Perpustakaan Dimarih..la kemari hey..hey..hey..hey…….Hey kawan!

Perpustakaan di sini sangat bikin iri. Selain secara fisik gedungnya bagus, koleksi buku-bukunya juga lumayan banyak. Memang jika dibandingkan dengan perpustakaan kampus masih kalah, apalagi dalam hal buku-buku teks. Tapi secara umum, banyak sekali hal yang baru yang aku temui di perpustakaan kota kecilku ini.

Pertama, gratis, gratis, dan gratis! Tak ditarik bayaran sepeserpun untuk jadi anggotanya. Cukup dengan memberikan bukti bahwa kita penghuni kota ini dengan menunjukkan amplop surat atau tagihan listrik/air/internet yang bertuliskan nama kita, maka kita bisa menjadi anggota. Malahan kita dikasih kartu diskon $2 yang bisa digunakan untuk membayar denda kalau terlambat mengembalikan buku.

Kedua, boleh pinjam buku sebanyak-banyaknya, tanpa batasan. Ibarat kate nih Mpok, mau pinjam satu truk juga boleh, asal bisa bawanya aje. Setiap kali pinjam, batas waktunya 3 minggu dan boleh diperpanjang satu kali. Mereka juga sedia book drop, semacam kotak pos besar buat pengembalian buku di saat perpustakaannya tutup.

Ketiga koleksi buku anaknya luar biasa sekali! Aku tak tahu berapa jumlah persis koleksi buku-buku anak, yang jelas pasti ratusan. Di foto yang sempat aku curi-curi ambil ini terlihat sebagian kecil koleksi buku anak yang tersedia. Buku-buku anak ini terlihat makin meriah karena kebanyakan berupa picture books atau buku bergambar yang ukurannya besar-besar (lebar) dan berwarna-warni, baik dalam bentuk hard maupun soft-cover.

Keempat, ada ruang khusus untuk bermain anak yang letaknya berdekatan dengan rak buku2 anak. Kalau di perpus kotaku, ada lemari besar yang berbentuk pohon dan di dalamnya banyak mainan anak yang edukatif. Tiap hari Sabtu-Minggu, biasanya banyak anak2 yang diantar ortunya ke sini khusus untk bermain sementara ortunya bisa cari buku.

Kelima, selain buku juga ada dvd dan video yang bisa dipinjam. Lumayan deh bisa liat film2 yang meski bukan yg baru2 tapi masih bisa dinikmati dengan gratis.

Keenam, ada dua koleksi perpustakaan di sini yang menurutku sangat unik, yaitu: lukisan dan pancingan. Jadi, dengan berbekal kartu anggota, maka kita bisa pinjam lukisan-lukisan yang dipajang di situ. Memang sih cuma lukisan reproduksi tapi lumayan bagus2 buat menghias rumah kalau mau ada acara ngundang2 teman. Sedangkan tongkat pancing disediakan buat mereka yang hendak memancing. Semuanya sekali lagi gratis, asal jadi anggota.

Ketujuh adalah adanya acara2 yang khusus disediakan untuk anak2 semacam mendatangkan pendongeng atau pameran binatang2 eksotis (ular, laba2 dsb.) yang benar2 menghibur dan berkualitas. Mereka juga punya program rutin untuk memperkenalkan buku pada anak2 sedari dini. Program ini untuk bayi 6 bulan sampai anak usia sekolah. Tentu saja dibagi dalam kelas2 sesuai usianya.

Kedelapan, setiap tahun mereka mengadakan Book Sale yang benar2 menggiurkan. Semua buku dihargai antara 50 sen sampai $2 saja! Bahkan buku2 hard-cover yang tebal2 banget juga cuma 2 dollar. Mereka melakukan hal ini untuk menyediakan tempat bagi buku2 baru, jadi bukan semata mencari uang.

Sepertinya pemerintah kota ini sih gak segan2 mengeluarkan budget cukup besar untuk perpustakaannya. Semoga suatu saat negri kita bisa punya banyak perpustakaan yang bisa lebih baik (ngarep.com).

Advertisements

38 thoughts on “Perpustakaan Dimarih..la kemari hey..hey..hey..hey…….Hey kawan!

  1. Orang gila… Tulisan sendiri dikomentarin pertamax sendiri…Awalnya mikir Irma ini baik, santun, religius, ternyata bocor…Duh, ketemunya kok temen-temen yang kayak begini semua * Ntar baca dulu, baru dikomenin ya. Ini komen pertamax gemblungmu dowang…

  2. Ane banyak komentarnye nih…Orang Betawi entu bilangnye dimarih… Penulisan “di” untuk pelekatan kata “mari” sebagai kata keterangan tempat itu digabung (kalo di Indonesianye berdasarkan kamusnye J.S. Badudu pan dipisah). Penulisannye emang disengaje biar lebay dikit, pun juga ade penambahan kate “h”, mangkenye “dimarih”. Ente lebih ngerti dah ketimbang ane, pan nyang di Pakultas Sastre entu ya ente… Paperless era seems to be the case in the next day thought of as an alternative media. The scarcity of paper automatically will make the price of books became more expensive and not affordable purchasing power. a friend from Library Science graduates ever complained over the internet presence, thought with the internet, his profession as a librarian threatened irreplaceable. People no longer need a librarian.In these days, library is only about the size of blackberries. Everything we wanna know can be found from blackberry. Of course don’t be ridiculous, blackberry which is connected to the internet. Luwih panjang maneh ngomentari, aku wis suwi gak tau dolan neng perpustakaan. Wis gak eruh yak opo isine. Luwih penak ndelok neng internet ketimbang mlaku sik, dolan neng perpustakaan. Marai mumet Ir. Saiki jamane instan, yo mileh ae sing instan-instan, lah buku-buku lawas ae podo digitalisasi kabeh kok…

  3. Tapi pernyataanku tentang mahalnya harga buku nggak terbukti di tulisanmu. Gilanya, di Indonesia ada harga buku yang udah ngelebihin gajinya PNS golongan 3A. Itu tuh, buku-buku ensiklopedia untuk anak…

  4. Hi…hi…hi…pernah dengar ungkapan: “Birds of a feather flock together”? Nah…itulah jawaban dari pertanyaanmu kenapa ketemunya teman2 yg bocor semua kayak gitu. Aku sih gak bocor, udah ditambal kemarin sama tukang patri yg lewat. Mengenai pertamax…aku sekedar mematuhi nasihat org2 tua spt:Lebih baik pertamax daripada tidak sama sekali.Biar lambat, asal pertamax.Empat kali empat sama dengan enambelax. Sempat tak sempat harus pertamax.

  5. luqmanhakim said: Ane banyak komentarnye nih…Orang Betawi entu bilangnye dimarih… Penulisan “di” untuk pelekatan kata “mari” sebagai kata keterangan tempat itu digabung (kalo di Indonesianye berdasarkan kamusnye J.S. Badudu pan dipisah). Penulisannye emang disengaje biar lebay dikit, pun juga ade penambahan kate “h”, mangkenye “dimarih”. Ente lebih ngerti dah ketimbang ane, pan nyang di Pakultas Sastre entu ya ente…

    Kagak bole banyak2…nanti kekenyangan trus jadi endut looo. Buset dah Man…pake dibahas lagi penulisannya. Gue pakultas sastra tapi pan bukan sastra Indonesia…sastra bule ane mah…enggris…engris…pake linggis. Anyway busway, gue hargai masukannya ya. Nanti gue ganti dan gak pake bubur merah bubur putih…oke.

  6. luqmanhakim said: Paperless era seems to be the case in the next day thought of as an alternative media. The scarcity of paper automatically will make the price of books became more expensive and not affordable purchasing power.a friend from Library Science graduates ever complained over the internet presence, thought with the internet, his profession as a librarian threatened irreplaceable. People no longer need a librarian.In these days, library is only about the size of blackberries. Everything we wanna know can be found from blackberry. Of course don’t be ridiculous, blackberry which is connected to the internet.Luwih panjang maneh ngomentari, aku wis suwi gak tau dolan neng perpustakaan. Wis gak eruh yak opo isine. Luwih penak ndelok neng internet ketimbang mlaku sik, dolan neng perpustakaan. Marai mumet Ir. Saiki jamane instan, yo mileh ae sing instan-instan, lah buku-buku lawas ae podo digitalisasi kabeh kok…

    Aku pribadi sih menganggap buku takkan terganti kayak lagunya Kahitna. Beda rasanya Man antara baca di layar sama memegang, membalik lembar halaman, menyium bau kertas buku lama (serta bersin2 kalau berdebu), dan juga kebebasan untuk membaca dimana saja tanpa harus buka komputer dulu. Mata juga lebih cepat capek kalau baca di layar komputer/HP/produk digital readers lain spt Kindle misalnya. Belum semua buku ada versi digitalnya, kalaupun ada pasti leboh mahal ketimbang pinjam di perpustakaan. Koleksi2 buku di Google books misalnya, pasti buku2 lawas yg copyrightnya udah gak berlaku lagi. Kalaupun ada yg baru, pasti gak lengkap.Aku maklum kalau di sana jarang ke perpus. Fasilitasnya memang gak banyak dan sebagus di sini kan. Kalau mau iseng jalan2 Man, main2 ke perpus Diknas yg dapat limpahan buku dr perpusnya British Council. Lumayan bagus tuh krn di awalnya mereka dibantu oleh BC.

  7. luqmanhakim said: Tapi pernyataanku tentang mahalnya harga buku nggak terbukti di tulisanmu. Gilanya, di Indonesia ada harga buku yang udah ngelebihin gajinya PNS golongan 3A. Itu tuh, buku-buku ensiklopedia untuk anak…

    Di sini juga mahal kok Man, tapi agak tertolong karena ada diskon2 secara berkala. Modalnya sabar aja, tunggu sampai ada diskonan. Tiap kali ada edisi baru, edisi lama utk buku yg sama pasti harganya turun. Buku2 teks perkuliahan harganya bisa lebih dari 50 dollar sampai ada juga yg ratusan. Biasanya gue beli buku edisi2 lama, bahkan buku2 kuliah, krn jauh lbh murah. Kalau cari buku murah bisa ke toko2 online spt Half.com. Di Indonesia jadi mahal karena selisih kurs dan mungkin pajak utk buku2 import.

  8. orangjava said: Perpustakaan dimana nih???

    Di kota Carbondale, Illinois Pakde. Perpustakaan kota kecil jadi skalanya juga kecil, tapi buat aku sungguh mengesankan karena di Indonesia gak pernah nemu yg kayak gitu.

  9. luqmanhakim said: Sekali gemblung, tetap gemblung, itu sulit dihilangkan…

    Gemblung itu nama kue bukan sih? Yang bulet2 lapis gula merah itu kan? Aku suka tuh Man…kirimin ya kemarih! Hi..hi..hi. Oya…utk saudara Luqman Hakim…selamat, Anda berhasil mendapatan TripleX Award! Penghargaan ini dipersembahkan untuk Anda yang sudah mengirim reply atau balasan sebanyak tiga kali berturut-turut! Selamat sekali lagi! Silahkan mengambil sendiri hadiahnya di toko2 material terdekat berupa tripleks! (bayangkan gambar Luqman bawa2 tripleks sambil mengacungkan dua jari kemenangan dengan girang!)Hi..hi..hi.

  10. Biar pas 5 komentar deh, masuk halaman ini kok ya jadi senyum-senyum sendiri. Pertama judulnya “Perpustakaan di Mari”, Irma masih pake kaedah penulisan bahasa yang baik dan benar. Belakangan masuk sini lagi judul berubah, lebih lebay, lebih kacau, Irma banget deh pokoknya Percaya atau tidak, kondisi kejiwaan seseorang yang mengidap mentality disorder’ itu kutemui di sini. karakter dan perilaku ditandai dengan pola mental atau perilaku abnormal. Sebagai orang ‘normal’ aku memilih diam deh, berdoa buat segala kesembuhanmu… Aku juga nggak baik kalo memonopoli komentar di sini, jelas-jelas UU Anti Monopoli udah diberlakukan di Indonesia lewat UU No 5 Tahun 1999, di negeri tempatmu tinggal malah udah diberlakukan lewat The Sherman Antitrust Act, July 2, 1890, ch. 647, 26 Stat. 209, 15 U.S.C. Paling nggak memang ngasih kesempatan temen-temen lain mengomentari kegemblunganmu Ir, jauh-jauh sekolah AmeRika kok naga-naganya tetep aja kelakuan kayak yang di Depok. Mending sekolah AmeBayu aja, AmeLuqman juga boleh, tapi ditanggung nggak bakalan pinter…

  11. Wah enaknya. Disini refrensi2 inggris mahal2 mbak ir, selain mahal juga kadang ada yang susah nyari, adanya di amazone.com plus mahal juga. Aku nyari celce murcia 95 ja ga nemu2, buku jadul sih 🙂

  12. wah, salut keyyen, bisa minjem banyak banget gak bayar lagi, coba ada di sini,pasti Nana pengunjung setianya, hehehenyewa novel teenlit yg tipis aja di sini byr 4 rb, mana cm seminggu batas waktunya, gimana anak2 mau suka membaca?*btw, foto perpusnya mana?

  13. penuhcinta said: Mengenai pertamax…aku sekedar mematuhi nasihat org2 tua spt:Lebih baik pertamax daripada tidak sama sekali.Biar lambat, asal pertamax.Empat kali empat sama dengan enambelax. Sempat tak sempat harus pertamax.

    hahahahaaahhaaaaaaaaaaaaaa… you rock, girl !!!!

  14. trasyid said: perpustakaan daerahnya keren, kalo di indonesia mah uang daerah yang untuk menggembungkan perut pejabat.. haha

    Itulah…bikin kita jadi beranda2 saja…seandainya gak dikorupsi, seandainya begini, begitu.

  15. luqmanhakim said: Biar pas 5 komentar deh, masuk halaman ini kok ya jadi senyum-senyum sendiri. Pertama judulnya “Perpustakaan di Mari”

    Ya ampyunnn…dibilangin gak boleh banyak2…malah nambah lageee. Gimana sih lu Man? Makanya kita cucok…ya nggak…ya nggak (sambil kedip2). Pake belagak doain kesembuhan gue lagi. Sesama orang edan dilarang saling menuduh looo. Apalagi rekan satu bangsal di Grogol.Aku punya cerita nih…dulu pas jaman masih ngantor di STBA LIA Pengadegan, gue kan dioperasi..ceritanya ada sel mencurigakan di dada gue. Kebetulan dokter gue praktek di rumah sakit di Jakarta Barat dan gue operasinya dirujuk ke situ deh. Begitu tahu gue dioperasi di situ, temen2 kantor gue malah girang banget dan jadi suka mencela gue. Bukannya berduka atau turut prihatin gitu ya…kurang ajar banget deh mereka. Mereka seneng banget karena rumah sakitnya ada di daerah Grogol dan namanya: Sumber Waras!Jadi seperti itulah Luqman, kalau sekarang kau baru mengenal dakyu. Maaf aja kalo pas jawab menjawab ini gue lagi korslet ya. Pasti lo tahulah gimana rasanya…wong rekan satu bangsal…ya nggak?

  16. gapaiimpian said: Wah enaknya. Disini refrensi2 inggris mahal2 mbak ir, selain mahal juga kadang ada yang susah nyari, adanya di amazone.com plus mahal juga. Aku nyari celce murcia 95 ja ga nemu2, buku jadul sih 🙂

    Yah begitulah…aku juga merasakan cari buku referensi bahasa Inggris di sana syusaaaah dan muahaaallll banget. Makanya pas ada perpustakaan British Council (dulu di Widjojo Center jalan Sudirman) dan kemudian pindahan ke DikNas, aku langsung jd member dan hampir setiap minggu ke situ. Amazon.com bisa ya dikirim ke Indonesia? Soalnya aku pernah liat barang eh pas mau shipping ternyata gak bisa tuh ke Indonesia dan negara2 spt Pakistan (pdhal India bisa), Arab Saudi dst. Buku jadul banyak juga kok di Half.com.

  17. nanabiroe said: wah, salut keyyen, bisa minjem banyak banget gak bayar lagi, coba ada di sini,pasti Nana pengunjung setianya, hehehenyewa novel teenlit yg tipis aja di sini byr 4 rb, mana cm seminggu batas waktunya, gimana anak2 mau suka membaca?*btw, foto perpusnya mana?

    He-eh Na…aku tahu pasti Nana akan jd pengunjung setia. Aku ada satu teman, org Indonesia yg sekolah di sini. Diajakin ke perpus males banget krn memang dasarnya gak suka baca. Ah rugi sekali orang itu. 4 ribu cuma satu buku? Kok mahal juga ya. Maunya sih gratis dong ya…hehh…kalo gak ada yg fasilitasi baik dr anggran pemerintah atau ada dermawan kaya raya ya gak mungkin. Foto perpus tadinya mau dipajang tapi susah nyarinya. Nanti deh kalo ketemu aku pajang.

  18. agamfat said: akhir minggu, di Jakarta sh ortu bawa anaknya ke mall hehehe tapi sudah lama aku bawa anakku ke sawah atau kandang

    Di sini kadang2 aja ke mall, di sini cuma satu soalnya jadi gak banyak alternatif. Sama Mas, anak2ku lbh suka diajak mancing ke danau drpd main ke mall.

  19. rinita said: lucu banget boleh pinjem lukisan…..asik banget yaaaaa

    Iya…mungkin maksudnya biar intuisi seni masyarakatnya juga terasah. Kapan2 aku ambil deh foto2 lukisan yg boleh dipinjam.

  20. penuhcinta said: Pertamaxxx!!!!!

    mba irma curaaangg..pemilik lapak kan gag boleh pertamax .. :(ttg perpus.. jadi inget, saya udah lama gak pernah ke perpus, itu dulu juga perpus kampus cuma cari data buat skripsi.. laah apa yg mau di liat, buku tua lepek, bikin bersin.. mending ke lapak buku2 bekas yg sekarang makin banyak di Blok M..

  21. klo kayak gitu mah betah ya mbak ngendon di perpustakaan :DDi sini (baca: Indonesia), di perpus kota tempatku tinggal, kalau tidak berKTP kota tersebut untuk jadi anggota perpus harus naruh deposit 100rebu. Kagak ada mah yang gratis2an… dah gitu klo pinjem buku max cuma 5 dan waktunya cuma 1 minggu… dan tentu saja, koleksinya pasti kalah jauh ama koleksi perpus di Carbondale 😀

  22. nitafebri said: mba irma curaaangg..pemilik lapak kan gag boleh pertamax .. :(ttg perpus.. jadi inget, saya udah lama gak pernah ke perpus, itu dulu juga perpus kampus cuma cari data buat skripsi.. laah apa yg mau di liat, buku tua lepek, bikin bersin.. mending ke lapak buku2 bekas yg sekarang makin banyak di Blok M..

    Nit, ini undang2 baru di Mp ya? Hi…hi…justru kalo di KasKus malah yg punya lapak ngetekin postingannya sendiri. Habis, drpd gak bisa petamax di tempat lain…lgpula buat mancing komentar yg lain juga kok Nit.Buku2 lepek yg bikin bersin justru jd incaranku waktu di kampus dulu. Soalnya memang bahan2 yg bagus justru dr situ. Aku kan belajarnya sastra yang nyerempet2 sejarah juga, jd sukanya malah sama buku antik. Ke lapak buku bekas di Blok M? Oh itu sih hobiku juga, dulu jaman ‘pacaran’ sama calon suamiku malah main2nya ke tempat2 kayak gitu…yg gak ada romantis2nya sama sekali..he..he.

  23. itapage said: Sama mb…..makanya demen banget berkunjung ke perpustakaan drpd mall :-))

    Iya Ta, buat anak2 malah lbh bagus ke perpus. Ke mall sih cuma bikin kanker.

  24. dewimarthaindria said: klo kayak gitu mah betah ya mbak ngendon di perpustakaan :DDi sini (baca: Indonesia), di perpus kota tempatku tinggal, kalau tidak berKTP kota tersebut untuk jadi anggota perpus harus naruh deposit 100rebu. Kagak ada mah yang gratis2an… dah gitu klo pinjem buku max cuma 5 dan waktunya cuma 1 minggu… dan tentu saja, koleksinya pasti kalah jauh ama koleksi perpus di Carbondale 😀

    Hampir sama kok Dew, di sini juga baru bisa jd member kalau dia warga di sini. Kalau bukan sih kayaknya harus bayar juga. Cuma kalau di sini hampir di setiap desa apalagi kota pasti ada perpustakaannnya. Oya…mereka juga punya jaringan, jadi kalau kita mau pinjam buku yg gak tersedia di perpus kota kita, maka bisa pinjam ke perpus yg lain yg masih terhubung dng perpus kita. Jadi pesannya online dan dikirim pake pos.

  25. ikaiku said: Wah,jd pengen liat perpusnya kaya apa

    Hai Ika, salam kenal. Perasaanku sih sudah pernah pasang foto2 di perpus di album fotoku. Tp nanti aku cek lagi deh.

  26. dysisphiel said: huks… bandingkan dengan perpus di sini ;(

    Ihiks…bikin sedih aja. Tapi optimis lah…satu saat pasti banyak dan kalau bisa semua perpus di Indo bisa bagus, lengkap dan banyak koleksinya serta baik pelayanannya.

  27. penuhcinta said: Hai Ika, salam kenal. Perasaanku sih sudah pernah pasang foto2 di perpus di album fotoku. Tp nanti aku cek lagi deh.

    salam kenal juga,,aq add boleh?:D

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s