Buat Apa Susah, Susah Itu Tak Ada Gunanya

Setelah menimbang2 dengan seksama, kuputuskan untuk melenyapkan salah satu teman MPku. Padahal aku termasuk yang suka memelihara persahabatan dengan teman2 di sini, bahkan teman2 MP yang hampir tak pernah komentar di rumahku tetap aku pelihara. Siapa tahu aja suatu saat bisa nyambung lagi komunikasinya. Namun untuk kali ini, aku gak bisa tinggal diam.

Masalahnya sudah mulai mengganggu sih. Kontak MPku ini memiliki perbedaan pandangan mengenai suatu pilihan yang sudah kujalani dengan segala konsekuensinya yaitu mengambil tawaran beasiswa dari pihak asing. Perkara orang berbeda pandangan sih biasa dan aku juga biarkan saja. Hidup orang masing2 kan, jadi terserah saja kalau ada yang anti menerima bantuan dari “barat”. Meskipun argumen2nya tidak bisa aku terima, namun aku tetap berusaha melihat bahwa dalam tiap permasalahan selalu ada sudut pandang yang berbeda dan itu sah2 saja.

Dia menantangku untuk ikutan dalam forum debat kusirnya mengenai hal ini. Duile…kayak gak punya kehidupan aja sih ikut2an kayak gituan. Tahu sendiri kan perdebatan macam gitu cuma akan muter2 di situ2 aja dan sulit sekali untuk mencari titik temu. Apalagi jika pesertanya sudah mengawali dengan tujuan menghabisi lawan debatnya dengan segala cara sampai dengan menghina2 hal2 yg sifatnya pribadi.

Hal2 seperti ini berusaha aku hindari dlm perMPan karena memang bukan itu tujuanku berMP. Aku di sini untuk cari teman bukan cari musuh, untuk berbagi cerita bukan untuk mencari identitas diri.

Namun si (mantan) teman MP ini malah melakukan flaming dengan mengata-ngatai penerima beasiswa yg dia samakan dengan pengemis, munafik dan pengkhianat, pemakan uang haram. Astaga! Aku malah kasihan. Bisa sampai sehitam-putih dan seekstrim itu ya pikiran orang? Bisa2nya ngejudge orang seenak perutnya seolah2 dirinya orang suci dan pikirannya benar sendiri.

Makin terlihatlah siapa sebenarnya orang ini. Memang sebelum dia flaming, kami pernah berdebat melalui forum chat dan itu sebenarnya juga sudah aku hindari meski dia suka memancing2. Setelah itu lalu dia menghilang dari chat forum dan mulai mencoba menggiringku ke forum publik, ke ajang gontok2kan yang mungkin satu2nya sarana yang dimilikinya untuk mengembangkan egonya, untuk menunjukkan kalau dia ‘pintar’. Makanya orang seperti ini sangat haus perhatian dari pembacanya. Kasihan sekali. Hilangnya dia dari chat, yang tadinya selalu ada dan sering saling menyapa, juga menunjukkan bahwa tidak ada itikad baik untuk menjaga pertemanan atau tali silaturahmi.

Demi menghilangkan kepusingan, karena sebagai manusia pasti lama-kelamaan akan terbawa emosi apalagi kalau dipancing terus menerus, maka aku barusan saja me-remove dia dari daftar temanku. Rasanya legaaaa banget. Semoga ke depannya aku gak ketemu lagi orang2 model begini deh.

Advertisements

22 thoughts on “Buat Apa Susah, Susah Itu Tak Ada Gunanya

  1. amoebasterix said: sipppp….cuekin aja lah mbak orang kaya gitu mah…diladenin malah bikin capek hati sendiri… tul kan?

    Iya Be…bikin cape ati. Masih banyak hal lain yg lbh penting utk diurusin kan drpd meladeni yg kayak gini.

  2. aguskribo said: Kalo yang model akyu gmana…?*masihnagihcewekbuledotkom

    Kalo kamu justru berbeda Gus. Unik tapi menarik…hi..hi..hi. Agus baek kok…termasuk yg suka berteman dan memelihara persahabatan. *masihnolakjadicalocewekbuledotkom* πŸ™‚

  3. “me-remove dia dari daftar temanku. Rasanya legaaaa banget.” nah ini yang penting, kamu merasa lega dibuatnya..ketimbang punya temen, tapi “pegel banget” jadinya gak tulus, mending terang terangan deh, “gak temenan” lagi…

  4. qudusamrullah said: “me-remove dia dari daftar temanku. Rasanya legaaaa banget.” nah ini yang penting, kamu merasa lega dibuatnya..ketimbang punya temen, tapi “pegel banget” jadinya gak tulus, mending terang terangan deh, “gak temenan” lagi…

    Iya Mbak. Daripada malah jadi punya pikiran macam2 dan mencemari hati. Berteman kan landasannya kasih sayang dan saling pengertian, bukan ‘bunuh2an’.

  5. orang seperti itu selalu berdalih mengajak diskusi, padahal yang ada di otaknya sudah diset utk meyakini apa yg dianggapnya benar saja (intinya bukan diskusi tapi debat kusir). Lelah juga ya mba nanggepin orang seperti itu. Meremove mungkin memang keputusan yg tepat, baik untuk diri kita sendiri ataupun untuk dia (supaya dia ga terlalu capek debat kusir dan berprasangka buruk terus πŸ˜› )

  6. pondokkata said: orang seperti itu selalu berdalih mengajak diskusi, padahal yang ada di otaknya sudah diset utk meyakini apa yg dianggapnya benar saja (intinya bukan diskusi tapi debat kusir). Lelah juga ya mba nanggepin orang seperti itu. Meremove mungkin memang keputusan yg tepat, baik untuk diri kita sendiri ataupun untuk dia (supaya dia ga terlalu capek debat kusir dan berprasangka buruk terus πŸ˜› )

    Iya Nda, itulah yg disebut sbg narrow-minded. Berdiskusi dng tipe begini percuma saja karena biar diberi argumen apapun pasti tidak akan terima. Iya, aku juga merasa sekarang MPku sudah jd rumah yg nyaman kembali.

  7. qudusamrullah said: Udah, di block atw remove aja.. Biar hdp lbh hdp, hehehe,ketauan sales rokoknya.. : )

    Sudah di-remove kok Mbak, karena bukan hanya sekali dia memasang status yg provokatif di MP-nya. Moga2 saja di kemudian hari dia akan lebih terbuka pikiran dan hatinya.

  8. qudusamrullah said: Amin. Atw jgn2 dia termsk summum, bukmum unyun fahum, la yarjiun.. Org2 yg bisu, tuli, buta, dlm makna yg dalam, berarti gk akn dpt hidayah lg. : P

    Oh dia sih mudah2an tak spt itu Mbak. Aku tahu dia sebenarnya sedang mencari jati diri dan terperangkap dlm pengertian dan tafsir agama yg menurutnya paling benar sendiri. Singkatnya, masih blm dewasa dan bagai katak dalam tempurung lah. Aku sih masih akan optimis bahwa Allah akan membuatnya lbh bijak, krn semangatnya sebenarnya cukup bagus, cuma kebablasan dlm penyampaian dan sempit dalam pengertian.

  9. waaah, mba aku dukuuung buat cari beasiwa.. eh beasiswanya…! emang kenapa kalo kita dapet beasiswa? kan bukan berarti kita pengemis, munafik dan penghianat seperti yang dia bilang. kalau emang dasarnya kita punya kemampuan yang bisa bikin kita “dilirik” sama suatu lembaga atau instansi dan mereka mau membiayai karena “tahu” dengan membuat “orang” memiliki kesempatan adalah hak manusia, berarti kan kita memang “mampu” di bidang tersebut ya, mba? aaaah… dia mungkin memang gak “mengerti”. biarin aja, mba.. biasanya orang yang merasa dia paling tau segalanya, justru pengetahuannya gak banyak…. tapi orang yang merasa harus terus mencukupi ‘otak’ dengan pengetahuan, justru itu orang2 yang berpengatuan luas… semangaaatt..!!!

  10. rinita said: untuk aku…buat account MP maunya nambah temen..ndak mau nambah “musuh”..MP buat hidup tambah enjoy…..kalo’ ada yang bikin ribet….yo maap aja…:-)

    Sepakat Rin. Kehidupan real aja udah banyak tantangannya, ngapain lg ditambah susah dng nambah musuh di dunia maya.

  11. mywolly said: waaah, mba aku dukuuung buat cari beasiwa.. eh beasiswanya…! emang kenapa kalo kita dapet beasiswa? kan bukan berarti kita pengemis, munafik dan penghianat seperti yang dia bilang. kalau emang dasarnya kita punya kemampuan yang bisa bikin kita “dilirik” sama suatu lembaga atau instansi dan mereka mau membiayai karena “tahu” dengan membuat “orang” memiliki kesempatan adalah hak manusia, berarti kan kita memang “mampu” di bidang tersebut ya, mba? aaaah… dia mungkin memang gak “mengerti”. biarin aja, mba.. biasanya orang yang merasa dia paling tau segalanya, justru pengetahuannya gak banyak…. tapi orang yang merasa harus terus mencukupi ‘otak’ dengan pengetahuan, justru itu orang2 yang berpengatuan luas… semangaaatt..!!!

    Terima kasih dukungannya Wulan. Aku sependapat sama kamu. Cara pandang org2 seperti dia terperangkap dlm dikotomi Amerika dan negara2 maju lainnya sbg ‘penjajah’ dan ‘penjahat besar’ dan negara2 berkembang spt Indonesia sbg korbannya. Sedikit banyak ada benarnya sih, tapi sangat naif dan gak realistis jika kemudian menentang habis2an segala bentuk kerjasama dng pihak asing. Memangnya kita hidup di dunia cuma sendirian? Kalau masing2 bangsa terus-menerus saling membenci seperti ini, kacau lah jadinya. Justru komunikasi dan saling mengenali antar berbagai bangsa yg berbeda yang akan mengantarkan kita pada saling pengertian. Berkunjung atau studi di luar negri merupakan salah satu jembatannya selain juga sarana saling berbagi ilmu tanpa harus merendahkan diri dng mengemis, toh sama2 membutuhkan dan juga membawa kebaikan bagi kedua belah pihak.

  12. f4jar said: wahhh sapa tuhh….bener mbak tinggalin ajah ehh remove

    Kamu sih kayaknya gak kenal Jar. Laki2 deh jenisnya. Iya, karena aku males nanggepinnya, aku remove aje. Gue gak ngehakimin die…eh kok die ngehakimin gue…gak sopan.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s