Plagiarism

Di kampus saya lagi seru banget kasus plagiarisme. Gak tanggung2, yg kena kasus presiden kampus, alias dedengkot, alias pimpinan puncak kampus saya. Waduh, malu2in gak sih?

Jadi si presiden ini dituduh mencotek beberapa bagian dari disertasinya yg ditulis tahun 1984. Kasus jadul ini diangkat lagi oleh koran kampus saya yang menyodorkan bukti2 berupa bagian2 dari disertasi si bapak ini beserta kopian dari buku2 yang dianggap sudah disadur olehnya.

Sebenarnya mengambil bagian dari tulisan orang lain dalam tulisan ilmiah bisa dibenarkan asal memenuhi ketentuan pengutipan sesuai standard (MLA misalnya) dan sumbernya dicantumkan dalam daftar referensi. Aturan standardnya sih adalah mengenakan tanda petik bila kutipannya 3 baris atau kurang dari itu. Sedangkan kalo lbh dr 3 baris harus dipisah dari paragraf sebelum dan sesudahnya dengan font berbeda dan di-indent-kan (hi..hi..bhs Indonesianya apa ya).

Nah, kalo saya lihat dari contoh2 di koran kampus itu, si Bapak ini memang tidak mengikuti kaidah pengutipan yg seharusnya. Parahnya, bukan hanya satu-dua…tapi banyak. Jadi?

Di Amerika aturannya sama untuk semua kampus. Untuk urusan plagiarisme, mereka gak kenal ampun. Sangsinya cuma dua: tidak diluluskan atau dikeluarkan dr kampus alias di DO. Lucunya, suara2 yg membela si Bapak pimpinan ini lebih gencar dibandingkan suara2 yg meminbta beliau turun jabatan misalnya. Rata2 para akademisi (dosen dan mahasiswa) meminta dia mundur, karena kalau gelar doktornya dibatalkan dia gak mungkin lg menjabat sebagai presiden kampus. Sedangkan para birokrat kampus (yg notabene ada jg yg merangkap sbg dosen) banyak yg membela dia dengan alasan selama ini dia sudah berhasil memimpin kampus saya menembus ‘jaman kegelapan’ (ha..ha). Dia dianggap pimpinan yg terbaik karena pemimpin2 sebelumnya pada loyo dan payah.

Hmmm….jadi sebaiknya diapakan ya si Bapak satu ini? Kalo di Indonesia sih gak bakal diapa2in…terkuak kasusnya aja gak mungkin kaleeee….

Ya kita tunggu saja gimana kelanjutan ceritanya. Kasusnya masih hangat soalnya, baru minggu lalu. Sementara ini, saya akan bergulat dengan bacaan, paper, dan urusan lain2 (bukan partying…trust me deh) yg jg banyak menyita waktu saya.

Advertisements

7 thoughts on “Plagiarism

  1. Maunya sih…ha..ha. Tapi mau bernafas aja rasanya susah…apalg partying. Yg bkn sebel, ada teman lain yg sama2 kuliah di sini tp jurusannya beda nyantai banget…jdnya dia deh yg banyak jalan2 dan hura2. Apa gw pindah jurusan aja kali ye?I’m fine Sweety…how about you yourself? Everything’s fine in the land of the sultans?

  2. penuhcinta said: Apa gw pindah jurusan aja kali ye?

    halah… same old story! happens to everyone.. to me many many many times…but trust me.. just stick with da one u like & have passion with!damn worth it… then kita bisa have fun bareng ok! hihihi*Brunei peaceful as always… alhamdulillah…;)

  3. serenitysolitude said: but trust me.. just stick with da one u like & have passion with!

    Can’t agree with you more!The very reason I got here is because I just looooveeeee this subject. It’s killing me, but I still love it. Ha…ha..ha..what can U do…love is blind they say.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s