Suka Duka ‘Kejeblos’ Sana Sini – Bag. 1

Kalau dipikir2, hampir semua episode yg menentukan jalan hidupku berawal dari ‘kejeblos’, seolah tidak direncanakan tahu2 saja diarahkan ke sana. Waktu mau memilih jurusan kala UMPTN dulu, awalnya aku memilih antropologi sbg pilihan ketiga. Namun teman2ku ‘menjebloskan’ aku utk utk memilih sastra Inggris dng alasan nilai bhs Inggrisku bagus. Alhasil, dengan setengah hati kuganti pilihan ketigaku yg sebenarnya ‘hanya’ cadangan krn aku ngebet pingin masuk arsitektur (ITB pula..ha..ha…gak tahu diri).

Ehhhh…kok ya yg nembus ya sastra Inggris itu. Masih ingat aku saat membaca pengumuman di koran tetangga (soalnya gak langganan koran yg ada pengumumannya), bapakku langsung memeluk sambil menangis terharu dan mencium pipiku berulang2. Moment yg tak akan terlupakan sepanjang hidupku.

Sejujurnya, di awal2 kuliah aku sama sekali tidak antusias. Wong, aku masih kesengsem dng arsitektur kok. Tapi berhubung ini satu2nya kesempatan kuliah, karena kalau harus masuk swasta bapakku gak kuat bayar, ya sudahlah kujalani. Setelah masuk baru tahu kalau jurusan ini termasuk salah satu jurusan favorit bahkan diantara universitas2 se-Indonesia. Dan setelah beberapa lama, baru terasa nikmatnya belajar bahasa dan sastra Inggris. Alhamdulillah, aku menjalani kuliah dengan senang hati, meski harus pulang balik Pamulang-Depok (1-2 jam perjalanan) komplit dengan berebutan naik bis (Deborah, Lebak-Bulus-Depok…bis warna pink nan centil), macet2an, dan alhasil hampir selalu datang terlambat (payah deh). Lebih drpd sekedar bertahan, aku malah jadi jatuh cinta sama ilmunya dan di akhir masa kuliah diam2 aku memendam keinginan utk jadi dosen sastra Inggris.

(udah kepanjangan kaaaan? sambungnya nanti aja yeeee…)

Advertisements

10 thoughts on “Suka Duka ‘Kejeblos’ Sana Sini – Bag. 1

  1. aguskribo said: Eeeh… sekarang juga kejeblos jadi pengunjung setia MPnya agus..

    Itu sih betul2 kejeblos…bukan kejeblos dalam tanda kutip Gus, secara isi MP-nya Agus penuh foto2 narsismu. Kejebak deh gue.

  2. aguskribo said: Dan tak ingin keluar dari kejeblosan yang manis itu…

    Namanya terjebak…gak bisa keluar bukannya gak mau..he..he..he…Tp MP gak akan sama tanpa kehadiranmu kok Gus…jarang2 ada cowok alim tapi narsis..ha..ha..ha.

  3. rinita said: nggak sekolah kalo’ nggak di negeri..gue bangetnaik 4x bis ke depok ..gue banget….tos

    Wah…banyak samanya yaaaa….Tosss jugaaaa.Iya..pengalaman naik turun bisa (dan angkot) dng perjalanan yg ‘ngabisin umur’ gak bakal lupa deh.

  4. nanabiroe said: Wah.. Pasti kampusnya deket rumah nana ya bun..

    He..he..he..kayaknya gitu tuh Na…Udah berapa lama tinggal di daerah Depok Na? Aku dulu sempat mau beli rumah di situ lo…tp akhirnya jd tinggal di Desa Limo.

  5. Nana di depok dari umur 2 tahun, suami juga tinggal di depok, jadilah kita orang depok sejati…wah cari rumah di sini skrg tanahnya dah mahal2…Dulu nana juga kuliah di tempat bunda tapi keluar..

  6. nanabiroe said: Nana di depok dari umur 2 tahun, suami juga tinggal di depok, jadilah kita orang depok sejati…wah cari rumah di sini skrg tanahnya dah mahal2…Dulu nana juga kuliah di tempat bunda tapi keluar..

    Ohhh…bener2 berakar di Depok ya. Loh keluar ya Na? Wah sayang ya..yg pingin masuk kan banyak. Iya, dulu pas aku nyari2 aja udah mahal kok. Memang kota satelit baru yg jd incaran ya Depok itu.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s