Sekolah di Sini

Ada tiga cara untuk bisa sekolah di Amrik (khususnya S2 or S3):
1. Beasiswa; bisa beasiswa penuh atau sebagian (cuma uang sekolahnya aja misalnya)
2. Jadi GTA (Graduate Teaching Assistant) atau GRA (Graduate Research Assistant); dari
namanya ketahuan bahwa mereka ini akan menjadi pekerja kampus yg tugasnya mengajar
atau menjadi asisten riset.
3. Biaya sendiri dari awal sampai akhir; yang ini sih gak usah diomongin ya, soalnya bukan
kasus saya dan mayoritas orang kita gak bisa begini kan?

Persyaratan umum buat sekolah di sini memang ribet, tp gak mustahil. Yang musti disiapkan:
a. GPA atau IPK; untuk yg ngincer cara no 1 dan 2 harus tinggi nih. Rata2 mintanya minimal 3.00.
b. Nilai TOEFL; rata2 mintanya minimal 500-an untuk no 3 Untuk no 1 & 2 lebih tinggi,
bisa 550-600-an minimalnya.
c. NIlai GRE (khusus buat yg ma S2 or S3); ini nilainya variatif, tergantung
universitasnya..bahkan ada yg gak mensyaratkan. Tes ini tergolong syusah buanget dan
butuh persiapan matang, terutama buat verbal GRE test, yg persiapannya dengan cara
menghafalkan kata2 sulit dari kamus.
d. Surat referensi; dari dosen atau atasan (bila sudah bekerja). Cari referensi dari orang yg
tahu betapa bisa diandalkannya diri kamu (dng kata lain: jangan dr mantan dosen killer yg
dulu ngasih nilai C ke elu).
e. Surat keterangan finansial; menyatakan kalo kita sanggup bayar kuliah dan membiayai
hidup kita sendiri dalam waktu satu tahun. Berapa jumlahnya? Lu itung deh sendiri.
Kampus gw yg tergolong gak mahal2 amat biaya kuliah totalnya sekitar 5000 USD (S1)
dan 7000an (S2 & S3) per semester dan tiap tahun ada 3 semester (Fall, Spring,
Summer). Biaya hidup di sini sebulannya sekitar 1000-an…Jadi berapa tuh?
f. Study objectives; sebuah karangan yang isinya memaparkan alasan kenapa kita ingin menuntut ilmu di bidang tertentu, kenapa harus di USA, dan rencana (idealis) kita sepulangnya ke Indonesia. Yang satu ini faktor yang menentukan untuk bisa dapat jalan no 1.

Tapiiiiiiii….kalo kamu berhasil mendapatkan cara no 1 atau 2, biasanya biayanya lebih
kecil dong…kan udah ada yg nanggung.Yang namanya GTA atau GRA biasanya dikasih
tuition waiver (bebas biaya pokok) tapi tetap harus bayar fees (biaya lain2) yg sekitar 800
USD per semester. Enaknya lagi, mereka ini juga dikasih gaji yg rata2 per bulannya 1000
USD.

Untuk yang no. 2….bisa aja ngumpulin uang (ntah nabung or minjem) untuk biaya di awal
plus minjem untuk bisa bikin bukti kemampuan finansial untuk hidup selama setahun di
sini (biasanya berbentuk surat dr bank) yang nantinya akan langsung dikembalikan pada dermawan baik hati yg mau minjemin itu.

Untuk kasus seperti ini, biaya yg benar2 dibutuhkan untuk bisa mulai kuliah adl:
1. Fees sekolah: 800-an USD
2. Tiket pesawat: sekitar 900 USD
3. Biaya hidup sebulan (lebih): 1000 USD
4. Biaya bikin passport (260 rb tahun kemarin), dan visa (1 jeti rupiah).
5. Ongkos taksi atau becak ke airport..halahhhh garing deh.

Jadi totalnya sekitar 28-30 juta rupiah deh…jual kambing ato sapi di kampung juga bisa
kan? Hi..hi..hi.

Manfaatnya apa sih susah2 sekolah ke sini? Kalo motivasi lu uang….setelah lulus S2 dari sini, otomastis gelarlu akan diakui dan cari kerjanya juga gampang. Begitu udah kerja, gajilu di sini bisa 4000 USD per bulan (bahkan lebih). Balik modal kan?

Kalo motivasinya ilmu, ya bisa aplikasikan ilmu yg mudah2an lebih canggih dan diliat getuuu sama org2 kita (meski ini juga gw gak suka…terlalu ngecilin universitas negri sendiri).

Oks..deh..selamat hunting info lebih lanjut di website2 universitas di US, misalnya di http://www.utexas.edu/world/univ/state/

Selamat berjuang! Gambate!

Advertisements

Minggu Pertama

Minggu pertama kuliah telah berlalu. Rasanya? Heeeehhhh….capek dan lega. Capeknya karena harus kejar2an dengan tugas baca. Leganya karena berhasil melalui dengan selamat, yg artinya: no embarrasing moments, no stuttering when speaking out my minds, and I understood most parts of the lessons.

Keinget jaman dulu (pdhal baru tahun kemarin). Masih geblek dan baru datang, ngomong aja suaraku bergetar gitu. Belum lagi perasaan ‘lain sendiri’ diantara teman2 sekelas yang kebanyakan bule. Jarang banget memang international students ambil sastra Inggris. Jurusan ini termasuk laku buat org Amerika sendiri karena mereka menguasai bahasanya dan beberapa karya yang dibahas ada yang sudah pernah mereka baca waktu mereka di high school.

Kelasku yang jam 11 gabung dengan anak2 undergrads (seniors). Mereka seger2…masih muda si ya. Otomatis aku merasa tuaaaaa banget sendiri. Tapi gak sedih kok, malah jadi terpacu ntuk selalu tampil muda dan segar juga..halahhh. Yang jelas dandanan mereka memang segerrrr….tank top dan celana pendek (yg pendek banget lo, cuma segaris di bawah belahan bokongnya gitu loh) kayaknya jadi dandanan wajib buat cewek2 ini. Maklum, di sini lagi panas2nya…sehari2 biasanya diatas 36 derajad celcius. Sekarang aja lagi 38 nih.

Kelas yang jam 2 cuma buat graduate students (Master’s and PhD candidates). Bawaannya lebih serius dan buat ‘outsider’ kayak aku lumayan menyedihkan. Mereka kalo gak kenal dan merasa gak perlu kenal, ya akan sok nggak kenal. Padahal di kelas ini ada 5 org yang pernah sekelas sama aku semester kemarin, tapi cuma 2 yang mau menyapa/disapa. Yang 3 lain seolah tak mengenali. Biar aja…cuek aja. Di sini memang budayanya gitu sih, orang yang SKSD malah akan dianggap aneh. Lagipula, hawa persaingan di tingkat ini beda banget sama di kelas sebelumnya. Di sini keliatan deh betapa masing2 berusaha tampil sebaik dan seaktif mungkin di depan dosen. Untungnya, aku juga udah kebal dan nggak merasa ‘terancam’ dengan kondisi seperti ini. Biar gimana, dosen di sini akan mendasarkan nilai mereka pada hasil kerja tertulis kita. Keaktifan memang membantu, tp kalo sekedar ngomong gak berisi ya percuma juga.

Anyway, aku merasa excited sekaligus takut juga nih dengan kelas2 yang aku ambil semester ini. Bisa gak ya dapat A semua? Harus bisa dong ya…

Kecanduan

Sepertinya saya kecanduan. Kecanduan MP yang membuat saya tetap saja buka2, meskipun sebenarnya sudah banyak bahan bacaan yang menumpuk. Bayangkan saja, baru hari pertama kuliah, bahan bacaannya sudah tumpek bleg (4 essai @ 20 halaman plus satu bahan bacaan 30 hal). Saya baru baca sebagian, sudah tersandung-sandung kata2 aneh bin ajaib yang memaksa saya untuk membuka kamus. Waduh, bukan bahasa emak gue sih, jadi maklum aja deh.

Karena sempat frustasi sama bahan bacaan yang rumit, saya kabur deh browsing Internet dan lagi2 nyasar ke MP. Padahal yang namanya kuliah di sini, kalo gak baca sih sama aja cari mati. Bakalan bengong sepanjang palajaran.

Ya udah, saya kembali ke bacaan dulu ya. Nanti kalo bosen, balik lagi ke sini. Lumayan penyegaran.

Setahun Kemarin

Hari ini, pas setahun kemarin saya menginjakkan kaki untuk pertama kali di kota kecil ini. Setelah terdampar semalaman di St. Louis dan nyaris mau tidur saja di airportnya karena ketinggalan pesawat, akhirnya saya sampai juga.

Saya sebelumnya tidak pernah ke luar negri dan terakhir naik pesawat umur 4 tahun. Begitu naik pesawat lagi, perjalanannya lebih dari 24 jam melintasi samudra dan benua, sendiri pula.

Tanggal 17 Agustus 2006, orang2 mungkin ada yg mengikuti upacara bendera, atau ikutan lomba makan kerupuk atau balap karung. Saya di rumah ortu masih sibuk berkemas2. Kopor masih terbuka, barang2 masih diatur letak susunannya.

Bukan kegembiraan yang terasa, namun kepedihan yang amat sangat. Selain berpisah dari keluarga, saya merasa tidak siap. Pergi sendiri dan harus hidup sendiri di negri orang, benar2 sendiri terasa menakutkan.

Sampai di Sukarno-Hatta mata saya sudah bengkak dan basah. Dengan sok lucunya petugas bandara bertanya: “Kalah lomba makan kerupuk ya Mbak…kok sedih amat?” Gak tau dia kalo saya kacau banget waktu itu…on the brink of insanity rasanya. Belum lagi jadwal penerbangan saya kacau banget…harus pindah pesawat 5 kali dengan waktu transit yang mepet (pesan tiketnya mepet, jd itinerary-nya gak enak banget).

Jadi, setahu kemarin perasaan saya campur aduk antara kacau dan lega. Lega karena akhirnya sampai juga setelah perjalanan yang melelahkan, panjang dan berliku, kacau karena dari awal berangkat sudah kacau ditambah jet-lag (which lasted for more than a week).


Fire! Fire!

Agak memalukan sebenarnya, tapi mungkin bisa jadi info berguna untuk yang lainnya.

Tadi malam (Agustus 17, 2007 jam 12.30 PM) saya telpun 911. Dengan suara gemeteran saya melaporkan bahwa:
1. saya mencium bau sangit
2. saya ngecek furnace (alat pemanas ruangan…yg sebenarnya bisa dibilang AC, yg bisa jd heater sekaligus cooler), ternyata yg nyala adalah heater bukan cooler! Pdhal skrng lg summer dan saya niatnya pasang cooler. Berarti tadi salah nge-set.
3. saya coba matikan AC-nya…eh gak mau mati…mesinnya nyala terus dan bau sangit makin santer.
4. saya buka pintu furnace dan ada api kecil warna biru terlihat di dalamnya …saya tiup2 eh jd merah dan agak membesar.

Panik dong ya….kalo kebakaran kan bukan cuma saya yg mungkin gak selamat, tp membahayakan penghuni apartemen yg lain.

Setelah tlp 911, saya ambil fire extinguisher dan saya semprot ke furnace-nya, baru padam deh.

Gak sampe 5 menit, pintu apartemen saya diketok..ternyata polisi. Saya ngungsi keluar dan gak berapa lama datanglah fire truck! Wuihhh…kalo gak lg ketakutan, bakal menikmati tuh lampu warna-warni yg terang sekali dr fire truck. beneran, bagus kayak kendaraan karnaval.

Mereka ngecek ke dalam dan saya ceritakan runtutan kejadiannya. Tapi gak berapa lama mereka langsung pulang dan petugas pemadam kebakaran yg berpakaian anti-api (lengkap banget coy…kayak di film2) nyengir2 gitu. Heran gak sih?

Mau tahu sebenarnya apa yg terjadi? Ternyata memang di dalam furnace tuh ada apinya…dan kalo heater dinyalakan, dia akan makin membesar. Namanya juga perapian, biar elektrik, tetap aja ada apinya.

He..he..he. Mene gw tehe. Di Indonesia kan gak ada tuh namanya heater…kecuali water heater. Di sini, yg namanya furnace itu ditaruhnya di ruang tengah, jd kalo kenapa2 kan takut banget tuh.

Api birunya jadi membesar dan merah karena saya tiup2 pas nyoba matiinnya..Hi..hi..hi..emangnya lilin ulang tahun. Trus mesinnya gak akan mati karena selama masih ada panas, si kipas angin di dalam furnace akan terus bekerja sampai apinya mati. Makanya, biar udah saya off-kan, tetap aja mesinnya meraung-raung.

Bau sangit disebabkan si heater udah lama gak dipake (terakhir make bulan Februari deh..akhir musim dingin tuh), jadi debu2 yg ada di situ terbakar dan muncul bau hangus.

Intinya: kewajaran ditanggapi dengan luar biasa karena ketidak tahuan semata.

Tapi….ada beberapa pelajaran (selain pelajaran elektronika sederhana tentang furnace) yg bisa gw ambil dr kejadian semalam:
1..Di sini reaksi petugasnya cuepettttt banget! Gila…gak sampe 5 menit udah ada yg nyamperin. Pemadam kebakaran (fire truck)nya jg cepat banget tiba di lokasi kejadian.
2. Petugasnya gak minta bayaran sama kita. (udah bagian dr tugas mereka dan mrk digaji utk itu)
3. Petugasnya gak ada yg marah ato mempermasalahkan karena maklum kita gak tahu cara kerja mesin pemanas. Kata mereka: Better safe than sorry…bener juga kan.
4. Mereka sigap banget. Saya laporkan kejadian ini ke Area Office (kantor yg ngurus komplek apartemen ini..oya saya tinggal di apartemen milik kampus) karena AC-nya sempat gak bisa dinyalakan setelah kejadian semalam. Pagi ini mereka langsung ngirim: electrician, petugas yg membetulkan heater, petugas dr fire safety department, petugas yg mau menggantikan fire extinguisher..dll. Dan semuanya bermaksud ngebantuin tanpa minta imbalan (udah bagian dari servis yg saya bayar pake uang sewa)

Saya gak pernah bermaksud mendewakan Amerika or org Amerika, tapi kok jadi miris kalo inget sistem kerja petugas keamanan di negri sendiri utk nanganin peristiwa semacam ini atau keadaan emergency lainnya.

Kapan ya bisa secanggih itu? Sabar…sabar…sabar.

Grateful


Gimana rasanya jika kamu sudah menunggu sesuatu yang sangat didamba dan setelah sekian lama tiada tampak titik terang?

Gimana rasanya jika kamu sudah mengorbankan begitu banyak keringat, darah, dan air mata untuk sesuatu yang belum pasti imbalannya?

Gimana rasanya jika emosi kamu sudah diombang-ambingkan sampai nyaris berada di tepi jurang keputus-asaan?

Dan setelah semua kepedihan itu…tiba-tiba…
Terjadi sesuatu yang ternyata lebih indah, lebih baik dan amat sangat melegakan…
Rasanya pasti: PLONG!!!!!!!

Alhamdulillah…thank you Allah for your blessings on me.
Kejadian bersejarah yang mengingatkan kami untuk selalu meminta hanya padaMu dan selalu bersyukur untuk segalanya Tuesday, August 14, 2007.

Begadang

Teman begadang paling enak di saat suntuk dan ribet nyelesein paper/kerjaan:
* YM chat (apalg sama teman2 yang sama gilanya)
* multiply
* seember kopi (banyak maksudnya) pake gula gak pake
krim

* camilan, terutama yang asin2 ato kalo manis sekalian
brownies

* TV (pas iklan baru ngerjain PR-nya….halahhhh banyakan
nontonnya dong ya)

* musik yang enak dan saya suka (pernah tu semalaman
sampai pagi dengerin Kahitna terus)


Ayo apa lagi? Ditunggu masukannya paling lambat sebelum musim ujian tiba. Makasih yaaaaa.