahal wisata alamnya potensial banget kan ya. Suka miris, apalagi kalo mikirin pantai. Di sini negara segede bagong tapi pantainya terbatas, banyak daerah yg akses ke pantainya jauh dan cuma bisa ngiler aja. Di sana negara kepulauan, pantai banyak tapi dianggurin.

  14. revinaoctavianitadr said: Iya ya, mb?Kalo bisa nemu hotel yang ber-microwave bakalan asik banget.Karena biasanya budget terbesar saat plesiran memang jatuhnya di makanan.btw, itu riset-nya berapa lama untuk bisa menyusun jadwal plesir secara apik dan tertata, mb?

    Kecuali kalo memang tujuannya adl utk wisata kuliner lho ya. Kalau kami sekeluarga agak kesulitan utk bisa begitu karena suamiku lidahnya Indonesia banget, sayang aja kalo udah mahal tapi dianya gak bisa makan. Mulai persiapannya 3 minggu sebelumnya tapi total waktu persiapannya gak segitu karena sesuai mood dan volume kerjaanku juga. Jadi baru dikerjain kalau sempat dan lagi mood. Sebenarnya gak terlalu apik krn ada bolong2nya juga yg nanti akan kuceritain di sini.

  15. laurasaid said: True Kak — that’s why it’s so monotone here :-‘( I can’t do, or enjoy my brisk walk here because the side walks are full with street vendors. If not, they’re not well maintained. There’s no public library, which I think it’s a shame šŸ˜¦ . There’s no green parks where I can just sit & enjoy the view, read my favorite book and listen to music, or just have a little picnic. I do expect a miracle one day Indonesia will have these facilities

    I feel for you, Lora. Jakarta is one big messy place. For those who have just returned home after spending years living abroad, life could be very tough. Be patient my dear. Humans are the most flexible creature on earth (next to cockroaches…he..he). You will adapt and soon learn how to navigate yourself through the crowd and find some nooks where you can find peace without having to spend too much. FYI, there’s a good public library on the ground floor of Diknas on Sudirman street (right next to Ratu Plaza…eh does it still exist?). The books used to be the collection of British Council library. I don’t know what it is like right now, but it used to be one of my favorite places in Jakarta.

  16. laurasaid said: Awwhhh thanks Mbak Ir. Amin yaa Rab šŸ™‚ you’ve made my day with your prayers. I always believe in Mothers’ instinct. Am not saying you’re old looh hahaha, but I see you as a graceful Mom and woman. If I land there, you will be on my priority visit list :-)).

    Hugs for Lora. You’re still young Lora…you can go anywhere in the world. Never, never, never set limits to yourself when it comes to positive things. He…he…why do I sound like Mario Teguh? No..no..I mean, people might call me nuts, but at this age, I still have many dreams that I want to fulfill.Sweet Lora, you are welcome in my house any time. We’ll take you around this tiny little village of C’dale and see how many days you can survive without boredom. He…he…just kiddin’.

  17. laurasaid said: Am not saying you’re old looh hahaha, but I see you as a graceful Mom and woman.

    Hi..hi..hi..thank you Lora. I’m not sure about the ‘graceful’ part though, ’cause sometimes I go crazy too and totally forget about me being a mom and over the age of 30.

  18. duabadai said: bisa aja, syaratnya tiket pesawat PP, hehehehe*ngarep*

    Jadi sewa dong judulnya ya, bukan pinjem lagi. Transfer aja kayak transfer tenaga dalam gituh.

  19. penuhcinta said: FYI, there’s a good public library on the ground floor of Diknas on Sudirman street (right next to Ratu Plaza…eh does it still exist?). The books used to be the collection of British Council library. I don’t know what it is like right now, but it used to be one of my favorite places in Jakarta.

    Yes I went there Mbak.. once. They have good collections of book. Tapi utk menuju kesana nya jaman sekarang??? Ow my Gosh..tua di jalan :-(. I think Ratu plaza still exist ;-p disebelah nya sekarang ada mall juga… unbelievable. Then PS udah ada 2..then di SCBD ada Pacific Place… Jakarta… is a mall city I believe…

  20. penuhcinta said: You’re still young Lora…you can go anywhere in the world. Never, never, never set limits to yourself when it comes to positive things.

    I will never Mbak :-)) Thanks for reminding…

  21. laurasaid said: Tapi utk menuju kesana nya jaman sekarang??? Ow my Gosh..tua di jalan :-(.

    Berangkatnya subuh2…barengan sama maling baru pulang..hi..hi. Waktu ke Chicago kita sempat ngerasain macet dan langsung si Imo bilang kalau hal ini yg diingatnya dari Jakarta.

  22. laurasaid said: I think Ratu plaza still exist ;-p disebelah nya sekarang ada mall juga… unbelievable. Then PS udah ada 2..then di SCBD ada Pacific Place… Jakarta… is a mall city I believe…

    Daya belinya orang Jakarta apa tinggi banget ya? Jaman resesi begini masih penuh gak tuh mall?

  23. orangjava said: Ya itu aja belum yang paling gede, katanya si LELE diperutnya ada Bebek…dan ikan2 kecil…rakus yaaaaa

    Ho-ho…jadi bonus dong Pakdhe…jadi nanti masaknya lengkap, ada ikan, ada bebek, ada orang…ha..ha..ha.

  24. penuhcinta said: Ho-ho…jadi bonus dong Pakdhe…jadi nanti masaknya lengkap, ada ikan, ada bebek, ada orang…ha..ha..ha.

    Segede begitu aku belum pernah kena…paling2 pas2an 85 cm…

  25. penuhcinta said: Daya belinya orang Jakarta apa tinggi banget ya? Jaman resesi begini masih penuh gak tuh mall?

    People buy… seriously. The luxurious stores, such as Louis Vuitton, Gucci, Emporio bla bla bla.. selalu ada pengunjung. You know why I said this? I went to Plaza Indonesia yesterday hahaha.. of course I need to meet someone …toko2 penuh ckckckck…

  26. laurasaid said: People buy… seriously. The luxurious stores, such as Louis Vuitton, Gucci, Emporio bla bla bla.. selalu ada pengunjung. You know why I said this? I went to Plaza Indonesia yesterday hahaha.. of course I need to meet someone …toko2 penuh ckckckck…

    Tambah konsumtif aja ya. Pdhal millionaires di sini ajah pada hidup biasa2 aja. Read this Ola: http://articles.moneycentral.msn.com/SavingandDebt/SaveMoney/SaveMoneyDyn.aspx?cp-documentid=24219740&GT1=3300

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s