Si Banyak Tanya Menyewa Mobil dan Menginap di Hotel

Anakku yang nomor dua rupanya juga banyak ingin tahu, sama seperti kakaknya. Waktu kami pergi ke St. Louis kemarin dia bingung kenapa mobil kami tiba2 berganti dari Toyota setengah uzur menjadi Mazda 3 keluaran 2009.
“Where is our car?”
“Did we buy a new car?”
“Why did you take our car to the airport?”
“Why do we have to rent a car?”

Begitu rentetan pertanyaannya. Tiap kali dijawab dan dijelaskan, muncul lagi pertanyaan berikutnya. Dasar anak2. Jadi ceritanya kami harus menyewa mobil berhubung mobil yang sehari2 kami pakai sudah cukup umur dan beresiko utk dibawa perjalanan jauh. Karena kantor penyewaan mobilnya terletak di airport, kami harus membawa Toyota tercinta kami ke sana utk kemudian ditukar dengan si Mazda 3.

Namanya anak cowok, begitu selesai terkagum2 sama eksterior dan interior Mazda 3, tiap kali di jalan melihat mobil Mazda pasti mereka cari tahu seri berapakah Mazda tersebut. Enaknya menyewa mobil di sini pasti mobilnya mobil baru, nyaman, dan aman. Karena segala sesuatu bisa dipesan online, maka kami selalu berusaha utk bisa membooking mobil dr jauh2 hari karena semakin dekat waktu booking maka harga sewanya semakin mahal. Jika sewa dari 2 minggu sebelumnya misalnya, maka harganya bisa setengah dari harga biasa.

Saat perjalanan pertama ke St. Louis kami tidak booking hotel secara online karena merasa pede bahwa gak akan kehabisan kamar wong di St. Louis sedang tdk ada event istimewa, jd gak bakal banyak saingan. Tetapi aku sudah research (ceile…gaya bener) sebelumnya mana saja hotel yang murah meriah dan reviewnya juga lumayan bagus. Daris ekian banyak pilihan, maka aku pilih Red Roof Inn di pinggiran kota St. Louis yang menurut reviewnya baru saja direnovasi.

Setelah peristiwa diputar2 oleh Mbak Lori, maka sampai juga kami ke hotel itu. Not bad…interiornya bagus juga dan bersih (cuma karpetnya ada noda sedikit). Begitu masuk kamar hotel, dua anakku langsung deh jumpalitan di atas kasur. Halah…dasar anak2…semua kasur pasti diperlakukan kayak trampolin. Terus mereka liat2 tiap sudut kamar yg sebenarnya gak seberapa besar, liat kamar mandinya yg mungil tapi gaya. Setelah itu mulai deh rentetan pertanyaan dari si kecil:
“Mama, why do we stay here?”
“Is this our new home?”
“What is this place?”



Sampai dia latihan mengucap kata ‘hotel’ yg baru pertama kali dia dengar dan diakhiri dengan kalimatnya: “I want to go home, to our old home.” Halah…nak…nak…baru sampai kok udah home-sick. Sejenak dia lupakan rasa itu krn asyik lompat2an dan lari2an bersama kakaknya. Dia juga coba cuci tangan sendiri di sink yang ada cermin segede gaban di depannya. Pas mandi sore dia juga asyik ‘berenang’ di bath tub. Lucu deh, kayak liat bayi lumba2..ha..ha.

Malamnya si kecil ndak bisa tidur. Saat yg lain sudah terlelap dan si Mamanya udah ngantuuuk banget, si kecil tetap terjaga. Meski dia gak bilang, aku tahu dia kangen sama kamar dan tempat tidurnya sendiri. Aku usap2 kepalanya dan peluk dia erat2 sampai dia akhirnya terlelap jam 12.30 malam.

Saat kami selesai jalan2 dan akhirnya harus meninggalkan hotel di keesokan harinya, aku iseng bertanya pada si kecil: “Mau gak Dek tinggal di sini terus?”

Dia jawab: “No. I want to go to our home.” Biar gimana lebih enak rumah sendiri ya Nak. Dan seenak apapun perjalanan, kita pasti tetap kangen dan pingin pulang.

Advertisements

6 thoughts on “Si Banyak Tanya Menyewa Mobil dan Menginap di Hotel

  1. iya..apalagi anak kecil ya..udah biasa dirumah untuk menyesuaikan diri dengan suasana baru tentunya butuh waktu.ngomong2 itu anak2 nggak bisa bahasa Indonesia ya Mbak?

  2. dhinacung said: iya..apalagi anak kecil ya..udah biasa dirumah untuk menyesuaikan diri dengan suasana baru tentunya butuh waktu.ngomong2 itu anak2 nggak bisa bahasa Indonesia ya Mbak?

    Soalnya yg kecil belum pernah sama sekali diajak jalan2 jauh pake nginep segala (kecuali waktu bayi banget ke rmh kakek-neneknya, dia blm ngerti). Anakku yg kecil bhs Indonesianya pasif Dhin. Dia ngerti kalau diajak ngomong, tp yg keluar dr mulutnya kebanyakan bhs. Inggris atau bhs. campur sari (ala CinLau…ha..ha..ha).

  3. pondokkata said: let me go home…let me go home…(kalo kata buble di lagunya yg judul “home”)anak-anaknya lucu ya mbak 😉

    Nah…pas banget tuh sama lagunya Buble. Makasih Nda, memang masih lucu2nya.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s