Suka Duka ‘Kejeblos’ Sana Sini – Bag. 3

Alhamdulillah, ternyata aku diterima di perguruan tinggi tsb. Bagaimana dng temanku? Dia belum berhasil dan harus menelan pil pahit bahwa hubungan kekerabatannya tidak berpengaruh apa2 thd penilaian. Inilah peristiwa ‘kejeblos’ yg ketiga kali aku alami.

Aku merasa beruntung sudah dimudahkan. Yg aku bisa jadikan pelajaran hidup adalah betapa penilaian manusia itu bisa sangat keliru. Apa2 yg aku anggap kurang menarik, ternyata malah jadi hal yg aku cintai. Aku juga belajar untuk tidak takut mencoba hal baru dan menganggapi tantangan yg sebenarnya merupakan bentuk lain dari kesempatan. Meskipun bukan pilihan utama, namun aku tetap bersungguh2 dlm persiapan UMPTN utk bidang IPS-nya. Kesungguhan dlm persiapan dan eksekusi juga yg aku lakukan utk menghadapi tes masuk kerja. Aku ingat saat melamar kerja sbg dosen dan harus micro teaching (presentasi bagaimana cara mengejar), aku membawa gulungan2 poster yg aku buat sendiri (fotokopi diperbesar, diwarnai, dan dilaminating) sbg salah satu bahan.

Satu hal lagi yg gak bisa aku lupakan. Pertemanan atau bahasa kerennya networking juga menjadi salah satu kunci pembuka kesempatan baru. Tanpa informasi (dan dorongan) dari teman2ku, rasanya gak mungkin aku bisa ‘kejeblos’ ke jalur yg telah kutempuh ini. Meski juga, aku gak pernah berteman semata2 krn mengharapkan apa2. Oportunis sekali rasanya kalau seperti itu. Alhamdulillah, selama ini dipertemukan teman2 yg baik dan banyak membantu aku.

Mudah2an sekelumit kisah hidupku (ceile…) yg mudah2an bisa bermanfaat utk org lain yg membacanya.

(Tamat juga akhirnya..he..he..he..legaaaaaaaa)

Advertisements

Suka Duka ‘Kejeblos’ Sana Sini – Bag. 2

Belum sampai lulus, aku sudah sibuk cari kerja barengan dengan teman2 senasib dan sepenanggungan. Aku sadar lapangan kerja makin sempit, jd harus sejak awal berburu kerjaan. Aku tidak mengincar pekerjaan yg spesifik, yg penting kerja dulu, biar ringan beban orang tuaku. Lagi2 aku ‘kejeblos’. Dua org temanku mengajak aku ikutan tes tertulis langsung (walk in) di sebuah lembaga kursus lumayan ternama. Aku sebenarnya kurang tertarik, masalahnya biarpun ceriwis aku ini amat sangat pemalu. Meski pernah beberapa kali manggung lenong…eh..bukan ding… nyanyi di sekolah…tetap saja tiap kali tampil di depan org banyak pasti sakit perut dan, ini yg memalukan, kentut2. Jadi guru bukannya harus tampil dpn kelas? Ahhhh…tidaaaaakkkk! Namun karena solider dengan teman dan juga terpicu keingintahuan…sesulit apa sih tesnya, aku jalani juga tes itu berbarengan dengan kedua sahabatku.

Hasilnya? Mengagetkan. Dari kami bertiga, ternyata cuma aku yg lolos ke babak tes berikutnya. Alhamdulillah. Selanjutnya aku ikut training intensif selama sebulan dan walahhhh….jadilah aku guru kursus bhs. Inggris. Sama spt. waktu baru masuk kuliah dulu, aku akhirnya menikmati profesiku. Baru juga aku tahu bahwa guru itu juga manusia. Di balik keseriusan mengajar, ada canda tawa di ruang guru dan juga hubungan manis dng murid2 di dalam dan di luar kelas. Di balik beberapa menit tampil depan kelas, ada persiapan berjam2, memeras otak memancing kreatifitas agar aktivitas di kelas gak membosankan, dan juga perhatian personal pd tiap2 murid (si Arif perlu memperbaiki pronunciation-nya, si Ela harus lbh berhati2 dlm penggunaan kata kerja untuk org ketiga…begitu misalnya).

Di tahun ketiga mengajar, seorang temanku memberikan ‘bocoran’ tentang lowongan mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta yg baru berdiri. Ia mengaku kenal dekat dan masih kerabat dengan ketua jurusan sastra inggris di situ. Aku sebenarnya ragu utk mencoba berpindah jalur (meski gak jauh2 banget), apalg di tempat skrng aku baru saja mendapat promosi. Lagi2 temanku ini yg malah ngomporin dan dengan niat coba2 aku akhirnya mencoba mengirim surat lamaran, dengan tanpa menyebut sama sekali nama temanku itu krn aku mencoba utk menghindar dr KKN.

(udah ahhhhh….nanti lagi deh…itu jg kalo masih tertarik baca)

Suka Duka ‘Kejeblos’ Sana Sini – Bag. 1

Kalau dipikir2, hampir semua episode yg menentukan jalan hidupku berawal dari ‘kejeblos’, seolah tidak direncanakan tahu2 saja diarahkan ke sana. Waktu mau memilih jurusan kala UMPTN dulu, awalnya aku memilih antropologi sbg pilihan ketiga. Namun teman2ku ‘menjebloskan’ aku utk utk memilih sastra Inggris dng alasan nilai bhs Inggrisku bagus. Alhasil, dengan setengah hati kuganti pilihan ketigaku yg sebenarnya ‘hanya’ cadangan krn aku ngebet pingin masuk arsitektur (ITB pula..ha..ha…gak tahu diri).

Ehhhh…kok ya yg nembus ya sastra Inggris itu. Masih ingat aku saat membaca pengumuman di koran tetangga (soalnya gak langganan koran yg ada pengumumannya), bapakku langsung memeluk sambil menangis terharu dan mencium pipiku berulang2. Moment yg tak akan terlupakan sepanjang hidupku.

Sejujurnya, di awal2 kuliah aku sama sekali tidak antusias. Wong, aku masih kesengsem dng arsitektur kok. Tapi berhubung ini satu2nya kesempatan kuliah, karena kalau harus masuk swasta bapakku gak kuat bayar, ya sudahlah kujalani. Setelah masuk baru tahu kalau jurusan ini termasuk salah satu jurusan favorit bahkan diantara universitas2 se-Indonesia. Dan setelah beberapa lama, baru terasa nikmatnya belajar bahasa dan sastra Inggris. Alhamdulillah, aku menjalani kuliah dengan senang hati, meski harus pulang balik Pamulang-Depok (1-2 jam perjalanan) komplit dengan berebutan naik bis (Deborah, Lebak-Bulus-Depok…bis warna pink nan centil), macet2an, dan alhasil hampir selalu datang terlambat (payah deh). Lebih drpd sekedar bertahan, aku malah jadi jatuh cinta sama ilmunya dan di akhir masa kuliah diam2 aku memendam keinginan utk jadi dosen sastra Inggris.

(udah kepanjangan kaaaan? sambungnya nanti aja yeeee…)

Kenapa Tidak?

Sebenarnya sudah lama aku ingin posting tentang hal ini. Namun ada kekuatiran takut dianggap mengagung2kan budaya/orang2 sini. Tadi baru saja membaca tulisan Andy F. Noya dan aku jadi merasa perlu deh untuk sharing beberapa hal yg aku lihat dan alami sendiri selama di sini. Sebelumnya aku ingin menggaris bawahi bahwa dengan mengangkat hal2 ini, bukan berarti aku membutakan mata dari hal2 negatif yg ada di masyarakat sini. Sebagaimana setiap manusia tak lepas dari sisi positif dan negatif, maka sebuah masyrakat atau bangsa juga pasti ada sisi terang dan gelapnya.

Kebiasaan2 baik yg dilakukan oleh orang2 sini yg hampir tidak pernah aku temui di Indonesia:

1. Menahan pintu agar tetap terbuka, sehingga orang yg ada di belakang kita bisa lewat dengan nyaman.

2. Mengucapkan ‘thank you’ saat ada yg menahan pintu buat kita.

3. Menyapa: “Hi, how R U doing?” saat tak sengaja mata kita bertatapan dengan orang…meskipun tidak kenal!

4. Menjawab “Hi, I’m good/fine” saat ditanya How R U, dan kalo kenal balik nanya.

5. Mengantri!!!!! (terus terang di Indonesia aku selalu spaneng dan kesel banget sama org yg gak antri…pingin nimpuk dan jambak2 rasanya.)

6. Mengucapkan “Excuse me” atau “I’m sorry” saat tak sengaja kereta belanjaan kita hampir menabrak kereta orang atau hampir memotong jalan kereta belanja orang lain. Ini juga berlaku untuk hal2 seperti: gak sengaja menyenggol orang saat berjalan. (Di Indonesia, nginjek kaki orang gak minta maaf! Kejadian yg sering kualami saat naik kendaraan umum)

7. Mengucapkan “You’re OK” saat ada org minta maaf ke kita untuk kejadian no. 5. (Tanpa jadi marah2 gak jelas atau nyalah2in).

8. Merokok hanya di tempat2 yg dibolehkan. Bahkan kalau musim dingin pun mereka akan keluar ruangan dulu untuk bisa merokok.

9. Tidak ada yg merokok di dalam ruangan (kecuali di bar…itu juga sekarang sudah dilarang dan bisa kena denda kalau melanggar. Di Indonesia? Halah….ruangan berAC aja ada yg merokok kok!).

10. Mematuhi rambu2 lalu lintas bahkan di jalan sepi dan tak ada polisi.

11. Tersenyum pada org asing yg kebetulan bertemu mata.

12. Mengucapkan: “Have a nice day” saat berpisah.

Hal2 kecil sih, tapi terbukti benar2 bikin hidup jadi lebih nyaman dan tentram.

Cinta Empat Musim?

Indonesia negara berapa musim anak2?
Duaaaaaaa….
Eropa dan Amerika berapa musim?
Empaaaaaaaaaaaaaaattttt.

Semua juga tahu kalau Amerika mengalami 4 musim: Fall (alias Autumn), Winter, Spring dan Summer. Tapi detil tentang bagaimana efek dari 4 musim ini thd manusianya mungkin tdk semuanya tahu.

Sebelum membahas efeknya, ada beberapa hal yg perlu diketahui:

– Gak semua daratan Amerika mengalami keempat musim ini. Lho? Saking luasnya yg namanya negara AS, beberapa bagian mengalami hal2 ekstrim. Wilayah selatan seperti Texas, New Mexico, Arizona jarang sekali mengalami salju. Temanku yg pernah tinggal di Georgia bahkan bilang kalau dia gak pernah liat salju di situ.

– Jika musim panas….wilayah2 selatan akan mengalami panas membara yg bikin kepala pusing tuing2. Selain itu cahaya matahari di kala summer amat sangat menyilaukan, sehingga memakai kaca mata hitam menjadi suatu kebutuhan. Suhu terpanas? Kalau di tempatku pernah mencapai 40 degree celcius. Di Arizona, pd tgl 29 Juni 1994, suhunya mencapai 49 degree celcius.

– Sebaliknya, wilayah2 utara Amerika hampir tak pernah mengalami suhu panas yg ekstrim dan biasanya mengalami winter lebih dulu dibandingkan wilayah lainnya. Minggu kemarin tercatat di wilayah2 utara sudah mulai turun salju, sementara di tempatku tak ada setitik saljupun menetes…(ceileee).

– Di saat pergantian musim, terutama menjelang musim semi dan musim gugur, cuaca bisa menjadi ganas dan musuh bagi manusia. Di wilayah tengah Amerika dan pesisir pantai tenggara biasanya terjadi banyak tornado (angin puting beliung), thunderstorm (hujan badai), dan banjir (akibat curah hujan yg tinggi).

Sungguh, dibandingkan Indonesia, di sini bencana alamnya jauh lebih banyak jenis dan frekuensinya. Menurut USA Today, rata2 Amerika dilanda 1.817 tornado tiap tahunnya. Saking seringnya, sampai2 di sini dikenal adanya musim baru, yaitu Musim Tornado. Namun di tahun 2008, telah tercatat rekor baru. Di bulan Juli 2008 saja, telah tercatat terjadinya 1.390 tornado!

Lalu, apa efek dari 4 musim ini terhadap manusia2nya? Dari skala keseharian saja sudah sangat berpengaruh, antara lain:

– Cuaca menentukan pakaian yg akan kita pakai. Salah kostum bisa berakibat fatal, either kepanasan atau beku kedinginan.

– Pakaian standard musim panas: tank-top, celana pendek (org sini loh..bukan akuuuu), bahkan sering juga kita jumpai org lari2 pagi bertelanjang dada (laki2nya loooo). Aku perhatikan cewek2 di sini baru pake rok kalau summer.
Wajib pakai sun-cream yg spf-nya tinggi karena sinar matahari di sini jahat banget….bisa bikin kulit cepat bintik2. Utk yg org bule bahkan bisa menyebabkan sun-burn sampai dengan kanker kulit.

– Pasokan air minum harus banyak di musim panas, krn bisa dehidrasi yg bisa bikin masuk rumah sakit bahkan meninggal (terutama org2 manula).

– Pakaian standard musim dingin: layering…alias jadi kue lapis! Lapisan pertama pakaian dalam yg kalau perlu pakai baju hanoman (rapat dari atas ke bawah, semacam jumper tp buat di dalam), lapisan kedua pakaian biasa, lapisan ketiga sweater, lapisan keempat jaket musim dingin, plus sarung tangan, syal, topi kupluk tebal/topinya jaket, kaus kaki, sepatu boot/salju.

– Wajib pakai krim pelembab kulit, karena kulit jadi keriiiiiing banget bahkan kelihatan keriput (di tangan dan kaki). Di sini ada yg namanya ‘winter itch’; kulit jadi gatal2 karena udara yg kering. Untuk melembabkan udara, biasanya aku memasang mesin kecil yg namanya Humidifier.,

– Penyakit2 standard seperti flu biasanya merajalela di saat winter. Hidung mampet atau meler menjadi rutinitas musim dingin, terutama utk org2 yg terbiasa di daerah tropis spt kami..he..he.
Biasanya aku memasang Vaporizer, alat kecil bertenaga listrik yg mengeluarkan panas dan aroma menthol utk melancarkan pernafasan.

– Jika ada Snowstorm atau badai salju atau turunnya salju tebal, maka sekolah2 biasanya diliburkan!

– Jika terjadi Sleet atau lapisan es akibat turunnya salju bergantian dengan turunnya hujan, maka sekolah2 juga akan diliburkan krn lapisan es ini sangat berbahaya. Tahun kemarin pernah kejadian begini, tp kampusku gak libur…jd aku terpaksa tetap berangkat. Tahu gak…jalan saja syusaaaah banget krn pasti akan terpeleset. Untuk mencairkan es ini, maka petugas pemerintah kota akan menaburkan bongkahan garam di sepanjang jalan yg biasa dilalui mobil.

– Listrik bisa padam jika terjadi badai salju atau sleet
Pohon2 bisa bertumbangan karena digantungi kristal2 es akibat terjadinya sleet, dan ini bisa berpengaruh ke listrik karena sebagian besar wilayah pedesaan masih terdapat kabel2 listrik di atas jalan (bukan underground).

– Di musim semi banyak yg akan menderita alergi akibat polen yg menyebar dr bunga2an yg mulai bersemi. Aku juga baru tahu setelah di sini kalau di musim semi itu yg tumbuh biasanya bunga2 duluan, baru kemudian daunnya.

Lalu dimana letak indahnya 4 musim? Tetap saja terasa indah kok, despite of all the catastrophies that they cause. Sampai sekarang aku masih takjub melihat daun2 berubah warna saat Fall, salju yg turun dan melapisi setiap permukaan seperti icing di kue tart saat Winter, indahnya bunga warna-warni (bahkan bunga liar) yg bersemi saat Spring, dan cerahnya udara Summer yg menjanjikan kehidupan baru.

Adanya 4 musim mengajarkan petani di sini untuk bekerja lbh keras dan efisien saat musim semi dan panas, karena hanya saat itulah tanaman pangan bisa ditanam. Mereka juga ‘dipaksa’ untuk mengembangkan teknologi sehingga terciptalah alat2 pertanian yg modern, mesin pemanas dan pendingin udara, mengembangkan sistem Tornado Alarm yg akan berbunyi nyaring tiap kali tornado diramalkan akan menyambangi suatu kota, dan juga mengembangkan teknologi ramalan cuaca yg lbh canggih sehingga bisa meramalkan kapan badai akan datang sebagai bentuk antisipasi. Intinya adalah mereka jadi terpacu utk mengembangkan teknologi supaya bisa bertahan dalam tempaan 4 musim yg bisa menjadi menjadi ganas dan mematikan.

Mungkin itu pula sebabnya bahwa secara umum, karakter orang2 yg hidup di 4 musim biasanya lbh giat bekerja dan lebih kompetitif dibandingkan orag2 yg hidup di daerah tropis 2 musim yg lebih laid back and relax.

Kopi Sumatra

Gara2 ngomongin kopi Starbucks jenis kopi Sumatra sama Santipanon, begitu ke Wal-Mart dan liat Starbucks lg ngasih diskon langsung deh aku beli. Sebenarnya juga krn suami lg kangen sama cita rasa kopi khas Indonesia, yg lebih ‘nendang’ drpd kopi2 lain yg dijual di sini.

So…Santi…here is for you:


Rasanya gimana? Dengan harga hampir $ 7 (itu juga udah diskon) untuk 340 gr kopi bubuk, kalo gak enak bisa gue demo tuh Starbucks..ha…ha..ha… Pertanyaannya…petani kopi di Sumatra gimana kabarnya ya? Terus…org Amrik yg suka kopi ini tahu gak kalo Sumatra itu ada di Indonesia? He…he..he…udah nama dicatut, cuma kecipratan sedikiiiiit banget (yakin deh gue), belum tentu bikin Indonesia jd lebih dikenal.Kok bukan kita sendiri saja sih yg mengolah dan mengekspor kopi yg diakui memang punya cita rasa yg kuat ini?

Oya…selain Starbucks, merk kopi lain seperti Sam’s Choice juga punya jenis kopi Sumatra.

Selanjutnya, aku masih ada hutang sama Agus (buku) dan Dini (es krim). Maaf yaaa….pake lama…tp tetap aku akan posting kok.

Bisa bahasa Inggris…penting gak sih?

Kalo buat aku sih penting karena dari kecil sudah diberi tahu Papaku bahwa bahasa Inggris adalah salah satu dari 5 bahasa resmi di dunia. Setelah kecebur ke dunia ‘hajar-menghajar’, perasaan bahwa mempelajari bhs. Inggris akan membawa banyak manfaat bertambah besar karena ditambah kecintaan akan bahasa & sastra Inggris dan juga pada murid2 yg pernah aku ajar. Meskipun hampir selalu merasa gemas karena rata2 kemampuan bahasa Inggris murid/mahasiswa amat jauh dari yg diharapkan, namun semangat utk bisa menularkan ilmu tetap membara (cieeee).

Lucunya, sekarang aku penasaran ingin tahu jalan pikiran orang lain…sebenarnya kenapa sih orang ingin bisa berbahasa Inggris? Maksudku, kesempatan untuk mempraktekkan bahasa Inggris di Indonesia tidak terlalu luas, lalu kenapa ingin bisa menguasai bahasa Inggris? Kalau mau jawab bhs. Inggris gak penting juga boleh kok…tp sebutkan juga alasannya.

Pertanyaan selanjutnya adalah, selain menerima pelajaran bhs. Inggris di sekolah pernahkah kamu berusaha memperkaya pengetahuan bahasa Inggris di luar itu? Misalnya dng: kursus, baca bacaan dlm bhs. Ingris, jd anggota perpustakaan DikNas (buku2nya berasal dari bekas perpustakaan British Council yg sudah ditutup, semuanya dlm bhs Inggris), dll.?

Yg sudah usaha jawab, makasih yaaaaa….