Rasa Itu Bernama Empati

Kejadiannya sudah beberapa tahun yang lalu, saat di Indonesia sedang banyak kasus anak2 terkena busung lapar. Berita perih ini aku sampaikan dalam sebuah obrolan dengan seorang wanita Amerika yang kita sebut saja sebagai Sarah. Sarah yang sebaya denganku adalah janda beranak dua yang tinggal di trailer atau rumah non-permanen. Asal tahu saja, biaya sewa trailer di sini adalah yang paling murah dari semua jenis tempat tinggal.

Sarah tidak bekerja karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan. Kalau tidur, ia pakai alat bantu oksigen karena nafasnya bisa berhenti sewaktu-waktu. Kedua anak laki-lakinya menderita autisme, yang pertama lebih parah dari yang kedua. Anak keduanya pernah satu kelas dengan Imo, dari situlah aku mengenal Sarah.

Karena tidak bekerja, Sarah mengandalkan tunjangan dari mantan suaminya dan juga tunjangan dari pemerintah. Untuk biaya kesehatan anaknya, ia cukup beruntung karena pemerintah negara bagian kami menanggung asuransi kesehatan untuk semua anak di bawah 18 tahun.

Saat itu musim dingin dan aku sempat berbincang dengan Sarah lewat YM. Dia bilang padaku bahwa mesin pemanas rumahnya rusak. Membayangkan menggigitnya udara musim dingin, aku tawarkan padanya utk membelikan portable heater. Dia menolak. Katanya, “Kami masih tidak apa-apa. Kami nyalakan oven untuk menghangatkan ruangan. Besok adikku datang untuk membetulkan heaternya.”

Saat obrolan kami merambah pada berita terbaru dari tanah airku, aku ceritakan sekilas tentang wabah busung lapar, tanpa maksud apa-apa. Sarah langsung berkata: “Nanti kalau kamu pulang ke negrimu, aku titip sedikit uang ya untuk mereka. Kamu yang lebih tahu lembaga apa yang bisa dipercaya.”

Aku terkesiap. “No Sarah, you don’t have to do that. Mendingan kamu simpan saja untuk kebutuhan kamu sendiri.” Sarah dengan mantap bilang begini: “Saya masih punya rumah (a roof over my head) dan juga masih bisa makan. Kami tidak akan mati kelaparan seperti anak-anak malang itu. Kami masih lebih beruntung dan mereka lebih membutuhkan.”

Ya Tuhan, mulia sekali hati orang ini. Kalau dia ada di dekatku, pasti sudah kupeluk erat-erat sambil menangis sesegukan.

Kemarin, saat heboh berita Gayus, saat baca 140 trilyun pajak dikorupsi tiap tahunnya, ingatanku langsung melayang pada Sarah. Ya Allah, orang yang bukan bangsa sendiri dan sebenarnya juga sedang dalam kesulitan hidup bisa ya merasa iba dan berniat menolong. Sedangkan bangsa sendiri yang di depan matanya terlihat kemiskinan merajalela dimana-mana malahan tega-teganya mencuri uang yang mustinya bisa untuk menyelamatkan mereka-mereka yang kesusahan.

Maka, air mata pun kembali merembes.

Advertisements

34 thoughts on “Rasa Itu Bernama Empati

  1. suatu sore aku dan suami terlibat perbincangan seperti paragraf terakhir ini. ‘mas, kemana hatinya ya orang2 itu, 11 milyar perbulan mereka curi,,, kalo uang itu dipake buat bikinin rumah orang2 di pinggir jalanan jakarta cukup ga?’ kata mas : cukup lah, katanya,,,, ih,,,makin geram rasanya kok bisaaaa ya ada manusia2 sejahat mereka? Kata saya. Trus mas jawab lagi : kalo semua pencuri itu mikirnya kayak kamu : nanti nerakanya sepi. aku trus diem,,, karna saat itu cuma itu satu2nya jawaban yg menurutku pas.

  2. nanabiroe said: yup,tak berharta bukan berarti tak berbagi 🙂

    Iya Na, tergantung sekali sama hatinya. Kalau hatinya sudah beku, biar ada org kelaparan depan mata juga gak akan bantu.

  3. ayuristina said: suatu sore aku dan suami terlibat perbincangan seperti paragraf terakhir ini. ‘mas, kemana hatinya ya orang2 itu, 11 milyar perbulan mereka curi,,, kalo uang itu dipake buat bikinin rumah orang2 di pinggir jalanan jakarta cukup ga?’ kata mas : cukup lah, katanya,,,, ih,,,makin geram rasanya kok bisaaaa ya ada manusia2 sejahat mereka? Kata saya. Trus mas jawab lagi : kalo semua pencuri itu mikirnya kayak kamu : nanti nerakanya sepi. aku trus diem,,, karna saat itu cuma itu satu2nya jawaban yg menurutku pas.

    Padahal surganya akhirat lebih kekal dan megah drpd kemegahan yg mereka dapat dr mencuri. Manusia banyak yang buta.

  4. ohtrie said: ah mBakkk…….ku bisa merasakan apa yang mBak Rasakan saat ini mBakk……ijin ini jadiin refferensi ntar malem ku nulis ya mBakk….. makasih

    Iya, boleh kok Trie. Sama2.

  5. penuhcinta said: 140 trilyun pajak dikorupsi tiap tahunnya

    gila yah, hasil kerja keras orang dirampok tanpa kita sadar, btw kalo gw sih sering tuh mikir kalo pas beli sesuatu trus kena pajak, itu potongan pajak duitnya dipake buat apa yahh… ??nilep 140 triyun?? APA KATA DUNIA??

  6. santipanon said: gila yah, hasil kerja keras orang dirampok tanpa kita sadar, btw kalo gw sih sering tuh mikir kalo pas beli sesuatu trus kena pajak, itu potongan pajak duitnya dipake buat apa yahh… ??nilep 140 triyun?? APA KATA DUNIA??

    Nah itulah. Ternyata 23%-nya nyasar ke kantong2 tikus biadab#$@*&^%%. Dunia sudah gak sanggup berkata2, cukup memberi rangking tinggi utk negara paling korupsi.

  7. luqmanhakim said: Nanya Mbak Irma, FUTA (Federal Unemployment Tax Act) itu masih ada kan ya? Penyalurannya kayak yang Mbak Irma sebutin tadi, buat mensejahterakan rakyatnya juga, belom kayak di Indonesia. Pernah kutulis di MP juga Kompasiana, menuai protes dari orang-orang pajak tentang tulisan (yang kata mereka provokatif) ini: “Pajak untuk Kemakmuran Bangsa, ha ha ha”

    Masih ada Mas. Unemployment benefits itu yg jd penyambung nyawa warga Amrik yg banyak kehilangan pekerjaan. Untuk yg punya anak juga ada tunjangannya Mas yg dihitung berdasarkan jumlah anak (di bawah umur), jadi makin banyak anak makin banyak tunjangannya. Ada juga sih yg memanfaatkan ini dng semena2. Meskipun demikian, tetap saja orang di sini gak puas pajak di sini karena utk kesehatan misalnya masyarakat Amrik gak dijamin dan biaya asuransi sangat tinggi. Mereka belum tahu aja di negara kita kayak apa.

  8. revinaoctavianitadr said: Karena Sarah mengerti arti kata bersyukur …Aku rasa itu intinya, mb.

    Benar sekali Vin…dia selain berempati juga bersyukur. Sebenarnya damai dan bahagia ya kalau sikap kita bisa kayak gitu.

  9. ohtrie said: clingak clinguk nyari yang ngganteng… kagak ada tuhhh, Gundhul ma super jelek…

    Sebelum Gun ngaku2 kayak satpam, aku udah menyebut suamiku dng si Satpam Ganteng karena dia suka sirik tralala kalau aku keasyikan sama teman2 dunia maya. Jadi kayak satpam…galaknya kumat…hi..hi..hi.

  10. penuhcinta said: Sebelum Gun ngaku2 kayak satpam, aku udah menyebut suamiku dng si Satpam Ganteng karena dia suka sirik tralala kalau aku keasyikan sama teman2 dunia maya. Jadi kayak satpam…galaknya kumat…hi..hi..hi.

    wakakkakakaka…..

  11. penuhcinta said: Iya. Mana mungkin aku nyebut kamu ganteng…huhhh. Dibayar berapa gulden memangnya?

    setuju mBakkk…..selain nggak ngganteng dianya tuh tukang bo’ong dingg.. Sempet njanjiin Noni ke aku nyampe sekarang nggak terkabul tuhh, dasar Gundhulll….

  12. ohtrie said: setuju mBakkk…..selain nggak ngganteng dianya tuh tukang bo’ong dingg.. Sempet njanjiin Noni ke aku nyampe sekarang nggak terkabul tuhh, dasar Gundhulll….

    Ha…ha…ha…menggaet noni2 utk diri sendiri saja belum tentu bisa, apalagi untuk dipaketkan ke kamu Trie. Kamu udah bayar DP-nya belum? Minta kembali aja.

  13. penuhcinta said: Ha…ha…ha…menggaet noni2 utk diri sendiri saja belum tentu bisa, apalagi untuk dipaketkan ke kamu Trie. Kamu udah bayar DP-nya belum? Minta kembali aja.

    Udah mBakk… bukan cuman depe. ini ma dulu mintanya fulll…..

  14. penuhcinta said: Heleh…kok mau bayar di muka tapi full? Full pressed body ya? Ha…ha.

    full bodyku di pressed guyndhul juga mBakk, lha wong mintanya maksa jeee

  15. ohtrie said: full bodyku di pressed guyndhul juga mBakk, lha wong mintanya maksa jeee

    Jangan mauan dong, biar dipaksa juga. Trie aku pamit dulu mau tidur ya. Kerjaanku baru aja selesai.

  16. penuhcinta said: Jangan mauan dong, biar dipaksa juga. Trie aku pamit dulu mau tidur ya. Kerjaanku baru aja selesai.

    oh otre silahkan mBakkk, ku barusan maem je iki mau…

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s