Suka Duka ‘Kejeblos’ Sana Sini – Bag. 3

Alhamdulillah, ternyata aku diterima di perguruan tinggi tsb. Bagaimana dng temanku? Dia belum berhasil dan harus menelan pil pahit bahwa hubungan kekerabatannya tidak berpengaruh apa2 thd penilaian. Inilah peristiwa ‘kejeblos’ yg ketiga kali aku alami.

Aku merasa beruntung sudah dimudahkan. Yg aku bisa jadikan pelajaran hidup adalah betapa penilaian manusia itu bisa sangat keliru. Apa2 yg aku anggap kurang menarik, ternyata malah jadi hal yg aku cintai. Aku juga belajar untuk tidak takut mencoba hal baru dan menganggapi tantangan yg sebenarnya merupakan bentuk lain dari kesempatan. Meskipun bukan pilihan utama, namun aku tetap bersungguh2 dlm persiapan UMPTN utk bidang IPS-nya. Kesungguhan dlm persiapan dan eksekusi juga yg aku lakukan utk menghadapi tes masuk kerja. Aku ingat saat melamar kerja sbg dosen dan harus micro teaching (presentasi bagaimana cara mengejar), aku membawa gulungan2 poster yg aku buat sendiri (fotokopi diperbesar, diwarnai, dan dilaminating) sbg salah satu bahan.

Satu hal lagi yg gak bisa aku lupakan. Pertemanan atau bahasa kerennya networking juga menjadi salah satu kunci pembuka kesempatan baru. Tanpa informasi (dan dorongan) dari teman2ku, rasanya gak mungkin aku bisa ‘kejeblos’ ke jalur yg telah kutempuh ini. Meski juga, aku gak pernah berteman semata2 krn mengharapkan apa2. Oportunis sekali rasanya kalau seperti itu. Alhamdulillah, selama ini dipertemukan teman2 yg baik dan banyak membantu aku.

Mudah2an sekelumit kisah hidupku (ceile…) yg mudah2an bisa bermanfaat utk org lain yg membacanya.

(Tamat juga akhirnya..he..he..he..legaaaaaaaa)

Advertisements

16 thoughts on “Suka Duka ‘Kejeblos’ Sana Sini – Bag. 3

  1. aguskribo said: MP juga memperluas networking, khan…Jadi inget waktu tes masuk kerja ngajar…Hueeehhh…ancooorr…

    Betul sekali Gus. Makanya aku betah di sini…lbh enak dr di Facebook juga…mungkin krn warna-warninya yaaa…lbh santai saja di sini.Ha..ha..ha…memangnya kenapa dulu Gus? Namanya juga tes..pasti ada nervous-nya…mungkin itu yg bikin ancur.

  2. weittttt….sama’ dunks….kebanyakan yang jadi guru/dosen…awalnya pasti kejeblos (tidak direncanakan)tapi ternyata pekerjaan itulah yang menyenangkan apalagi buat aku yang tukang ngomong…so udah puas ngomong dibayar lagi….hehhehehe

  3. aku juga kejeblis nih..sekolah di sastra.tapi nggak pernah kerja yang ada hubungannya dengan itu..karena kesempatan 1 yang datang padaku sealu kuambil..nggak mau milih milih..Alhamdulillah enjoy….seneng baca kisahmu…….

  4. multa2001 said: weittttt….sama’ dunks….kebanyakan yang jadi guru/dosen…awalnya pasti kejeblos (tidak direncanakan)tapi ternyata pekerjaan itulah yang menyenangkan apalagi buat aku yang tukang ngomong…so udah puas ngomong dibayar lagi….hehhehehe

    Iya Uni…bisa menyalurkan bakat ceriwis, dpt uang, dan bisa bermanfaat utk org banyak pula ya, selain juga mendorong diri kita sendiri utk selalu menambah ilmu dan mengembangkan diri.

  5. rinita said: aku juga kejeblis nih..sekolah di sastra.tapi nggak pernah kerja yang ada hubungannya dengan itu..karena kesempatan 1 yang datang padaku sealu kuambil..nggak mau milih milih..Alhamdulillah enjoy….seneng baca kisahmu…….

    Sastra apa Rin? FSUI juga ya? Jangan2 pernah ketemuan dulu? Pantesan gaya bahasamu pas nulis enak dibaca. Akhirnya kemudian kerja di bidang apa Rin? Sastra memang ilmu yg fleksibel kan ya, jd bisa ke mana aja.Makasih…senang juga ada yg senang baca kisahku 🙂

  6. dhinacung said: Syukurlah Happy Ending ya Mbak e..hwhwhhwwsemuanya gak lepas dari pertolongan yang diatas ya..^^

    Iya Dhin….final word-nya yg megang Yang Kuasa soalnya. Aku sih cuma berusaha sebaik2nya dlm menjalani takdir.

  7. penuhcinta said: Iya Dhin….final word-nya yg megang Yang Kuasa soalnya. Aku sih cuma berusaha sebaik2nya dlm menjalani takdir.

    TOSSS..sama Mbak..sekarang ini aku dah pasrah tinggal jauh dari kampung halaman..sendirian pula..hwhwhhwwhmau kumpul sama yang seumuran juga gak ada..hwhwhhwh

  8. dhinacung said: TOSSS..sama Mbak..sekarang ini aku dah pasrah tinggal jauh dari kampung halaman..sendirian pula..hwhwhhwwhmau kumpul sama yang seumuran juga gak ada..hwhwhhwh

    TOSSSS juga Dhin! Salut kalo semuda ini, Dhina sudah bisa bijak memandang kehidupan.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s