Duhhhh….dingin…

Duh…mosok baru bulan Oktober udah minus dua sih? Kan duingiiin, idung mampet beujung meler, baju musti tiga lapis, gak bisa jalan pagi.

Loh kok protes ya…manusia..manusia…
Suka2 yang Kuasa saja toh ya…mau dingin atau panas.

Advertisements

Open House – Pumpkin Fest

Sudah tradisi, tiap tahun sekolahnya si Imo pasti mengadakan open house yg dilangsungkan menjelang Halloween. Murid dan ortunya diundang utk datang ke sekolah sekitar jam 5-7 utk makan malam bareng dan bersuka ria. Tiap kelas disulap jadi arena bermain/ketangkasan sederhana yg juga menyediakan hadiah2 buat pesertanya. Utk bisa main, tiap anak harus meyerahkan tiket yg dijual seharga 25 sen selembarnya. Hadiahnya pernik2 mainan lucu2 diberikan baik menang maupun tidak (jd semuanya dapat gitu looo).

Para penjaga ‘stand ketangkasan’ terdiri dari sebagian kecil guru dan kebanyakan para volunteers (sukarelawan) dari kampus (mahasiswa/i). Di sini memang anak2 mudanya banyak yg ikut kegiatan volunteering baik itu di SD2, di perpustakaan, di dapur umum, dan ladang2 amal lainnya. Selain dorongan hati, kegiatan volunteering ini bagus sekali utk nambah2 poin di curriculum vitae yg biasanya dicantumkan di bagian ‘community involvement’.


Tahun lalu, aku hadir namun tidak menyumbang apa2 karena waktu, tenaga dan dananya memang tak ada. Tahun ini aku ikutan nyumbang kue utk stand ‘cake walk’ dan juga kue kering utk ‘bake sale’. Aku berusaha bikin sendiri semuanya, meskipun kalo mau beli juga bisa dan jauh lebih mudah. Alhasil, setelah berjibaku berjam2, siap deh kue2nya. Karena amatiran..,hasilnya pun ya begitulahhhh….tp yg penting anak2 excited dan ikutan juga menghias2 kue.



Cake walk sendiri adalah stand yg paling ramai diminati pengunjung. Peserta diminta jalan pada saat lagu diputar dan duduk di kursi yg ditandai saat lagu dihentikan. Nanti dilihat bangku yg jd pemenang dan itu yg boleh memilih satu cake yg disediakan oleh para volunteer. Sedangkan bake sale adl penjualan kue2 kering yg duitnya akan dikumpulkan utk membiayai kegiatan sekolah.


Sebenarnya kalo dipikir2, dana yg terkumpul mungkin gak seberapa ya. Lagipula mereka juga sudah dapat dana dr pemerintahnya. Namun sepertinya keterlibatan ortu murid2 itu yg jadi tujuan, sehingga ada rasa memiliki thd sekolah itu. Selain acara open house ini, setiap tahun juga diadakan beberapa Field Trips alias dharma wisata yg bisa diikuti oleh ortunya juga, kemudian Family Reading Night dan pementasan operet tahunan.

Dibilang Cute Kok Protes?

Anakku yg kedua termasuk telat mulai bisa ngomongnya. Setelah 15 bulan baru bisa ngomong dikit2, itu juga belum jelas. Selain itu dia juga tidak banyak bicara, gak seperti kakaknya yg sejak dini sudah ceriwis sekali.

Aku ingin dia tetap bisa bhs Indonesia, jadi selama ini ayahnya selalu ngajak ngomong dlm bhs. Indonesia, sedangkan aku bagian bhs. Inggrisnya. Mungkin dampak dr pengajaran dua bahasa ini yg bikin dia telat ngomong.

Alhamdulillah, menjelang ulang tahunnya yg ketiga (tgl 3 November nanti), ngomongnya mulai ceriwis dan tambah lancar. Salah satu contoh obrolan dia sama aku:

Mama: You’re so cute, Darrel.
D: No mama, I’m not cute.
Mama: Loh? You are cute…(ngotot)
D: No…baby is cute.
M: You are a baby.
D: No, I’m not. I’m a boy. (merasa dirinya sudah besar, bukan bayi lagi)
M: Ha..ha..ha…

Yg lucu kalo dia lg ngomong campur2, beberapa kalimat yg aku inget:

Ahh…my shoes lepas…. (sepatunya copot)
Mama…this movie is jelek…jelek…(protes pas nonton TV)
Mama…I want teh too. (pingin minum teh krn liat kakaknya minum teh)
I want to pipis in (the) toilet.
I can’t do it. I’m tired. You do it. (diminta tolong ambil barang gak mau..pake alasan capek lagi)

Naga2nya..malah kayaknya ni anak bakal sama ceriwisnya seperti kakaknya…plus lincah banget pula. Gak pa-pa…malah jadi tambah rame kan?

The Black Blizzard

Tahun 1930-an di Amerika (bagian tengah)terjadi bencana yg dijuluki the Black Blizzard, badai pasir yg berlangsung selama 10 tahun (on and off tentu saja). Bayangkan…10 tahun! Selama itu, tiap kali badai datang, para penduduk yg termasuk pioneer dlm mengolah tanah di daerah Mid-west cuma bisa berlindung di rumah2 yg ventilasinya sangat tidak memadai. Seisi rumah diliputi debu.

Banyak yg meninggal karena sakit paru2. Tanah tak bisa ditanamai lagi karena lapisan atasnya (yg penuh mineral yg dibutuhkan utk bercocok tanam) dan sudah dibajak, beterbangan. Binatang ternak mati karena tersedak pasir. Tak hanya itu, pasir juga membawa binatang2 berbahaya spt lipan dan laba2 beracun ke dalam rumah yg menambah jumlah kematian di kalangan manula dan anak kecil. Berturut2 kemudian terjadi serangan belalang dan juga over populasi dari kelinci liar (krn hewan pemangsa mereka mati) yg menghabiskan tanaman pangan yg masih tersisa.


Ternyata penyebab bencana ini adalah kesalahan manusia sendiri. Di tahun2 sebelum terjadinya bencana, tanah2 di negara2 bagian Texas, Oklahoma, Colorado, New Mexico, South Dakota (the Bowl States) mengalami lonjakan industri pertanian. Petani saat itu menjadi makmur, dan tanah yg digarap pun semakin luas hingga akhirnya terjadi ketidakseimbangan alam. Saat angin kencang melanda derah tersebut, maka tanah yg sudah dibajak terangkat dan membentuk badai pasir yg dasyat. Seandainya masih ada pepohonan dan semak belukar yg menahan erosi oleh angin itu, maka bencana tsb tak akan terjadi.

Sembari nonton liputan tentang the Black Blizzard di History channel dengan anak2ku aku kepikiran…mungkin terjadinya gurun pasir juga demikian adanya ya…tanah yg tadinya subur seperti di Cina dan Timur Tengah (yg dulu merupakan pusat peradaban besar) menjadi kering tandas karena over used dan kesalahan manusiannya sendiri. Bukankah di jaman nabi Yusuf disebutkan ada panen besar yg dilanjutkan dengan kekeringan? Kemudian di jaman nabi Musa terjadi bencana seperti serbuan belalang?

Sembari mengusap rambut anakku aku katakan padanya: Nak, selalu ingat ya untuk menjaga alam karena nanti akibatnya pasti akan ke manusianya juga. Imo yg selama nonton banyak berucap: kasihan banget, mengangguk2 setuju.

Nonton Acara TV di Internet

Sejak langganan TV kabel di sini, jadi kecanduan sama beberapa acara yg menurut aku bagus. Tapiiiiiiiii….karena gak setiap saat bisa ngikutin jadwal tayangan TV-nya, aku sering juga nonton acara2 tsb di Internet melalui web-site masing2 channel tsb.

Ini sebagian acara2 yg aku suka…mudah2an bisa dinikmati juga sama teman2:

1. Kitchen Nightmare – Fox
Chef terkenal Gordon Ramsey berkeliling ke restoran2 di US utk menolong pengelola resto yg biasanya udah nyaris bangkrut krn kombinasi berbagai sebab klasik spt: makanannya gak enak (ada yg sampai bikin Chef Ramsey muntah2), menunya ngaco (either kebanyakan, too complicated, atau terlalu ‘kuno’), juru masak yg keras kepala, pemilik yg sombong dan gak mau berubah, dan penataan ruang makan yg jelek.

Keunikan acara ini adalah gaya Gordon Ramsey yg blak2an tanpa tendeng aling2 (nah lu…masih ada yg ngerti gak istilah ini?). Dia kalo ngomong juga sering pake ‘f word’ yg di TV sini pasti kena sensor, jd beeep…beeeppp…gitu. Konflik antara pihak resto dan Ramsey juga menarik utk dilihat karena biasanya berakhir dengan damai. Yg bikin seneng juga karena akhirnya tiap resto bisa bangkit lagi dr kehancuran dengan bantuan Chef Ramsey, yg selain jago masak, juga punya beberapa resto di kota2 besar dunia.

http://www.fox.com/fod/play.php?sh=nightmares

2. House Hunters – HGTV
Acara ini tentang orang2 yg mau beli rumah/condominium dan berkeliling melihat2 kandidat rumah mereka. Dari tiga rumah yg dilihat, mereka akan kasih tahu plus dan minusnya, trus dipilih deh yg mana yg akan mereka beli. Di akhir acara, akan diperlihatkan bagaimana mereka mendekor rumah mereka setelah beberapa bulan tinggal di sana. Acaranya cuma sebentar, setengah jam dan ada versi House Hunters International dimana mereka mencari rumah untuk dibeli di luar US. Sampai sekarang belum ada yg nyari rumah di Indonesia..pdhal udah gue tunggu2 tuh…paling jauh ke Jepang.

http://www.hgtv.com/hgtv/pac_ctnt_988/text/0,,HGTV_22056_68577,00.html

3. Saturday Night Live – NBC
Kalo yg ini baru2 aja gue sukanya, gara2 hebohnya parodi Sarah Palin (cawapres US dr partai Republik) yg ditirukan oleh artis Tina Fey dengan bagusnya (udah gitu mukanya muirrriiiipppp banget). Kocak abis dan bikin ketawa sendiri depan komputer.

http://www.nbc.com/Saturday_Night_Live/video/clips/palin-hillary-open/656281/

Sebenarnya ada satu lagi acara yg aku suka dan baisanya gak bisa nonton langsung di TV, yaitu Dancing with the Stars di stasiun ABC. Aku menahan diri utk gak nonton langsung karena acaranya kan ‘perempuan’ banget, lomba ballroom dance gitu deh…sedangkan anak2ku kan cowok semua. Aku gak mau aja mereka jadi niruin nari2 dan jadi gemulai kayak penari2 cowok di acara itu. Selain itu…pakaian penari perempuannya biasanya muiniiiimmmm bangetttt….nyaris telenji deh. Kasihan anak gue kalo nonton yg begini2 nanti jd tercemar jiwa mrk yg masih suci…ceileeeee.

Tapi aku gak ngasih link-nya buat yg satu ini, krn mereka minta kita utk download program dulu, jd males dehhhh. Buat yg sambungan internetnya tergolong cepat, silahkan dicoba acara2 di atas. Lumayan…bikin rileks.

Sayap Patah Sang Kupu-Kupu

Alkisah di suatu masa, tersebutlah sebuah taman nan indah dimana kupu2 ramai beterbangan. Taman indah ini dipenuhi tanaman dan bunga yang siap meredakan dahaga semua kupu2 ini akan sari bunga. Setiap yang melihat pasti mengira bahwa kupu2 yang menari2 diantara daun dan kuncup bunga di sana merasa bahagia dan sejahtera.



Namun sebenarnya, tidak semua kupu2 merasa bahagia karena setiap kali mereka ingin terbang lebih jauh, akan ada jeruji tembus pandang yang menghalangi. Bahkan langit biru yg mereka lihat terhalangi kaca yang mengurung mereka selamanya.

Diantara beratus kupu2, terdapat seekor kupu2 bersayap coklat yang tidak pernah lelah mencoba untuk keluar dari kandang emas itu. Ia ingin melihat dunia luar dan bergabung dengan kupu2 liar yang berterbangan di semak bunga tepat di luar kandang emasnya.

Suatu hari ia melesat tinggi menuju angkasa, hanya untuk kemudian terpelanting ke bawah dengan sayap yg patah. Ia lalu mencoba mendarat ke permukaan merah muda yang terang bagai bunga. Ia diam tak bergerak, bahkan setelah ia merasa bunga itu bergerak perlahan.



Tiap detik mengantar sang kupu2 menuju pintu keluar. Lalu, saat si pengunjung yg kerudungnya dihinggapi kupu2 itu melangkah ke luar, terbanglah si kupu2 bersayap patah ke alam bebas, menemui teman2nya bercengkrama di antara semak belukar dan bunga liar.


The End







Akhirnya Jalan Juga (Part 2)

Pada hari minggu kuturut Ayah ke Bon-Bin
Naik mobil istimewa kududuk di muka….

Minggu pagi jam 8.30, setelah grabak-grubuk persiapan, mobil kami si ‘Coklat Manis’ pun melaju menuju St. Louis Zoo dengan diiringi doa banyak2 karena si Manis ini terhitung mobil tua dan kondisinya sudah tdk prima lagi.
Berhubung belum beli GPS, kami mengandalkan print2an dr MapQuest, sistem peta jalanan andalan kami.


Baru saja keluar kota C’dale, sudah nyasar! Walah! Ternyata ada bagian yg tidak keprint, jadi bingung kan. Supir (suamiku) dan navigator (siapa lg…aku lah) nyaris bertempur. Akhirnya..dengan sedikit logika dan banyak kira2…kami berhasil kembali ke jalan yg benar..(kayak sinetron religi nih).


Sepanjang jalan, mata kami disuguhi hiburan paling indah: daun2 yg berubah warna. Bahkan semak belukar liar jadi terlihat indah karena gradasi warna merah, kuning, hijaunya. Selain itu, kami juga beberapa kali berpapasan dengan traktor raksasa mesin panen (combined harvester) yg merupakan hiburan utk anak2ku yg gemar mobil, truk dan traktor.


Demi menjaga kesehatan si Coklat Manis, kami cuma melaju sesuai batas kecepatan maksimum yaitu 55 miles per hour (luar kota) kalu jalan kota biasanya batas kecepatannya 35 m/h dan di daerah dekat sekolahan bisa cuma 20 m/h. Selain takut mesin mobil kalau terlalu ngoyo bisa gawat, kami juga kapok diberhentikan polisi. Suamiku pernah sekali diberi peringatan (belum ditilang lo ya), krn melanggar batas kecepatan. Di kota2 kecil terutama, polisinya biasanya kurang kerjaan (dalam arti sebenarnya lo), jadi mereka ketat sekali mengawasi pengguna jalan. Alhasil…sepanjang jalan, kami kerap disusul mobil2 lain. Satu2nya kendaraan yg berhasil kami susul adalah: sebuah traktor kecil.


Perjalanan setelah nyasar pertama lumayan lancar. Tapi menjelang masuk masuk ke wilayah St.Louis kami kebingungan karena highway-nya bercabang2 dan petunjuk jalannya gak sama dengan yg di MapQuest. Apalagi ada bagian jalan yg masih dlm proses perbaikan dan ditutup. Setelah tanya sana-sini, akhirnya kami bisa menemukan yg namanya St. Louis Zoo.


Teorinya, menurut MapQuest, perjalanan dari rumahku ke Bon-Bin cuma 2 jam 19 menit. Pada prakteknya..kami sampai dalam waktu kira2 4 jam, sudah termasuk nyasar. Biar begitu, tetap saja…syukur alhamdulillah…akhirnya sampai juga.