Setahun Kemarin

Hari ini, pas setahun kemarin saya menginjakkan kaki untuk pertama kali di kota kecil ini. Setelah terdampar semalaman di St. Louis dan nyaris mau tidur saja di airportnya karena ketinggalan pesawat, akhirnya saya sampai juga.

Saya sebelumnya tidak pernah ke luar negri dan terakhir naik pesawat umur 4 tahun. Begitu naik pesawat lagi, perjalanannya lebih dari 24 jam melintasi samudra dan benua, sendiri pula.

Tanggal 17 Agustus 2006, orang2 mungkin ada yg mengikuti upacara bendera, atau ikutan lomba makan kerupuk atau balap karung. Saya di rumah ortu masih sibuk berkemas2. Kopor masih terbuka, barang2 masih diatur letak susunannya.

Bukan kegembiraan yang terasa, namun kepedihan yang amat sangat. Selain berpisah dari keluarga, saya merasa tidak siap. Pergi sendiri dan harus hidup sendiri di negri orang, benar2 sendiri terasa menakutkan.

Sampai di Sukarno-Hatta mata saya sudah bengkak dan basah. Dengan sok lucunya petugas bandara bertanya: “Kalah lomba makan kerupuk ya Mbak…kok sedih amat?” Gak tau dia kalo saya kacau banget waktu itu…on the brink of insanity rasanya. Belum lagi jadwal penerbangan saya kacau banget…harus pindah pesawat 5 kali dengan waktu transit yang mepet (pesan tiketnya mepet, jd itinerary-nya gak enak banget).

Jadi, setahu kemarin perasaan saya campur aduk antara kacau dan lega. Lega karena akhirnya sampai juga setelah perjalanan yang melelahkan, panjang dan berliku, kacau karena dari awal berangkat sudah kacau ditambah jet-lag (which lasted for more than a week).


Advertisements

5 thoughts on “Setahun Kemarin

  1. Helo Cinta… Met Wiken.. katanya pengen bobo sampe Monday.. hehesekarang lagi bobo kali yah? hi..hi..btw travelling can be a pain in the ass! I agree!!! for watever feeling u have now.. happy one year to you!for your bravery to do something different! to try! to survive that year!! Good Luck for another year wherever that may takes you…. 😉

  2. Hi gorgeous, I was sleepwalking when I wrote that…hi..hi. Thank you so much for the heartwarming reply. I was obviously a wreck when I first arrived here. Couldn’t enjoy the fact that I finally landed on ‘the land of the free and the home of the brave’. Studying abroad had been my dream and I am grateful to be one of those who could follow their dreams.Now, I’ll go back to my slumberland…

  3. hmm…udah blm ya? mencoba selalu bersyukur dan menikmati segala sesuatunya aja deh…hidup cuma sekali mendingan jangan dibawa susah…he…he..males pulang? gak akan deh…selalu rindu Indonesia kok mbak.

Makasih ya udah kasih komen.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s