Rindu

Darahmu yang mengalir di nadiku
Berubah jadi genangan air mata,
Saat jarak membentang berjuta langkah
Menghalangi sentuhan, belaian dan pelukan.

Lewat butiran dingin yang beku
Yang turun menjadi air hujan
Kukirimkan tiap debar jantungku
Yang pernah menjadi satu denganmu.

Sambil berharap cemas dan ragu,
Akankah waktu menyisakan senyumannya,
Ataukah ia akan berlari cepat dan membentang
Jarak dan perih tak terkira di antara kita?

Advertisements

20 thoughts on “Rindu

  1. amaltiagunawan said: nihh mbakkk,,,,iketin di atas jidat weekkeke siap siap deklamasi

    Walah…ini tho maksudnya. Iya deh yg ikutan Pramuka…aku dulu juga looo…cuma demi bisa ikutan lomba nyanyi keroncong ha…ha.

  2. pondokkata said: mba Irma lagi kangen siapa?lagi kangen keluarga besar di indonesia ya mba? 😉

    Hampir tepat, keluarga tapi lbh tepatnya pada Ibuku. Iya nih Nda…kangen banget.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s