Target Spring & Summer


Maaf ya…kalau akhir2 ini aku suka posting yg gloomy2. Bukan sekedar excuse sih, tp memang cuaca yg dingin dan banyak mendung bisa bikin mood orang jd bete banget…malah bisa sampai cabin fever krn kelamaan terkurung di dlm rumah.

So…to lift up my mood, I decided to make a list of things I would like to do in Spring and Summer:

* Watching and enjoying the blooming flowers

* Going to the park near the lake

* Going to the beach (which is actually at a lake)

* Watching the migrating birds, squirrels, and all the lovely color birds.

* Joining the summer programs at the public library

* Dragging my busy Indonesian friends for a picnic and making them delicious foods

* Meeting some of my old friends from the university

* Finishing my stories

* Writing in my new blog dedicated to poetry and stories (Just have to push myself to start…even though it’s really hard)

* Potty training my lovely D.

* Taking up regular swimming. (the rec. center has a women’s only hours…must use the opportunity which I didn’t have back when I was in Indonesia)

* Preparing a fun birthday for my I, my dear husband, and for our anniversary.

* Having lots of ice cream! Yippi….

* Taking morning walks or bicycle rides (kring…kring…goes…goes)

* Taking the kids to the Summer Splash in the park

* Taking the kids to see the fire trucks during the annual open house at the Fire Station.

* Going to the State Fair (or any other country fairs nearby)

* Going to a or some Train Show/s (my kids would just love it)

* Going to either Chicago or St. Louis (depends on the budget :))

* Taking pictures like crazy and sharing them with my good friends and family

Sementara list-nya segini dulu, kalau ada tambahan bisa menyusul di episode blog berikutnya..he..he.

Masih Facebook, Foto Diri, dan Kesimpulan

Semoga pada gak bosen ya kalau aku cerita lagi soal Facebook. Ceritanya aku mau pasang foto terbaru di FB, biar teman2 yg lain bisa liat kayak apa aku sekarang. Tapi…pas liat2 di file album foto, kok rasanya gambarku gak ada yg bener sih. Yg pakaiannya tabrak lari alias gak matching lah, yg mukanya kok kelihatan berminyak banget, yg mukaku kelihatan ada bintik2 atau jerawatnya lah, yg badannya kelihatan gendut lah, yg ekspresinya aneh lah. Akhirnya….frustasi…aku gak jadi pasang foto terbaruku. Males ah…kalau nanti malah mengundang komentar yg aneh2.

Selanjutnya, aku masih asyik buka file foto2ku dan keluarga…sampai ke tahun2 lalu. Tuh kan…waktu dulu tuh aku keliatan manis banget kok…badan masih langsing, wajah lebih bersih, ekspresinya bahagia. Tapi…wait a minute…loh…loh….aku tiba2 melihat foto close up-ku waktu th 2005. Aku ingat bhw ketika foto itu baru diambil dan aku lihat hasilnya, aku merasa kecewa krn kok mukaku kelihatan gak manis ya? Tapi pas aku lihat sekarang…ah manis juga kok. Kemudian ada lagi foto th 2006, hanya 3 bulan setelah aku melahirkan anak kedua. Loh…kok keliatan langsing ya? Padahal aku ingat bhw pada saat itu aku merasa gemuuuuk sekali, krn belum bisa mengembalikan berat badan setelah melahirkan.

Astaga….jadi selama ini aku tuh gak bersyukur banget sih. Bukannya mensyukuri penampilan pada saat itu, malah disesali. Pdhal di masa sesudahnya kelihatan bhw yg dulu2 itu ternyata apik kok. So…why should I worry about my appearance now? Mbok ya disyukuri aja gitu lho…namanya manusia memang tak bisa melawan melajunya waktu, yg penting tiap saat, tiap stage kehidupan dan tampilan dinikmati dan disyukuri. Dan yg lbh penting lagi…kualitas dalam diri harus selalu diperbaiki, krn sebagus apa bungkusnya…tetap yg menentukan mutu adl dalamnya. Bukan begitu anak2? He….he….he.

Facebook dan Teman Lama

Demam FB di Indonesia bikin aku kembali mengaktifkan FBku, setelah sekian lama didiamkan saja sampai nyaris lumutan. Saat pertama ikutan FB di 2006, aku dan teman2 sesama pelajar di sini sangat getol membuka FB. Foto2 perjalanan teman2 dari kota ke kota di US juga ramai terpajang. Dan inilah salah satu sebab kenapa aku mulai gak berminat pd FB. Bukan apa2, memandang teman2 bisa ke Niagara, Grand Canyon, LA, San Fransisco, malah bikin aku jadi sedih karena aku sendiri gak bisa kemana2.

Sounds pathetic? Tp memang begitu kenyataannya, dengan budget bulanan terbatas dan ada keluarga di sini, otomatis kondisi keuanganku tdk seleluasa teman2ku yg cuma sendirian di sini. Iya…iya..aku tahu, masing2 kondisi pasti ada plus dan minusnya. Ada teman yg suami dan anak2nya tdk ikut ke sini dan dia bisa jalan2 ke berbagai tempat dng leluasa. Tapi kan tetap saja, dia pasti rindu pd keluarganya, sedangkan aku bisa tiap saat memeluk anak2ku. Aku juga suka bilang ke diri sendiri: Get a grip! Don’t be ungrateful!. Tapi…tetap saja, tiap kali lihat foto2 teman2 yg lg jalan2 ada rasa ngenes. Akhirnya aku putuskan utk tdk lagi membuka2 FB dan hubungan dng teman2 dilakukan lwt YM saja.

Baru2 ini aku dengar di Indonesia sedang ramai FB, seiring dng demam BlackBerry juga. Pada saat yg sama, MP pun tiba2 jadi sepiiiii sekali, teman2ku jd jarang posting. Lalu berturut2 mantan teman kantorku tiba2 menghubungi aku via FB, juga mantan mahasiswaku. Perlu diketahui, aku memang bukan tipe teman yg baik (ngaku ni ye). Aku tipe org yg gampang berteman tapi sulit mempertahankan pertemanan, alhasil banyak sahabat2 masa lalu yg sama sekali tidak berhubungan lg denganku, alias putus hubungan sama sekali. Some words of advice: jangan ditiru yaaaaa.

Akhirnya…aku putuskan utk buka kembali FBku yg udah lumutan itu. Malah sekarang aku gemar mencari2 teman lama dan saling kirim2 message pd teman2 yg punya kenangan tersendiri di masa lalu. Yang lucu, bahkan ada teman yg dulu aku hanya kenal nama, tp skrng malah sering kontak lwt FB. Jadinya ‘teman lama tapi baru’ ya.

Bagaimana dng MP? Ya tetap saja aku tongkrongin…he..he. Selain teman2 yg ada asyik2, aku jg merasa lbh sreg sebenarnya dng MP. Rasanya lbh ‘milik sendiri’ dan ada atmosfer yg lbh akrab.