Satu Lagi Yang Memalukan

Ini kejadian di awal2 kedatanganku di sini. Sebenarnya sangat memalukan, namun patut dibagi. Siapa tahu ada yang hendak ke tanah Paman Sam dan bisa mengambil hikmah dari cerita ini (ceileee…).

Dulu, aku sering sekali berantem sama pintu. Tiap kali melangkah masuk atau keluar gedung kampus, aku harus berkali-kali mencoba membuka pintunya baru sampai bisa terbuka. Seringkali orang yang mengantri di belakangku kemudian membukakan pintunya sambil tersenyum-senyum.

Masalahnya sederhana sebenarnya, aturan main untuk hampir semua pintu gerbang di sini adalah: pintu terbuka mengarah ke luar gedung. Jadi kalau datang dari luar gedung, pintu harus ditarik. Sedangkan kalau kita dari dalam mau ke luar, maka pintu harus didorong. Tentu saja mekanisme ini tidak berlaku pada pintu geser alias sliding doors. Aku tidak pernah melihat ada tulisan “pull” atau “push” di pintu manapun yg pernah aku masuki di kota ini (atau di kota lain yg pernah kukunjungi), seperti yang biasa aku lihat di pintu2 di Indonesia dan tidak ada satu orangpun pernah memberitahu aku tentang “petunjuk bagaimana membuka pintu gedung for dummies.” Iya lah, wong hal yang sangat simpel, orang juga mungkin tak terpikir utk memberitahu. Nanti malah dianggap insulting lagi.

Akhirnya, yang terjadi adalah aku selalu salah arah dalam mebuka pintu. Bisa beberapa menit berlalu dengan aku mendorong pintu sekuat-kuatnya, menyangka bahwa tubuhku yg kecil kurang perkasa bertarung dengan si pintu. Padahal, biar didorong sampai kiamat, gak akan terbuka tuh pintu. Lalu orang di dalam gedung, alias di sisi lain dr pintu itu akan membukakan pintu buatku, tentu saja dengan senyum2 sambil mempersilahkan aku masuk. Maklum pastinya, kan keliatan banget potongan turis internasional…he…he.

Masih tentang pintu. Aku juga sempat terpana melihat seorang mahasiswa berkursi roda memencet (lebih tepatnya menggaplok, krn memang tombolnya besar dan harus kuat menekannya) tombol yang terletak di dekat pintu dan pintu secara otomatis terbuka dan tetap terbuka sampai beberapa menit sebelum akhirnya menutup kembali secara otomatis tanpa harus menekan apa2 lagi (hal ini juga terjadi kalau kita membuka pintu secara manual).

Semua pintu gerbang menuju kampus dan fasilitasnya akan ditutup dan dikunci saat hari libur dan di malam hari (kecuali kalau ada perkuliahan). Meski terkunci, orang tetap bisa keluar, jd pintu2 itu cuma terkunci utk mereka yg ingin masuk dari luar. Saat mendapat ruang kantor di Faner Hall bersama mahasiswa GTA (graduate teaching assistant) lainnya, aku sempat diberikan kunci untuk ruangan dan juga kunci gedung yang berupa key fob atau e-fob yaitu kunci elektronik yg bisa membuka gedung dr luar supaya kalau ada keperluan di luar jam buka aku masih bisa masuk. Sejujurnya, aku belum pernah pakai itu key fob krn memang gak pernah merasa perlu masuk ke gedung saat pintu sudah terkunci. Mustinya dicoba aja ya? Biar ada pengalaman…he…he.

Demikianlah secuil pengalaman memalukan dari saya. Mohon jangan disebarluaskan tanpa seijin yang punya malu.

Advertisements

15 thoughts on “Satu Lagi Yang Memalukan

  1. Ikutan malu ah.. Hihihi. Wkt mbak disana, jg ada tuh yg malu2in, tntg pintu jg, awlnya ke gr an buanget wkt ada cowok keren yg bntu bukain pintu. Bsknya ktm tuh cowok, wkt di say hello, tanggpnnya biasa aja, lgsng dh nyadar, dia nolg mah cm nolg, gk sm dg di kmpung kt, udh nolng ujung2nya nanya no hp, hehehe, gr amat gw!

  2. qudusamrullah said: Ikutan malu ah.. Hihihi. Wkt mbak disana, jg ada tuh yg malu2in, tntg pintu jg, awlnya ke gr an buanget wkt ada cowok keren yg bntu bukain pintu. Bsknya ktm tuh cowok, wkt di say hello, tanggpnnya biasa aja, lgsng dh nyadar, dia nolg mah cm nolg, gk sm dg di kmpung kt, udh nolng ujung2nya nanya no hp, hehehe, gr amat gw!

    Iya…aku juga awalnya kegeeran. Ternyata di sini biasa banget cowok bukain pintu buat cewek tanpa maksud apa2. He…he…he…kalau di kampung kita mah, bukain pintu juga jarang banget ya Mbak…hampir nihil. Makanya kalau ada juga, biasanya ada maunya.Satu lagi, gak cowok gak cewek, kalau buka pintu dan tahu kita ada persis di belakangnya pasti akan menahan pintu sampai kita bisa memegang sediri pintu itu. Ini salah satu hal yang bikin aku terkesan sama mereka.

  3. nanabiroe said: xixixi, *ngebayangin teh irma dorong pintu kuat2 padahal hrsnya ditarik… atau ditarik kuat2 eh gak kebuka juga, hehehe*

    Nah…itulah…menurunkan wibawaku banget kan. Bayangin deh sambil ngikik…hi…hi…hi.

  4. reramadhan said: korban “pull” n “push” yaaa…mayan bikin tengsin….tapi jadi pengalaman menarik

    Pas kejadiannya sih malu banget Mbak. Ketahuan banget dari kampungnya. Pdhal tempatku kuliah tuh juga termasuk kampung buat ukuran Amrik…hi…hi…hi…jadi judulnya dari kampung ke kampung.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s