An Artist, An Inventor, and A Fireman

“Kakak mau jadi apa kalau sudah besar?” Pertanyaan klasik ini beberapa kali kuajukan pada anak pertamaku dan jawabnya selalu: an artist. Bukan ‘artis’ dalam artian keliru yang terlanjur berkembang di masyarakat kita, namun artis di sini artinya adalah seniman, lebih tepatnya lagi pelukis. Anakku sangat gemar menggambar. Ia menggambar di tiap kertas kosong yang didapatnya, bahkan kalau habis menyelesaikan tes mingguannya di sekolah, ruang kosong di kertas jawabannya akan ia gambar. Hal ini berlaku juga untuk kertas PR-nya. Gurunya tentu saja memperhatikan dan selalu menyampaikan rasa kagum mereka akan hobi anakku ini tiap kali bertemu denganku. Sampai-sampai saat ‘lulus’ kelas 1 kemarin, gurunya memberi pita khusus dan gelar “The Class Artist” pada anakku…satu-satunya yang pernah diberikan.



Apa saja obyek lukisannya? Banyak sekali dan ada musimnya. Pernah satu masa dia gemar sekali menggambar serangga dan laba2 karena sedang banyak membaca buku tentang laba2. Lalu pernah ada masanya dia gemar menggambar monster, biasanya kalau sedang dekat2 saat Halloween. Namun ada satu jenis obyek yang tak pernah bosan digambarnya: mobil dan truk. Sejak kecil ia memang gemar mobil2an dan mobil beneran. Bahkan sejak ia belum genap 4 tahun dia sudah hafal berbagai jenis merk mobil yang ia lihat di gambar atau di jalan raya hanya dengan melihat simbolnya. Aku ingat sekali tiap kali jalan di parkiran mobil, ia akan menatap dalam2 simbol mobil yang ada di kap mobil sambil jari mungilnya menelusuri bentuk simbol tersebut. Kalau belum tahu, ia akan bertanya merk mobil apakah itu, kalau sudah tahu dia akan menyebutkannya dengan mantap. Pernah ia memainkan karet gelang, lalu tiga buah karet ia gabungkan sambil berseru: “Audi..Mama..ini Audi.”


Sekarang, setelah ia kenal dengan mainan konstruksi seperti Lego dan K’Nex, kedua anakku mulai gemar merangkai dan menciptakan jenis2 kendaraan baru yang berbeda dari yang didiktekan kardus dan buku petunjuk mainannya. Anakku pun makin gemar menggambar berbagai rancangan kendaraan dan mesin dan berujar padaku bahwa sekarang ia ingin menjadi artist sekaligus inventor atau penemu.

Bagaimana dengan si Bungsu? Ah…dia yang masih kecil sekali, baru 4 tahun masih berubah2 kemauannya. Saat ini ia sedang bercita-cita menjadi fireman alias petugas pemadam kebakaran. Mungkin ini efek dari kunjungan ke markas pemadam kebakaran yang kami lakukan musim panas kemarin. Saat Open House di Fire Dept., anak2 diijinkan naik ke mobil pemadam kebakaran, serta mendapat banyak souvenir dari mereka, termasuk topi pemadam kebakaran kecil terbuat dari plastik. Petugas pemadam kebakaran juga berinteraksi dengan anak-anak lengkap dengan memakai seragam mereka.

Mau jadi apapun, asal tetap jadi orang baik ya Nak…Mama pasti dukung. Insya Allah apapun profesimu nanti akan mengantarmu menjadi manusia yang mulia dan akan bermanfaat bagi dirimu, keluarga dan orang banyak.

*Note: Gambar2 di atas dibuat 2,5 tahun yg lalu saat Imo masih 5 tahun. Gambar2 terbarunya belum diabadikan lagi..he..he.

Advertisements