Menjadi Mahkluk Malam Kembali

Ada masanya dimana aku sering terjaga dari tengah malam hingga hampir subuh. Saat itu aku masih sibuk menyelesaikan kuliah sembari tetap mengurus keluarga. Dengan dua bocah yang masih balita, yang kecil bahkan masih satu tahunan, maka waktu di pagi dan siang hari habis untuk mengurus mereka, mengerjakan pekerjaan rumah, dan tentunya pergi kuliah. Satu-satunya saat dimana aku bisa tenang menyelesaikan bacaan buku teks dan novel yang tebalnya ngujubile atau menulis makalah adalah di malam hari, saat anak-anak sudah terlelap.

Kupikir masa itu telah berlalu. Aku akhirnya bisa hidup ‘normal’ tidak seperti vampire lagi. Namun, rupanya bulan dan bintang masih ingin kutemani. Ketika pekerjaan ini aku terima, aku diberi isian availability time. Aku mengisinya dengan waktu kerja normal manusia yaitu 9-5.

Suatu saat aku ditawari pekerjaan malam, dimana pekerjaan dikirim jam 9 malam dan aku harus kirim hasilnya jam 9 pagi keesokan harinya. Hal ini mungkin terjadi karena kantor mereka berada di beberapa penjuru dunia, sehingga perbedaan waktu membuat roda perusahaan ini sebenarnya bekerja selama 24 jam.

Tadinya mau kutolak. Tapi pikir-pikir, bukannya malah aku bisa lebih tenang ya bekerjanya kalau di malam hari begitu. Ya sudahlah aku terima saja sebagai uji coba. Ndalalah…kok malah order berikutnya order malam lagi. Hingga akhirnya sekarang pekerjaanku lebih banyak yang model order malam begini. Nasib…nasib. Mau ditolak sayang, diterima ya…jadi kalong lagi deh.

Ya sudahlah, terima saja. Anggap saja malam begitu sayangnya sama aku sampai2 minta ditemani selalu.

Advertisements

20 thoughts on “Menjadi Mahkluk Malam Kembali

  1. rinita said: aku nggak bisa begadang….faktor u…..kasihan yaa……:-)))

    Loh, kita kan gak beda jauh. Aku sebenarnya juga udah musti lebih hati2 sama badan dan ngurangi begadang. Pas kuliah kemarin jadi kurus kering gara2 kombinasi begadang dan naik sepeda ke kampus. Tapi ya nasib…ketemu kerjaan kok ya yg mengharuskan aku begadang lagi.

  2. atik4me said: terimaaa sajaaaa…. tapi awas kesehatan , melek malem tar bisa kena pnemonia . apa kabar adik manissss ???

    Selama ini memang gak pernah menolak…hi…hi..mauan gitu deh. Makanya dari sana juga gak kapok ngasih kerjaan malam2. Iya Mbak, tetap harus jaga badan ya. Aku nebus tidur siangnya biasanya. Kabar baik Mbak Cantik, alhamdulillah. Kok lama sekali gak pernah nongol sih? Apa sudah balik ke Indo?

  3. revinaoctavianitadr said: Kadang-kadang diboost pake kopi enggak, mb?Kalo saya, iya, soalnya.Maklum, Miss Kopi Prik* sya la la.*baca: Coffee-Freak

    Itu sih suamiku Vin, yg selain doyan kopi juga fanatik kopi Indonesia. Karena di sini susah dapat Kapal Api, jadinya nyandu kopi Sumatra-nya Starbucks. Kalo aku biasa aja, gak tiap hari juga minum kopi. Aku nyandunya air putih gak dingin…he..he.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s