Hurricane Mini, Mati Lampu, Bahagianya Ketika Things Went Back to Normal

Alhamdulillah, baru aja nyoba lagi Internet ternyata sudah nyala! Hore!
Hari Jumat minggu lalu terjadi angin ribut yg parah di kotaku. Pohon2 besar bertumbangan dan menumbangkan pula jaringan kabel listrik sehingga kami mengalami black out selama nyaris 5 hari! Buset deh…di Indonesia aja yg sering banget mati lampu gak pernah aku ngalamin mati lampu selama itu. Yang gaswat, di sini kan serba listrik, masak pakai kompor listrik atau microwave, air panas juga baru ada kalau ada listrik. Alhasil selama 5 hari itu kami sekeluarga serasa menjadi kontestan acara TV Survivor karena segala pekerjaan masak-memasak dilakukan di luar rumah. Sebagai catatan utk diri sendiri dan juga utk berbagi dng teman2, aku akan paparkan day to day petualangan kami selama mati lampu:

Day 1 Jumat 8 Mei 2009

Jam 1.30 an
terjadi angin ribut yg disusul hujan. Satu jam sebelumnya terjadi thunderstorm atau hujan badai yg sangat kencang. Angin ribut ini berhasil menerbangkan kursi2 taman (terbuat dr plastik) dan menumbangkan banyak sekali pohon. Salah satu pohon besar di dekat dumpster (tempat sampah) di dekat apartemenku juga tercabut dari akarnya. Lampu byar pet kayak lampu disko, terus mati total. Dari radio kami tahu bahwa angin ribut yg akhirnya disebut In-Land Hurricane (jd inget Katrina) melanda wilayah Southern Illinois sehingga tdk cuma kota kami yg mati lampu.

Suamiku menuju satu2nya supermarket yg buka (pakai gen-set) dan membeli banyak roti tawar dan buah apel sbg persediaan. Menurutnya, supermaket itu penuh dan masyarakat dengan panik memborong makanan dan minuman. Sebagian, yg punya uang, juga memborong gen-set.

Day 2 Sabtu 9 Mei 2009

Gak tahan makan roti melulu, akhirnya malam harinya kami nekad masak pakai kayu bakar. benar saudara2…masak pakai kayu bakar di Amerika! Ha…ha…ha. Dengan berbekal sedikit ilmu dari masa kemping dulu, aku dan suami masak dengan ‘kompor’ terbuat dari batu bata dan kyu bakar yg dipungut dari pohon2 yg tumbang. Alhasil, jadilah nasi dengan lauk telur plus kornet sapi.

Day 3 Minggu 10 Mei 2009

Siang harinya kami masak lagi, tetap dengan kompor bata plus kayu bakar. Karena berniat menghabiskan bahan2 mentah dr kulkas, kami masak macam2. Kebetulan di hari Jumat tepat sebelum badai aku sempat buat martabak. Semua martabak kami goreng dan sebagian kami bagi2 ke tetangga. Sementara di luar sana sudah berdiri dapur2 umum dan pembagian makan gratis utk warga yg tertimpa musibah. Hal ini biasa terjadi di sini, warga dan pemerintah bersama2 membuat posko dan bahkan ada yg bagi2 makanan langsung dr rumah ke rumah. Di siang hari, warga juga dengan otomatis membantu menyingkirkan pohon2 dan memotong2 batang pohon (dng gergaji listrik). Hanya jika pohonnya sangat besar dan nyangkut di kabel listrik maka warga akan menunggu org2 pemerintah kota yg memang pakarnya utk menyingkirkan pohon tsb.

Tetangga2 kami sebagian besar mengungsi ke kota lain yg tdk terkena dampak angin ribut. Beberapa mahasiswa asal Arab Saudi diungsikan oleh Kedubes mereka ke hotel (duh…enaknya!). Kami juga mulai berkenalan dengan seorang tetangga bule yg ramah dan sempat memperingati kami utk merebus air minum karena peringatan dr pemerintah (biasanya air keran bisa langsung diminum). Kami juga tahu dr radio bahwa telah diberlakukan jam malam sejak Jumat kemarin. Org2 tdk boleh keluar di malam hari kecuali dlm keadaan darurat. Sekolah Imo diliburkan sampai hari Rabu. Sedih deh…pdhal dia ulang tahun hari Rabunya dan kami sudah menyiapkan bingkisan dan berencana membawa kue ulang tahun ke sekolahnya. Beberapa supermarket spt Wal-Mart sudah buka kembali (pakai gen-set) dan kami beruntung bisa ngcharge HP yg udah mati dari hari Jumat. Baru hari itu aku bisa kirim kabar ke Indonesia lwt SMS tentang keadaan kami.

Day 4 Senin 11 Mei 2009

Kami sudah mulai bisa menikmati, masak di luar dan melakukan aktifitas di malam hari dengan cahaya lilin. Ternyata gak ada TV atau Internet bikin anak2 lbh kreatif dan bisa lbh akrab dengan org lain. Salah satu tetangga yg tadinya gak pernah teguran sama kami justru malam harinya ngobrol di depan apartemen kami sambil ngopi dan ngeteh sementara aku dan suami masak2. Mulai hari ini kami masak pakai Grill yg kami beli di Wal-Mart. Bahan bakarnya tetap kayu bakar, krn lbh gampang dan gratis…he..he..gak harus beli seperti halnya kalau pakai coal (arang). Di radio kami dengar bahwa listrik ditargetkan akan nyala kembali hari Selasa tengah malam.

Day 5 Selasa 12 Mei 2009

Imo dan adiknya sempat main bola dan layangan dengan teman barunya yg mahasiswa bule. Mereka cepat sekali akrab dan untungnya si bule ini juga baik banget sama anak2. Mahasiswa2 Arab yang sangat dimanja pemerintahnya kembali ke apartemen.
Sekitar jam 8 malam lampu akhirnya nyala! Alhamdulillah! Namun krn sudah keburu menyiapkan daging utk dipanggang, kami tetap masak di luar. Namun internet belum nyala dan kami sempat ke Perpustakaan Kota utk mengembalikan dan meminjam buku. Di perpus, internetnya sudah nyala dan suamiku sempat cek e-mailnya. Di perpus juga disediakan perlengkapan utk Scrap Book scr gratis sbg pengisi waktu luang.

Demikian laporan singkat dari kejadian mati lampu. Foto2 dan cerita lanjutannya akan menyusul yaaaa.

Advertisements

10 thoughts on “Hurricane Mini, Mati Lampu, Bahagianya Ketika Things Went Back to Normal

  1. Wah…serem juga ya mbak…Pantesan beberapa hari ini mbak irma gak kelihatan… Mang Amerika terkenal dengan badainya yah…Kek dipilem2 aja nih ceritanya…Tapi ada baiknya juga gak ada internet beberapa hari ini jadi anak2 jadi akrab sama yang lain, belajar bersosialisasi, ambil hikmahnya ajah, ditunggu fotonya :p

  2. nanabiroe said: Wah…serem juga ya mbak…Pantesan beberapa hari ini mbak irma gak kelihatan… Mang Amerika terkenal dengan badainya yah…Kek dipilem2 aja nih ceritanya…Tapi ada baiknya juga gak ada internet beberapa hari ini jadi anak2 jadi akrab sama yang lain, belajar bersosialisasi, ambil hikmahnya ajah, ditunggu fotonya :p

    Iya…lumayan serem dan sedikit menyiksa krn gak ada listrik. He-eh…selain badai juga tornadonya Na. Foto2 mulai aku posting Na..aku cicil krn banyak banget sebenarnya yg pingin aku posting.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s