Kenapa Tidak?

Sebenarnya sudah lama aku ingin posting tentang hal ini. Namun ada kekuatiran takut dianggap mengagung2kan budaya/orang2 sini. Tadi baru saja membaca tulisan Andy F. Noya dan aku jadi merasa perlu deh untuk sharing beberapa hal yg aku lihat dan alami sendiri selama di sini. Sebelumnya aku ingin menggaris bawahi bahwa dengan mengangkat hal2 ini, bukan berarti aku membutakan mata dari hal2 negatif yg ada di masyarakat sini. Sebagaimana setiap manusia tak lepas dari sisi positif dan negatif, maka sebuah masyrakat atau bangsa juga pasti ada sisi terang dan gelapnya.

Kebiasaan2 baik yg dilakukan oleh orang2 sini yg hampir tidak pernah aku temui di Indonesia:

1. Menahan pintu agar tetap terbuka, sehingga orang yg ada di belakang kita bisa lewat dengan nyaman.

2. Mengucapkan ‘thank you’ saat ada yg menahan pintu buat kita.

3. Menyapa: “Hi, how R U doing?” saat tak sengaja mata kita bertatapan dengan orang…meskipun tidak kenal!

4. Menjawab “Hi, I’m good/fine” saat ditanya How R U, dan kalo kenal balik nanya.

5. Mengantri!!!!! (terus terang di Indonesia aku selalu spaneng dan kesel banget sama org yg gak antri…pingin nimpuk dan jambak2 rasanya.)

6. Mengucapkan “Excuse me” atau “I’m sorry” saat tak sengaja kereta belanjaan kita hampir menabrak kereta orang atau hampir memotong jalan kereta belanja orang lain. Ini juga berlaku untuk hal2 seperti: gak sengaja menyenggol orang saat berjalan. (Di Indonesia, nginjek kaki orang gak minta maaf! Kejadian yg sering kualami saat naik kendaraan umum)

7. Mengucapkan “You’re OK” saat ada org minta maaf ke kita untuk kejadian no. 5. (Tanpa jadi marah2 gak jelas atau nyalah2in).

8. Merokok hanya di tempat2 yg dibolehkan. Bahkan kalau musim dingin pun mereka akan keluar ruangan dulu untuk bisa merokok.

9. Tidak ada yg merokok di dalam ruangan (kecuali di bar…itu juga sekarang sudah dilarang dan bisa kena denda kalau melanggar. Di Indonesia? Halah….ruangan berAC aja ada yg merokok kok!).

10. Mematuhi rambu2 lalu lintas bahkan di jalan sepi dan tak ada polisi.

11. Tersenyum pada org asing yg kebetulan bertemu mata.

12. Mengucapkan: “Have a nice day” saat berpisah.

Hal2 kecil sih, tapi terbukti benar2 bikin hidup jadi lebih nyaman dan tentram.

Advertisements

55 thoughts on “Kenapa Tidak?

  1. multa2001 said: menarik juga tulisan nya…saya pernah melihat/mengalami sendiri yang ditulis diatas saat saya di australi…sama persis seperti itu….Memang sayang sekali kondisi seperti diatas jarang kita temui di neg kita, nampaknya gak banyak yang ngikutin seperti itu. Tapi banyak yang mengikuti gaya hidup orang barat, life style seperti minum alkohol, dugem, perayaan ini itu yang bukan budaya kita dll dll

    Wah, menarik ini. Jadi di Australia, New Zealand, dan Amerika (dan juga kemungkinan besar2 negara2 Eropa) semuanya menganut kebiasaan2 spt di atas? Bisa jad bahasan menarik utk seorang antropolog nih.Aku juga menyayangkan Uni. Betul sekali, di negara kita yg diikuti malah kebiasaan2 buruknya spt yg Uni sebutkan, termasuk juga konsumerismenya. Life style yg lain spt semakin permisifnya masy. kita terhadap seks bebas dan homoseksualitas juga hal2 ditiru dr barat. Pdhal di Amerika saja masalah ‘gay marriage’ masih kontroversial (lg seru2nya dibahas saat ini), menandakan bhw sebenarnya mrk masih agak2 konservatif.Itu tandanya masyarakat kita belum dewasa dalam menyerap dan memilah budaya asing. Coba yg ditiru hal2 yg baik saja…bisa memajukan bangsa malahan.

  2. penuhcinta said: Ayo Lora…kamu ketahuan! Apa kabar Lora..hope you’re having a great weekend. What’s your plan for Thanksgiving?

    Well, so far I have two invitations, but am not sure I can attend both. Trus, on November 30 mau ke farm nya temen aku! ^_^ asik yaa.. mau lihat kuda, sapi, domba, ayam, kucing! hehehe… What’s your plan Mbak? sayang jauh kita ya.. kl deket kan, bisa masak turkey bareng uhuy…

  3. laurasaid said: Well, so far I have two invitations, but am not sure I can attend both. Trus, on November 30 mau ke farm nya temen aku! ^_^ asik yaa.. mau lihat kuda, sapi, domba, ayam, kucing! hehehe… What’s your plan Mbak? sayang jauh kita ya.. kl deket kan, bisa masak turkey bareng uhuy…

    Iya Lor…aku belum pernah lo nyoba masak turkey yg segede bom itu. Soalnya di rumah cuma 4 org: yg dua lg jd picky eaters…bakal gak abis2 deh kalo masak sebanyak itu. Aku mungkin kumpul2 sama teman2 suamiku, terus mau juga ngumpul2 sama anak2 Indonesia yg di sini, mereka kan lg Thanksgiving break.

  4. nanabiroe said: Bukannya negara Indonesia adalah negara yang paling ramah..Kelamaan dijajah kali ya bun…Tapi orang indonesia tetep peduli ama tetangga..

    Negara yg paling ramah tinggal sayup2 saja bunyinya Na…kenyataannya sudah gak begitu lg kok. Iya…peduli sama tetangga…tp suka keliwatan juga mau tahunya dan gosip2nya..he..he..he.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s