Mau Tanya: Egomaniac, kok bisa?

Saya tuh dari dulu penasaran…apa sih yg membuat beberapa orang bisa bersifat keji. Bukan keji dlm artian seorang serial killer lo ya…tapi sifat yg menghalalkan segala cara utk memenangkan kepentingannya sendiri, ini terutama dalam setting dunia kerja. Singkat kata, orang2 jenis ini ‘pintar’ (licik tepatnya) bermain office politics demi memenangkan kepentingan mereka sendiri. Berdasarkan pengalaman, saya pernah menemui orang2 spt ini, yang kadar egoisnya begitu ketara dan sudah tidak malu2 lagi. Perempuan pula…yang stereotypical-nya mustinya punya hati dan gak tegaan.

Kisah panjang lebar tentang my ‘encounter with the third kind’ nanti2 aja ya. Sekarang saya mau bertanya dulu: Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman teman2…sebenarnya apa sih yang membentuk seseorang menjadi egomaniac? What have their parents done/or not done to them? Orangtua merupakan pembentuk karakter pertama, jd pasti ada unsur ‘salah asuhan’ dalam perkembangan mereka2 ini. Lalu…hal2 apa lagi yg kira2 berperan membentuk pribadi yang seperti tak punya empati setetespun jua ini?

Sebelumnya saya ucapkan thank you so much buat yang mau mencoba jawab. Sementara, saya juga akan keliling, tanya2 mbah Google kira2 apa faktor pembentuk org egois (tahap akut) sambil berharap semoga saya tidak pernah dan tidak akan jadi org yg egomaniac (aaaamiiin).

Advertisements

33 thoughts on “Mau Tanya: Egomaniac, kok bisa?

  1. Hmmm…Egomaniac? Belum pernah nemuin yang kadarnya akut banget sih, tapi dulu pernah sih punya temen yang egois banget, tapi dia anak tunggal atau terbiasa semua keinginannya terpenuhi…

  2. Nggak lah..menurutku orang tua nggak berperan……menurutku malah dia nggak PD dengan kemampuannya..jadi dia akan berbuat segala cara. Tapi pengalaman-ku sih ya.emang biasanya yang punya sikap seperti ini, di kehidupan biasa (bukan kantor)..culas juga…..jadi ya bawaan deh kali’ ya?……..Tapi kalau didikan orang tua..berarti 1 ortu dengan 6 orang anak, semua anaknya culas semua dong?…..

  3. nanabiroe said: Hmmm…Egomaniac? Belum pernah nemuin yang kadarnya akut banget sih, tapi dulu pernah sih punya temen yang egois banget, tapi dia anak tunggal atau terbiasa semua keinginannya terpenuhi…

    Nah…itu bisa jadi, anak yg terlalu dimanja biasanya egois…makanya istilah dlm bhs Inggris utk manja adl ‘spoilt’ yg juga kata lain dr ‘busuk’ utk makanan atau buah.

  4. aguskribo said: Kepentingan.. keinginan menguasai.. dan pingin lebih dari orang lain…

    Di masing2 org ada kan keinginan ini, tapi kenapa di beberapa orang bisa berlebihan yaaaa?

  5. rinita said: Nggak lah..menurutku orang tua nggak berperan……menurutku malah dia nggak PD dengan kemampuannya..jadi dia akan berbuat segala cara. Tapi pengalaman-ku sih ya.emang biasanya yang punya sikap seperti ini, di kehidupan biasa (bukan kantor)..culas juga…..jadi ya bawaan deh kali’ ya?……..Tapi kalau didikan orang tua..berarti 1 ortu dengan 6 orang anak, semua anaknya culas semua dong?…..

    Hmm…iya sih…orang2 ini memang pada dasarnya gak kompeten dlm bekerja, jd kelakuan yg licik itu mungkin utk menutupi kekurangannya. Aku sih masih percaya bhw orang tua memegang peranan, penting sekali malahan. Orang tua berkembang juga lo Rin, jd perlakuan pada anak pertama akan beda dng pada aak kedua (berdasarkan pengalaman dng yg pertama), begitu pula ke anak2 yg selanjutnya…pasti ada bedanya. Jadi antara anak 1 s/d 6 misalnya akan memilki karakter yg berbeda pula. Tapi peran org tua bukan 100%…peran lingkungan sekitar pasti berpengaruh juga…termasuk saudara2nya.

  6. misslind76 said: 1. kurangnya pemahaman agama 2. kurang kasih sayang3. kurang bersosialisasi:)

    Kurang kasih sayang jadi seperti haus perhatian gitu maksudnya ya MissLind? Tapi bukannya berusaha membuat org lain jadi sayang sama dia…kok malahan bikin banyak org jd benci ya? Tragis kan? Kalau kurang sosialisasi..maksudnya jadi gak paham bhw org lain juga punya kepentingan?

  7. betul,,,,,,,,,coba jawab ya mbak,,,,,,,,1. salah satunya kurang kasih sayang dan kurang sosialisasi, jadinya dia tidak banyak belajar bagaimana menyayagi orang,,,,,,,,2. bisa jadi juga kurang hangatnya komunikasi antar anggota keluarga,,,,,dan atau kebiasaan yang terlalu diberi kemudahan oleh orang yang lebih dewasa dalam keluarga,,,,3. cara orang dewasa (dalam keluarga) mengungkapkan kasih sayang yang salah, misal dengan selalu mengutamakan apapun kebutuhan si egois tsb,,,,, 4. pengasuh yang terlalu “pemaklum” jadi apapun perilaku anak, selalu dibenarkan dan dimaklumi,,,,,,,,5. tidak seimbangnya reward dan punishment saat pembentukan karakter pada diri anak,,,,,, ( note : gak dari sumber/referensi tertentu ya mbak,,, aku cuma mengamati dan menyimpulkan ajah )

  8. lihatpadaku said: ego pd dasarnya sifat basic manusia. aku setuju dengan pendapat temen2 lain ttg hal yg melatarbelakanginya, faktor itu yg bikin ego tidak di manage dengan bijak.

    permissi…,suka dengan pendapat ini,trimekaseh,- salam -.

  9. aku biyen gek SD ning SD muhammadiyah diajarisesungguhnya sholat itu menghindarkan kamu dari perbuatan keji dan mungkardadine njuk aku perbaiki sholatku supaya aku terhindar dari itu, insya alloh, amin

  10. lihatpadaku said: ego pd dasarnya sifat basic manusia. aku setuju dengan pendapat temen2 lain ttg hal yg melatarbelakanginya, faktor itu yg bikin ego tidak di manage dengan bijak.

    eh ada mbak Dinca *dada dada ke mbak Dinca*

  11. yupz bener. watak yang bersifat bawaan + pola asuh dari kecil hingga memasuki usia dewasa, belum menguatkan karakter seseorang. karakter harus selalu di asah setiap waktu, sepanjang hayat, lewat berbagai media. egomaniac menunjukkan orang tsb mengalami stagnasi dalam perkembangan kepribadiannya. 🙂

  12. Mbak Cin…hehehehe, mau coba jawab ya…Kalo pendapat aku sih hampir sama ama temen2 yang lain, bahwa pada dasarnya anak itu punya karakter masing, yang dimana karakter itu mengandung id, ego, dan superego. Nah, ketika anak dibesarkan di dalam keluarga atau lingkungan yang membiarkan egonya merajai karakter dasarnya, jadilah dia orang yang egois, or even egomaniac..Kalo orangnya udah dewasa, berarti lingkungannya lah yang amat sangat berperan dalam membentuk ke’egois’an nya. Termasuk juga tuntutan hidup ya, di hari gini, banyak orang yang akan rela menghalalkan segala cara untuk dapetin apa yang dia mau…Poor her ya mbak…!!!

  13. Thanks a bunch buat teman2 yang sudah mencoba urun jawab…aku akan balas satu persatu setelah reda kesibukan pagi hari (dng satu anak yg lg liburan sekolah) ini. Mmhuaaaaahhhh! Peluk cium utk semua!

  14. ayuristina said: betul,,,,,,,,,coba jawab ya mbak,,,,,,,,1. salah satunya kurang kasih sayang dan kurang sosialisasi, jadinya dia tidak banyak belajar bagaimana menyayagi orang,,,,,,,,2. bisa jadi juga kurang hangatnya komunikasi antar anggota keluarga,,,,,dan atau kebiasaan yang terlalu diberi kemudahan oleh orang yang lebih dewasa dalam keluarga,,,,3. cara orang dewasa (dalam keluarga) mengungkapkan kasih sayang yang salah, misal dengan selalu mengutamakan apapun kebutuhan si egois tsb,,,,, 4. pengasuh yang terlalu “pemaklum” jadi apapun perilaku anak, selalu dibenarkan dan dimaklumi,,,,,,,,5. tidak seimbangnya reward dan punishment saat pembentukan karakter pada diri anak,,,,,, ( note : gak dari sumber/referensi tertentu ya mbak,,, aku cuma mengamati dan menyimpulkan ajah )

    Setuju Yu…jadi orang tua itu sebenarnya memang suliiit sekali. Makanya aku banyak mengamati dan menyaring…kira2 pola pengasuhan seperti apa yg perlu dihindari dan mana yg perlu ditiru.

  15. lihatpadaku said: ego pd dasarnya sifat basic manusia. aku setuju dengan pendapat temen2 lain ttg hal yg melatarbelakanginya, faktor itu yg bikin ego tidak di manage dengan bijak.

    He-eh Din…human nature yaaa…kalau gak ada ego kan gawat juga…diinjek2 sama orang nanti manut aja deh. Tapi ya itu deh…kalo kebanyakan juga jadi nyebelin…pingin nabok rasanya..ha…ha..ha.

  16. amaltiagunawan said: aku biyen gek SD ning SD muhammadiyah diajarisesungguhnya sholat itu menghindarkan kamu dari perbuatan keji dan mungkardadine njuk aku perbaiki sholatku supaya aku terhindar dari itu, insya alloh, amin

    cah bagus…makasih ya..aku jd diingatkan juga…sholat juga harus berkualitas gak asal aja ya.

  17. amaltiagunawan said: nice to see you back to MP mbakkk,,,fesbuk wis njelehi

    Aku sih udah balik dr kemarin2 Gun…The thought of leaving MP never crossed my mind kok Gun. Kamu tuh yg menghilang tanpa pesan…hi..hi…hi. Njelehi ngopo tho Gun? Aku memang sih merasanya di FB kurang privacy tp masih tolerable deh demi teman lama.

  18. w12d said: namanya juga manusia…………ego tuh bagian dari basic instinctnya manusia kalo menurut aku…………….

    Iya Wid…tapi kalo kelebihan pasti merugikan org lain dan dia sendiri.

  19. d3rai said: yupz bener. watak yang bersifat bawaan + pola asuh dari kecil hingga memasuki usia dewasa, belum menguatkan karakter seseorang. karakter harus selalu di asah setiap waktu, sepanjang hayat, lewat berbagai media. egomaniac menunjukkan orang tsb mengalami stagnasi dalam perkembangan kepribadiannya. 🙂

    He..he…iya…macet atau mogok ya perkembangan karakternya. Aku setuju…manusia terus berkembang dan kita harus pintar2 mengevaluasi diri dan berkaca shg gak berpuas diri dan merasa benar sendiri. Pingin rasanya bisa bilang gini ke org2 yg egomaniac.

  20. duniakecilkita said: Mbak Cin…hehehehe, mau coba jawab ya…Kalo pendapat aku sih hampir sama ama temen2 yang lain, bahwa pada dasarnya anak itu punya karakter masing, yang dimana karakter itu mengandung id, ego, dan superego. Nah, ketika anak dibesarkan di dalam keluarga atau lingkungan yang membiarkan egonya merajai karakter dasarnya, jadilah dia orang yang egois, or even egomaniac..Kalo orangnya udah dewasa, berarti lingkungannya lah yang amat sangat berperan dalam membentuk ke’egois’an nya. Termasuk juga tuntutan hidup ya, di hari gini, banyak orang yang akan rela menghalalkan segala cara untuk dapetin apa yang dia mau…Poor her ya mbak…!!!

    Chiet…jawabanmu Freudian ya…he…he..he. Aku setuju…keluarga, ortu dan lingkungannya yg membentuk si anak. Hmm…yg bikin dia jd egois sih, kalo gak salah nih malahan id yg merupakan basic instinct atau nafsu.Iya Chiet…mestinya sih kasihan sama org2 kayak gini. Tapi kalau kita termasuk yg pernah jadi ‘korban’ agak berat juga ya. Yg ada sih pingin marah aja..he..he..he.

  21. ayuristina said: wAH,,,, Mbak Irma lagi mborong PR nih,,,,borong jawab komen2 yang kemaren,,, baru sempet ya mbak?

    Iya Yu…borongan….itu aja masih ketinggalan jawaban utk Achiet krn komputerku keburu dipake sama suamiku. KIta suka berebutan…satu buat rame2 soalnya…he..he.

  22. trasyid said: aamiiin.. serem euy!

    Makasih Guh…iya serem deh. Di dunia kerja nanti Guh, sikut2annya lbh berasa krn menyangkut periuk nasi…jadi kalau skrng Teguh mendapat cobaan hal berteman, anggap aja ajang latihan…biar kuat utk menghadapi yg serem2 kayak gini.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s